slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong QQCUAN agencuan slot88 agencuan https://bola169new.com/ phishing phishing
qqcuan AGENCUAN https://ademsari.co.id/ https://bitcoinnews.co.id/ https://dermaluz.co.id/ https://jiexpo.co.id/ https://donghan.co.id/ https://icconsultant.co.id/ https://metroindo.co.id/ https://bentogroup.co.id/ https://gatranews.co.id/ https://kacapatri.co.id/ https://gemilangsukses.co.id/ https://siomom.id/ https://situskita.id/ https://masyumi.id/ https://dapurdia.id/ https://baginasipagi.id/ https://bacaajadulu.id/ https://sukagaming.id/ https://sobatsandi.id/ https://ragaminspirasi.id/ https://salamdokter.id/
https://berita-sumatra.id/ https://seongiclik.id/ https://mangu.id/ https://daily-news.id/

Hilirisasi Garam Dimulai di Tiga Provinsi dengan Produksi Tambah 380 Ribu Ton

Danantara Indonesia, melalui PT Garam (Persero), baru saja meluncurkan tiga proyek strategis yang berkaitan dengan hilirisasi garam. Langkah ini diharapkan dapat mendukung swasembada garam nasional, yang menjadi fokus utama pemerintah dalam aspek ketahanan pangan.

Direktur Utama PT Garam (Persero), Abraham Mose, menekankan pentingnya momen ini bagi perusahaan. Dengan peluncuran proyek ini, PT Garam bergerak maju menuju industri garam yang lebih modern dan berdaya saing global.

Melalui tiga proyek yang diresmikan, perusahaan berharap dapat meningkatkan kapasitas produksi dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mencapai kemandirian dalam penyediaan garam, terutama untuk kebutuhan industri.

Proyek Strategis untuk Mendukung Kemandirian Garam Nasional

Salah satu proyek utama adalah pabrik garam bahan baku industri yang berlokasi di Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Pabrik ini akan memproduksi hingga 200 ribu ton garam per tahun dengan nilai investasi mencapai Rp 2 triliun.

Selain itu, proyek ini juga akan menyerap tenaga kerja sebanyak 200 orang. Penggunaan teknologi MVR diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi dan kualitas garam yang dihasilkan.

Proyek lainnya terletak di Gresik, juga di Jawa Timur, dengan kapasitas produksi 100 ribu ton per tahun. Investasi untuk proyek ini mencapai Rp 1 triliun, dan akan memberikan lapangan kerja bagi 150 orang.

Kemitraan Strategis untuk Teknologi Berkelanjutan

PT Garam bekerja sama dengan perusahaan lain dalam pengembangan proyek ini. Kerjasama dengan PT Putra Arga Binangun dan China Engineering Indonesia diharapkan dapat mempercepat proses produksi serta penerapan teknologi yang efisien.

Proyek pabrik garam olahan Segoro Madu juga ditambahkan ke dalam rencana ini, berlokasi di Gresik. Dengan kapasitas produksi 80 ribu ton per tahun dan investasi sebesar Rp 112 miliar, proyek ini juga menambah jumlah tenaga kerja sebanyak 200 orang.

Abraham Mose menyatakan bahwa proyek ini sepenuhnya didanai oleh PT Garam, menegaskan komitmen perusahaan terhadap hilirisasi dan produk bernilai tambah. Hal ini penting untuk memperkuat posisi PT Garam di pasar nasional dan global.

Target dan Perencanaan Selanjutnya untuk PT Garam

Dengan ketiga proyek tersebut, PT Garam menargetkan peningkatan kapasitas produksi sebesar 380 ribu ton per tahun. Rencana ini merupakan langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan industri yang terus meningkat.

Selain itu, PT Garam masih memiliki tujuh proyek lain yang direncanakan untuk di-groundbreaking tahun ini. Salah satu proyek tersebut berada di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, yang diinisiasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Proyek-proyek ini bukan hanya sekadar infrastruktur fisik, namun juga mencerminkan transformasi PT Garam menuju industri garam yang terintegrasi dan berbasis teknologi. Sinergi dengan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan pengembangan ini.

