slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong QQCUAN agencuan slot88 agencuan https://bola169new.com/ phishing phishing
qqcuan AGENCUAN https://ademsari.co.id/ https://bitcoinnews.co.id/ https://dermaluz.co.id/ https://jiexpo.co.id/ https://donghan.co.id/ https://icconsultant.co.id/ https://metroindo.co.id/ https://bentogroup.co.id/ https://gatranews.co.id/ https://kacapatri.co.id/ https://gemilangsukses.co.id/ https://siomom.id/ https://situskita.id/ https://masyumi.id/ https://dapurdia.id/ https://baginasipagi.id/ https://bacaajadulu.id/ https://sukagaming.id/ https://sobatsandi.id/ https://ragaminspirasi.id/ https://salamdokter.id/
https://berita-sumatra.id/ https://seongiclik.id/ https://mangu.id/ https://daily-news.id/

Penjualan Bersih Asing Jumbo Rp 1,49 T, BBCA Menjadi Target Utama

Jakarta mengalami fluktuasi yang signifikan dalam pasar saham, terutama dalam konteks Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada tanggal 12 Februari 2026, IHSG mengalami penurunan setelah mengalami tiga hari kenaikan berturut-turut, membuktikan ketidakpastian investor dalam menghadapi dinamika pasar.

Nilai transaksi pada hari tersebut mencapai Rp 23,85 triliun, yang menunjukkan tingginya volume perdagangan di bursa. Tercatat ada 43,26 miliar saham yang diperdagangkan dalam lebih dari tiga juta transaksi, dengan rincian 294 saham mengalami kenaikan, sementara 384 saham mengalami penurunan dan 144 saham stagnan.

Di tengah kondisi ini, investor asing melakukan aksi jual besar-besaran yang mencapai Rp 1,49 triliun secara keseluruhan. Penjualan ini terbagi antara pasar reguler dan pasar negosiasi serta tunai, menunjukkan adanya pergeseran dalam minat investasi yang mungkin dipengaruhi oleh sentimen pasar global.

Bank Central Asia menjadi salah satu perusahaan yang menarik perhatian dengan catatan net buy asing tertinggi, mencapai Rp 890,06 miliar. Bumi Resources dan Petrosea menyusul di posisi kedua dan ketiga, mencerminkan tren investasi yang berfokus pada sektor-sektor tertentu.

Pada perdagangan Kamis tersebut, 10 saham dengan catatan penjualan bersih terbesar dari investor asing mencakup nama-nama besar yang mencerminkan dinamika dalam sektor yang berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada penurunan di IHSG, investor masih aktif mencari peluang di saham yang dianggap memiliki potensi pertumbuhan.

Arah dan Trend Pasar Saham di Indonesia

Dalam beberapa bulan terakhir, IHSG menunjukkan tren yang fluktuatif, mencerminkan ketidakpastian dari berbagai faktor. Salah satu faktor utama adalah kondisi ekonomi global yang terus berubah, termasuk kebangkitan inflasi dan tingkat suku bunga yang meningkat.

Pasar saham Indonesia sering dipengaruhi oleh sentimen dari bursa internasional, yang dipicu oleh berbagai berita ekonomi penting. Misalnya, keputusan bank sentral di negara maju dapat mempengaruhi arah investasi, menyebabkan investor lokal dan asing menjadi lebih hati-hati.

Potensi pertumbuhan di sektor tertentu seperti teknologi dan energi terbarukan masih menjadi daya tarik yang besar. Hal ini menunjukkan adanya peluang bagi investor untuk menyalurkan dana ke sektor-sektor yang lebih menjanjikan di masa mendatang.

Peran Investor Asing dalam Pasar Saham Lokal

Investor asing memiliki pengaruh besar terhadap IHSG dan bisa merefleksikan sentimen pasar. Aksi jual bersih mereka sering kali menjadi indikator dari praktik transaksi yang melibatkan pasar internasional. Belakangan ini, aksi penjualan besar dari investor asing menciptakan banyak spekulasi di kalangan analis dan trader.

Ketika investor asing melakukan penjualan, ini dapat menimbulkan dampak negatif yang menurunkan kepercayaan secara keseluruhan. Namun, di sisi lain, adanya pembelian bersih dari investor asing menunjukkan bahwa masih terdapat minat terhadap saham-saham berkualitas.

Investasi asing dalam jangka panjang sangat penting untuk kestabilan dan pertumbuhan pasar saham. Perusahaan yang mampu menarik perhatian investor asing biasanya memiliki fundamental yang kuat dan prospek yang cerah.

Peluang dan Tantangan di Sektor Saham Strategis

Sektor-sektor dalam perekonomian, seperti energi dan teknologi, menjadi titik fokus bagi banyak investor. Kenaikan permintaan untuk energi bersih dan digitalisasi menciptakan banyak peluang baru yang bisa dieksplorasi oleh pelaku pasar. Namun, risiko tetap melekat, terutama berkaitan dengan peraturan yang berubah-ubah.

Investor perlu memahami dengan baik dinamika sektor-sektor yang mereka pilih untuk diberikan dana. Hal ini penting agar dapat memanfaatkan peluang sambil meminimalkan risiko yang ada.

Di samping itu, risiko global seperti tanda-tanda resesi di negara besar juga dapat mempengaruhi keputusan investasi di dalam negeri. Memperhatikan tren global menjadi kunci untuk merancang strategi investasi yang sukses.

Net Sel Jumbo Asing Rp 1,49 T, BBCA Jadi Target Utama

Pasar saham Indonesia menghadapi periode yang menarik, dengan fluktuasi yang menunjukkan dinamika tersendiri. Pada hari Kamis, indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami penurunan yang cukup signifikan setelah mengalami kenaikan selama beberapa hari berturut-turut.

Koreksi ini menandakan adanya perubahan besar dalam sentimen pasar, di mana investor asing tampak melakukan aksi jual yang cukup besar. Dalam perdagangan akhir pekan ini, nilai transaksi di bursa mencapai angka yang fantastis, menandakan tingginya likuiditas di pasar.

Dari sisi transaksi, total nilai mencapai Rp 23,85 triliun dengan melibatkan lebih dari 43 miliar saham. Dengan rincian tersebut, kita dapat melihat bahwa meskipun IHSG mengalami penurunan, aktivitas perdagangan masih sangat aktif di kalangan investor.

