slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong QQCUAN agencuan slot88 agencuan https://bola169new.com/ phishing phishing
qqcuan AGENCUAN https://ademsari.co.id/ https://bitcoinnews.co.id/ https://dermaluz.co.id/ https://jiexpo.co.id/ https://donghan.co.id/ https://icconsultant.co.id/ https://metroindo.co.id/ https://bentogroup.co.id/ https://gatranews.co.id/ https://kacapatri.co.id/ https://gemilangsukses.co.id/ https://siomom.id/ https://situskita.id/ https://masyumi.id/ https://dapurdia.id/ https://baginasipagi.id/ https://bacaajadulu.id/ https://sukagaming.id/ https://sobatsandi.id/ https://ragaminspirasi.id/ https://salamdokter.id/
https://berita-sumatra.id/ https://seongiclik.id/ https://mangu.id/ https://daily-news.id/

Mobil Listrik Makin Populer, Bos Suku Cadang Siap Produksi Komponen EV

Langkah pemerintah dalam mendorong perkembangan kendaraan listrik di Indonesia memberikan harapan baru bagi industri otomotif tanah air. Hal ini ditandai dengan peningkatan signifikan dalam pangsa pasar penjualan mobil listrik yang diperkirakan mencapai 80 ribu unit pada tahun 2025, mencatatkan pertumbuhan yang jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Pemerintah telah memberikan insentif pajak yang menarik, seperti pengurangan Pajak Penjualan Barang Mewah dan insentif pada pajak impor mobil listrik. Meskipun insentif ini diperkirakan akan berakhir pada 31 Desember 2025, dampaknya terhadap penjualan EV di masa depan perlu dicermati dengan seksama.

Situasi ini menjadi tantangan bagi produsen komponen otomotif, seperti PT Dharma Polimetal Tbk, yang saat ini belum merasakan dampak positif dari penjualan mobil listrik secara utuh. Dengan kebutuhan komponen yang cenderung umum, seperti ban dan aki, perusahaan tersebut mulai mempersiapkan diri untuk komponen yang lebih spesifik untuk kendaraan listrik.

Perusahaan juga telah membentuk Dharma Connect, sebuah layanan yang menyediakan suku cadang untuk perangkat terkait kendaraan listrik, termasuk baterai dan mesin pengisi daya. Strategi ini mencerminkan kesiapan mereka untuk berkontribusi pada ekosistem EV yang berkembang di Indonesia.

Penting untuk dicatat bahwa produsen lokal seperti Dharma Polimetal menghadapi tantangan terkait ketergantungan pada bahan baku impor. Pengembangan infrastruktur pasokan bahan baku dalam negeri menjadi kunci untuk menekan biaya produksi dan memperkuat daya saing industri otomotif nasional.

Peluang dan Tantangan Industri Kendaraan Listrik di Indonesia

Pengembangan kendaraan listrik di Indonesia menawarkan berbagai peluang bagi pelaku industri otomotif. Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya keberlanjutan lingkungan, permintaan terhadap kendaraan listrik diharapkan akan terus meningkat. Para pelaku industri perlu memanfaatkan momentum ini untuk meraih pangsa pasar yang lebih besar.

Namun, ada berbagai tantangan yang perlu dihadapi. Ketergantungan pada komponen impor dan tingginya biaya produksi dapat menjadi penghambat dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik. Pendekatan yang lebih strategis dalam pengadaan bahan baku menjadi satu-satunya jalan untuk mengatasi masalah ini.

Selain itu, dukungan pemerintah melalui kebijakan perpajakan juga memainkan peranan penting. Di tengah situasi pasar yang terus berubah, adanya kebijakan yang jelas dan konsisten akan membantu produsen untuk merencanakan investasi jangka panjang mereka. Ini sangat penting agar industri dapat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di sektor otomotif.

Kemandirian dalam memproduksi komponen dalam negeri juga harus menjadi prioritas. Jika produsen dapat menemukan alternatif dalam negeri untuk bahan baku yang selama ini diimpor, maka biaya dan ketergantungan terhadap pihak ketiga akan berkurang. Ini pun dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal lebih lanjut.

Dengan semua potensi yang ada, keberhasilan pengembangan ekosistem kendaraan listrik sangat bergantung pada kerjasama antara pemerintah, produsen, dan masyarakat. Masing-masing pihak perlu mengambil peran aktif untuk mendukung inovasi dan keberlanjutan dalam industry otomotif nasional.

Strategi Produsen untuk Menghadapi Persaingan Global

Untuk mempertahankan daya saing, produsen otomotif Indonesia perlu menerapkan strategi inovatif. Salah satu aspek yang krusial adalah berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan untuk menciptakan produk yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan reputasi mereka di pasar lokal namun juga di pasar global.

Membangun jaringan kolaborasi dengan penyedia teknologi dan institusi penelitian juga sangat penting. Dengan menjalin kemitraan yang erat, produsen bisa lebih cepat mengadopsi teknologi terbaru dalam produksi kendaraan listrik dan komponen pendukungnya. Ini dapat menjadi keunggulan kompetitif yang signifikan.

Selain itu, memperluas saluran distribusi produk menjadi cara lain untuk meningkatkan pangsa pasar. Produsen harus mempertimbangkan untuk mendirikan pusat distribusi dan layanan purna jual di berbagai wilayah untuk menjangkau lebih banyak pelanggan. Hal ini akan meningkatkan pengalaman pelanggan dan menarik minat lebih banyak konsumen terhadap kendaraan listrik.

Secara keseluruhan, strategi yang terintegrasi dan berfokus pada inovasi akan sangat membantu dalam menghadapi tantangan yang ada. Dengan demikian, produsen lokal bisa tetap tangguh di pasar domestik maupun internasional saat beroperasi dalam ekosistem yang semakin kompetitif.

Ke depan, industri kendaraan listrik di Indonesia berpotensi menjadi salah satu penggerak utama dalam perekonomian nasional. Keberhasilan dalam sektor ini akan sangat bergantung pada strategi yang diterapkan dan dukungan yang diberikan oleh semua pihak yang terkait.

