slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong QQCUAN agencuan slot88 agencuan https://bola169new.com/ phishing phishing
qqcuan AGENCUAN https://ademsari.co.id/ https://bitcoinnews.co.id/ https://dermaluz.co.id/ https://jiexpo.co.id/ https://donghan.co.id/ https://icconsultant.co.id/ https://metroindo.co.id/ https://bentogroup.co.id/ https://gatranews.co.id/ https://kacapatri.co.id/ https://gemilangsukses.co.id/ https://siomom.id/ https://situskita.id/ https://masyumi.id/ https://dapurdia.id/ https://baginasipagi.id/ https://bacaajadulu.id/ https://sukagaming.id/ https://sobatsandi.id/ https://ragaminspirasi.id/ https://salamdokter.id/
https://berita-sumatra.id/ https://seongiclik.id/ https://mangu.id/ https://daily-news.id/

Emiten Borong 6 Tanah dan Bangunan Senilai Rp780 Miliar

PT Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA) telah mengambil langkah signifikan dengan melakukan akuisisi sebesar Rp780 miliar untuk sejumlah properti, yang mencakup tanah dan gedung pusat perbelanjaan. Langkah ini dimaksudkan sebagai bagian dari strategi pengembangan dan peningkatan kapasitas perusahaan dalam menghadapi persaingan di industri ritel yang semakin ketat.

Pada 18 Februari 2026, MPPA menandatangani enam perjanjian jual beli yang mencakup beragam properti. Ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk terus memperluas jaringan serta meningkatkan nilai aset yang dimiliki, meskipun pernah menghantam tantangan finansial di masa lalu.

Melalui perjanjian tersebut, MPPA berusaha untuk mengoptimalkan potensi pasar yang ada. Di tengah kerugian yang terus membayangi, upaya diversifikasi ini bisa menjadi langkah krusial bagi keberlanjutan jangka panjang perusahaan.

Pembelian Properti dan Detail Transaksi yang Dilakukan MPPA

Di antara properti yang dibeli, terdapat tanah seluas 8.001 meter persegi dan gedung pusat perbelanjaan Mega M Kedung Badak yang terletak di Tanah Sereal. Pembelian ini dilakukan dengan nilai transaksi sekitar Rp122 miliar, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan perusahaan.

Selanjutnya, di lokasi lain, MPPA juga memperoleh tanah seluas 2.056 meter persegi dan pusat perbelanjaan Sinar Matahari Bogor dengan harga Rp49,50 miliar. Dengan ini, MPPA menunjukkan komitmen besar untuk memperluas jangkauan konsumen dan memperkuat posisi pasarnya.

Tempat lain yang turut menjadi bagian dari akuisisi adalah Plaza Gresik, di mana MPPA mengeluarkan dana Rp134,50 miliar untuk mendapatkan gedung seluas 15.848 meter persegi ini. Langkah ini dianggap strategis untuk meningkatkan aksesibilitas layanan ritel dan memperluas basis pelanggan mereka.

Implikasi Pembelian dan Tidak Ada Penjelasan Lebih Lanjut

Meskipun akuisisi properti ini terdengar optimis, MPPA tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai rencana pemanfaatan untuk properti yang telah dibeli. Hal ini menimbulkan spekulasi di kalangan investor dan analis mengenai potensi manfaat jangka panjang dari transaksi ini.

Corporate Secretary MPPA, Mirtha Sukanto, mengungkapkan bahwa langkah ini diyakini akan berdampak positif terhadap kegiatan usaha dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham. Namun, tanpa rincian lebih lanjut, banyak pihak yang tetap meragukan efektivitas langkah ini dalam jangka panjang.

Bahkan, MPPA selama sembilan tahun terakhir tercatat mengalami kerugian bersih yang signifikan. Catatan terbarunya pada Desember 2025 menunjukkan kerugian mencapai Rp152,21 miliar, yang melebihi kerugian tahun sebelumnya sebesar Rp118,1 miliar.

Performa Keuangan MPPA: Catatan Kerugian Berkelanjutan

MPPA telah kehilangan laba bersih sejak 2016, ketika perusahaan tercatat masih membukukan laba sekitar Rp38,48 miliar. Dalam beberapa tahun berikutnya, laba ini berangsur menurun, menciptakan akumulasi saldo defisit yang signifikan, dengan nilai Rp2,95 triliun hingga akhir 2025.

Akibat beruntunnya kerugian ini, rasio ekuitas negatif MPPA bahkan tercatat sebesar Rp2,24 miliar. Kondisi ini menjadi sorotan utama bagi para investor, mempertanyakan pilihan strategis yang diambil perusahaan untuk mengatasi tantangan yang ada.

Penting untuk mencatat bagaimana MPPA akan mengelola dan memanfaatkan properti baru ini untuk membalikkan keadaan finansial mereka. Dengan tantangan yang ada, keberhasilan langkah ini akan sangat tergantung pada perencanaan dan implementasi yang efektif.

Fokus Perminas pada Mineral Tanah Jarang

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) baru-baru ini mengungkapkan rencana pembentukan Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) yang akan fokus pada sektor industri tanah jarang. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan dunia akan mineral tersebut, langkah ini diharapkan dapat mengoptimalkan potensi yang ada di Indonesia.

Chief Executive Officer Danantara, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa pembentukan Perminas bertujuan untuk mengembangkan sektor tanah jarang yang saat ini belum optimal. Dalam kunjungannya ke gedung DPR RI, ia menekankan signifikansi mineral ini dalam konteks industri global.

Seiring waktu, potensi tanah jarang di Indonesia semakin jelas dan mendesak untuk dikembangkan. Rosan juga mencatat bahwa mineral ini belum banyak dikelola oleh perusahaan-perusahaan pelat merah yang telah beroperasi sebelumnya, seperti Pertamina dan Antam.

Pentingnya Pengembangan Sektor Mineral Tanah Jarang di Indonesia

Pembangunan Perminas akan memberikan perhatian khusus pada mineral tanah jarang, yang merupakan komponen penting dalam berbagai industri modern. Mineral ini tidak hanya penting untuk teknologi, tetapi juga untuk sektor energi dan pertahanan, menjadikannya strategis bagi ekonomi masa depan.