Pengaruh Penjualan Saham Asing di Pasar Modal

Salah satu faktor utama yang mempengaruhi penurunan IHSG adalah aksi penjualan bersih oleh investor asing. Tercatat, mereka melakukan penjualan bersih dalam jumlah yang sangat besar, mencapai lebih dari Rp 1,49 triliun di seluruh pasar.

Dalam konteks ini, pasar reguler juga menunjukkan tren yang sama dengan penjualan bersih mencapai Rp 2,03 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa investor asing mungkin melihat tanda-tanda koreksi pasar yang perlu diperhatikan lebih lanjut.

Di sisi lain, ada juga pembelian bersih oleh investor asing di pasar negosiasi dan tunai, sebesar Rp 542,38 miliar. Ini mengisyaratkan bahwa meskipun ada aksi jual, masih ada ketertarikan tertentu pada saham-saham tertentu dari investor asing.

Perkembangan Saham-Saham Utama di Pasar

Saham Bank Central Asia (BBCA) muncul sebagai saham dengan aksi beli terbesar dari investor asing, mencapai angka Rp 890,06 miliar. Hal ini menunjukkan betapa investor percaya terhadap fundamental perusahaan dan prospek masa depannya.

Meski BBCA mencatatkan penjualan asing yang signifikan, saham lainnya seperti Bumi Resources dan Petrosea juga mencatatkan angka besar dalam transaksi asing yang sama. Ini mencerminkan bagaimana beberapa emiten sedang menjadi fokus perhatian di pasar.

Data dari Stockbit juga mengungkapkan sepuluh saham dengan penjualan bersih asing terbesar pada hari itu, menunjukkan variasi dalam respons pasar terhadap berita dan sentimen ekonomi global. Hal ini menunjukkan dinamika pasar yang cukup aktif.

Analisis Dampak Jangka Panjang Terhadap IHSG

Koreksi yang terjadi pada IHSG merupakan suatu momen yang penting yang dapat mempengaruhi sentimen pasar dalam jangka pendek maupun panjang. Investor domestik harus memperhatikan indikator-indikator ekonomi dan tren global yang dapat mempengaruhi pasar saham ke depan.

Faktor-faktor makroekonomi seperti suku bunga, inflasi, dan data pertumbuhan ekonomi akan menjadi sangat krusial untuk menentukan arah IHSG ke depannya. Oleh karena itu, keputusan investasi harus diambil dengan penuh pertimbangan dan analisis yang mendalam.

Selain itu, strategi diversifikasi investasi juga perlu dipertimbangkan untuk mengurangi risiko yang ada. Dalam situasi pasar yang fluktuatif ini, ketahanan portofolio menjadi hal yang sangat penting bagi setiap investor.

Penyidik Utama Kejahatan Finansial oleh Polisi

Akademisi Hukum Universitas Gajah Mada (UGM), Oce Madril, memberikan pandangan mendalam mengenai aspek hukum terkait peran kepolisian dalam penyidikan kasus jasa keuangan. Ia menunjukkan bahwa keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) melalui Putusan Nomor 59/PUU-XXI/2023 menegaskan kembali posisi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sebagai penyidik utama dalam sistem peradilan pidana di Indonesia.

Dalam konteks ini, lembaga lain yang memiliki kewenangan penyidikan, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), diposisikan sebagai lembaga penunjang yang wajib berkoordinasi dengan Polri. Hal ini menggarisbawahi pentingnya kerja sama antar lembaga untuk memastikan bahwa proses penyidikan berjalan secara efektif dan koordinatif.

Pada putusan tersebut, MK menyatakan bahwa Pasal 49 ayat (5) dalam Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) adalah inkonstitusional bersyarat. Penyebutan kewenangan penyidikan yang sebelumnya hanya dapat dilakukan oleh penyidik OJK kini dikoreksi, memberikan ruang bagi Polri untuk berperan aktif dalam proses tersebut.

Pertimbangan MK mencakup perubahan frasa dari ‘hanya dapat’ menjadi ‘dapat’, yang memiliki dampak signifikan dalam penerapan norma hukum. Menurut Oce Madril, keputusan ini harus menjadi pedoman dalam pembahasan perubahan UU P2SK agar lebih sesuai dengan prinsip koordinsi antara lembaga-lembaga yang berwenang.

UU P2SK mencakup berbagai regulasi, termasuk Undang-Undang Perbankan, Perbankan Syariah, Pasar Modal, dan Perasuransian. Masing-masing undang-undang tersebut memiliki ketentuan terkait kewenangan penyidikan yang perlu diperhatikan dalam konteks ini.

Beberapa pasal yang tampaknya terdampak dari putusan ini antara lain Pasal 49 ayat (1) terkait penyidik kepolisian, serta Pasal-pasal dalam UU Perbankan dan UU Perasuransian lainnya. Oce menekankan pentingnya keselarasan dalam pengaturan yang berhubungan dengan kewenangan penyidikan di seluruh institusi yang terlibat.

Dalam dua putusan penting yang dikeluarkan oleh MK, terdapat konsistensi dalam menyampaikan pesan konstitusional mengenai pembagian kewenangan penyidikan. Meskipun Polri memiliki fungsi utama sebagai penyidik, MK juga memberikan ruang kepada lembaga lain untuk ikut berperan dalam penyidikan selama ada koordinasi yang baik.

Persoalan yang sering muncul adalah bagaimana lembaga yang tidak memiliki keterlibatan dalam penyidikan, seperti OJK, harus melakukan koordinasi dengan Polri. Hal ini menjadi krusial untuk mencegah terjadinya konflik kewenangan yang dapat membingungkan dalam penegakan hukum.

Pentingnya Koordinasi antara Polri dan OJK dalam Penyidikan Kasus Jasa Keuangan

Koordinasi antara lembaga penegak hukum adalah langkah penting dalam menghindari fragmentasi kewenangan. Penegasan dari MK menunjukkan bahwa, meskipun OJK memiliki kewenangan penyidikan, prosesnya harus melibatkan Polri untuk menjaga keselarasan dalam sistem peradilan pidana.