Mengoptimalkan Kualitas Produksi untuk Kebutuhan Konsumen Masa Depan

Peningkatan kualitas produksi menjadi hal yang tidak bisa diabaikan dalam upaya memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin kompleks. Produsen harus berkomitmen untuk menjaga standar kualitas tinggi dalam setiap tahap proses produksi. Ini akan memberikan kepercayaan lebih kepada konsumen terhadap produk yang dihasilkan.

Dalam era digital ini, memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi proses produksi juga menjadi penting. Dengan otomatisasi dan penggunaan sistem manajemen yang baik, produsen dapat mengurangi biaya operasional sekaligus meningkatkan produktivitas. Analisis data juga dapat membantu dalam memahami tren pasar dan preferensi konsumen.

Penting juga bagi produsen untuk terus beradaptasi dengan perubahan kebutuhan pasar. Dengan melakukan survei dan pengumpulan umpan balik dari konsumen, mereka bisa lebih cepat merespon kebutuhan dan harapan pelanggan. Ini menjadi salah satu cara untuk tetap relevan di tengah persaingan yang ketat.

Pendekatan ramah lingkungan juga semakin menjadi perhatian. Pelaku industri perlu menerapkan praktik berkelanjutan dalam setiap aspek, mulai dari pengadaan bahan baku hingga proses produksi. Di zaman di mana kesadaran akan lingkungan semakin meningkat, konsumen cenderung memilih produk yang berkomitmen terhadap keberlanjutan.

Akhir kata, kualitas produksi yang dioptimalkan akan menciptakan produk yang lebih bernilai dan diinginkan konsumen. Investasi dalam inovasi, teknologi, dan keberlanjutan akan membantu produsen untuk bersaing di era kendaraan listrik ini dan memenuhi ekspektasi masyarakat modern.

Hati-hati, setelah Tahun Baru 8 Emiten Ini Siap Bagikan Dividen Besar

Menjelang tahun baru 2026, pasar modal Indonesia dipenuhi dengan ekspektasi dari para investor, terutama terkait pembagian dividen dari sejumlah perusahaan. Pada bulan Januari, delapan emiten terkemuka berencana untuk membagikan bagian dari keuntungan kepada para pemegang saham mereka, memberikan peluang menarik bagi investor.

Pembagian dividen menjadi salah satu momen yang dinantikan oleh para pemegang saham, karena ini merupakan bentuk penghargaan atas dukungan mereka terhadap perusahaan. Tahun ini, sejumlah emiten yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) siap memberikan imbal hasil yang signifikan melalui distribusi dividen yang menarik.

Dividen ini tidak hanya mencerminkan kinerja keuangan yang baik, tetapi juga menunjukkan komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah kepada para investor. Dengan rincian yang akan dijelaskan di bawah ini, investor dapat melakukan perencanaan keuangan yang lebih baik untuk tahun mendatang.

Rincian Dividen dari Emiten Terkemuka di Indonesia

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi salah satu emiten yang menarik perhatian pada awal tahun 2026. Bank BUMN ini akan membagikan dividen interim berupa Rp 100 per saham, yang mencerminkan komitmennya dalam memberikan imbal hasil kepada pemangku kepentingan. Total dana yang dialokasikan untuk dividen ini mencapai Rp 9,3 triliun dari total 93,33 miliar saham beredar.

Menurut informasi yang diterima, bahwa periode perdagangan saham dengan hak dividen (cum dividen) di pasar reguler berakhir pada 5 Januari 2026. Investor yang ingin mendapatkan imbal hasil harus memperhatikan tanggal-tanggal penting ini agar tidak terlewat.

Di sisi lain, PT Alamtri Resources Indonesia (ADRO) juga akan membagikan dividen interim yang cukup besar, mencapai US$250 juta. Jika dikonversi dengan kurs yang berlaku, ini setara dengan Rp 142 per saham, dan menawarkan dividend yield sebesar 7,8% dari harga saham yang ditutup sebelumnya.

Dividen Menarik Lainnya yang Dikeluarkan oleh Perusahaan-Perusahaan Besar

PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dikenal luas sebagai salah satu bank terkemuka di Indonesia. Mereka akan membagikan dividen interim sebesar Rp 137 per lembar saham, disetujui oleh dewan komisaris sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan kepada pemegang saham. Pembayaran dividen ini direncanakan akan dilakukan pada 15 Januari 2026.

Selanjutnya, PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) telah merencanakan pembagian dividen interim II yang mencapai US$20 juta. Jumlah ini akan dibagikan kepada pemegang saham yang tercatat pada tanggal yang sudah ditentukan, menjadikannya salah satu emiten yang menarik untuk diinvestasikan.

Informasi lainnya datang dari PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI), yang mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar Rp17 per saham. Seluruh dividen diambil dari laba bersih perusahaan, menunjukkan bahwa perusahaan ini juga berada dalam kondisi keuangan yang sehat.

Tanggal Penting yang Perlu Diperhatikan oleh Para Pemegang Saham

Saat membicarakan dividen, penting bagi investor untuk memperhatikan berbagai tanggal penting. Misalnya, cum dividen di pasar reguler dan negosiasi untuk beberapa perusahaan berakhir pada 2 Januari 2026, sedangkan ex dividen biasanya jatuh pada 5 Januari 2026. Hal ini penting agar investor tidak kehilangan kesempatan untuk mendapatkan imbal hasil dari investasi mereka.

Recording date, atau tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak atas dividen, juga menjadi perhatian. Banyak perusahaan yang menetapkan tanggal pencatatan ini pada 2 Januari 2026, dan investor perlu menyiapkan diri sebelum tanggal tersebut untuk memastikan posisi mereka sebagai pemegang saham.

Pembayaran dividen akan dilakukan pada 15 Januari 2026 untuk beberapa emiten, sehingga investor harus siap untuk menerima hasil dari investasi mereka. Tanggal-tanggal ini merupakan titik kritis yang sering diabaikan, namun sangat penting untuk perencanaan keuangan.

Pada akhirnya, pembagian dividen tidak hanya menunjukkan kinerja perusahaan, tetapi juga menjadi indikator kepercayaan investor terhadap masa depan perusahaan tersebut. Dengan data di atas, investor memiliki informasi yang cukup untuk membuat keputusan yang lebih terinformasi di awal tahun ini. Dalam lingkungan yang kompetitif, memahami pembagian dividen dapat menjadi alat strategi investasi yang berguna untuk meningkatkan portofolio.