Rosan menekankan, kebutuhan dunia terhadap tanah jarang meningkat sangat pesat. Jika Indonesia mampu mengembangkan kapasitasnya dalam sektor ini, maka negara ini bisa menjadi pemain kunci di pasar internasional. Hal ini tentunya akan membawa dampak positif bagi perekonomian nasional.

Perusahaan pelat merah yang ada saat ini sepertinya belum menggarap sektor ini secara maksimal. Potensi besar yang ada seharusnya bisa dimanfaatkan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam industri global yang sangat kompetitif.

Strategi Danantara dalam Mengoptimalkan Potensi Mineral

Danantara berkomitmen untuk menggandeng berbagai kementerian terkait dalam upaya pengembangan Perminas. Kerja sama antarlembaga ini diharapkan dapat mempercepat proses pengembangan dan memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat.

Rosan menekankan pentingnya persiapan matang dalam langkah pengembangan ini. Mengingat sifat tanah jarang yang kompleks, pendekatan kolaboratif akan sangat penting dalam mencapai kemajuan yang signifikan.

Selain itu, Danantara juga akan fokus pada inovasi dalam teknologi ekstraksi dan pengolahan mineral. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, diharapkan proses ini akan lebih efisien dan ramah lingkungan.

Proyeksi Masa Depan Perusahaan Mineral Nasional

Ke depan, diharapkan Perminas tidak hanya menjadi perusahaan yang mengelola tanah jarang, tetapi juga sebagai pionir dalam keberlanjutan industri mineral di Indonesia. Langkah ini bisa membantu menciptakan lapangan pekerjaan baru dan meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal.

Rosan juga mencatat pentingnya keterlibatan masyarakat dalam proses pengembangan ini. Keterlibatan aktif masyarakat lokal dapat memberikan manfaat langsung serta mendukung keberlanjutan jangka panjang dari proyek ini.

Dengan semua rencana ini, Danantara berharap untuk bisa menjadikan Indonesia sebagai pusat inovasi dan pengelolaan mineral tanah jarang di kawasan Asia. Ini tentu akan memperkuat posisi Indonesia di peta ekonomi global sekaligus memberikan kesejahteraan bagi rakyat.

Cabut HGU Raksasa Gula Lampung oleh Nusron Wahid di Tanah Kemhan

Menteri Agraria dan Tata Ruang, Nusron Wahid, baru-baru ini memberikan keputusan penting dengan mencabut izin Hak Guna Usaha (HGU) untuk enam perusahaan di Lampung. Keputusan ini diambil setelah Rapat Koordinasi yang melibatkan berbagai instansi, termasuk Kementerian Pertahanan dan Kepolisian, pada tanggal 21 Januari 2026.

Dalam rapat tersebut, Nusron menyatakan bahwa pencabutan izin ini merupakan langkah penting akibat hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang dilakukan sejak 2015 hingga 2022. Semua pihak yang hadir sepakat bahwa tindakan ini diperlukan demi kepentingan dan keamanan negara.

Sertifikat HGU yang dicabut mencakup luas lahan sebesar 85.244,925 hektare yang sebelumnya dikelola oleh beberapa entitas perusahaan, termasuk PT Sweet Indo Lampung. Tanah tersebut terletak di atas milik Kementerian Pertahanan, khususnya di Lapangan Udara Pangeran M.Bun Yamin, yang berfungsi sebagai basis pengoperasian TNI Angkatan Udara.

Menurut Nusron, lahan tersebut awalnya diperuntukkan untuk penanaman tebu dan pabrik gula. Namun, setelah pencabutan, lahan tersebut akan dikembalikan kepada Kementerian Pertahanan guna digunakan sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan militer.

Pembahasan Awal dan Perangkat Hukum Terkait

Nusron menjelaskan bahwa pencabutan HGU ini telah melalui prosedur yang jelas dan transparan. Surat peringatan telah dikirimkan kepada perusahaan-perusahaan yang terlibat, namun mereka tetap mengajukan keberatan. Meskipun demikian, Kementerian ATR/BPN telah melakukan pembicaraan sebelumnya dengan pihak yang bersangkutan.

Dia menegaskan bahwa proses ini bukan saja berdasarkan laporan BPK, tetapi juga mencerminkan komitmen pemerintah dalam penertiban dan pengelolaan lahan secara adil. Keputusan ini pun menunjukkan serangkaian langkah yang dilakukan untuk menjaga integritas tata ruang yang sesuai dengan aturan yang berlaku.

Pencabutan izin ini, yang mencakup enam entitas usaha dalam satu grup korporasi, nilai tanahnya mencapai Rp 14,5 triliun. Dengan begitu, pemerintah berhak untuk memastikan bahwa lahan yang ada dimanfaatkan sesuai untuk kepentingan negara, terutama dalam konteks pertahanan.

Menurut informasi yang didapat, PT Sweet Indo Lampung merupakan bagian dari kluster bisnis yang lebih besar, yaitu Sugar Group Companies. Perusahaan ini dikenal sebagai produsen gula yang terintegrasi di wilayah tersebut, meliputi proses penanaman, produksi, dan distribusi gula ke pasar.

Rencana Pemanfaatan Lahan yang Dicabut Izin HGU-nya

Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan, memberikan pandangannya terkait pentingnya penertiban ini. Ia menjelaskan bahwa tanah tersebut akan dikelola oleh TNI AU untuk digunakan sebagai lokasi latihan militer, yang tentunya akan mendukung kegiatan pertahanan nasional.

Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal TNI M. Tonny Harjono, juga menyampaikan bahwa rencana untuk lahan tersebut mencakup pembangunan komando pendidikan. Ini bertujuan untuk mendukung aktivitas pelatihan dan pengembangan unit baru di TNI AU, yang berada di wilayah Lampung.

Dengan segala rencana yang ada, tanah yang dicabut izinnya diharapkan dapat menjadi aset strategis yang mendukung kesiapan pertahanan negara. Selain menyediakan fasilitas latihan, pembangunan ini juga akan mendukung konsepsi organisasi yang lebih modern dan efektif.