Oce Madril mengingatkan bahwa koordinasi harus dimulai sejak diterbitkannya Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP). Proses ini perlu diikuti hingga penyidikan selesai dan berkas perkara dilimpahkan kepada Jaksa Penuntut Umum.

Selama proses penyidikan berlangsung, lembaga lain, termasuk OJK, diharapkan untuk berkoordinasi secara aktif dengan Polri. Hal ini penting agar tindakan hukum yang diambil dapat berjalan tanpa kendala dan dalam kerangka hukum yang jelas.

Setiap tindakan hukum yang diambil oleh penyidik OJK harus dipadukan dengan langkah-langkah yang dilakukan oleh penyidik Polri. Koordinasi ini akan memastikan bahwa semua tindakan hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Implikasi Keputusan MK Terhadap Legislasi dan Praktik Hukum di Indonesia

Keputusan MK mengenai kewenangan penyidikan membawa implikasi yang jauh lebih besar dalam konteks legislasi dan praktik hukum di Indonesia. Hal ini membuka peluang untuk merevisi sejumlah undang-undang sektoral yang berkaitan dengan penyidikan.

Oce Madril menyatakan bahwa norma serupa terkait penyidikan tidak hanya terdapat dalam Pasal 49 ayat (5) tetapi juga tersebar dalam banyak undang-undang lainnya. Oleh karena itu, penting untuk menyesuaikan semua peraturan yang saling terkait agar sinkron dengan putusan MK.

Reformasi dalam sistem hukum dan peraturan yang berkaitan dengan penyidikan akan sangat memengaruhi cara lembaga-lembaga beroperasi. Diperlukan kerja sama lintas sektor untuk memastikan bahwa perubahan ini dapat diterapkan secara efektif.

Oleh karena itu, penguatan peran Polri dan lembaga lainnya dalam penyidikan harus didukung oleh kesadaran akan pentingnya kolaborasi. Dengan demikian, sistem peradilan pidana bisa lebih efektif dan responsif terhadap perkembangan yang ada di lapangan.

Konklusi dan Saran untuk Penguatan Sistem Hukum di Indonesia

Dalam konteks pengembangan sistem hukum di Indonesia, penting untuk memahami bahwa keputusan MK merupakan langkah maju dalam menyusun kerangka kerja yang lebih baik. Semua lembaga penegak hukum harus bersinergi untuk mendorong perbaikan sistem penyidikan.

Saran utama adalah menciptakan pedoman jelas mengenai koordinasi antara Polri dan OJK, serta lembaga lain yang terlibat. Hal ini akan meminimalisir benturan kewenangan dan mendorong terciptanya sistem peradilan pidana yang lebih efisien.

Dengan keputusan MK diharapkan dapat menjadi acuan dalam mereformasi undang-undang terkait penyidikan, serta dalam mengembangkan kapasitas lembaga untuk pelaksanaan yang lebih baik. Ke depannya, kerjasama yang lebih baik akan menjamin penegakan hukum yang adil dan transparan.

Dua Mesin Utama yang Dijelaskan Bos BSI untuk Mendorong Pertumbuhan

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. menyatakan visi dan strateginya untuk memanfaatkan ekosistem syariah serta emas guna meningkatkan pertumbuhan keuangan. Inisiatif ini dianggap sebagai langkah strategis untuk menjawab kebutuhan masyarakat serta mengoptimalkan potensi produk keuangan yang ada.

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengungkapkan bahwa bank akan menggabungkan dua sektor ini untuk mencapai hasil yang lebih maksimal. Konsep ini diharapkan dapat menarik lebih banyak nasabah yang mendambakan solusi keuangan berbasis syariah dan emas.

“Kita akan mengembangkan dual engine ini, dengan memadukan fungsi Bank Syariah dan bullion bank. Produk syariah seperti tabungan haji dan produk bullion berupa tabungan emas akan dikombinasikan,” ujarnya dalam sebuah acara baru-baru ini. Kombinasi ini diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi nasabah, tetapi juga bagi perkembangan bank itu sendiri.

Anggoro juga menjelaskan bahwa transaksi layanan beyond telah mencapai angka yang signifikan hingga November 2025, dengan total mencapai 450 juta transaksi. Dari jumlah tersebut, 1 juta transaksi tercatat khusus untuk emas. Ini menunjukkan bahwa terdapat potensi pasar yang sangat baik dengan 500 ribu penabung.

Lebih lanjut, momentum kenaikan harga emas dinilai bisa memberikan dampak positif bagi pertumbuhan BSI. Layanan beyond dapat menjadi sarana untuk menarik nasabah baru melalui edukasi dan inklusi keuangan, yang menjadi prioritas bagi bank saat ini.

Menurut Anggoro, produk emas bisa menjadi jembatan baru untuk mengedukasi masyarakat yang belum menjadi nasabah BSI. Ini juga menggambarkan komitmen bank dalam memberdayakan masyarakat untuk lebih memahami produk keuangan syariah.

Bank ini tidak hanya fokus pada produk syariah seperti haji dan produk halal, tetapi juga menyediakan produk tabungan bullion bank yang terintegrasi. Hal ini memberikan pilihan yang lebih luas bagi pelanggan dalam merencanakan keuangan mereka.

Dengan produk yang ditawarkan, masyarakat bisa merencanakan ibadah haji dan umrah dengan lebih baik, bahkan jauh sebelum waktu keberangkatan. Inisiatif ini menjawab kebutuhan masyarakat Muslim yang ingin memastikan kelancaran ibadah mereka.

“Dengan membuka tabungan haji, nasabah juga disarankan untuk membuka tabungan emas. Hal ini berfungsi sebagai perlindungan nilai seiring dengan waktu,” ujarnya. Dengan demikian, nasabah tidak hanya menabung untuk keperluan ibadah, tetapi juga mendapatkan keuntungan dari investasi emas sebagai instrumen yang lebih stabil.

Pentingnya Edukasi Keuangan dalam Masyarakat Modern

Edukasi keuangan menjadi kunci penting bagi masyarakat di era modern ini. Tanpa pemahaman yang baik, banyak orang yang terjebak dalam masalah keuangan yang bisa dicegah. Bank Syariah Indonesia berupaya menghadirkan berbagai program edukasi untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat.