Sejalan dengan itu, PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) juga memutuskan untuk membagikan dividen interim sebesar Rp 1,54 per saham. Dividen ini menjadi bagian dari langkah perusahaan untuk memperkuat hubungan dengan pemegang saham dan memberikan imbal balik yang sesuai.

Dalam laporan keuangannya, PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) juga mengumumkan rencana pembagian dividen yang mencapai Rp4,40 per lembar saham. Pembagian ini tidak hanya menggambarkan kinerja yang baik, tetapi juga komitmen perusahaan terhadap pemegang saham di tengah dinamika pasar yang ada.

BNI Siap Salurkan 17356 KPR FLPP Tahun 2026

Keberhasilan penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah menjadi salah satu prioritas utama bagi pemerintah dan lembaga keuangan. Dalam upaya mencapai tujuan tersebut, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menunjukkan komitmen yang kuat dalam mendukung program perumahan nasional melalui penyaluran Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Dukungan BNI ini merupakan bagian dari langkah strategis untuk mengatasi backlog perumahan yang terus meningkat. Partisipasi aktif mereka sangat terlihat dalam pelaksanaan akad massal KPR FLPP yang melibatkan ribuan unit rumah dan serah terima kunci.

Pada hari Sabtu, 20 Desember 2025, akad massal sejumlah 50.030 unit rumah hadir dalam acara yang digelar secara hibrid di Perumahan Pondok Banten Indah, Serang, Banten. Acara ini tidak hanya menjadi momen penting bagi penerima, tetapi juga menggambarkan potensi kolaborasi lintas sektor yang ada.

Pentingnya KPR FLPP untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Program KPR FLPP menjadi solusi bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang ingin memiliki hunian dengan biaya yang terjangkau. Melalui skema ini, calon debitur bisa mendapatkan akses ke pembiayaan dengan bunga ringan yang dirancang khusus untuk meringankan beban mereka.

BNI, sebagai salah satu bank penyalur utama, berkomitmen untuk mempermudah akses masyarakat terhadap program ini. Dengan kehadiran mereka dalam akad massal, BNI menunjukkan keseriusannya dalam membantu memenuhi kebutuhan perumahan yang semakin mendesak.

Keberhasilan program ini juga merupakan hasil kolaborasi yang baik antara pemerintah, perbankan, dan lembaga terkait lainnya. Bersama-sama, mereka dapat menciptakan sinergi yang mendorong pertumbuhan sektor perumahan nasional.

Partisipasi Dalam Akad Massal KPR FLPP yang Besar

Pada acara tersebut, 300 akad dilakukan secara langsung dan 49.730 akad lainnya dilaksanakan secara daring. Hal ini menunjukkan fleksibilitas dalam pelaksanaan program dan kemampuan BNI untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pejabat tinggi, termasuk Presiden Republik Indonesia dan beberapa menteri. Kehadiran mereka menambah bobot acara dan menunjukkan dukungan nyata dari pemerintah terhadap inisiatif ini.

Dalam kesempatan ini, BNI juga memberikan serah terima kunci secara simbolis kepada wakil dari berbagai latar belakang. Ini menegaskan komitmen BNI untuk merangkul semua elemen masyarakat dalam program perumahan.

Mendukung Program 3 Juta Rumah

Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan oleh pemerintah bertujuan untuk mengurangi backlog perumahan secara signifikan. Dengan dukungan BNI dalam penyaluran KPR FLPP, peluang bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk mendapatkan rumah semakin terbuka lebar.

BNI kembali mendapatkan mandat untuk penyaluran 17.356 unit KPR FLPP pada tahun 2026, setelah menandatangani perjanjian kerja sama dengan Kementerian Perumahan. Hal ini mencerminkan kepercayaan yang diberikan kepada BNI untuk menghadirkan solusi perumahan yang efektif.

Direktur BNI menyatakan optimisme terhadap penyaluran KPR FLPP yang akan datang. Kesinambungan peran BNI dalam pembangunan sektor perumahan menjadi bagian integral dari strategi perusahaan yang lebih besar.

Kolaborasi Dan Investasi dalam Sektor Perumahan

Kolaborasi antara BNI, BP Tapera, dan Kementerian Perumahan menunjukkan betapa pentingnya kerja sama dalam mendorong pembangunan perumahan. Ketiga institusi ini bersinergi untuk memastikan program berjalan sesuai dengan harapan dan tepat sasaran.

Dengan jaringan yang luas, BNI mampu menjangkau masyarakat di berbagai daerah. Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan rumah yang layak.

Investasi yang dilakukan oleh BNI di sektor perumahan tidak hanya memberikan keuntungan finansial, tetapi juga mendukung pembangunan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan. Hal ini merupakan langkah strategis untuk menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat.

Strategi Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Sosial

Kedepannya, BNI akan terus meningkatkan peran serta jaringan mereka dalam mendukung program perumahan. Persiapan yang matang untuk debitur, dukungan teknis, dan edukasi mengenai KPR FLPP menjadi fokus utama.

Melalui pendekatan komprehensif, BNI berharap dapat memberi pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat tentang manfaat program ini. Edukasi ini diharapkan dapat meminimalisir kesalahpahaman dan meningkatkan partisipasi masyarakat.

BNI tidak hanya ingin menyediakan pembiayaan, tetapi juga berkontribusi dalam membangun fondasi kesejahteraan sosial yang lebih luas. Dengan cara ini, mereka bisa menegaskan komitmen untuk pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Pengacara Batak Gagal Jadi Menteri Siap Ditembak Mati

Keberanian seseorang untuk bertindak demi kepentingan bangsa sering kali menjadi sorotan publik. Melalui keputusan yang berisiko, individu tertentu menemukan kesempatan untuk memperbaiki keadaan, bahkan dalam situasi ekonomi yang terpuruk. Hadeli Hasibuan muncul sebagai salah satu contoh menonjol dari keberanian ini dalam sejarah Indonesia.

