Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyatakan kemarahan pada hari Jumat, 14 November 2025, setelah Amerika Serikat menyetujui penjualan senjata ke Taiwan. Keputusan ini menimbulkan ketegangan baru di kawasan yang sudah tegang, mengingat hubungan antara Tiongkok dan Taiwan selalu menjadi isu sensitif.
Penjualan tersebut mencakup jet tempur dan suku cadang pesawat lainnya senilai USD 330 juta. Transaksi ini menjadi yang pertama sejak masa kepresidenan Donald Trump dan langsung memicu reaksi positif dari pihak Taipei serta kemarahan yang mendalam di Beijing.
Menurut pernyataan resmi pemerintah Tiongkok, mereka melihat tindakan ini sebagai provokasi serius. Taiwan, yang diakui secara de facto sebagai negara merdeka, sangat bergantung pada dukungan internasional untuk menjaga pertahanan diri di tengah ancaman dari Tiongkok.
Reaksi Tiongkok Terhadap Penjualan Senjata Oleh AS
Pemerintah Tiongkok mengeluarkan pernyataan tegas yang mengecam keputusan AS ini. Mereka menekankan bahwa Taiwan adalah bagian integral dari wilayahnya dan tidak akan mentolerir intervensi asing dalam urusan domestiknya.
Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa Tiongkok akan mengambil langkah-langkah untuk melindungi kedaulatannya. Hal ini menunjukkan bahwa Tiongkok tidak akan ragu untuk menggunakan kekuatan militer jika dianggap perlu.
Reaksi cepat dari Tiongkok ini menggambarkan ketegangan yang semakin meningkat di Selat Taiwan. Hal ini juga memperlihatkan bagaimana kebijakan luar negeri AS saat ini dapat memicu konflik antara kedua negara.
Peran Taiwans Sebagai Pion dalam Geopolitik
Taiwan memiliki posisi strategis dalam geopolitik regional dan dunia. Khususnya, keberadaannya di jalur pelayaran utama menjadikannya sangat penting bagi berbagai negara, termasuk AS dan Tiongkok.
Kebijakan luar negeri AS yang mendukung Taiwan sebenarnya merupakan bagian dari strategi yang lebih besar untuk menahan pengaruh Tiongkok. Dengan semakin mendukung Taiwan, AS berusaha untuk mengimbangi dominasi Tiongkok di kawasan Asia-Pasifik.
Namun, dukungan ini tidak bisa tanpa risiko. Tindakan tersebut dapat mendorong Tiongkok untuk mengambil langkah yang lebih agresif, memperburuk ketegangan yang sudah ada di kawasan.
Dampak Ekonomi Akibat Ketegangan Tiongkok-AS
Dengan meningkatnya ketegangan antara Tiongkok dan AS, para analis ekonom memprediksi dampak signifikan pada ekonomi global. Ketergantungan Tiongkok pada perdagangan internasional dapat membuatnya lebih hati-hati dalam merespons provokasi.
Bagi Taiwan, penjualan senjata ini bisa jadi dua sisi mata uang. Di satu sisi, ini meningkatkan pertahanan nasionalnya; di sisi lain, ketegangan yang meningkat dapat menakut-nakuti investor.
Ekonomi kawasan biasanya dipengaruhi oleh ketidakstabilan politik. Jika situasi memburuk, Taiwan dan negara-negara sekitarnya mungkin mengalami penurunan investasi dan pertumbuhan ekonomi.