Secara keseluruhan, keputusan pemerintah untuk mencabut HGU ini menunjukkan keseriusan dalam menegakkan hukum tanah dan menegaskan kembali hak negara atas lahan strategis. Hal ini merupakan langkah besar menuju transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya tanah di Indonesia.

Pentingnya Keberlanjutan dalam Pengelolaan Lahan

Sejalan dengan itu, program pengelolaan lahan yang berkelanjutan menjadi fokus utama bagi Kementerian ATR/BPN. Hal ini diharapkan dapat menjadi model bagi pengelolaan lahan di seluruh Indonesia, di mana kebutuhan industri bertemu dengan kepentingan publik dan nasional.

Pemerintah berkomitmen untuk mendorong kerjasama lintas sektoral dalam pengelolaan lahan, agar semua pihak dapat berperan serta dalam menjaga keberlanjutan sumber daya. Langkah ini penting demi mencegah penambahan konflik terkait tanah, serta untuk mengupayakan pengelolaan yang lebih tepat guna di masa depan.

Berdasarkan keputusan ini, diharapkan akan ada sinergi yang terbangun antara masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta dalam pemanfaatan lahan untuk kepentingan bersama. Keterlibatan semua elemen sangat diperlukan agar kebijakan di bidang pertanahan dapat memberikan dampak positif untuk masyarakat luas.

Dengan langkah yang diambil saat ini, pemerintah berharap masyarakat dapat lebih memahami pentingnya pengelolaan lahan yang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Hal ini bukan hanya untuk kepentingan yang bersifat sementara, namun juga untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Warga Jakarta Kehilangan 6 Kg Emas yang Dikubur di Tanah karena Pencurian

Di Jakarta, berbagai cara dilakukan orang untuk menyimpan barang berharga mereka. Namun, tidak semua orang memilih metode konvensional seperti brankas atau bank, seperti yang dilakukan oleh seorang pria bernama Lie K.S dari kawasan Cideng.

Lie memiliki kebiasaan unik, yakni menyimpan barang-barang berharga miliknya di tanah, bukan di tempat yang terlihat oleh mata. Keyakinannya adalah menyimpan barang di lokasi yang tak kasat mata lebih aman, bahkan untuk jangka waktu yang panjang.

Antara barang berharga yang ia simpan, terdapat emas seberat 6 kilogram yang ia kuburkan di dalam rumahnya pada tahun 1958. Emas tersebut adalah warisan orang tua serta hasil perjuangannya sendiri.

Emas yang ia simpan terdiri dari tiga batang, masing-masing seberat 2 kilogram. Selain itu, ia juga mengubur dua keping emas lainnya serta beberapa koin dari era China kuno.

Tujuan Lie menyimpan emas tersebut adalah untuk dipersiapkan digunakan di hari tuanya nanti. Dia meletakkannya dalam botol bekas sebelum menguburnya sedalam 40 sentimeter di area dapur rumahnya.

Setelah 11 tahun, Lie berencana melakukan renovasi besar-besaran di rumahnya yang berlokasi di Jl. Pintu Besar Selatan. Untuk itu, ia memanggil seorang kontraktor dan meminta agar kegiatan renovasi diawasi dengan ketat.

Selama renovasi, Lie berusaha keras agar para pekerja tidak mengetahui lokasi emas yang telah disimpan selama bertahun-tahun di dapur. Namun, sayangnya, saat renovasi memasuki area dapur, kontraktor malah lupa memberi tahu para pekerja tentang keberadaan emas tersebut. Hasilnya, setelah renovasi selesai, semua barang berharga miliknya menghilang.

Lie merasakan shock dan kerugian besar, dengan perkiraan kerugian mencapai jutaan rupiah. Pada saat itu, harga emas per gram tahun 1969 hanya sekitar Rp490. Total 6 kilogram emas yang hilang akan setara dengan sekitar Rp2,9 juta. Jika dikonversikan ke nilai sekarang, nilainya bisa mencapai Rp11 miliar.

Setelah kehilangannya dilaporkan, kontraktor menghubungi pihak kepolisian. Namun, kabar buruk datang: para pekerja yang terlibat sudah meninggalkan Jakarta.

Polisi menemukan bahwa mereka yang terlibat dalam kehilangan barang berharga itu ternyata sudah pulang ke kampung halaman masing-masing. Dalam waktu singkat, pihak kepolisian berhasil menangkap tiga orang kuli di Cirebon dan dua lainnya di Jakarta, dengan salah satu penangkapannya adalah Tasmah, yang diketahui sebagai penemu pertama emas tersebut.

Ternyata, Tasmah tidak hanya menemukannya, tetapi juga sudah menjual seluruh 6 kilogram emas itu ke sebuah toko emas di Senen. Hasil penjualan dibagi di antara 14 orang kuli, meskipun pembagiannya sangat tidak rata.

Tasmah mendapatkan bagian paling besar sebesar Rp50 ribu, sementara rekan-rekannya hanya menerima Rp7 ribu, Rp5 ribu, bahkan ada yang hanya memperoleh Rp100. Dalam penyelidikan lebih lanjut, terungkap bahwa Tasmah juga berbohong kepada rekan-rekannya mengenai nilai emas tersebut.

Dia mengklaim emas itu hanya dihargai Rp400 per gram, padahal toko emas menaksirnya mencapai Rp560 per gram. Keuntungan yang lebih besar dari selisih harga itu diambilnya sendiri.

Beruntung, polisi berhasil mengambil kembali sebagian besar emas yang sudah dijual. Meskipun menghadapinya dengan trauma yang masih membekas di hatinya, Lie merasa lega karena nasib emasnya masih bisa direbut kembali.

Banyak pelajaran yang bisa diambil dari insiden ini, terutama mengenai cara menyimpan barang berharga. Bahkan dengan niat yang baik untuk menyembunyikannya, tindakan sembarangan bisa berujung pada masalah besar. Sebaiknya, kita lebih berhati-hati dalam menyimpan barang yang berharga sejak awal untuk menghindari penyesalan di kemudian hari.

