slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong QQCUAN agencuan slot88 agencuan https://bola169new.com/ phishing phishing
qqcuan AGENCUAN https://ademsari.co.id/ https://bitcoinnews.co.id/ https://dermaluz.co.id/ https://jiexpo.co.id/ https://donghan.co.id/ https://icconsultant.co.id/ https://metroindo.co.id/ https://bentogroup.co.id/ https://gatranews.co.id/ https://kacapatri.co.id/ https://gemilangsukses.co.id/ https://siomom.id/ https://situskita.id/ https://masyumi.id/ https://dapurdia.id/ https://baginasipagi.id/ https://bacaajadulu.id/ https://sukagaming.id/ https://sobatsandi.id/ https://ragaminspirasi.id/ https://salamdokter.id/
https://berita-sumatra.id/ https://seongiclik.id/ https://mangu.id/ https://daily-news.id/

Friderica Widyasari Dewi terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua OJK, berikut profilnya

Sejak mundurnya sejumlah pejabat tinggi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), lembaga ini segera mengambil langkah strategis untuk mengisi kekosongan. Penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner diharapkan dapat memastikan kelancaran tugas pengaturan dan pengawasan sektor jasa keuangan, serta memberikan perlindungan bagi konsumen dan masyarakat luas.

Friderica merupakan figur yang sudah dikenal di dunia keuangan, dengan latar belakang yang solid dalam pengawasan dan edukasi di sektor jasa keuangan. Dengan pengalamannya yang luas, diharapkan ia dapat membawa perubahan positif bagi OJK dan mendukung stabilitas sektor keuangan di Indonesia.

Friderica Widyasari Dewi sebelumnya menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen. Gelar Doktor dari Universitas Gadjah Mada yang dimilikinya semakin menambah kredibilitasnya di dalam industri ini.

Perjalanan Karier Friderica Widyasari Dewi yang Mengesankan

Pada periode 2009 hingga 2015, Friderica menjabat sebagai Direktur Pengembangan di PT Bursa Efek Indonesia. Pengalamannya di bursa memungkinkan dia untuk memahami dinamika pasar keuangan dari perspektif yang lebih luas dan mendalam.

Setelah posisi tersebut, pada tahun 2015 hingga 2016, ia diangkat menjadi Direktur Keuangan di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia. Di sini, dia bertugas mengelola aspek keuangan yang sangat krusial dalam pengawasan dan operasional lembaga keuangan tersebut.

Kariernya terus melesat ketika Friderica menjadi Direktur Utama KSEI dari tahun 2016 hingga 2019. Pada masa ini, dia banyak berkontribusi dalam pengembangan dan reformasi yang dilakukan oleh lembaga ini untuk menjaga integritas pasar modal.

Inisiatif dan Kontribusi Friderica di OJK

Sejak tahun 2023, Friderica juga dikenal sebagai Anggota Komite Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat. Dalam perannya ini, ia berupaya untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap perumahan yang layak dan terjangkau.

Dia juga menjabat sebagai Koordinator Dewan Pembina Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (SATGAS PASTI). Ini menunjukkan keterlibatannya dalam mengatasi isu-isu yang berkaitan dengan kejahatan finansial dan menjaga keharmonisan dalam sistem keuangan.

Lebih dari itu, Friderica aktif dalam penulisan dan telah merilis dua buku. Buku-buku ini membahas topik yang relevan dengan investasi dan pengawasan pasar, serta memberikan panduan bagi masyarakat tentang cara berinvestasi yang bijak.

Kepemimpinan OJK yang Berkelanjutan dan Responsif

Pemilihan anggota Dewan Komisioner baru ini adalah bagian dari mekanisme yang ditetapkan dalam Peraturan Dewan Komisioner OJK. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas organisasi dan memastikan OJK dapat menjalankan fungsi dan tugasnya dengan lebih baik.

Keputusan terkait penunjukan pejabat pengganti juga menunjukkan komitmen OJK dalam meningkatkan kualitas kebijakan dan program kerja. Hal ini amat penting dalam menghadapi pelbagai tantangan yang mungkin muncul di sektor keuangan.