Program edukasi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari dasar investasi hingga risiko yang mungkin dihadapi. Dengan edukasi yang tepat, diharapkan masyarakat dapat membuat keputusan yang lebih baik dalam merencanakan keuangan mereka. Bank berkomitmen untuk aktif dalam memberikan informasi yang relevan bagi nasabah dan masyarakat umum.

Selain itu, bank juga mendukung berbagai inisiatif yang memfasilitasi pertemuan antara nasabah dan para ahli keuangan. Ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan pengetahuan dan pemahaman tentang aspek-aspek keuangan yang lebih kompleks.

Bank Syariah Indonesia percaya bahwa pengetahuan yang lebih baik akan menghasilkan keputusan keuangan yang lebih rasional. Nasabah yang teredukasi dengan baik cenderung lebih puas dengan layanan yang diberikan dan lebih setia terhadap bank. Ini menjadi keuntungan jangka panjang bagi kedua belah pihak.

Strategi Memanfaatkan Emas sebagai Instrumen Investasi

Investasi emas telah lama dikenal sebagai pilihan yang aman oleh banyak orang. Hal ini dikarenakan nilai emas cenderung stabil dalam jangka panjang. Menyadari hal ini, BSI telah merancang produk tabungan emas dengan serangkaian manfaat bagi nasabah.

Produk tabungan emas ini memungkinkan nasabah untuk menyimpan emas dengan cara yang lebih praktis. Nasabah tidak perlu khawatir tentang penyimpanan fisik emas, karena semua transaksi dapat dilakukan secara digital. Ini memberikan kemudahan yang signifikan, terutama bagi nasabah yang tidak memiliki akses ke situs penyimpanan emas tradisional.

Selain itu, nasabah juga dapat memanfaatkan fluktuasi harga emas untuk melakukan transaksi yang menguntungkan. Dengan pengetahuan yang tepat, nasabah bisa mengambil keputusan yang cerdas untuk membeli atau menjual emas pada waktu yang tepat. Ini merupakan kesempatan bagi mereka untuk mendapatkan keuntungan finansial dari investasi mereka.

Dengan begitu, produk ini tidak hanya berfungsi sebagai instrumen simpanan, tetapi juga dapat menjadi alat untuk meningkatkan portofolio investasi nasabah. Masyarakat diharapkan bisa lebih paham akan pentingnya diversifikasi investasi demi masa depan yang lebih baik.

Langkah Strategis dalam Meningkatkan Keterlibatan Nasabah

Peningkatan keterlibatan nasabah adalah salah satu target utama bagi PT Bank Syariah Indonesia. Bank menyadari bahwa memiliki nasabah yang aktif dan terlibat adalah kunci kesuksesan jangka panjang. Dengan menawarkan produk dan layanan yang relevan, bank berusaha untuk mendengarkan dan memenuhi kebutuhan nasabah.

Salah satu langkah yang diambil adalah dengan mengadakan berbagai event edukatif dan interaktif. Acara tersebut bertujuan untuk membangun hubungan lebih baik dengan nasabah serta memperkenalkan produk dan layanan baru. Dengan cara ini, nasabah merasa dihargai dan memiliki keinginan untuk kembali menggunakan layanan bank.

Bank juga mengembangkan platform digital yang memudahkan nasabah dalam transaksi serta mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Dengan memanfaatkan teknologi, bank dapat menjangkau lebih banyak orang dan memperluas jangkauan layanannya. Ini merupakan bagian dari strategi untuk membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah.

Dengan melalui pendekatan yang tepat, BSI percaya bahwa mereka dapat mengubah nasabah menjadi duta merek. Nasabah yang puas akan cenderung merekomendasikan bank kepada orang lain, sehingga meningkatkan jumlah nasabah baru dan memperkuat posisi pasar bank.

Andy Arslan Mundur dari Jabatan Komisaris Utama Asuransi JMA Syariah

Mochamad Andy Arslan Djunaid telah resmi mengundurkan diri dari posisi komisaris utama PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk. Pengunduran diri ini diterima oleh perusahaan pada 2 Februari 2026, menandakan perubahan penting dalam struktur organisasi perusahaan asuransi tersebut.

Dalam keterbukaan informasi, Direktur Utama JMAS, Basuki Agus, mengonfirmasi penerimaan surat pengunduran diri Andy. Ia memastikan bahwa meskipun ada perubahan di jajaran komisaris, operasional perusahaan akan tetap berlangsung tanpa gangguan.

Basuki menjelaskan bahwa keputusan final mengenai pengunduran diri ini akan diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham. Hal ini sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam anggaran dasar perusahaan dan memastikan proses transisi yang teratur.

Peran dan Kontribusi Mochamad Andy di JMAS

Mochamad Andy telah menjabat sebagai komisaris utama JMAS sejak tahun 2014. Selama bertahun-tahun, ia berkontribusi dalam pengembangan strategi perusahaan dan peningkatan kualitas layanan asuransi syariah.

Sebagai pemimpin yang berpengalaman, Andy memainkan peran kunci dalam memperkuat posisi JMAS di pasar asuransi. Ia juga dikenal sebagai sosok yang berdedikasi dalam mendukung praktek-praktek bisnis yang etis dan transparan.

Sejak 2010, Andy juga menjabat sebagai Ketua Umum Koperasi Simpan Pinjam Jasa, menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan sektor keuangan syariah. Kepemimpinannya memberi inspirasi bagi banyak orang di industri ini.

Struktur Dewan Komisaris JMAS Setelah Pengunduran Diri

Dengan pengunduran diri Andy, kursi dewan komisaris JMAS kini diisi oleh para anggota seperti Sachroni, Ahmad Nugraha, dan Dhimas Achmad Sidharta. Mereka diharapkan dapat melanjutkan perjuangan perusahaan dalam memberikan layanan terbaik kepada nasabah.

Struktur dewan yang ada saat ini diharapkan mampu menghadapi tantangan di pasar yang berkompetisi ketat. Keberadaan mereka memberikan harapan akan strategi-strategi baru yang dapat diterapkan untuk meningkatkan pertumbuhan perusahaan.

Keberlanjutan dan stabilitas organisasi menjadi hal yang sangat penting. Dewan komisaris baru diharapkan mampu menjaga sinergi dan kolaborasi yang baik dalam menjalankan operasional perusahaan.