Pentingnya Metode Penyimpanan yang Aman untuk Barang Berharga

Penyimpanan barang berharga memerlukan perhatian khusus untuk menghindari kerugian yang tidak diinginkan. Barang yang disimpan di tempat yang tidak aman dapat menjadi rentan terhadap pencurian atau kehilangan.

Salah satu solusi terbaik adalah dengan mempertimbangkan tempat penyimpanan yang sudah terjamin keamanannya, seperti brankas atau lembaga keuangan. Menggunakan brankas yang baik bisa memberi perlindungan maksimal terhadap barang berharga milik kita.

Selain itu, sangat penting untuk menyimpan catatan tentang segala barang yang telah disimpan dan di mana tempat penyimpanannya. Dengan cara ini, kita dapat lebih mudah menemukan dan memantau barang berharga tersebut.

Risiko Menyimpan Barang Berharga di Tempat yang Tidak Aman

Risiko kehilangan barang berharga tidak bisa dianggap sepele. Seperti yang dialami Lie, niat baik untuk menyimpan barang dengan cara yang tidak terlihat justru berakhir dengan bencana. Hal ini menunjukkan bahwa penyimpanan yang sembarangan bisa berakibat fatal.

Kita tidak bisa menjamin keamanan barang kita ketika disimpan di tempat yang tidak terpantau. Dalam kasus Lie, pekerja renovasi yang tidak tahu lokasi penyimpanan emasnya menjadi salah satu penyebab utama hilangnya barang berharga tersebut.

Dengan demikian, penting untuk selalu menjaga komunikasi yang baik dengan pihak yang berurusan dengan barang berharga kita. Hal ini dapat mengurangi peluang kehilangan yang tidak diinginkan.

Alternatif Penyimpanan Lain yang Lebih Aman bagi Barang Berharga

Terdapat berbagai alternatif penyimpanan barang berharga yang dapat dipertimbangkan. Salah satunya adalah menggunakan layanan sewa brankas yang ditawarkan oleh bank atau lembaga keuangan lain. Layanan ini memberikan keamanan tambahan terhadap barang berharga yang tidak bisa dijaga di rumah.

Kita juga bisa memanfaatkan teknologi keamanan modern seperti sistem alarm, kamera pengawas, hingga brankas digital. Dengan investasi pada teknologi ini, risiko kehilangan bisa diminimalisir secara signifikan.

Selain itu, diversifikasi tempat penyimpanan juga merupakan pilihan bijak. Menyimpan barang berharga di beberapa lokasi yang berbeda dapat mengurangi risiko kehilangan total jika salah satu tempat mengalami masalah.

Danantara Beli Hotel 1461 Kamar dan 14 Bidang Tanah di Makkah

Danantara Indonesia baru-baru ini mengumumkan kesepakatan penting dalam penyerapan aset investasi pada sektor perhotelan yang berlokasi di Kota Makkah, Arab Saudi. Kesepakatan ini menjadi perhatian karena menunjukkan langkah signifikan Danantara dalam memperluas jangkauan bisnisnya di pasar internasional, terutama dalam mendukung kebutuhan jemaah haji dan umrah dari Indonesia.

Kesepakatan ini ditandatangani melalui perjanjian antara Danantara Investment Management dan Thakher Development Company pada minggu lalu. Dengan mengakuisisi aset perhotelan serta real estate yang terletak di kawasan Thakher City, Danantara membuktikan komitmennya pada sektor yang strategis ini, berjarak hanya 2,5 kilometer dari Masjid Al-Haram, salah satu lokasi suci umat Islam.

CEO Danantara Indonesia, Rosan P. Roeslani, menyatakan bahwa ini adalah langkah awal mereka untuk berkontribusi pada sektor hospitality di Arab Saudi. Proyek ini tidak hanya berfokus pada akuisisi sebuah hotel, tetapi juga mencakup penguasaan 14 bidang tanah yang siap digunakan untuk ekspansi lebih lanjut di masa depan.

Signifikansi Kesepakatan dalam Memperkuat Layanan Jemaah Indonesia

Dalam pengumumannya, Rosan menekankan pentingnya kesepakatan ini bagi Indonesia, terutama dalam menyiapkan layanan optimal bagi jemaah. Dengan pengakuan bahwa jumlah jemaah umrah dari Indonesia terus meningkat, langkah ini menjadi krusial untuk memenuhi kebutuhan akan akomodasi yang memadai.

Sebagai contoh, setidaknya dua juta jemaah umrah berangkat dari Indonesia setiap tahunnya. Dalam konteks ini, akuisisi oleh Danantara diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam penyediaan fasilitas dan layanan bagi mereka, terutama di Makkah.

Perjanjian yang telah disepakati menetapkan Danantara sebagai pemilik dari satu hotel yang sudah beroperasi, yaitu Novotel Makkah Thakher City, dengan kapasitas sekitar 1.461 kamar. Hal ini menjadi basis awal dari rangkaian proyek pengembangan lebih lanjut yang diharapkan dapat mencapai hingga 5.000 kamar hotel.

Rencana Strategis Untuk Pengembangan Selanjutnya di Makkah

Sebagai bagian dari rencana ekspansi yang terstruktur, tanah-tanah yang dikuasai akan dikembangkan dalam sebuah master plan terpadu. Master plan ini mencakup berbagai fasilitas yang akan menyokong operasional hotel, mulai dari layanan ritel hingga sarana pendukung lainnya.

Rosan menjelaskan bahwa pengembangan ini akan dilakukan secara bertahap. Setiap langkah akan didasarkan pada kajian kelayakan yang matang dan persetujuan dari regulator yang relevan. Ini menunjukkan bahwa Danantara berkomitmen untuk bertindak hati-hati dan bijaksana dalam mengelola investasi mereka.

Dari segi strategis, pengembangan yang akan dilakukan diharapkan selaras dengan kerangka urban development di Makkah yang terus berkembang. Ini penting untuk memastikan bahwa semua proyek tidak hanya memberikan keuntungan ekonomis, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Kerja Sama dengan Mitra Lokal untuk Mendukung Pengembangan

Danantara juga berkolaborasi dengan Al Khomasiah Real Estate Development sebagai mitra lokal strategis. Kemitraan ini dirasa penting untuk menjamin kepatuhan terhadap peraturan dan praktik terbaik dalam pengembangan properti di Arab Saudi.