Di tengah pergolakan politik dan sosial yang melanda Indonesia pada pertengahan 1960-an, Hadeli mengambil langkah yang jarang dilakukan oleh orang lain. Dia melamar posisi sebagai Menteri Penurunan Harga dengan tantangan yang mengancam nyawanya sendiri, sebuah risiko ekstrem yang membuatnya sangat menonjol dalam sejarah bangsa.

Nama Hadeli Hasibuan mulai muncul ke permukaan setelah Presiden Soekarno memberikan pidato penting pada 15 Januari 1966. Dalam konteks krisis yang menghimpit rakyat, pidato ini menjadi titik awal perubahan yang signifikan di Indonesia.

Peran Pidato Presiden Soekarno dalam Krisis Ekonomi

Pada saat itu, Indonesia berada dalam situasi ekonomi yang kritis. Inflasi meroket, dan harga kebutuhan pokok melambung tinggi, yang sangat membebani masyarakat. Inflasi yang melanda berakibat pada melorotnya daya beli rakyat, serta meningkatnya ketidakpastian politik, terutama pasca-tragedi Gerakan 30 September 1965.

Soekarno mengambil langkah berani dengan mengumumkan sayembara terbuka. Dia mengundang siapa saja untuk melamar sebagai Menteri Penurunan Harga, sembari memberi peringatan bahwa risiko yang dihadapi sangat berat. Jika sang menteri gagal memenuhi tugasnya dalam tiga bulan, ancaman paling ekstrem menanti.

Dengan tegas, Soekarno menyatakan bahwa pelamar harus siap menerima konsekuensi terburuk jika keadaan ekonomi tidak membaik. Hal ini menjadi tantangan yang tidak hanya menggugah semangat, tetapi sekaligus menakutkan bagi banyak orang.

Hadeli Hasibuan: Calon Menteri Berani yang Mengikuti Sayembara

Hadeli Hasibuan, pria yang berprofesi sebagai pengacara, adalah satu-satunya yang berani menjawab tantangan tersebut. Dia menulis surat kepada Presiden untuk menyatakan kesediaannya menghadapi risiko. Keberanian ini tidak hanya mencuri perhatian, tetapi juga menunjukkan betapa desperate-nya situasi bangsa kala itu.

Setelah pengiriman surat tersebut, Hadeli diundang ke Istana Merdeka untuk mempresentasikan gagasannya. Dia diberi kesempatan untuk berbicara langsung dengan para pejabat, termasuk Wakil Perdana Menteri Johannes Leimena, yang mendengarkan dengan seksama usulannya.

Dalam pertemuan tersebut, Hadeli mengemukakan rencananya, yang mencakup upaya liberalisasi ekonomi dan efisiensi anggaran, serta mendesak peralihan pengelolaan BUMN kepada tenaga ahli. Fokus utamanya adalah mengembalikan kekuatan ekonomi melalui keterlibatan sektor swasta.

Gagasan Ekonomi yang Menyongsong Perubahan

Dalam presentasinya, Hadeli menekankan pentingnya menghentikan proyek-proyek pembangunan yang tidak mendesak dan memperbolehkan sektor swasta mengambil alih peran dalam menurunkan harga barang. Konsep ini mencerminkan pemikiran yang berbeda dengan pendekatan ekonomi yang kaku pada waktu itu.

Dia juga berkomentar mengenai gagasan ekonomi berdikari dari Soekarno, dengan menyatakan bahwa Indonesia belum siap untuk itu. Menurutnya, dunia saat itu hanya diwarnai oleh dua negara besar yang mampu berdiri sendiri, yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet.

Lebih dari itu, Hadeli berencana untuk memperbaiki hubungan internasional Indonesia, termasuk menghentikan konfrontasi dengan Malaysia, dan merehabilitasi perekonomian yang dilanda ketidakpastian.

Tantangan dan Penolakan dari Pihak Istana

Meskipun ide-ide tersebut diungkapkan dengan tulus, Hadeli menghadapi penolakan drastis dari Wakil Perdana Menteri Johanes Leimena. Leimena menganggap gagasan tersebut tidak realistis dan bertentangan dengan kebijakan anti-liberalisasi yang dipegang oleh Soekarno.

Hasil diskusi tersebut kemudian disampaikan kepada Soekarno, dan keputusan akhir pun diambil. Hadeli, meski tidak berhasil menjadi menteri, tetap mencuri perhatian media. Berita tentang gagasannya menjadi sorotan utama, dan Hadeli pun menjadi tokoh yang banyak diperbincangkan.

Perkembangan selanjutnya menunjukkan bahwa Soekarno tidak sanggup mengatasi krisis yang melanda. Begitu kekuasaan berpindah ke Jenderal Soeharto pada tahun 1968, langkah-langkah reformasi ekonomi mulai diterapkan dan terbukti berhasil.

Warisan Keberanian dan Perubahan dalam Sejarah Indonesia

Sampai saat ini, keberanian Hadeli Hasibuan untuk menghadapi risiko mendefinisikan kembali apa artinya menjadi seorang pemimpin. Tidak ada calon menteri lain yang berani mengambil taruhan hidup dan mati untuk menyelamatkan ekonomi bangsa.

Sejarah mencatat Hadeli sebagai sosok yang berani berbicara dan berjuang demi kebaikan masyarakat, meskipun saat itu gagasannya ditolak. Jejak langkahnya mengingatkan kita bahwa perubahan sering kali dimulai dari suara yang berani, meskipun tidak selalu disambut baik.

Hadeli Hasibuan bukan sekadar nama dalam buku sejarah, melainkan simbol keberanian yang menunjukkan bahwa langkah berisiko terkadang diperlukan untuk menciptakan perubahan nyata di dalam masyarakat.

Siap Bagi Dividen Interim Rp137, Catat Tanggalnya!

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengumumkan pembagian Dividen Interim untuk Tahun Buku 2025. Langkah ini menunjukkan komitmen BRI dalam memberikan nilai tambah berkelanjutan kepada negara dan pemegang sahamnya.

Kebijakan ini disampaikan melalui keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan pada Rabu (17/12). Pembagian dividen ini tentu saja menjadi perhatian besar banyak pihak terkait kinerja keuangan BRI yang terus menunjukkan tren positif.

