slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong QQCUAN agencuan slot88 agencuan https://bola169new.com/ phishing phishing
qqcuan AGENCUAN https://ademsari.co.id/ https://bitcoinnews.co.id/ https://dermaluz.co.id/ https://jiexpo.co.id/ https://donghan.co.id/ https://icconsultant.co.id/ https://metroindo.co.id/ https://bentogroup.co.id/ https://gatranews.co.id/ https://kacapatri.co.id/ https://gemilangsukses.co.id/ https://siomom.id/ https://situskita.id/ https://masyumi.id/ https://dapurdia.id/ https://baginasipagi.id/ https://bacaajadulu.id/ https://sukagaming.id/ https://sobatsandi.id/ https://ragaminspirasi.id/ https://salamdokter.id/
https://berita-sumatra.id/ https://seongiclik.id/ https://mangu.id/ https://daily-news.id/

Pembiayaan Berkelanjutan Dominasi 22 Persen dengan Nilai Rp197 Triliun

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, atau yang lebih dikenal dengan BNI, menunjukkan kemajuan signifikan dalam pembiayaan berkelanjutan pada tahun 2025 dengan nilai mencapai Rp197 triliun. Angka ini mencakup 22% dari total kredit yang diberikan oleh BNI dan mencerminkan komitmen perusahaan terhadap prinsip keberlanjutan dan manajemen risiko yang berjangka panjang.

Wakil Direktur Utama BNI, Alexandra Askandar, mengungkapkan bahwa portofolio pembiayaan berkelanjutan ini tersebar di berbagai sektor strategis. Beberapa di antaranya mencakup usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), energi terbarukan, serta pengelolaan sumber daya alam yang bijaksana.

Melalui pencapaian ini, BNI berupaya mendorong pertumbuhan yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan. Alexandra lebih lanjut menambahkan, “Ini adalah bagian dari usaha kami untuk memastikan bahwa bisnis yang kami kembangkan memiliki dampak positif.”

Pilar Keberlanjutan BNI dalam Mendukung Bisnis Berkelanjutan

Sepanjang tahun 2025, BNI berfokus pada penerapan tiga Pilar Keberlanjutan yang tergambar dalam ESG Blueprint. Pilar-pilar ini meliputi Sustainable Finance, Corporate Sustainability, dan Inclusion and Resilience.

Pilar-pilar tersebut memberikan kerangka kerja yang terintegrasi untuk penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Dengan pendekatan ini, BNI ingin memastikan bahwa setiap lini bisnis mereka mendukung investasi yang berkelanjutan.

Di sektor pembiayaan, BNI berkomitmen untuk memperluas portofolio berkelanjutan melalui pengembangan skema Sustainability-Linked Loan (SLL). Skema ini bertujuan untuk mendorong debitur meningkatkan kinerja ESG mereka, sekaligus mengurangi emisi guna mencapai target Net Zero Emissions pada tahun 2060.

Inovasi dalam Pembiayaan dan Penerbitan Obligasi Berkelanjutan

Komitmen BNI terhadap keuangan berkelanjutan juga tergambar dari penerbitan Sustainability Bond senilai Rp5 triliun pada tahun 2025. Obligasi ini mendapatkan peringkat idAAA dan akan dialokasikan untuk proyek yang berwawasan lingkungan serta sosial.

Selain itu, dalam dua tahun sebelumnya, BNI menerbitkan Green Bond yang juga senilai Rp5 triliun. Penerbitan instrumen ini menunjukkan bahwa BNI ingin berperan aktif dalam mendukung proyek-proyek berkelanjutan sesuai dengan standar nasional dan internasional.

BNI tidak hanya fokus pada pembiayaan, tetapi juga berupaya memberikan bimbingan kepada debitur. Salah satunya melalui peluncuran ESG Advisory Playbook, yang menjadikan BNI sebagai lembaga keuangan pertama yang menyediakan panduan spesifik untuk sektor kelapa sawit.