Dalam konteks ini, Rosan menjelaskan bahwa studi awal menunjukkan potensi pengembangan yang positif. Dengan memanfaatkan keahlian lokal, Danantara berharap dapat memenuhi tantangan yang ada dan menyediakan layanan yang lebih baik bagi jemaah.

Lebih dari sekadar akuisisi aset, kerja sama ini menciptakan peluang bagi peningkatan kualitas layanan akomodasi. Danantara berkomitmen untuk menggunakan pendekatan yang terstruktur dan bertahap dalam mengembangkan semua aspek bisnisnya di Makkah.

Komitmen untuk Memastikan Tata Kelola yang Baik dan Berkelanjutan

Dalam menjalankan semua rencana ini, Danantara Indonesia bertekad untuk memastikan bahwa setiap langkah diambil dengan pertimbangan yang matang. Rosan menegaskan pentingnya tata kelola yang baik untuk mengoptimalkan setiap tahap pengembangan yang dilakukan.

Proses ini melibatkan koordinasi yang erat dengan berbagai otoritas terkait, baik di Arab Saudi maupun Indonesia. Ini menunjukkan bahwa Danantara tidak hanya berfokus pada keuntungan, tetapi juga pada tanggung jawab sosial dan lingkungan yang lebih luas.

Dengan demikian, perusahaan ini berkomitmen untuk memberikan nilai publik yang berkelanjutan, serta memastikan bahwa setiap investasi yang dilakukan memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Langkah ini akan membantu menjadikan Danantara sebagai pilar penting dalam sektor hospitality di Makkah.

Target Industrialisasi Logam Tanah Jarang 2028 oleh PT Timah

PT Timah Tbk. sedang mempersiapkan industrialisasi logam tanah jarang (LTJ) yang diharapkan dapat dimulai pada tahun 2028. Proses ini masih menunggu kepastian terkait regulasi komersialisasi yang harus dipatuhi oleh semua pihak terkait.

Direktur Pengembangan Usaha PT Timah, Suhendra Yusuf Ratuprawiranegara, menegaskan pentingnya mematuhi peraturan yang ada sebelum melanjutkan komersialisasi. Hal ini penting untuk memastikan bahwa semua aspek regulasi terpenuhi demi menjaga keberlanjutan industri.

Penggunaan mineral seperti monasit dan mineral ikutan lainnya belum dapat dilakukan secara optimal karena belum adanya regulasi teknis yang jelas. Selain itu, Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah saat ini hanya mencakup komoditas utama, yaitu timah, yang mengharuskan perusahaan untuk melakukan koordinasi lebih lanjut dengan lembaga pemerintah terkait.

Perencanaan Pengelolaan Mineral Ikutan di Masa Depan

Pembahasan lebih lanjut antara PT Timah dan Direktorat Jenderal Minerba Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan dilakukan untuk merumuskan rencana pengelolaan mineral ikutan pada tahun 2026. Rencana ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan mineral non-timah yang berpotensi memberikan kontribusi signifikan bagi pendapatan perusahaan.

Menunggu keluarnya regulasi, PT Timah dengan aktif menyiapkan roadmap pengembangan logam tanah jarang untuk periode 2025 hingga 2027. Fokus utama dalam tahap ini adalah riset dan optimasi yang melibatkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan mineral nasional dan lembaga pendidikan terkait.

Menurut Suhendra, fase industrialisasi LTJ diharapkan dapat terwujud seiring dengan keluarnya regulasi baru yang lebih mendukung. Dengan pemanfaatan teknologi dan inovasi, perusahaan berusaha untuk menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam industri ini.

Pentingnya Logam Tanah Jarang dalam Industri Strategis

Logam tanah jarang terdiri dari 17 unsur penting dan merupakan bagian dari mineral strategis yang memiliki peran krusial dalam banyak sektor, terutama pertahanan. Unsur-unsur seperti scandium, lanthanum, dan neodymium, diantaranya, memiliki aplikasi yang luas, mulai dari perangkat elektronik hingga alutsista militer.

Alutsista modern memanfaatkan unsur LTJ ini dalam berbagai material kunci. Contohnya adalah Terfenol-D, paduan logam penting yang digunakan dalam perangkat perlindungan sonar dan berbagai teknologi optik, menunjukkan betapa pentingnya LTJ dalam menjaga kedaulatan negara.

Dengan demikian, keberadaan dan eksploitasi logam tanah jarang menjadi hal yang sangat mendesak. Bukan hanya untuk mendukung industri lokal, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan global yang terus meningkat akan unsur-unsur ini.

Potensi Mineral Tanah Jarang di Indonesia

Di Indonesia, potensi mineral tanah jarang berasal dari hasil pengolahan mineral-mineral utama seperti timah, emas, dan nikel. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat banyak lokasi di negara ini yang menyimpan cadangan LTJ yang belum dieksplorasi dengan optimal.

Menurut data dari Kementerian ESDM, lokasi-lokasi dengan potensi mineral tanah jarang mayoritas berada di Bangka Belitung, Kalimantan Barat, dan Sulawesi. Dari total 28 lokasi yang teridentifikasi, baru sembilan lokasi yang telah dieksplorasi, sehingga masih terdapat 19 lokasi yang menunggu untuk dikembangkan lebih lanjut.

Peningkatan eksplorasi dan pengembangan di area-area ini diharapkan dapat memberikan keuntungan signifikan, baik untuk PT Timah maupun untuk perekonomian nasional. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang potensi yang ada, langkah yang lebih strategis dapat diambil untuk memajukan industri ini.

Dengan langkah-langkah yang diambil oleh PT Timah dan dukungan dari pemerintah, masa depan industri logam tanah jarang di Indonesia tampak menjanjikan. Di tengah tantangan regulasi dan kebutuhan akan optimasi, terdapat peluang besar untuk berkontribusi dalam perekonomian dan inovasi di sektor mineral.

PT Timah berkomitmen untuk terus menjelajahi potensi mineral tanah jarang dengan sepenuh hati. Melalui kerjasama yang baik dengan berbagai pihak, diharapkan semua aspek pengembangan dapat terwujud dengan baik dalam waktu dekat.