Corporate Secretary BRI, Dhanny mengungkapkan bahwa dividen akan dibagikan berdasarkan laporan keuangan yang berakhir pada 30 September 2025. Hingga saat itu, BRI mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp41,2 triliun berkat pertumbuhan pembiayaan UMKM dan pengelolaan risiko yang baik.

Pembagian Dividen Interim BRI yang Menguntungkan bagi Pemegang Saham

Dividen interim yang ditetapkan adalah sebesar Rp137 per saham. Pembayaran ini akan dilakukan kepada pemegang saham yang terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal pencatatan yang telah ditentukan sebelumnya.

Menurut Dhanny, langkah ini adalah bentuk tanggung jawab perusahaan dalam mendukung perekonomian nasional. Melalui pembagian dividen, BRI berusaha menegaskan performa keuangan yang sehat dan fundamental yang kuat.

Berdasarkan keputusan yang diambil, jadwal pembagian dividen interim BRI juga telah diumumkan. Hal ini jelas menjadi berita positif bagi para investor dan pemegang saham yang menantikan keuntungan dari investasi mereka.

Jadwal Pembagian Dividen Interim yang Harus Diperhatikan

Berikut adalah jadwal pembagian dividen interim BRI yang harus diperhatikan. Akhir periode perdagangan saham dengan hak dividen interim ditetapkan pada 29 Desember 2025 untuk pasar reguler dan negosiasi.

Sementara untuk pasar tunai, akhir periode tersebut jatuh pada 2 Januari 2026. Hal ini penting agar pemegang saham dapat melakukan transaksi sebelum tanggal pencatatan.

Mulai 30 Desember 2025, saham BRI akan diperdagangkan tanpa hak atas dividen interim. Dengan demikian, para investor harus memperhatikan perubahan ini agar tidak kehilangan kesempatan mendapatkan dividen.

Kepatuhan terhadap Peraturan dalam Pembagian Dividen

Pembagian dividen interim ini telah mematuhi semua peraturan yang berlaku. Ini mencakup Undang-Undang Perseroan Terbatas serta peraturan OJK mengenai keterbukaan informasi.

Anggaran Dasar Perseroan juga telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Hukum Republik Indonesia. Proses yang transparan ini menunjukkan komitmen BRI untuk bertanggung jawab secara hukum dan etika.

Seluruh tahap dalam proses pembagian dividen dilakukan dengan memperhatikan kepentingan dan hak-hak pemegang saham. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa semua pihak mendapatkan informasi yang memadai dan tepat waktu.

Strategi Pertumbuhan Berkelanjutan BRI dan Perannya dalam Ekonomi

Pembagian dividen interim ini merupakan salah satu bentuk dukungan BRI terhadap perekonomian nasional. Bank ini telah berkomitmen untuk memperkuat pembiayaan UMKM sebagai fokus utama dalam strategi pertumbuhannya.

Transformasi berkelanjutan di BRI juga menjadi salah satu langkah strategis. Dengan demikian, perusahaan dapat terus berkontribusi dalam pembangunan nasional dan meningkatkan potensi daya saing.

Dhanny menekankan bahwa dividen interim ini juga mencerminkan kontribusi nyata BRI terhadap penerimaan negara. Hal ini semakin memperkuat peran BRI sebagai bank milik negara yang bertanggung jawab.

Space X Siap IPO Tahun Depan dengan Valuasi Mencapai Rp13.307 Triliun

Perusahaan SpaceX, yang didirikan oleh Elon Musk, sedang bersiap untuk melakukan penawaran umum perdana (IPO) pada tahun 2026 mendatang. Dengan langkah ini, perusahaan yang fokus pada penerbangan luar angkasa ini berpotensi menjadi salah satu IPO terbesar dalam sejarah, dengan valuasi yang mencapai angka fantastis hingga $800 miliar.

Melalui penawaran ini, SpaceX berencana untuk menjual saham sekunder dan mengumpulkan hingga $2,56 miliar, dengan tujuan mempercepat berbagai proyek ambisius mereka. Dalam surat resmi yang dikeluarkan pada 12 Desember, pihak perusahaan mengungkapkan harapan sekaligus tantangan dalam mengimplementasikan rencana ini.

Dari penjelasan CFO perusahaan, Bret Johnsen, terlihat bahwa meskipun persiapan telah dilakukan, ketidakpastian tetap menghantui waktu dan valuasi IPO tersebut. Meskipun demikian, jika semua berjalan lancar, terutama dengan dukungan dari pasar, perusahaan berharap untuk mengumpulkan modal yang signifikan dalam IPO mendatang.

Strategi SpaceX Menuju IPO dan Proyek Ambisius

Dengan dana dari IPO, SpaceX rencananya akan meningkatkan laju penerbangan Starship, mengembangkan pusat data kecerdasan buatan di luar angkasa, serta membangun Moonbase Alpha. Ambisi ini mencerminkan visi jangka panjang perusahaan untuk menjadi pemimpin dalam penerbangan luar angkasa, yang mencakup misi berawak ke Mars.

Di sisi lain, Elon Musk juga memberikan sinyal positif mengenai IPO ini melalui media sosial, yang semakin meningkatkan antusiasme para investor. Target penggalangan modal lebih dari $25 miliar dalam IPO menjadi fokus utama perusahaan untuk mempercepat inovasi dan proyek-proyek masa depan.

Respon positif dari para investor menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap potensi SpaceX yang terus berkembang. Nilai perusahaan bahkan diperkirakan sudah lebih dari $1 triliun, menggambarkan posisi strategis mereka di pasar teknologi luar angkasa.

Pengesahan Rencana IPO dalam Konteks Pasar Modal

Perbincangan tentang IPO SpaceX muncul di tengah tren pemulihan pasar modal yang telah berlangsung sejak tahun 2025, setelah mengalami masa-masa sulit dalam tiga tahun sebelumnya. Investor nampaknya optimis dengan peningkatan kembali nilai pasar, dan hal ini berpotensi memberikan dukungan bagi rencana IPO yang ambisius tersebut.

Data dari berbagai sumber menunjukkan bahwa SpaceX telah menempati posisi kedua sebagai perusahaan rintisan swasta paling bernilai, hanya kalah dari OpenAI. Peringkat ini menegaskan bahwa SpaceX bukan hanya sekadar perusahaan luar angkasa tetapi juga salah satu inovator teknologi terkemuka di dunia.

