slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong QQCUAN agencuan slot88 agencuan https://bola169new.com/ phishing phishing
qqcuan AGENCUAN https://ademsari.co.id/ https://bitcoinnews.co.id/ https://dermaluz.co.id/ https://jiexpo.co.id/ https://donghan.co.id/ https://icconsultant.co.id/ https://metroindo.co.id/ https://bentogroup.co.id/ https://gatranews.co.id/ https://kacapatri.co.id/ https://gemilangsukses.co.id/ https://siomom.id/ https://situskita.id/ https://masyumi.id/ https://dapurdia.id/ https://baginasipagi.id/ https://bacaajadulu.id/ https://sukagaming.id/ https://sobatsandi.id/ https://ragaminspirasi.id/ https://salamdokter.id/
https://berita-sumatra.id/ https://seongiclik.id/ https://mangu.id/ https://daily-news.id/

Investasi Unilever di Dua Merek Kecantikan di India

Pasar kecantikan di India semakin menarik perhatian sejumlah investor global. Salah satu raksasa industri barang konsumen, Unilever, menunjukkan keseriusannya dengan berinvestasi dalam dua merek kecantikan lokal dalam waktu yang berdekatan. Langkah ini mencerminkan strategi Unilever untuk memperluas jejaknya di pasar yang berkembang pesat ini.

Investasi pertama Unilever ditujukan untuk brand parfum independen bernama Secret Alchemist, yang dikenal sebagai pelopor dalam kategori produk parfum bersih. Startup ini berhasil menarik dana awal sebesar US$3 juta, dengan pemimpin investasi dari Unilever Ventures dan dukungan dari sejumlah investor lainnya.

Penggunaan dana tersebut diarahkan untuk mengembangkan variasi produk, meningkatkan penelitian serta formulasi, dan memperkuat struktur tim manajemen. Selain itu, Secret Alchemist berkomitmen untuk memperluas jangkauan distribusi sambil tetap mempertahankan karakteristik identitas lokalnya yang kuat di pasar global.

Unilever Memperkuat Posisi di Pasar Kecantikan India

Strategi investasi Unilever ini merupakan bagian dari upaya lebih besar untuk mengintegrasi produk kecantikan dan perawatan diri ke dalam portofolionya. Dengan keberadaan di India yang semakin berarti, Unilever berencana menciptakan inovasi di sektor ini. Perusahaan optimis bahwa tren “clean beauty” yang tengah berkembang akan memberikan peluang signifikan untuk pertumbuhan.

Fokus pada kualitas dan keberlanjutan menjadi ciri khas dari brand ini. Seperti yang dijelaskan oleh Pawan Chaturvedi, partner Unilever Ventures, tren ini menjadi acuan penting di pasar global. Secret Alchemist diprediksi mampu memimpin kategori ini karena pendekatan inovatif yang mereka gunakan.

Apa yang membuat Secret Alchemist unik adalah integrasi elemen aroma terapi, essential oil, dan parfum modern dalam setiap produknya. Pendiri brand ini, yang meliputi profesional berpengalaman di bidang parfum, berupaya menciptakan pengalaman baru bagi konsumen yang mendambakan keaslian dan kualitas dalam produk kecantikan.

Investasi pada Merek Perawatan Kulit SkinInspired

Selain Secret Alchemist, Unilever Ventures juga berinvestasi di SkinInspired, sebuah merek perawatan kulit premium yang menonjol di India. Penanaman modal ini dilakukan dalam kerjasama dengan Lotus Herbals yang telah lama berkomitmen pada inovasi produk berbasis riset. Pendanaan fase awal sekitar US$2,9 juta dijadwalkan untuk putaran pendanaan Seri A.

Dengan pendekatan berbasis riset, SkinInspired mengedepankan produk yang dikembangkan khusus untuk memenuhi kebutuhan konsumen lokal. Hal ini menunjukkan bahwa Unilever tidak hanya berinvestasi secara finansial, tetapi juga berkomitmen untuk mendukung pengembangan produk yang relevan untuk pasar yang berkembang.

Keberadaan SkinInspired dalam portfolio Unilever menandai langkah yang berarti terhadap pertumbuhan yang lebih berkelanjutan. Pendekatan yang cermat dengan fokus pada hasil yang optimal menjadikan SkinInspired sebagai merek yang sangat menarik di mata investor.

