Pada tanggal 23 Januari 2026, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk. (CBDK) mengambil langkah strategis dengan menyuntikkan modal sebesar Rp250 miliar kepada anak perusahaannya, PT Industri Pameran Nusantara (IPN). Langkah tersebut bertujuan untuk memperkuat posisi finansial IPN dalam menghadapi tantangan pasar dan meningkatkan kapasitas operasionalnya.
Modal yang disuntikkan oleh CBDK dilakukan melalui penerbitan 14.705.883 saham seri B IPN. Setiap saham memiliki nilai nominal sebesar Rp17.000, dan seluruh saham tersebut diambil bagian oleh CBDK, menunjukkan komitmen kuat perusahaan terhadap anak perusahaannya.
Seiring dengan penerbitan saham baru, IPN juga melakukan peningkatan modal dasar menjadi Rp8 triliun. Ini terdiri dari 10.000 saham seri A yang masing-masing bernilai nominal Rp1.000.000 dan 470.035.675 saham seri B, menciptakan struktur modal yang lebih solid untuk mendukung pengembangan bisnis.
Strategi Modal dan Peningkatan Status Keuangan Perusahaan
Sebelum proses peningkatan modal ini, total modal dasar IPN tercatat sebesar Rp2,30 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa dengan tambahan modal, IPN berupaya untuk melipatgandakan kemampuan operasional dan memperkuat daya saing di sektor properti.
Pada awalnya, modal dasar IPN terdiri dari komposisi 10.000 saham seri A dan 135.035.675 saham seri B. Penyertaan modal oleh CBDK menjadikan total saham yang dimiliki menjadi 149.741.558 saham seri B, memberikan CBDK penguasaan hampir 100% terhadap modal ditempatkan dan disetor IPN.
“Peningkatan modal ini bertujuan untuk memperkuat struktur permodalan dan kapasitas keuangan IPN,” jelas Sekretaris Perusahaan CBDK, Yohanes Edmond Budiman, dalam suatu keterbukaan informasi. Kekokohan struktur modal ini penting untuk mendukung pengembangan kegiatan operasional dan investasi ke depan.
Fokus pada Pengembangan Fasilitas MICE Melalui NICЕ
IPN mengembangkan fasilitas yang dikenal sebagai Nusantara International Convention & Exhibition (NICE), yang berfungsi dalam sektor Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE). Fasilitas ini telah beroperasi sejak Agustus 2025 dan diharapkan dapat menjadi elemen kunci dalam pengembangan Central Business District PIK2.
NICE diharapkan mampu memperkuat ekosistem bisnis di kawasan tersebut. Dengan posisi strategisnya, fasilitas ini tidak hanya akan meningkatkan aktivitas ekonomi tetapi juga mengundang lebih banyak perhatian dari pelaku bisnis lokal maupun internasional.
Yohanes menekankan bahwa penguatan permodalan ini diharapkan membawa dampak positif terhadap keberlanjutan operasional dan pengoptimalan kinerja IPN. Strategi pengembangan ini akan memberi nilai tambah bagi pemangku kepentingan yang terlibat.
Dampak Peningkatan Modal Terhadap Operasional Perusahaan
Meskipun peningkatan modal ini tidak memberikan dampak material secara langsung terhadap operasional harian atau kondisi keuangan perusahaan, langkah ini diharapkan dapat memperkuat daya saing. Dengan dukungan modal yang lebih besar, IPN dapat memaksimalkan potensi fasilitas MICE yang ada.
CBDK percaya bahwa transaksi ini berpotensi meningkatkan nilai portofolio perusahaan secara berkelanjutan. Dengan pertumbuhan yang terencana dan pengembangan fasilitas yang strategis, CBDK akan mampu menarik investor dan pemangku kepentingan lainnya ke depannya.
“Transaksi ini adalah langkah penting dalam mendorong pengembangan ekosistem CBD PIK2,” ujar Yohanes. Momentum ini bisa menjadi pendorong bagi pertumbuhan jangka panjang dan keberhasilan operasional di masa mendatang.