Dari industri pertahanan hingga teknologi canggih, kebutuhan akan logam tanah jarang semakin meningkat. Oleh karena itu, penting bagi semua stakeholder untuk bersinergi dalam mewujudkan visi besar ini demi masa depan yang lebih baik.

Harapan Baru untuk Pasien Kanker Darah dan Penyakit Genetik di Tanah Air

Perkembangan dalam sektor kesehatan semakin menunjukkan kemajuan yang signifikan, terutama dengan adanya inovasi terapeutik. Teknologi modern membuka berbagai kemungkinan baru yang dapat menyelamatkan nyawa dan meningkatkan kualitas hidup pasien di Indonesia.

Upaya tersebut tidak terlepas dari kerjasama antara institusi kesehatan dan perusahaan bioteknologi yang bertujuan untuk menghadirkan teknologi tinggi ke masyarakat. Melalui kolaborasi ini, akses terhadap terapi sel dan gen menjadi lebih mudah dan terjangkau, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak orang.

Dibutuhkan sebuah ekosistem yang solid untuk mendorong pengembangan bioteknologi di dalam negeri. Dengan adanya kerjasama semacam ini, diharapkan Indonesia dapat menjadi lebih mandiri dalam hal inovasi kesehatan dan tidak bergantung pada teknologi luar negeri.

Peran Teknologi dalam Meningkatkan Kesehatan Masyarakat

Teknologi kesehatan memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Dari diagnostic yang lebih akurat hingga pengobatan yang lebih efisien, semua dapat dicapai melalui pengembangan inovasi di bidang ini.

Penerapan terobosan seperti terapi gen dan terapi sel menjadi harapan baru bagi banyak pasien. Ini termasuk bentuk-bentuk pengobatan yang sebelumnya terlihat sulit dijangkau oleh masyarakat umum.

Kemitraan yang dibentuk oleh beberapa institusi ini melakukan penelitian dan pengembangan yang sangat diperlukan untuk menciptakan terapi yang efektif dan aman. Dengan memindahkan fokus riset dan layanan ke dalam negeri, diharapkan biaya yang dikeluarkan oleh pasien dapat berkurang secara signifikan.

Kolaborasi Strategis untuk Pembentukan Ekosistem Bioteknologi

Kerjasama antara perusahaan bioteknologi dan institusi kesehatan menjadi langkah strategis dalam pembentukan ekosistem bioteknologi nasional. Melalui sinergi ini, pengembangan teknologi tidak hanya akan meningkatkan pelayanan tetapi juga memberikan perubahan signifikan bagi masyarakat.

Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, penelitian di bidang bioteknologi dapat berkembang lebih cepat. Ini akan memberikan kontribusi besar dalam menciptakan produk atau terapi yang relevan dengan kebutuhan lokal masyarakat.

Pentingnya kolaborasi ini juga mencerminkan tekad semua pihak untuk menjadikan kesehatan sebagai hak yang dapat diakses oleh semua orang. Kondisi ini diharapkan dapat meminimalisir kesenjangan dalam pelayanan kesehatan.

Komitmen Dalam Mewujudkan Keadilan Kesehatan

Dalam upaya menghadirkan keadilan di bidang kesehatan, kolaborasi ini berkomitmen untuk menyediakan terapi yang tidak hanya berdasarkan pada keuntungan ekonomi. Namun, lebih kepada nilai-nilai kemanusiaan dan kepentingan pasien.

Penyampaian terapi yang adil dan merata menjadi fokus utama dalam kolaborasi ini. Terlebih dalam konteks membuat akses layanan kesehatan yang lebih baik untuk semua lapisan masyarakat.

Melalui kerjasama ini diharapkan tercipta kesadaran kolektif mengenai pentingnya investasi di bidang kesehatan. Baik dari segi finansial maupun sumber daya manusia, sehingga kemajuan teknologi kesehatan dapat terasa langsung oleh masyarakat.

Petani Miskin Tiba-tiba Kaya Temukan 16 Kg Emas Saat Menggali Tanah

Penemuan harta karun kadang terjadi secara tak terduga, dan hal ini juga terjadi di Indonesia. Di Jawa, seorang petani bernama Cipto Suwarno menemukan emas saat mengolah sawahnya, dan peristiwa ini menjadi salah satu momen bersejarah yang menarik perhatian banyak orang.

Peristiwa yang mengejutkan ini bermula pada tahun 1990 ketika Suwarno menggali tanah sawahnya di Desa Wonoboyo, Klaten, Jawa Tengah. Dia berusaha memperbaiki saluran irigasi yang terpengaruh oleh proyek pembangunan di sekitarnya, tanpa menyadari bahwa dia sedang mendekati penemuan luar biasa.

Ketika menggali di kedalaman 2,5 meter, Suwarno merasakan alat cangkulnya menyentuh sesuatu yang keras. Pada awalnya, dia berasumsi itu adalah batu biasa, tetapi saat benda tersebut diangkat, kagetlah dia melihat guci keramik yang dilapisi emas. Suwarno tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya dan berteriak, “Emas, emas, emass!!!”

Harta Karun Wonoboyo dan Sejarahnya yang Mengagumkan

Harta karun yang ditemukan Suwarno terdiri dari 16 kilogram emas yang terdiri dari berbagai barang antik. Penemuan ini, yang dikenal sebagai Harta Karun Wonoboyo, menjadi catatan sejarah terkait emas terbesar di Indonesia.

Selayaknya penggalian harta karun, temuan ini menyita perhatian banyak pihak. Di hadapan pejabat desa, Suwarno melanjutkan penggaliannya dan menemukan berbagai benda bernilai tinggi. Barang-barang tersebut antara lain berupa bokor, mangkuk, dan sejumlah perhiasan lainnya.

Para arkeolog yang melakukan penelitian menyimpulkan bahwa harta ini berasal dari akhir abad ke-9 hingga pertengahan abad ke-10. Kesimpulan ini didasarkan pada desain dan bentuk barang yang ditemukan, seperti relief Ramayana di mangkuk emasnya.