Strategi Jangka Panjang Unilever untuk Sektor Kecantikan

Langkah-langkah strategis ini memfasilitasi Unilever untuk mengkonsolidasikan posisinya di sektor kecantikan dan perawatan pribadi di pasar utama seperti Amerika Serikat dan India. Dalam banyak paparan publik, CEO Unilever, Fernando Fernandez, menegaskan pentingnya membangun portofolio merek yang lebih beragam. Fokus utama mereka terletak pada beauty, well-being, dan personal care.

Sebagai bagian dari langkah tersebut, Hindustan Unilever Ltd., unit bisnis Unilever di India, telah melakukan akuisisi yang signifikan terhadap brand kecantikan premium lokal, Minimalist. Ini menunjukkan betapa seriusnya Unilever dalam merambah ke pasar yang terus berkembang dan berberkembang.

Kombinasi antara investasi dan akuisisi ini menunjukkan ambisi Unilever untuk menjadi pemimpin dalam industri kecantikan di India. Saat tren global semakin mengarah ke produk yang lebih berkelanjutan, Unilever berusaha untuk menggandeng merek-merek yang memperhatikan aspek keberlanjutan dan kualitas, sehingga mendapatkan kepercayaan konsumen.

Jual Bisnis Teh Sariwangi Rp1,5 Triliun ke Grup Djarum oleh Unilever UNVR

Jakarta, perusahaan terkenal di Indonesia baru-baru ini mengumumkan langkah strategis besar dengan penjualan bisnis teh Sariwangi. Keputusan ini diambil seiring dengan penandatanganan Perjanjian Pengalihan Bisnis pada awal Januari 2026, yang menunjukkan komitmen perusahaan dalam mengoptimalkan portofolio bisnisnya.

Proses penjualan ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi perusahaan sekaligus mempertahankan fokus pada lini usaha inti. Dengan melibatkan pihak ketiga yang tidak memiliki hubungan afiliasi, langkah ini juga menunjukkan upaya transparansi dan profesionalisme dalam menjalankan kegiatan usaha.

Bisnis teh Sariwangi merupakan salah satu segmen penting dalam industri minuman di Indonesia. Penjualan ini tidak hanya berfungsi untuk mengamankan investasi, tetapi juga memberikan kesempatan untuk meraih nilai yang lebih baik bagi para pemegang saham di masa mendatang.

Analisis Mendalam Mengenai Penjualan Bisnis Teh Sariwangi

Transaksi yang dilakukan senilai Rp1,5 triliun ini mencerminkan nilai yang cukup signifikan dalam konteks pasar Indonesia. Penilaian independen yang dilakukan oleh entitas profesional menunjukkan bahwa nilai pasar bisnis ini mencapai sekitar Rp1,48 triliun, memberikan gambaran yang realistis tentang potensi bisnis teh dalam skala yang lebih luas.

Dalam laporan yang dipublikasikan, perusahaan menekankan bahwa nilai transaksi mewakili 45% dari total ekuitas berdasarkan laporan keuangan terbaru. Angka ini menunjukkan besarnya peranan bisnis Sariwangi dalam keseluruhan struktur keuangan perusahaan sebelum penjualan.

Pemosisian kembali dalam strategi bisnis memungkinkan perusahaan untuk fokus pada sektor yang memberikan nilai tambah lebih besar. Oleh karena itu, langkah ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan profitabilitas dan daya saing di pasar.

Dampak Transaksi Terhadap Kinerja Perusahaan di Masa Mendatang

Dengan adanya pengalihan bisnis Sariwangi, perusahaan kemungkinan besar akan mengalami perubahan kecil dalam operasional sehari-hari. Meskipun bisnis teh ini menyumbang 2,5% dari total aset, dampak penjualannya diharapkan tidak signifikan terhadap kinerja keseluruhan.

Perhitungan menunjukkan bahwa laba bersih dari bisnis teh Sariwangi hanya berkontribusi sekitar 3,1% terhadap laba bersih perusahaan. Sehingga, langkah ini dapat dianggap sebagai langkah positif untuk memfokuskan sumber daya ke dalam divisi yang lebih produktif.