Peran Aktif dalam Pengelolaan Lingkungan dan Operasional Berkelanjutan

BNI telah menerapkan prinsip Zero Waste to Landfill (ZWTL) di lima kantor pusatnya dengan mengutamakan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R). Dalam upaya ini, mereka berhasil mendaur ulang hingga 611,5 ton limbah padat pada tahun 2025.

Langkah ini menggambarkan komitmen BNI untuk mengurangi dampak lingkungan dari operasionalnya. Alexandra menegaskan, “Kami ingin memastikan bahwa aktivitas bisnis kami tidak hanya menguntungkan tetapi juga ramah terhadap lingkungan.”

Dengan pencapaian yang diraih, BNI berkomitmen untuk terus memperkuat penerapan ESG dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Hal ini menjadi bagian integral dari strategi jangka panjang mereka untuk memberikan nilai berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan.

IHSG Turun Prabowo Membawa Oleh-Oleh Investasi Rp197 Triliun

Pasar saham Indonesia kembali mengalami penurunan yang signifikan, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah hingga 1,19%. Angka penutupan berada di level psikologis 8.040,55, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi global yang tidak menentu dan faktor internal yang berkontribusi pada penurunan ini.

Di tengah kondisi pasar yang kurang stabil, kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Kanada menjadi sorotan. Dalam kunjungan tersebut, Prabowo berhasil menarik investasi baru senilai Rp 197 triliun, suatu pencapaian yang diharapkan akan memberikan dorongan positif bagi perekonomian Indonesia.

Perkembangan IHSG dan Faktor Penyebab Penurunan

Pembacaan IHSG yang menurun ini bisa dihubungkan dengan berbagai faktor, termasuk fluktuasi nilai tukar dan sentimen negatif dari investor. Kekhawatiran terhadap inflasi dan potensi kenaikan suku bunga di seluruh dunia juga berperan penting dalam membuat pasar saham Indonesia bergejolak.

Analisis teknikal menunjukkan bahwa zona support dan resistance sudah mulai berfungsi pada level-level tertentu. Hal ini membuat para investor lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan, sehingga menyebabkan dampak negatif lebih luas di pasar saham.

Di samping itu, situasi politik dalam negeri juga turut memberikan dampak. Ketidakpastian menjelang pemilihan umum menjadikan investor cenderung menunggu dan melihat, yang mengakibatkan pengurangan dalam volume perdagangan di bursa.

Kunjungan Prabowo ke Kanada: Langkah Strategis untuk Investasi

Kunjungan Presiden Prabowo ke Kanada tidak hanya sekadar perjalanan diplomatik, tetapi juga didorong oleh tujuan strategis untuk meningkatkan aliran investasi. Dalam pertemuan dengan berbagai pemimpin bisnis, ia menggarisbawahi komitmen pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang lebih baik di Indonesia.

Prabowo menekankan pentingnya kerja sama antara kedua negara, yang berpotensi membawa manfaat jangka panjang. Pembicaraan mengenai infrastruktur, energi, dan teknologi menjadi fokus utama, menunjukkan bahwa investasi yang masuk nantinya diarahkan pada sektor-sektor krusial.

Investasi senilai Rp 197 triliun tersebut diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan langkah ini, pemerintah bertujuan untuk memperbaiki citra Indonesia di mata investor asing.

Dampak Jangka Panjang dari Investasi Asing di Indonesia

Investasi asing memiliki potensi untuk memberikan banyak manfaat bagi ekonomi Indonesia dalam jangka panjang. Salah satu dampaknya adalah peningkatan kompetisi yang bisa meningkatkan produktivitas sektor lokal. Hal ini sangat penting untuk membawa pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Selanjutnya, aliran investasi dapat mendukung pembangunan infrastruktur yang lebih baik. Seiring dengan investasi yang masuk, sektor-sektor vital akan mendapatkan perhatian lebih sehingga mampu mendorong pertumbuhan regional.

Tentu saja, keberhasilan menarik investasi asing sangat bergantung pada stabilitas politik dan ekonomi. Ketidakpastian politik, seperti menjelang pemilihan umum, bisa membuat investor ragu untuk berkomitmen, sehingga penting bagi pemerintah untuk menunjukkan komitmen terhadap reformasi.