Implikasi Pengunduran Diri Terhadap Perusahaan dan Pemangku Kepentingan

Pengunduran diri Andy dapat menimbulkan berbagai implikasi bagi perusahaan dan pemangku kepentingan. Pertama, kepercayaan para investor mungkin akan dipengaruhi, dan oleh karena itu, komunikasi yang efektif sangat penting.

Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham menjadi momen penting untuk menjelaskan langkah-langkah strategis ke depan. Hal ini juga akan menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk menegaskan komitmennya terhadap pertumbuhan jangka panjang.

Dari sudut pandang operasional, transisi kepemimpinan yang terencana dapat meminimalisir gangguan. Kinerja tim yang ada tetap harus dijaga agar tetap fokus pada tujuan perusahaan meskipun ada perubahan kepemimpinan di level komisaris.

4 Kriteria Utama Saham Pilihan dan Antara

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) baru-baru ini mengumumkan langkah strategisnya dalam investasi saham dengan fokus pada perusahaan-perusahaan yang memiliki fundamental yang kuat. Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, menjelaskan bagaimana perusahaan mengidentifikasi pilihan saham yang dapat memberikan potensi keuntungan berkelanjutan.

Menurut Pandu, mereka terus aktif dalam membeli saham-saham dari perusahaan yang memiliki valuasi menarik dan kinerja keuangan yang baik. Ia juga menekankan pentingnya adanya cash flow yang stabil untuk memastikan keberlanjutan investasi dalam jangka panjang.

Dari perspektif luas, meskipun ada penyesuaian kebijakan MSCI yang memengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), pandangannya masih optimis terhadap pasar saham Indonesia. Hal ini disebabkan oleh kondisi ekonomi yang dinilai tetap solid dan menarik bagi para investor.

Analisis dan Strategi Pembelian Saham yang Dilakukan oleh BPI Danantara

Dalam proses analisisnya, Danantara memilih saham tidak hanya berdasarkan tren pasar saat ini, tetapi juga fundamental perusahaan yang mendasarinya. Pendekatan ini memastikan bahwa saham-saham yang dibeli dapat bertahan dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Dengan valuasi yang menarik, perusahaan berusaha untuk mengevaluasi kinerja keuangan yang solid serta likuiditas yang baik. Kombinasi ini diyakini akan memberikan keuntungan yang optimal bagi para investor.

Pandu menyatakan bahwa mereka aktif berpartisipasi di pasar, dengan harapan dapat menginspirasi investor lain untuk melakukan hal yang sama. Melalui langkah-langkah tersebut, mereka ingin menunjukkan bahwa investasi yang bijaksana dapat memberikan hasil yang signifikan.

Peran Investor dan Pentingnya Investasi Jangka Panjang

Salah satu poin penting yang ditekankan oleh Pandu adalah pentingnya memiliki perspektif jangka panjang dalam berinvestasi. Ia mengimbau kepada para investor untuk tidak hanya fokus pada keuntungan sesaat, tetapi lebih jauh melihat potensi pertumbuhan dari saham yang mereka beli.

Menurutnya, banyak investor yang terjebak dalam siklus jangka pendek, seolah-olah mengabaikan potensi keuntungan yang lebih besar di masa depan. Oleh sebab itu, memahami dan menganalisis fundamental perusahaan adalah langkah yang tidak boleh diabaikan.

Sikap optimis ini juga didukung oleh CEO Danantara, Rosan Roeslani, yang menekankan bahwa fundamental yang kuat dan valuasi yang benar merupakan kunci untuk memilih saham. Dengan pemahaman yang mendalam, investor dapat membuat keputusan yang lebih baik.

Melihat Masa Depan Pasar Saham Indonesia dengan Cerdik

Selain mencari saham dengan fundamental baik, BPI Danantara juga mengamati kondisi keseluruhan pasar dan kebijakan yang berlaku. Hal ini penting untuk memahami arah pasar yang lebih luas dan dampak terhadap investasi di masa depan.

Namun, meski terdapat tantangan dari kebijakan luar negeri, Pandu percaya bahwa pasar saham Indonesia memiliki daya tarik yang tidak boleh diabaikan. Semua indikator menunjukkan bahwa potensi untuk pertumbuhan masih sangat besar.

Dengan dukungan yang kuat dari para investor dan pemangku kepentingan lain, harapannya adalah pasar saham ini akan terus berkembang dan menjadi lebih stabil di masa mendatang.

5 Ciri Utama Warga Kelas Bawah yang Mungkin Ada pada Dirimu

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah mengalami perubahan signifikan dalam penanganan kemiskinan ekstrem. Hal ini tercermin dari pernyataan Presiden Prabowo Subianto bahwa tingkat kemiskinan ekstrem telah menurun ke level terendahnya.

Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memperbaiki kondisi ekonomi secara berkelanjutan. Penurunan angka kemiskinan diharapkan sejalan dengan peningkatan kualitas hidup di semua lapisan masyarakat.

Kondisi ekonomi masyarakat dapat diukur melalui berbagai indikator yang menunjukkan posisi seseorang dalam struktur sosial dan ekonomi. Oleh karena itu, pemahaman tentang ciri-ciri yang menandakan status sosial sangat penting untuk mengidentifikasi masalah yang ada.

Menurut berbagai penelitian, lima ciri utama yang dapat membantu mengidentifikasi kelas ekonomi seseorang adalah tempat tinggal, pekerjaan, tabungan dan investasi, gaya hidup, serta pendidikan. Ciri-ciri ini saling terkait dan mencerminkan kesejahteraan individu.

Ciri-Ciri Utama Kelas Menengah Bawah hingga Kelas Bawah

Salah satu ciri pertama yang dapat diidentifikasi adalah tempat tinggal seseorang. Tempat tinggal merupakan salah satu pengeluaran terbesar bagi keluarga, dan kesulitan untuk memperoleh rumah yang nyaman dapat menjadi indikator status sosial.

Jika seseorang tidak mampu tinggal di lingkungan yang layak dan aman, kemungkinan besar mereka termasuk dalam kategori kelas menengah bawah atau bahkan bawah. Persoalan tempat tinggal ini menjadi salah satu tantangan utama dalam upaya mengentaskan kemiskinan.