Pendapatan usaha yang dihasilkan dari bisnis ini juga terbilang kecil, dengan kontribusi 2,7% terhadap pendapatan perusahaan. Dengan mengalihkan perhatian dari bisnis yang kurang berpotensi, perusahaan bisa lebih terfokus pada pertumbuhan di area yang lebih menjanjikan.

Strategi Ke Depan Setelah Penjualan Bisnis Teh Sariwangi

Setelah penjualan, perusahaan berencana untuk mengalihkan fokus kepada segmen usaha yang lebih menguntungkan. Ini menciptakan kesempatan untuk meningkatkan nilai investasi yang lebih baik bagi para pemegang saham dalam waktu dekat.

Langkah ini juga sejalan dengan rencana untuk memperkuat lini produk yang masih dalam pengembangan dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan keseluruhan. Dengan ini, perusahaan berharap bisa memaksimalkan potensi yang ada di pasar.

Strategi restrukturisasi yang dilakukan memungkinkan perusahaan untuk kembali memperkuat posisinya di industri yang tengah berkembang. Ini menjadi langkah awal menuju pertumbuhan yang lebih berkelanjutan dalam jangka panjang.

Bagi Dividen Interim Investor Dapat Rp 87 per Saham dari Unilever UNVR

Perusahaan terkemuka di bidang konsumer di Indonesia, PT Unilever Indonesia Tbk, baru saja mengumumkan rencana pembagian dividen interim yang menggembirakan kepada para pemegang sahamnya. Dengan nilai dividen sebesar Rp 87 per saham, total yang akan disalurkan mencapai Rp 3,30 triliun, yang berasal dari laba bersih yang diperoleh untuk periode yang berakhir pada akhir September 2025.

Keputusan ini diambil dalam Rapat Direksi yang berlangsung pada tanggal 4 Desember 2025. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk membagikan keuntungan kepada para pemangku kepentingan sambil terus mempertahankan kapasitas pertumbuhannya.

Unilever Indonesia, yang dikenal dengan berbagai merek ikonik seperti Kecap Bango dan Pepsodent, mencatat kinerja yang sangat baik di kuartal ketiga tahun 2025. Penjualan bersih yang mencapai Rp 9,4 triliun dan laba bersih sebesar Rp 1,2 triliun mencerminkan pertumbuhan yang signifikan dibandingkan tahun lalu.

Analisis Kinerja Keuangan Unilever hingga Akhir September 2025

Hingga 30 September 2025, Unilever Indonesia berhasil mencatat pertumbuhan penjualan bersih sebesar 12,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menunjukkan daya tarik produk mereka di pasar yang kompetitif dan pengelolaan yang efisien terhadap biaya operasional.

Laba bersih juga melesat hingga 117% secara tahunan dan 28,5% secara kuartalan, mencerminkan strategi perusahaan yang berhasil dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Margin kotor juga meningkat, tercatat di angka 49,2%, memberikan sinyal positif tentang pengelolaan biaya produksi yang baik.

Peningkatan ini merupakan hasil dari peningkatan permintaan domestik yang stabil dan diversifikasi produk yang tetap relevan dengan kebutuhan pasar. Dengan dukungan dari tim manajemen yang berpengalaman, Unilever Indonesia menunjukkan bahwa mereka siap menghadapi tantangan di pasar yang terus berkembang.

Jadwal Pembagian Dividen Interim yang Diumumkan

Dalam pengumuman terbaru, Unilever Indonesia juga mencantumkan jadwal penting terkait pembagian dividen interim. Acara cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi dijadwalkan berlangsung pada 12 Desember 2025, memberikan kesempatan kepada investor untuk melakukan transaksi sebelum tanggal tersebut.

Ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi akan dilakukan pada 15 Desember 2025, dan jadwal cum dividen di pasar tunai pada 16 Desember 2025. Tanggal 17 Desember 2025 akan menjadi ex dividen di pasar tunai, sementara daftar pemegang saham akan ditutup pada 16 Desember 2025, pukul 16.00 WIB.