Pentingnya Emas dalam Kehidupan Masyarakat Jawa Kuno

Emas pada zaman kuno bukanlah sekadar perhiasan, melainkan sebuah simbol status sosial yang penting. Di era Majapahit, emas banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi salah satu indikator kemewahan dan kekuatan.

Tradisi ini mencerminkan betapa masyarakat Jawa kuno menyukai harta benda, terutama yang berbahan emas. Para bangsawan dan raja sering kali dikelilingi oleh benda-benda berharga yang mencerminkan kekuasaan mereka.

Penggunaan emas dalam berbagai bentuk, mulai dari perhiasan hingga alat sehari-hari, sangat umum. Dalam catatan sejarah, transaksi menggunakan emas juga dilakukan untuk jual-beli tanah dan barang-barang berharga lainnya.

Hubungan Antara Masyarakat Jawa dan Penjelajah Asing

Terdapat banyak catatan dari penjelajah asing yang menggambarkan kehidupan mewah masyarakat Jawa kuno. Banyak dari mereka terkesan dengan kebiasaan masyarakat yang mengelilingi diri mereka dengan benda-benda berbahan emas.

Misalnya, penjelajah Tionghoa mencatat bahwa para raja Jawa hidup dalam kemewahan dan dikelilingi emas. Begitu juga dengan penjelajah Eropa yang mengagumi keramahtamahan dan kekayaan masyarakat Jawa pada masa itu.

Melihat kenyataan ini, tidak mengherankan jika emas menjadi barang yang sangat dicari dan berharga dalam budaya masyarakat Jawa. Barang berharga ini menjadi simbol kemewahan yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Perubahan Budaya dan Kehidupan Setelah Runtuhnya Kerajaan Kuno

Setelah runtuhnya kerajaan kuno, pola kehidupan masyarakat mengalami perubahan besar. Emas yang dulunya menjadi simbol status perlahan-lahan menjelma menjadi harta karun yang terpendam dan banyak dicari.

Seiring dengan hadirnya kolonialisme, tradisi memakai emas mulai berkurang. Banyak barang berharga ditinggalkan dan tertimbun di bawah tanah, menjadikannya sasaran bagi para pencari harta karun.

Penemuan Harta Karun Wonoboyo akhirnya menemukan jalan ke Museum Nasional di Jakarta, menunjukkan betapa berharganya sejarah dan budaya yang ada di tanah air. Harta karun ini bukan hanya sebuah penemuan, tetapi juga cerminan perjalanan panjang masyarakat dalam mempertahankan warisan budayanya.

Tiga Pihak Bersengketa atas Tanah JK di Makassar Termasuk Nama Mulyono

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) kini terlibat dalam sengketa tanah yang melibatkan Jusuf Kalla, mengakibatkan ketegangan yang semakin meningkat. Hal ini berawal dari eksekusi lahan tanpa prosedur yang jelas, yang membuat pihak-pihak terkait melakukan protes.

Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, mengungkapkan bahwa situasi ini telah menimbulkan kebingungan menyangkut kepemilikan dan hukum yang berlaku. Sengketa ini melibatkan beberapa pihak, termasuk PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) yang memiliki kepentingan di lahan tersebut.

Nusron menjelaskan bahwa eksekusi yang dilakukan tanpa melalui tahapan pemeriksaan awal, atau yang dikenal dengan istilah constatering, sangatlah mencurigakan. Proses eksekusi yang tiba-tiba menunjukkan adanya kejanggalan dalam penegakan hukum terkait tanah tersebut.

Sengketa Tanah di Makassar dan Dampaknya terhadap Masyarakat

Kepemilikan tanah seringkali menjadi sumber sengketa di Indonesia, terutama di daerah perkotaan yang mengalami pertumbuhan pesat. Kasus ini menyoroti pentingnya kepastian hukum dan prosedur yang transparan dalam pengelolaan lahan.

Bagi masyarakat, sengketa tanah bukan hanya soal kepemilikan, tetapi juga tentang hak untuk tinggal dan berusaha. Ketidakpastian hukum bisa mengakibatkan konflik berkepanjangan yang merugikan semua pihak, termasuk masyarakat sekitar.

Dalam konteks ini, peran aktif pemerintah dalam penyelesaian sengketa sangat diperlukan agar keadilan dapat tercapai. Pihak-pihak terkait seharusnya diundang untuk berdialog agar semua bisa mendapatkan jalan keluar yang adil.

Klarifikasi Kementerian Agraria dan Tindakan Perlindungan Kepemilikan

Menanggapi situasi yang terjadi, Kementerian ATR/BPN telah mengirim surat resmi kepada Pengadilan Negeri Makassar. Surat tersebut meminta klarifikasi mengenai alasan eksekusi yang dianggap tidak sesuai prosedur.

Ada harapan bahwa pengadilan dapat memberikan penjelasan yang memadai sebelum melanjutkan ke proses hukum lebih lanjut. Ini adalah langkah penting untuk menjamin hak-hak pemilik lahan dan menghindari potensi ketidakadilan.

Di samping itu, Kementerian perlu mempertimbangkan tindakan perlindungan lebih lanjut terhadap lahan-lahan yang masih bersengketa, agar pemilik sah dapat melindungi hak miliknya dengan lebih baik.

Pernyataan Jusuf Kalla dan Tindakan Selanjutnya

Jusuf Kalla, sebagai pemilik sah tanah yang sedang disengketakan, merasa perlu melakukan peninjauan langsung terhadap lahan tersebut. Kegiatan ini menunjukkan kepeduliannya terhadap kondisi tanah yang ia rasa telah dikuasai secara tidak sah.

JK mengungkapkan kekhawatirannya tentang adanya mafia tanah yang berusaha mengambil alih kepemilikannya. Keberanian JK untuk langsung turun ke lapangan menunjukkan bahwa hak-hak pemilik tanah harus diperjuangkan, serta menuntut tindakan dari pemerintah.

Dengan begitu, tindakan JK ini bisa menjadi contoh bagi pemilik tanah lain untuk tidak tinggal diam saat haknya terancam. Keterlibatan masyarakat dalam memperjuangkan hak-hak tanah sangatlah penting dalam menegakan keadilan di bidang agraria.