Di samping itu, jenis pekerjaan seseorang juga sangat menentukan posisi sosial dan ekonominya. Pekerjaan yang tergolong dalam kategori kerah putih atau kerah biru cenderung mencerminkan kelas pekerja atau kelas menengah, dimana posisi tersebut berhubungan erat dengan penghasilan yang diterima.

Pekerjaan seperti pegawai ritel, sopir truk, atau pekerja pabrik sering kali menunjukkan bahwa seseorang berada di tingkat ekonomi yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang memiliki profesi manajerial. Hal ini menjelaskan pentingnya pendidikan dan pelatihan dalam meningkatkan kualitas hidup individu.

Pekerjaan dengan tingkat keahlian tinggi, seperti dokter atau insinyur, biasanya menjamin penghasilan yang lebih baik dan memungkinkan seseorang untuk naik ke kelas menengah. Namun, ada juga profesi yang, meskipun tergolong kerah putih, dapat menawarkan gaji yang relatif rendah, mengakibatkan pekerjanya tetap berada dalam kelas menengah bawah.

Pentingnya Tabungan dan Investasi dalam Kesejahteraan

Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi, menabung dan berinvestasi merupakan aspek penting untuk membangun kekayaan jangka panjang. Namun, tidak semua individu memiliki kemampuan untuk melakukan hal ini, terutama mereka yang tergolong dalam kelas bawah.

Jika seseorang tidak memiliki tabungan cukup atau rencana pensiun, hal ini menunjukkan ketidakstabilan finansial dan kemungkinan besar mereka termasuk dalam kelas bawah. Keterbatasan dalam hal keuangan menjadi penghalang bagi banyak orang untuk meraih impian dan tujuan hidup mereka.

Menabung bukan hanya tentang menyisihkan uang, namun juga berinvestasi untuk masa depan. Mereka yang memiliki pemahaman finansial yang baik cenderung lebih siap menghadapi ketidakpastian ekonomi dan menopang kehidupan yang lebih stabil.

Pentingnya memiliki cadangan keuangan tidak dapat dipandang sebelah mata, karena tanpa adanya jarak aman di bidang finansial, individu bisa terjebak dalam siklus kemiskinan. Dengan demikian, pendidikan finansial sangat diperlukan untuk mengatasi permasalahan ini.

Para ahli sepakat bahwa investasi dan tabungan yang baik dapat membantu individu dari berbagai lapisan untuk meraih kesejahteraan yang lebih baik. Ini termasuk memanfaatkan peluang untuk berinvestasi dalam pendidikan yang berkualitas.

Gaya Hidup dan Kesehatan Finansial

Gaya hidup seseorang juga memberikan gambaran mengenai status sosial dan finansial mereka. Individu yang mampu melakukan perjalanan, makan di luar, atau membeli barang baru tanpa merasakan kekhawatiran finansial biasanya lebih stabil secara ekonomi.

Sebaliknya, jika seseorang merasa kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dasar, seperti makanan dan tempat tinggal, hal ini dapat menjadi indikator bahwa mereka termasuk dalam kelas bawah. Rasa aman secara finansial merupakan komponen penting dalam gaya hidup yang seimbang.

Pengelolaan anggaran yang baik memang dapat membantu individu untuk menikmati kehidupan yang lebih baik meskipun dengan keterbatasan finansial. Namun, kebebasan dalam melakukan pengeluaran untuk kesenangan kecil merupakan indikator stabilitas yang lebih nyata dan umum dimiliki oleh kelas menengah.

Dengan demikian, gaya hidup mencerminkan bagaimana seseorang mengelola keuangannya dan membuat prioritas konsumsi yang bijaksana. Kesejahteraan tidak hanya dilihat dari sisi keuangan tetapi juga bagaimana individu menikmati hidup dengan cara yang sehat.

Oleh karena itu, penting bagi setiap lapisan masyarakat untuk mendapatkan pendidikan tentang manajemen keuangan agar dapat meningkatkan gaya hidup yang lebih baik di masa depan.

Pendidikan Sebagai Indikator Status Sosial

Tingkat pendidikan sering kali menjadi penentu utama status sosial seseorang di masyarakat. Memiliki gelar sarjana biasanya berkorelasi positif dengan peluang kerja yang lebih baik dan penghasilan yang lebih tinggi.

Sebaliknya, akses yang terbatas terhadap pendidikan berkualitas sering kali menjadi penghalang bagi individu dari kelas bawah untuk berpindah ke kelas menengah. Ini merupakan tantangan sistemik yang perlu diatasi oleh pemerintah dan lembaga pendidikan.

Pendidikan tinggi tidak hanya membuka jalan bagi karier yang lebih baik tetapi juga membawa dampak positif bagi kualitas hidup secara keseluruhan. Tanpa pendidikan yang memadai, individu mungkin terjebak dalam lingkaran kemiskinan tanpa harapan untuk perbaikan.

Investasi dalam pendidikan berkualitas menjadi sangat penting, karena pendidikan adalah alat pemberdayaan yang bisa mengubah nasib seseorang. Dengan memberikan kesempatan kepada semua individu untuk mengejar pendidikan, kita dapat mengurangi kesenjangan sosial yang ada.

Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan akses pendidikan termasuk dalam langkah strategis untuk mengentas kemiskinan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Indonesia.

Direktur Utama BEI Mundur Redam Aksi Jual IHSG Naik 1,18% ke 8.329

Hari ini, pasar modal Indonesia menunjukkan performa positif dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menguat signifikan. Pada akhir sesi pertama perdagangan, IHSG berada di level 8.329,15, mengalami kenaikan sebesar 1,18% dibandingkan dengan hari sebelumnya.

Penguatannya dipicu oleh aksi beli yang besar setelah beberapa hari sebelumnya mengalami penjualan besar-besaran. Para pengambil keputusan serta regulator di bursa saham sepakat untuk mempercepat reformasi kebijakan yang berkaitan dengan free float, dalam rangka menstabilkan pasar.

Dari data yang tercatat, terdapat 551 saham yang mengalami kenaikan, sementara 194 mengalami penurunan dan 65 lainnya tidak bergerak. Total nilai transaksi sebesar Rp 41,69 triliun dengan 57,82 miliar saham diperdagangkan dalam 3,40 juta transaksi.