Pembayaran dividen interim direncanakan akan dilakukan pada 30 Desember 2025, menandakan akhir tahun yang baik bagi perusahaan dan investor. Informasi ini penting bagi pemegang saham untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi pembayaran dividen tersebut.

Tanda Positif bagi Pertumbuhan Perusahaan di Masa Depan

Pencapaian keuangan yang mengesankan ini memberikan gambaran positif tentang bagaimana Unilever Indonesia dapat terus berinovasi dan bersaing di industri barang konsumer. Dengan laju penjualan yang tinggi dan laba yang meningkat, perusahaan memiliki fondasi yang kuat untuk pertumbuhan berkelanjutan.

Dengan komitmen terhadap inovasi produk dan keberlanjutan, Unilever Indonesia menunjukkan bahwa mereka mengutamakan tidak hanya kepuasan konsumen tetapi juga tanggung jawab sosial. Hal ini menjadi aspek penting dalam membangun citra perusahaan dan menarik investor yang berorientasi pada keberlanjutan.

Pada akhirnya, keputusan untuk membagikan dividen merupakan salah satu cara bagi Unilever untuk menghargai para pemegang saham. Ini juga meyakinkan investor tentang prospek jangka panjang perusahaan, yang merupakan kabar baik di tengah tantangan yang dihadapi perusahaan dalam pasar yang dinamis.

Buyback 168,8 Juta Saham Unilever UNVR Mencapai 14 Persen dari Target

Jakarta baru-baru ini menerjang kabar menarik dari dunia bisnis, khususnya tentang kebijakan korporasi yang dilakukan oleh sebuah perusahaan besar. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) memberikan pembaruan terkait rencana buyback saham dan dividen untuk tahun buku 2025.

Presiden Direktur Unilever, Benjie, mengungkapkan bahwa hingga September 2025, perusahaan telah melakukan pembelian kembali atau buyback sebanyak 168,8 juta saham. Jumlah ini mencerminkan penggunaan buyback sebesar 14,3%, menunjukkan komitmen Unilever untuk meningkatkan nilai bagi para pemegang saham.

“Inisiatif ini akan terus berlanjut hingga 30 Oktober 2025,” tambah Benjie dalam paparan publik pada 23 Oktober 2025. Kebijakan ini adalah langkah strategis yang diambil oleh perusahaan demi menjaga kepercayaan investor di tengah dinamika pasar.

Unilever sebelumnya berencana untuk melakukan buyback saham sebesar Rp 2 triliun. Fokus utama dalam buyback ini adalah menjaga stabilitas harga saham, dengan penawaran maksimum mencapai Rp1.700 per lembar saham. Terpenting, jumlah saham yang dibeli kembali diharapkan tidak akan melebihi 20% dari modal disetor perusahaan.

Selain rencana buyback, ada pula target ambisius Unilever untuk membagikan dividen sebesar 100% dari laba untuk tahun buku 2025. Pembagian dividen ini diharapkan termasuk hasil dari bisnis Ice Cream yang diperkirakan akan selesai dipisah pada akhir tahun 2025.

“Kami juga berharap untuk memberikan dividen 100% pada tahun 2025. Semua ini tentunya akan dilakukan sesuai regulasi yang berlaku,” ungkap Benjie. Hal ini menunjukkan komitmen Unilever untuk memberikan imbal hasil yang menguntungkan bagi investor.

Detail Rencana Buyback dan Dividen Unilever yang Sudah Diumumkan

Unilever memiliki rencana strategis untuk melakukan pembelian kembali saham dalam ukuran besar sebagai bagian dari upaya mempertahankan nilai pasar. Pembelian kembali saham adalah langkah yang sering dipilih perusahaan besar saat pasar mengalami fluktuasi.

Menurut data, UNVR telah melaksanakan buyback dengan utilitas yang masih cukup rendah, dengan 14,3% dari alokasi yang direncanakan. Ini menunjukkan bahwa ada ruang bagi perusahaan untuk terus melakukan buyback hingga batas waktu yang telah ditentukan.

Tahun lalu, rasio dividen Unilever berada di angka 99,7% dari total laba bersih yang mencapai Rp3,4 triliun. Hal ini menjadi indikator bahwa perusahaan berkomitmen untuk memberikan imbal hasil yang menarik bagi pemegang saham.