Menyalakan Harapan di Tanah Kering melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting di TTS

Prevalensi stunting di Timor Tengah Selatan (TTS) mencapai angka yang cukup mencengangkan yaitu 56,8 persen menurut survei terbaru. Riset ini menunjukkan bagaimana lebih dari separuh balita di daerah tersebut berisiko mengalami pertumbuhan yang terhambat, yang akan berpengaruh buruk terhadap masa depan mereka.

Problema ini tidak hanya menyangkut angka, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan yang lebih dalam. Berbagai upaya pun dilakukan untuk mengatasi tantangan ini dan memastikan anak-anak di TTS dapat tumbuh dengan optimal.

Salah satu langkah strategis adalah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Inisiatif yang dicanangkan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ini mengajak orangtua asuh untuk terlibat langsung dan aktif dalam membantu mengatasi permasalahan stunting di daerah tersebut.

Kondisi desa yang menjadi fokus dalam perjuangan melawan stunting adalah Desa Pusu, yang terletak di Kecamatan Amanuban Barat. Desa ini menggambarkan realita pahit yang dihadapi masyarakat, dengan geografi yang tidak mendukung dan tantangan alam yang berat. Kekeringan menjadi masalah utama yang harus dihadapi sehari-hari oleh penduduk desa ini.

Di kaki bukit Amanuban Barat, persediaan air bersih menjadi barang yang langka. Keterbatasan ini berdampak besar terhadap hasil pertanian, di mana hasil seperti ubi jalar sering kali tidak dapat diandalkan. Keterbatasan pangan berujung pada kesulitan mendapatkan gizi yang tepat, menjadi tantangan tersendiri bagi kesehatan anak-anak.

Menghadapi Tantangan Gizi di Tengah Kondisi Alam yang Sulit

Dalam menghadapi persoalan ini, gizi seharusnya menjadi prioritas, namun justru sebaliknya. Keterbatasan sumber daya alam membuat masyarakat sulit menanam tanaman bergizi, sehingga asupan gizi seimbang pun menjadi hal yang langka.

Pergeseran pola makan dan kebiasaan serta terbatasnya variasi pangan juga menyebabkan anak-anak tumbuh dengan nutrisi yang tidak memadai. Hal ini menciptakan siklus yang sulit untuk diputus dan terus berlanjut dari generasi ke generasi.

Isu stunting di TTS bukan lagi sekedar statistik yang bisa diabaikan, melainkan menjadi ancaman nyata bagi masa depan anak-anak desa. Dengan tingginya angka stunting, masyarakat menghadapi kenyataan pahit tentang kemungkinan hilangnya potensi anak-anak yang seharusnya tumbuh sehat dan berprestasi.

Namun, saat kesulitan melanda, di tengah musim yang gersang, bantuan datang dari berbagai pihak. Paket nutrisi, suplemen, dan akses terhadap air bersih yang tiba di Desa Pusu menjadi harapan baru bagi masyarakat setempat.

“Saya merasa sangat senang dan bersyukur. Ini adalah kali pertama kami menerima bantuan dan isinya sangat membantu, yaitu paket nutrisi dan vitamin untuk tiga bulan. Semoga ke depan, kami bisa mencegah stunting,” kata Adelia Mone (38), seorang ibu dari anak berusia enam bulan.

Peran Masyarakat dan Pemerintah dalam Mencegah Stunting

Pencegahan stunting memerlukan kolaborasi aktif antara masyarakat dan pemerintah. Upaya ini tidak hanya dilakukan secara individu, tetapi juga melalui program-program terencana yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan fasilitas dan sumber daya yang dibutuhkan. Melalui program seperti Genting, diharapkan akan terwujud akselerasi pemulihan gizi dan peningkatan kesadaran di kalangan masyarakat.

Sementara itu, masyarakat juga perlu berperan aktif dalam mendukung program-program tersebut. Kesadaran akan pentingnya gizi sejak dini harus ditanamkan sehingga orang tua lebih peka terhadap kebutuhan nutrisi anak-anak mereka.

Mengorganisir pertemuan dan pelatihan bagi masyarakat juga menjadi langkah penting dalam menyampaikan pengetahuan gizi. Masyarakat setempat perlu diajarkan cara bertani yang baik agar dapat memenuhi kebutuhan gizi keluarga mereka sendiri.

Dengan kerjasama yang baik antara masyarakat dan pemerintah, diharapkan angka stunting di TTS dapat menurun secara signifikan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Kesadaran akan pentingnya gizi bisa menjadi solusi jangka panjang untuk masalah ini.

Pentingnya Pendidikan Gizi untuk Generasi Mendatang

Pendidikan gizi menjadi salah satu kunci dalam pemberantasan stunting. Masyarakat perlu mendapatkan informasi yang tepat dan memadai tentang pentingnya asupan gizi seimbang untuk anak-anak. Hal ini akan menjamin bahwa generasi mendatang tidak akan mengalami masalah serupa.

Pentingnya pola makan sehat dan beragam, serta cara menyiapkan makanan yang bergizi harus menjadi bagian dari pendidikan. Dengan begitu, orang tua dapat memberikan nutrisi yang dibutuhkan anak-anak mereka untuk tumbuh dan berkembang dengan baik.

Selain itu, program sosialisasi dan penyuluhan gizi di sekolah-sekolah juga dapat membantu menanamkan kesadaran ini. Anak-anak yang mendapatkan pendidikan gizi di sekolah akan lebih sadar akan pentingnya makanan sehat dan berkelanjutan.

Keterlibatan semua pihak dalam pendidikan gizi akan berdampak positif bagi pengurangan angka stunting di TTS. Dengan ilmu yang tepat, masyarakat dapat menerapkan pola hidup sehat yang akan berkontribusi dalam peningkatan kualitas kesehatan secara keseluruhan.

Memperkuat akses masyarakat terhadap pendidikan gizi tidak hanya menyelamatkan anak dari risiko stunting, tetapi juga membangun masa depan yang lebih cerah. Hal ini menjadi investasi jangka panjang yang akan membawa manfaat bagi seluruh masyarakat TTS.