Meski sempat mengalami penurunan sesaat akibat berita tentang mundurnya Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, IHSG berhasil kembali ke jalur positif di akhir sesi. Saham-saham blue chip terpantau menguat dan memberikan dukungan pada peningkatan IHSG, sementara beberapa saham dari konglomerat berada di zona merah.

Meskipun IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah, koreksi yang terjadi berhasil dipangkas. Penurunan sempat mencapai -10%, tetapi berhasil berkurang menjadi -1%, berkat pernyataan dari otoritas terkait mengenai penyesuaian data free float.

Analisis Terkait Pergerakan IHSG dan Kinerja Saham

Hari ini, IHSG mencatat rebound yang signifikan setelah beberapa hari mengalami tekanan. Keberhasilan dalam mengurangi koreksi menjadikan pelaku pasar optimis terhadap masa depan bursa.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, menyatakan bahwa upaya penyesuaian diperlukan untuk memastikan data free float Indonesia sesuai dengan standar yang dibutuhkan oleh indeks global. Ini merupakan langkah yang akan meningkatkan kredibilitas pasar saham domestik.

Langkah tersebut meliputi pengecualian kategori tertentu dalam perhitungan free float, serta pemublikasian informasi kepemilikan yang lebih transparan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan investor lokal dan asing terhadap pasar modal Indonesia.

Sebuah strategi baru juga akan diluncurkan, termasuk penerapan aturan free float minimum sebesar 15%. Upaya ini menunjukkan niat kuat untuk meningkatkan transparansi pasar dan akuntabilitas dari emiten yang terdaftar.

Investor perlu memperhatikan bahwa emiten yang tidak memenuhi ketentuan free float berisiko dikenakan delisting. Ini merupakan upaya untuk memastikan bahwa pasar tetap sehat dan terhindar dari manipulasi.

Pentingnya Transaksi dan Regulasi Bursa Efek

Pada perdagangan kemarin, indeks pasar mencatatkan rekor transaksi harian tertinggi yang pernah terjadi dengan nilai mencapai Rp 68,18 triliun. Hal ini menunjukkan adanya aktivitas trading yang intens di kalangan investor.

Transaksi jumbo tersebut merupakan pencapaian luar biasa dan menunjukkan minat yang tinggi terhadap investasi di pasar saham. Nilai ini belum termasuk transaksi negosiasi, yang biasanya menyumbang jumlah yang signifikan.

Namun, perlu diingat bahwa nilai transaksi pada hari sebelumnya, pada 19 September 2025, tercatat lebih tinggi, tetapi memiliki kontributor besar dari transaksi yang bersifat negosiasi. Ini mengindikasikan bahwa perdagangan reguler saat ini sedang berada dalam momentum yang positif.

Peningkatan aktivitas transaksi di pasar modal ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas dan daya tarik bagi investor. Regulasi yang tepat juga diperlukan untuk menjaga kestabilan dan transparansi pasar.

Ekspektasi positif ini perlu didukung oleh kebijakan yang pro-investa, serta pengawasan yang ketat agar pasar tetap berfungsi dengan baik.

Visi Masa Depan Pasar Modal Indonesia yang Lebih Baik

Dengan reformasi yang sedang berlangsung, terdapat harapan baru untuk pasar modal Indonesia. Komitmen dari OJK dan lembaga terkait untuk meningkatkan transparansi menunjukkan adanya keinginan untuk memposisikan pasar Indonesia di panggung global.

Penerapan kebijakan yang lebih ketat mengenai free float menjadi salah satu langkah strategis yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pasar. Ini adalah sinyal positif bagi investor dalam maupun luar negeri untuk berinvestasi.

Keterbukaan informasi dan publikasi data kepemilikan saham di bawah 5% adalah langkah penting untuk memberikan gambaran yang jelas tentang struktur kepemilikan pasar. Dengan langkah ini, investor dapat membuat keputusan yang lebih terinformasi.

Penting untuk diingat bahwa keberhasilan strategi ini tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga pada keterlibatan aktif pelaku pasar dan prinsip-prinsip good governance yang dijalankan oleh emiten.

Keberlanjutan dan pertumbuhan jangka panjang bursa saham Indonesia bergantung pada sinergi antara reformasi kebijakan dan partisipasi semua pihak yang terlibat di dalam industri pasar modal.

Amerika Diprediksi Resesi, Ekonom Ungkap 3 Alasan Utama

Amerika Serikat saat ini menghadapi tantangan ekonomi yang lebih serius dari yang diperkirakan. Sebuah analisis mendalam mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi negara ini terancam oleh berbagai masalah struktural yang tidak tampak dalam data ekonomi positif awal tahun ini.

Sejumlah ekonom terkemuka membawa perhatian pada risiko potensi resesi yang dapat muncul dalam waktu dekat, meskipun laporan produk domestik bruto (PDB) menunjukkan angka yang solid. Kelemahan pasar tenaga kerja dan ketidakpastian kebijakan menjadi faktor kunci yang perlu diperhatikan.

Peringatan ini datang dari ekonom terkemuka, Mark Zandi, yang menilai bahwa sementara indikator pertumbuhan terlihat kuat, ada banyak ketidakstabilan yang mungkin terpendam. Pertumbuhan yang rapuh ini dapat mengubah wajah ekonomi di tahun-tahun mendatang.

Ancaman Resesi di Tengah Pertumbuhan Ekonomi yang Terlihat Positif

Mark Zandi, dalam analisisnya, menyatakan bahwa meskipun ada optimisme di pasar selama tahun 2025, situasi sebenarnya jauh lebih rentan. Sementara data PDB menunjukkan angka yang mengesankan, ada banyak kesenjangan yang perlu diwaspadai.

Rapidnya pertumbuhan yang terlihat mungkin hanya sekadar ilusi jika tidak diimbangi dengan strategi yang tepat. Dalam konteks ini, kebijakan pemerintah menjadi penentu apakah kelemahan ini bisa ditangani sebelum semakin parah.

Jika tidak ada perubahan signifikan dalam arah kebijakan, Zandi mengingatkan bahwa prediksi buruk mengenai resesi dapat menjadi kenyataan. Salah satu indikator penting yang akan terus dipantau adalah tingkat pengangguran yang menunjukkan tren peningkatan.