Strategi Jangka Panjang yang Diterapkan Unilever di Pasar

Unilever menunjukkan strategi jangka panjang yang明确 dalam menghadapi tantangan di pasar. Pihak manajemen berfokus pada investasi yang berkelanjutan untuk mengembangkan portofolio produk dan layanan.

Dengan memisahkan bisnis Ice Cream, Unilever berharap bahwa dividen dari sektor ini dapat memberikan tambahan nilai bagi pemegang saham. Pendapatan dari sektor ini diharapkan dapat meningkatkan labanya di masa depan.

Dari perspektif investor, buyback dan pembagian dividen merupakan sinyal positif dari Unilever. Tindakan ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kepercayaan yang kuat terhadap kinerja masa depan dan berkomitmen untuk memberikan imbal hasil yang menarik.

Pentingnya Program Buyback bagi Unilever dan Pemegang Saham

Proses buyback yang dilakukan Unilever sangat penting dalam konteks manajemen nilai perusahaan. Dengan membeli kembali saham, perusahaan dapat membantu mengurangi jumlah saham yang beredar dan meningkatkan nilai per lembar saham yang dimiliki oleh investor.

Tindakan ini, di satu sisi, mengurangi tekanan jual pada saham, di sisi lain, dapat meningkatkan minat investor untuk memiliki saham di Unilever. Di saat yang sama, dividen yang menguntungkan menjadi daya tarik sendiri bagi pemegang saham.

Investor dapat merasa lebih tenang dengan adanya kebijakan buyback ini, karena mengindikasikan bahwa perusahaan berada dalam posisi yang baik untuk memberikan imbal hasil yang lebih baik dalam jangka panjang. Dengan kombinasi ini, Unilever berusaha menjawab harapan dari para pemegang saham.

Hendri Widiarta Ditetapkan Sebagai Direktur di Unilever Indonesia

Jakarta, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) baru saja melakukan perubahan signifikan dalam struktur manajemennya dengan penunjukan Hendri Widiarta sebagai Direktur baru. Keputusan ini diambil setelah pemegang saham menyetujui perubahan tersebut dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung baru-baru ini.

Hendri Widiarta menggantikan Willy Saelan, yang telah menjabat sebagai Direktur sejak tahun 2015. Dalam pemaparannya, Presiden Direktur Benjie Yap memberikan apresiasi yang mendalam atas kontribusi Willy selama bertahun-tahun dalam membangun fondasi perusahaan yang kokoh.

Benjie Yap menegaskan bahwa kontribusi Willy tidak akan terlupakan dan akan terus memberikan dampak positif. Dengan kehadiran Hendri dalam tim Dewan Direksi, diharapkan perusahaan bisa memperkuat sumber daya manusia dan mendorong transformasi menuju fase baru yang lebih dinamis.

Hendri Widiarta, yang sebelumnya menjabat sebagai Senior Vice President Human Resources di B. Braun, siap menghadapi tantangan baru ini dengan optimisme. Ia berkomitmen untuk bekerja sama dengan seluruh tim untuk meningkatkan kapabilitas dan mempercepat pencapaian kinerja perusahaan.

Dalam sambutannya, Hendri mengungkapkan rasa hormat dan kekagumannya terhadap nilai-nilai Unilever, terutama dalam mengembangkan talenta sebagai kekuatan utama perusahaan. Menurutnya, menjabat sebagai Direktur adalah suatu kebanggaan dan tanggung jawab besar yang siap ia emban.

Dikenal sebagai profesional berpengalaman, Hendri membawa lebih dari 28 tahun pengalaman dalam bidang Sumber Daya Manusia (SDM). Kariernya mencakup berbagai posisi di tingkat nasional, regional, dan global serta berfokus pada transformasi organisasi dan pengelolaan talenta.

Posisi terakhirnya di B. Braun menempatkannya sebagai pemimpin SDM untuk lebih dari 17.000 karyawan di kawasan Asia Pasifik. Di sana, ia berhasil mempertimbangkan strategi SDM sebagai faktor kunci dalam mendukung pertumbuhan kinerja bisnis perusahaan.