Dengan berbagai perkembangan ini, para analis pasar menyimpulkan bahwa IPO SpaceX bisa menjadi lonjakan bagi investasi di sektor luar angkasa, menarik lebih banyak investor baru dan menciptakan lapangan kerja, serta mengubah paradigma dunia teknologi luar angkasa.

Dampak IPO Terhadap Teknologi dan Masyarakat Global

Jika terlaksana, IPO SpaceX diharapkan akan memberikan dampak yang signifikan terhadap industri teknologi dan luar angkasa. Dengan penggalangan dana yang sukses, proyek-proyek seperti pengembangan AI dan eksplorasi Mars menjadi lebih realistis dan dapat dilakukan dalam waktu dekat.

Perusahaan ini diperkirakan akan terus menarik perhatian global, baik dari segi teknologi maupun eksplorasi luar angkasa. Inovasi yang dihasilkan dapat berdampak jauh ke depan, tidak hanya untuk perusahaan itu sendiri tetapi juga bagi kemanusiaan secara keseluruhan.

Dengan tujuan menciptakan kehidupan multi-planet, langkah SpaceX menuju IPO mencerminkan ambisi lebih besar untuk memperluas batas-batas manusia. Ini adalah langkah awal menuju masa depan yang mungkin akan mengubah cara kita melihat dan menjalani kehidupan di Bumi dan luar angkasa.

Regulasi Baru KUR untuk Wilayah Bencana di Sumatra Siap Diterapkan

Pemerintah tengah mengambil langkah strategis dalam merespons dampak bencana yang melanda beberapa provinsi di Sumatera. Dengan fokus utama pada regulasi Kredit Usaha Rakyat (KUR), upaya ini diharapkan mampu memberikan dukungan signifikan bagi masyarakat yang terdampak banjir bandang dan longsor.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menjelaskan bahwa pencarian solusi praktis menjadi prioritas untuk meringankan beban finansial masyarakat. Penyusunan regulasi dan penyaluran KUR yang lebih fleksibel akan diimplementasikan sesegera mungkin.

“Kebijakan ini dirancang bukan hanya untuk mempermudah akses kredit, tetapi juga untuk mempercepat pemulihan ekonomi di daerah terdampak bencana,” tambahnya.

Mengoptimalkan KUR untuk Pemulihan Ekonomi Wilayah Terdampak

Kebijakan KUR yang sedang disiapkan merupakan bagian dari upaya besar untuk memperkuat ketahanan ekonomi wilayah yang tertimpa bencana. Dengan bunga yang lebih rendah, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan kredit dengan lebih baik dalam membangun kembali kehidupan mereka.

Penyaluran KUR ini juga bertujuan untuk memberikan keringanan bagi debitur yang mungkin kesulitan membayar utang akibat kehilangan sumber pendapatan. Hal ini diharapkan dapat mencegah terjadinya peningkatan klaim penjaminan di sektor perbankan.

Sambil menunggu regulasi final, pihak pemerintah telah memulai proses identifikasi kebutuhan di lapangan. Dharma, selaku pihak berwenang dalam hal ini, menegaskan pentingnya koordinasi antara berbagai pihak untuk mengimplementasikan kebijakan ini secara efektif.

Analisis Dampak Banjir Bandang dan Longsor di Sumatera

Data dari Kementerian Pekerjaan Umum menunjukkan bahwa bencana ini menyebabkan kerusakan infrastruktur yang cukup parah, dengan total lebih dari 1.600 titik kerusakan tercatat di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Hal ini mencerminkan kebutuhan yang mendesak akan pemulihan dan revitalisasi infrastruktur.

Dalam laporannya, Wakil Menteri Pekerjaan Umum mengungkapkan bahwa setelah dilakukan identifikasi, kerusakan yang paling banyak terjadi adalah pada jalan dan jembatan. Status sejumlah ruas jalan nasional pun masih dalam kondisi tidak bisa dilalui.

Rincian kerusakan di Aceh menggambarkan keadaan darurat yang memerlukan perhatian cepat. Misalnya, terdapat 477 titik kerusakan, sebagian besar disebabkan oleh banjir dan longsor, yang memerlukan tindakan segera untuk rehabilitasi.

Strategi Penanganan Kerusakan Infrastruktur

Pemerintah daerah bersegera dalam merespons kerusakan infrastruktur dengan mengerahkan berbagai sumber daya. Dalam rapat koordinasi dengan lembaga terkait, telah dibahas langkah-langkah perbaikan serta pemulihan yang menyeluruh.

Identifikasi jalur-jalur penghubung yang terputus menjadi fokus utama, di mana berbagai pihak berkomitmen untuk memperbaikinya agar mobilitas masyarakat kembali normal. TNI dan Polri juga dilibatkan dalam upaya penanganan cepat ini.

Kegiatan pembersihan dan perbaikan jembatan yang rusak dilakukan dengan melibatkan masyarakat setempat untuk memudahkan akses dan mempercepat proses rehabilitasi. Dengan gotong royong, diharapkan proses perbaikan dapat lebih cepat dan efisien.

Implikasi Jangka Panjang dan Rencana Ke Depan

Dari penanganan ini, dampak jangka panjang terhadap perekonomian masyarakat setempat juga menjadi perhatian. Strategi pemulihan ekonomi tidak hanya fokus pada rehabilitasi fisik, tetapi juga pada pemulihan psikologis masyarakat yang terdampak.

Pemerintah berkomitmen untuk memberikan dukungan jangka panjang dalam bentuk pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi para pelaku usaha kecil. Program-program nyata ini dirancang agar mereka dapat bangkit kembali dari keterpurukan yang dialami akibat bencana.

Dengan kombinasi antara bantuan langsung, fasilitas KUR, dan pemulihan infrastruktur, diharapkan masyarakat di wilayah terdampak dapat segera pulih dan kembali berdaya saing. Penyusunan rencana yang matang dan sinergi dari berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan strategi pemulihan ini.