Kelemahan dalam Pertumbuhan Ekonomi Amerika Serikat

Salah satu alasan utama yang disampaikan Zandi untuk khawatir adalah pertumbuhan ekonomi yang dinilai tidak cukup kuat. Dia mencatat bahwa meskipun ada laporan positif, pertumbuhan yang sesungguhnya berada di bawah harapan.

Dengan menilai dampak dari penutupan pemerintahan sebulan yang lalu, ia memperkirakan pertumbuhan riil kuartal lalu hanya sekitar dua persen. Angka ini dianggap tidak mampu menyerap semua tenaga kerja baru yang memasuki pasar.

Pertumbuhan yang berkelanjutan di bawah potensi ini akan menyebabkan hambatan serius bagi ekonomi ke depan. Ketidakstabilan ini bisa mengakibatkan hilangnya kepercayaan dari konsumen dan pelaku bisnis, sehingga menekan konsumsi dan investasi.

Indikasi Melemahnya Pasar Tenaga Kerja yang Mengkhawatirkan

Dalam penilaiannya, Zandi juga menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja merupakan indikator paling jelas dari potensi resesi. Ia berpendapat bahwa ekonomi Amerika saat ini lambat dalam menyerap tambahan tenaga kerja yang baru.

Peningkatan tingkat pengangguran adalah tanda bahwa pertumbuhan dua persen yang terjadi jauh dari yang diharapkan. Realitas ini menggambarkan situasi di mana perekrutan telah menurun ke tingkat yang biasanya terjadi pada awal fase resesi.

Fenomena ini menunjukkan kecenderungan yang sering mendahului penurunan ekonomi secara keseluruhan. Di masa depan, hal ini dapat berujung pada peningkatan lebih lanjut dalam angka pengangguran.

Risiko Tinggi di Pasar Saham Menjadi Pertimbangan Utama

Zandi juga menyoroti bahwa investor perlu waspada dengan ketergantungan pada pasar saham sebagai ukuran utama kesehatan ekonomi. Meskipun pasar saham bisa terlihat baik, itu bukan satu-satunya indikator yang relevan.

Peningkatan harga aset memberikan ilusi kekayaan yang dapat membuat konsumen merasa lebih mampu, tetapi ini bisa menyesatkan. Zandi mengingatkan akan risiko dari potensi gelembung yang bisa meledak, terutama di sektor-sektor berbasis teknologi.

Apabila pasar saham mengalami penurunan tajam, dampaknya terhadap konsumsi masyarakat akan sangat signifikan. Zandi melihat kesamaan dengan periode pasca meledaknya gelembung Y2K yang pernah terjadi, mengingatkan akan potensi dampak ekonomi yang fatal.

Dalam menghadapi situasi ini, penting bagi para pemangku kebijakan untuk melakukan evaluasi serius terhadap arah ekonomi masa depan Amerika. Meskipun saat ini masih ada beberapa indikator positif, potensi risiko di masa depan harus tetap diperhatikan secara cermat.

Alasan Komisi XI DPR RI Menetapkan Thomas Djiwandono Sebagai Direktur Utama Bank Indonesia

Jakarta baru-baru ini telah menyaksikan momen penting terkait dunia perbankan dengan terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia. Keputusan ini menggambarkan langkah strategis yang diambil oleh Komisi XI DPR RI setelah melakukan uji kelayakan dan kepatutan yang cukup menyeluruh.

Pemilihan Thomas tidak berlangsung tanpa tantangan. Ia harus melewati proses yang ketat dan bersaing dengan kandidat lainnya, yaitu Dicky Kartikoyono dan Solikin M. Juhro, yang keduanya memiliki pengalaman mumpuni di dalam sistem perbankan di Indonesia.

Proses Pemilihan dan Uji Kelayakan yang Ketat

Proses pemilihan ini dimulai dengan uji kelayakan dan kepatutan yang diadakan oleh Komisi XI DPR RI. Uji ini dilaksanakan dalam dua sesi, dimulai dari hari Jumat hingga Senin.

Selama proses tersebut, komisi melakukan penilaian mendalam terhadap setiap kandidat yang diajukan. Penilaian ini mencakup aspek kemampuan manajerial, pemahaman dalam kebijakan moneter, serta kemampuan untuk menjalin kerjasama antar lembaga.

Hasil dari uji kelayakan menunjukkan bahwa Thomas lebih unggul dibandingkan kandidat lainnya. Ketua Komisi XI, M. Misbakhun, menyatakan bahwa keputusan ini diambil setelah diskusi internal yang cukup substantif dan melibatkan semua pihak terkait.

Peran Strategis Bank Indonesia dan Tantangan yang Dihadapi

Bank Indonesia memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi negara. Dalam konteks ini, sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal menjadi sangat penting dan harus terus diperkuat.

Thomas Djiwandono diharapkan dapat menerapkan perspektif baru dalam memperkuat sinergi ini. Dengan latar belakangnya sebagai Wakil Menteri Keuangan, ia memiliki pengalaman yang cukup untuk menghadapi tantangan-tantangan yang ada.

Selama sidang, Misbakhun menekankan bahwa BI tidak dapat berdiri sendiri dalam mengatasi isu-isu yang berkaitan dengan perekonomian. Kerjasama dan kolaborasi antar lembaga perlu dilakukan untuk mencapai tujuan yang lebih besar.

Isu Keluarga dan Profesionalisme yang Diajukan

Salah satu isu yang sempat menjadi sorotan adalah hubungan keluarga Thomas dengan Presiden Republik Indonesia. Namun, hal ini tidak memengaruhi penilaian Komisi XI terhadapnya.

Misbakhun menjelaskan, meskipun ada faktor keluarga, Thomas tampil dengan penjelasan yang meyakinkan tentang profesionalismenya. Ini memberikan kepercayaan kepada anggota komisi bahwa Thomas adalah pilihan yang tepat untuk posisi tersebut.

“Fakta bahwa Thomas adalah keponakan presiden tidak menjadi penghalang, karena beliau mampu menjelaskan kualifikasinya dengan baik,” kata Misbakhun, menegaskan dukungan penuh yang diberikan kepada Thomas.