Sebelum bergabung dengan B. Braun, Hendri juga memegang peranan penting di berbagai perusahaan ternama seperti SC Johnson dan RGE Group. Pengalamannya di sektor-sektor ini memperkuat keahliannya dalam bidang pengembangan SDM dan transformasi organisasi yang efektif.

Transformasi Manajerial dan Dampaknya Terhadap Unilever

Transformasi manajerial di Unilever Indonesia diharapkan dapat membawa perubahan positif yang signifikan. Dengan kehadiran Hendri, perusahaan berambisi untuk memperkuat budaya organisasi yang inovatif dan responsif terhadap kebutuhan pasar.

Hendri mengungkapkan bahwa dengan strategi yang tepat, perusahaan bisa lebih cepat beradaptasi pada tantangan global yang terus berubah. Fokus pada pengembangan SDM menjadi salah satu prioritas utama untuk mempertahankan daya saing di industri yang semakin kompetitif.

Dalam rangka mencapai berbagai tujuan tersebut, Hendri percaya bahwa kolaborasi antar tim menjadi kunci. Dia akan berusaha membangun komunikasi yang baik antara semua departemen untuk memastikan setiap individu dapat memberikan kontribusi maksimal.

Pengembangan kapabilitas juga akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari strategi perusahaan. Hendri bertekad untuk menciptakan program-program yang mendukung pembelajaran dan pengembangan bagi seluruh karyawan.

Dengan demikian, perusahaan tidak hanya mengandalkan pengalaman, tetapi juga terus berinvestasi dalam peningkatan keterampilan dan kompetensi tenaga kerjanya.

Peran Hendri Widiarta dalam Korporasi

Peran Hendri sebagai Direktur akan berfokus pada beberapa aspek penting, mulai dari pengembangan SDM hingga pengelolaan perubahan. Dia harus memastikan bahwa seluruh lini organisasi berjalan dengan efisien dan saling berkoordinasi.

Hal ini juga mencakup upaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang positif dan inklusif. Hendri menyadari bahwa dengan lingkungan yang mendukung, karyawan akan lebih termotivasi dan produktif.

Selain itu, ia akan mengawasi implementasi inisiatif yang berfokus pada keberlanjutan. Di era modern ini, keberlanjutan menjadi isu yang sangat penting bagi perusahaan dan konsumen.

Kontribusinya dalam mendorong inisiatif ramah lingkungan dapat menjadi salah satu strategi Unilever untuk menarik minat pasar yang semakin sadar akan isu-isu keberlanjutan. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya peduli pada profit, tetapi juga pada tanggung jawab sosialnya.

Dengan fokus yang kuat pada hasil dan inovasi, Hendri berkomitmen untuk membawa Unilever ke tingkat yang lebih tinggi, di mana visi perusahaan dapat direalisasikan dengan cara yang berkelanjutan dan etis.

Tim Manajemen dan Komposisi Dewan Direksi yang Baru

Setelah RUPSLB yang diadakan, komposisi Dewan Direksi Unilever Indonesia mengalami perubahan yang signifikan. Tim manajemen baru diharapkan dapat mendorong inovasi dan pertumbuhan di masa depan.

Dalam susunan baru ini, Benjie Yap tetap menjabat sebagai Presiden Direktur, sementara Hendri Widiarta bergabung sebagai Direktur. Ini menunjukkan kesinambungan dalam kepemimpinan, sambil tetap memperkenalkan wajah baru yang dapat memberikan perspektif berbeda.

Bersama dengan direktur lainnya, seperti Neeraj Lal dan Alejandro Meinardo Jr Santos Concha, tim ini diharapkan bisa berkolaborasi secara efektif untuk mencapai tujuan jangka panjang perusahaan. Komposisi yang beragam juga diharapkan mampu menghadirkan solusi yang lebih inovatif.

Keberadaan para direktur dengan latar belakang dan keahlian yang berbeda akan memperkaya perspektif dalam pengambilan keputusan strategis. Ini sangat penting dalam menghadapi tantangan pasar yang selalu berubah.

Akhirnya, melalui sinergi dari tim yang terbarui ini, Unilever Indonesia berpotensi untuk memperkuat posisinya di industri, merespons tuntutan konsumen, dan memperluas pengaruhnya di pasar lokal dan internasional.