Regulasi Baru KUR untuk Wilayah Banjir di Sumatra Siap Diterapkan Pemerintah

Pemerintah Indonesia saat ini sedang bekerja keras untuk memformulasikan regulasi baru terkait Kredit Usaha Rakyat (KUR), terutama untuk daerah yang terimbas oleh bencana alam seperti banjir bandang dan longsor. Tiga provinsi di Sumatra—Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat—menjadi prioritas dalam upaya ini, mengingat situasi yang memprihatinkan di kawasan tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menerangkan bahwa arahan dari Presiden Prabowo Subianto sangat jelas. Regulasi tersebut tidak hanya mencakup penyelesaian hapus buku, tetapi juga pemberian KUR dengan bunga yang lebih rendah, yang dirancang khusus untuk mendukung wilayah yang terkena dampak bencana.

Airlangga menekankan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi debitur KUR yang mengalami kesulitan. Langkah ini diharapkan dapat mencegah meningkatnya klaim penjaminan dan mendukung proses pemulihan ekonomi di daerah terdampak.

Pentingnya Penanganan Bencana dan Pemulihan Ekonomi

Kebijakan yang dicanangkan merupakan langkah proaktif untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong penguatan kembali aktivitas ekonomi di daerah terdampak. Pemerintah menyadari bahwa pemulihan infrastruktur sangat penting untuk mempercepat proses tersebut.

Dalam konteks ini, peran Kementerian Pekerjaan Umum (PU) juga sangat signifikan. Mereka mencatat bahwa terdapat sekitar 1.666 titik kerusakan infrastruktur yang perlu diperbaiki di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Kerusakan ini menjadi tantangan besar yang harus segera diatasi.

Wakil Menteri PU, Diana Kusumastuti, telah melakukan identifikasi terhadap kerusakan yang terjadi. Ini merupakan langkah awal yang penting dalam menyusun rencana perbaikan infrastruktur di lokasi bencana.

Rincian Kerusakan Infrastruktur yang Ditemukan

Dari hasil identifikasi, kerusakan infrastruktur di Aceh terbagi dalam beberapa kategori. Misalnya, terdampak oleh banjir tanggul kritis yang mencapai 143 titik, longsor sebanyak 46 titik, dan banjir akibat tanggul jebol sebanyak 36 titik.

Di Sumatra Utara, masalah yang dihadapi juga cukup serius, dengan 113 titik longsor, 17 titik jalan tergenang, dan 13 titik jalan putus. Kondisi ini membuat mobilitas masyarakat menjadi terhambat dan menyulitkan upaya pemulihan.

Sumatra Barat tidak kalah parah, dengan catatan kerusakan akibat longsor mencapai 203 titik, banjir sebanyak 119 titik, dan 56 titik jembatan yang tergerus. Semua ini menjadi gambaran nyata akan dampak bencana yang harus segera diatasi.

Status Jalan dan Akses Mobilitas di Tiga Provinsi

Hingga saat ini, sejumlah ruas jalan nasional non-tol di daerah Aceh masih terputus dan tidak dapat dilalui. Beberapa di antaranya adalah jalan Merudu hingga perbatasan Pidie Jaya/Bireuen. Kondisi ini sangat mengganggu aktivitas masyarakat setempat, yang tergantung pada transportasi darat.

Di Sumatra Utara, terdapat ruas jalan yang juga terputus, seperti jalan Tarutung-Sibolga, yang sangat penting untuk penghubungan antar daerah. Jika tidak segera diperbaiki, akan semakin menyulitkan distribusi bantuan dan pemulihan bagi masyarakat terdampak.

Sumatra Barat pun mengalami masalah serupa, dengan ruas jalan batas Kota Padang Panjang-Sicincin yang tidak dapat dilalui. Kesulitan akses ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dan masyarakat setempat.

Dukungan dan Kerja Sama dalam Pemulihan

Dalam menghadapi situasi darurat ini, koordinasi antara berbagai pihak sangat diperlukan. Airlangga menyatakan bahwa pihaknya akan mempercepat pemulihan infrastruktur bersama TNI dan Polri. Kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat proses penanganan kerusakan.

Tentunya, semua langkah yang diambil akan dirancang secara integratif dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat setempat. Selain memperbaiki infrastruktur, perhatian juga harus diberikan kepada upaya penguatan ekonomi lokal agar masyarakat dapat segera pulih dari dampak bencana.

Pemerintah menyadari bahwa tugas pemulihan infrastruktur adalah proses yang memerlukan waktu dan sumber daya yang cukup besar. Namun, dengan adanya regulasi KUR yang mendukung, diharapkan masyarakat yang terdampak bisa segera bangkit kembali.

Bea Ekspor Siap Diterapkan Tahun Depan, Bagaimana Nasib Saham Emas?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa baru saja mengumumkan perubahan signifikan terkait kebijakan bea keluar untuk komoditas ekspor emas. Ini menjadi langkah penting dalam pengaturan perdagangan komoditas berharga yang dapat berdampak besar pada perekonomian nasional.

Kebijakan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan negara, tetapi juga mengatur arus ekspor emas agar lebih berkelanjutan. Peraturan tersebut tertuang dalam peraturan Menteri Keuangan nomor 80 tahun 2025 dan mulai berlaku segera.

Peraturan ini adalah respons terhadap dinamika pasar emas global yang terus berubah. Dengan adanya kebijakan baru ini, pemerintah berharap dapat menciptakan iklim investasi yang lebih baik dan menarik lebih banyak investasi ke sektor pertambangan nasional.

Peraturan Baru dan Dampaknya Terhadap Sektor Pertambangan

Peraturan yang ditetapkan ini terdiri dari beberapa poin penting terkait tarif bea keluar. Salah satunya adalah penetapan tarif yang lebih kompetitif untuk mendukung daya saing produk ekspor Indonesia di pasar internasional.

Di samping itu, semakin jelas perlunya regulasi yang berpihak pada para pelaku usaha kecil dan menengah. Dengan demikian, diharapkan para pengusaha lokal dapat merasakan manfaat langsung dari kebijakan ini.

Pemerintah juga berusaha untuk melindungi lingkungan dengan menetapkan syarat-syarat ketat bagi eksportir. Ini termasuk kewajiban untuk mematuhi standard operasional yang mengedepankan keberlanjutan dan tanggung jawab sosial.