Pentingnya Sinergi dalam Mewujudkan Kemandirian Garam Nasional

Abraham Mose juga menyampaikan apresiasi terhadap Danantara Indonesia atas dukungan dalam mendorong hilirisasi nasional. Kerja sama ini dianggap sebagai fondasi yang kuat bagi PT Garam untuk berkontribusi nyata dalam industri garam.

Kontribusi nyata ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mendukung ketahanan pangan nasional. Dalam situasi global yang tidak menentu, penting bagi Indonesia untuk memiliki kemandirian dalam sektor garam.

Dengan perkembangan ini, PT Garam optimis dapat menjawab tantangan kebutuhan garam di masa depan. Transformasi dan inovasi menjadi kunci dalam memperkuat posisi perusahaan di pasar domestik maupun internasional.

QRIS Tap Dapat Digunakan di 14 Provinsi dengan Transaksi Mencapai Rp13 8 M

Layanan transaksi QRIS mengalami inovasi signifikan dengan hadirnya fitur QRIS Tap In Tap Out. Dengan fitur ini, pengguna hanya perlu menempelkan ponsel pada mesin pembaca QRIS untuk melakukan transaksi, memudahkan berbagai kegiatan, terutama di sektor transportasi dan ritel.

Sejak dikenalkan pada Maret 2025, fitur ini telah menarik perhatian masyarakat luas. Kini, QRIS Tap In Tap Out dapat diakses di 14 provinsi di Indonesia, yang mencakup wilayah strategis untuk meningkatkan efisiensi transaksi.

Hal ini menunjukkan komitmen untuk memperluas penggunaan QRIS guna mendukung transaksi yang lebih cepat dan praktis. Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, menekankan pentingnya fitur ini dalam merespon kebutuhan masyarakat akan sistem pembayaran yang lebih canggih.

Dampak QRIS Tap In Tap Out pada Sektor Transportasi dan Ritel

Penerapan QRIS Tap In Tap Out berpotensi besar memperbaiki pengalaman pelanggan di sektor transportasi. Dengan proses transaksi yang lebih sederhana, pengguna dapat menghemat waktu saat melakukan pembayaran.

Untuk sektor ritel, fitur ini diharapkan akan menarik lebih banyak pengunjung ke pusat perbelanjaan. Kecepatan dalam proses pembayaran dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dan mendorong frekuensi kunjungan ke toko-toko ritel.

Berdasarkan data Bank Indonesia, sejak peluncuran, fitur ini telah mencatatkan 252 ribu transaksi dengan total nilai mencapai Rp 13,8 miliar. Peningkatan jumlah transaksi menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap inovasi pembayaran ini.

Peningkatan Jumlah Merchant dan Ruang Lingkup Penggunaan QRIS

QRIS Tap In Tap Out juga menunjukkan pertumbuhan signifikan dari sisi merchant yang mendukung penggunaannya. Saat ini, sudah ada sekitar 1,1 juta merchant yang menerima transaksi QRIS, sebuah angka yang terus meningkat seiring dengan bertambahnya pengguna.

Bank Indonesia berencana untuk memperluas implementasi QRIS ke seluruh gerbang transportasi publik. Langkah ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang menggunakan layanan transportasi umum.

Selain itu, ada rencana untuk menggunakan QRIS dalam berbagai moda transportasi lainnya, termasuk rute KRL dan parkir. Perluasan ini menegaskan bahwa QRIS bukan hanya sekedar alat pembayaran, tetapi juga bagian dari infrastruktur transportasi yang lebih modern.

Tantangan dan Peluang Masa Depan Bagi QRIS

Meskipun animo masyarakat terhadap QRIS Tap In Tap Out sangat tinggi, masih ada tantangan yang harus dihadapi. Edukasi bagi pengguna dan merchant mengenai penggunaan dan keamanan pembayaran digital menjadi sangat penting untuk mengurangi risiko penipuan.

Selain itu, perlu ada jaminan bahwa infrastruktur teknologi yang digunakan dapat mendukung jumlah transaksi yang terus meningkat. Bank Indonesia perlu memastikan sistemnya dapat diandalkan dalam mengantisipasi lonjakan penggunaan QRIS di masa mendatang.

Peluang bagi QRIS untuk merambah lebih jauh ke sektor lain juga terlihat cerah. Dengan semakin banyaknya transaksi berbasis digital, QRIS bisa menjadi backbone sistem pembayaran masa depan yang lebih inklusif dan efisien di Indonesia.