Strategi Pemerintah dalam Mengatur Perdagangan Emas

Pemerintah tidak hanya mengandalkan regulasi dalam mengatur perdagangan emas, tetapi juga berupaya meningkatkan dialog dengan para pemangku kepentingan. Hal ini penting untuk mengumpulkan masukan serta mendapatkan dukungan dari berbagai pihak yang terlibat.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan akan tercipta kebijakan yang lebih komprehensif dan menyeluruh. Keberadaan forum diskusi ini juga bisa menjadi sarana untuk menciptakan kesepahaman antara pemerintah dan pelaku industri.

Strategi jangka panjang pemerintah juga mencakup pengembangan teknologi dalam sektor pertambangan. Penggunaan teknologi mutakhir diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam proses produksi serta pengolahan emas.

Peran Emas dalam Perekonomian Nasional

Emas memiliki nilai ekonomi yang tidak dapat diabaikan, baik dari sisi peningkatan ekspor maupun sebagai investasi. Sebagai komoditas yang selalu dicari, harga emas sering kali menjadi acuan penting dalam perekonomian global.

Dampak kebijakan terkait bea keluar akan terasa signifikan untuk meningkatkan pendapatan daerah. Selain itu, hal ini dapat menciptakan lapangan kerja baru serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar daerah penghasil emas.

Penting untuk terus memantau perkembangan harga emas di pasar dunia sebagai langkah adaptasi yang diperlukan. Dengan beradaptasi, sektor pertambangan dapat menghindari krisis yang sering kali ditimbulkan dari fluktuasi harga yang tidak terduga.

Empat Perusahaan Siap Luncurkan ETF Emas Tahun Depan

PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) akan segera merilis Reksa Dana Bursa Syariah yang berbasis emas, dikenal dengan ETF Emas, yang dijadwalkan awal tahun depan. Inisiatif ini merupakan bagian dari usaha untuk memperkuat daya tarik investasi emas di pasar modal Indonesia.

Bersama PT Pegadaian dan Deutsche Bank, Mandiri Investasi telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai langkah awal untuk merealisasikan peluncuran ini. Kerja sama ini menunjukkan komitmen ketiga institusi dalam menghadirkan produk investasi yang sesuai syariah dan dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Sebelum langkah ini, Mandiri Investasi juga sudah membangun hubungan strategis dengan Mandiri Sekuritas sebagai Dealer Partisipan pertama. Ditambah lagi, mereka menggandeng PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) untuk mendalami aspek pengembangan produk hingga pengelolaan investasi berbasis emas.

Kolaborasi Strategis dalam Peluncuran ETF Emas

Persiapan peluncuran telah dilakukan secara intensif untuk memastikan masing-masing pihak siap berkontribusi. Aspek teknis seperti penyimpanan emas fisik, tata kelola kustodian, dan infrastruktur perdagangan RDB telah difinalisasi untuk menjamin kelancaran proses.

Langkah ini menjadi sangat penting karena diharapkan produk baru tersebut siap diluncurkan pasca penerbitan regulasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Rencana peluncuran ini ditargetkan berlangsung segera setelah OJK merilis Peraturan tentang Reksa Dana dengan unit penyertaan yang diperdagangkan di Bursa Efek.

Sejak berdirinya, Mandiri Investasi telah mengelola 14 kontrak pengelolaan dana yang merupakan bagian dari ETF emas global. Hal ini menunjukkan bahwa mereka memiliki pengalaman yang cukup untuk meluncurkan produk baru di tengah pasar yang kompetitif ini.

Peran Masing-Masing Pihak dalam Proyek Baru

Pegadaian akan berfungsi sebagai Bullion Bank, bertanggung jawab menyediakan dan menyimpan emas fisik yang menjadi dasar produk investasi ini. Direktur Pemasaran Pegadaian, Selfie Dewiyanti, menyoroti bahwa langkah ini merupakan dukungan untuk memperkuat ekosistem industri emas nasional.

Deutsche Bank, di sisi lain, akan berperan sebagai Bank Kustodian, yang memiliki pengalaman luas dalam mengelola transaksi ETF di pasar internasional. Pernyataan dari Samir Shivaji Dhamankar menegaskan komitmen Deutsche Bank untuk memenuhi standar tertinggi dalam pengadministrasian produk ini.

Direktur Mandiri Investasi, Ernawan Rahmat Salimsyah, menjelaskan bahwa kolaborasi ini ditujukan untuk menciptakan RDB Emas Syariah yang mudah diperdagangkan dan memenuhi prinsip syariah. Produk ini akan memudahkan investor untuk bertransaksi layaknya saham di Bursa Efek Indonesia.

Keunggulan RDB Emas Syariah bagi Investor

RDB Emas Syariah menawarkan efisiensi dan transparansi sebagai keunggulan utama. Produk ini dirancang dengan memperhatikan dinamika harga emas baik domestik maupun global, menjadikannya investasi yang lebih kompetitif.

Ernawan juga menekankan bahwa produk ini akan menjadi solusi modern bagi mereka yang ingin berinvestasi emas, tanpa harus menyimpan emas fisik. Keuntungan lainnya adalah produk ini relevan untuk investor yang mencari instrumen safe haven atau diversifikasi portofolio.

Dengan peluncuran RDB Emas Syariah, Mandiri Investasi percaya dapat menarik minat kuat dari investor institusi maupun ritel. Dengan adanya produk baru ini, perusahaan berharap dapat mendukung pertumbuhan Assets Under Management (AUM) pada tahun 2026 mendatang.

Proyeksi Pertumbuhan Mandiri Investasi di Masa Depan

Sampai dengan Desember 2025, dana kelolaan konsolidasi Mandiri Investasi sudah melampaui Rp 80 triliun dan diperkirakan akan terus meningkat. Peluncuran produk baru ini diharapkan dapat menjadi katalis untuk pertumbuhan yang lebih signifikan.

Selain itu, RDB Emas Syariah ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam investasi emas yang sesuai syariah. Dengan begitu, bukan hanya keuntungan yang diharapkan, tetapi juga kontribusi dalam mengembangkan ekosistem pasar modal yang lebih luas.

Akhirnya, Mandiri Investasi optimis bahwa produk baru ini akan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. Dengan integrasi berbagai pihak, diharapkan peluncuran produk ini bisa menciptakan dampak positif bagi industri investasi emas di Indonesia.