OJK menekankan akan melakukan penajaman terhadap kebijakan yang ada di dalam organisasi. Langkah proaktif ini diharapkan mampu membawa dampak positif terhadap perkembangan sektor keuangan di Tanah Air.

Selain Friderica, OJK juga menunjuk Hasan Fawzi sebagai Anggota Dewan Komisioner yang baru. Dengan latar belakangnya sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, diharapkan Hasan mampu mengawasi perkembangan sektor finansial yang semakin dinamis dan kompleks.

Pengarahan dan pengawasan yang tepat dalam sektor keuangan menjadi prioritas utama bagi OJK untuk menjamin keberlanjutan suatu sistem keuangan. Dengan adanya individu-individu berpengalaman di dalam kepengurusan, OJK lebih siap menghadapi berbagai tantangan yang mungkin terjadi di masa depan.

Tentunya, dengan kehadiran para pemimpin baru ini, OJK diharapkan dapat menjalankan peran strategisnya dalam mengatur dan mengawasi berbagai kegiatan di sektor keuangan dengan lebih efektif dan efisien. Daya saing industri akan semakin meningkat, membawa keuntungan bagi masyarakat dan perekonomian secara keseluruhan.

Untung Budiharto Ditunjuk Jadi Direktur Utama Antam, Simak Profilnya

Pada hari Senin, 15 Desember 2025, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) luar biasa PT Aneka Tambang Tbk (Antam) telah diadakan untuk membahas perubahan penting dalam struktur manajemen perusahaan. Dalam pertemuan ini, para pemegang saham sepakat untuk mengangkat Untung Budiharto sebagai Direktur Utama yang baru, menggantikan Achmad Ardianto yang sebelumnya menjabat.

Dengan keputusan ini, Achmad Ardianto yang sebelumnya menjabat Direktur Sumber Daya Manusia, resmi menyelesaikan masa jabatannya setelah enam bulan sebagai Direktur Utama. Pergantian posisi ini menjadi sorotan, mengingat Antam adalah salah satu perusahaan tambang terkemuka di Indonesia, dan pergantian pimpinan selalu membawa dampak terhadap strategi perusahaan.

Achmad Ardianto diangkat sebagai Direktur Utama pada RUPS Tahunan pada bulan Juni 2025. Dengan latar belakang tersebut, pemegang saham memiliki harapan untuk transformasi perusahaan yang lebih baik di bawah kepemimpinan baru yang ditawarkan oleh Untung Budiharto.

Selama karirnya, Untung Budiharto dikenal sebagai purnawirawan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pegangannya di posisi strategis dalam struktur perusahaan BUMN menunjukkan adanya pergeseran, dimana kepemimpinan militer mulai mengambil alih posisi-posisi penting dalam bisnis negara.

Pergantian Pimpinan di Antam dan Implikasinya bagi Perusahaan

Kebangkitan Untung Budiharto sebagai Direktur Utama Antam dapat dianggap sebagai bagian dari strategi yang lebih besar dalam manajemen perusahaan. Pemberian posisi jabatan ini tidak hanya membuktikan dukungan terhadap karir militer, tetapi juga membawa pengalaman kepemimpinan yang luas ke lingkungan bisnis.

Pengangkatan Untung Budiharto diharapkan dapat membawa inovasi yang diperlukan dalam perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing. Sektor pertambangan di Indonesia tengah melalui perubahan regulasi dan tantangan global, sehingga kepemimpinan yang kuat dan strategis sangat dibutuhkan.

Karena Antam berperan sebagai pemain utama dalam pasar tambang nasional, keputusan pemegang saham dalam RUPS ini menjadi kunci dalam memahami arah perusahaan ke depan. Dengan pengalaman Untung dalam penanganan isu-isu keamanan nasional, ada harapan dia dapat membawa perspektif baru dalam mengatasi tantangan industri.

Tentunya, tantangan-tantangan yang telah ada harus dihadapi dengan kebijakan yang lebih progresif. Keberlanjutan, inovasi, dan meningkatnya permintaan global terhadap produk tambang adalah faktor utama yang harus diperhitungkan Untung dalam strateginya.

Profil Lengkap Untung Budiharto dan Jejak Karirnya yang Mengesankan

Untung Budiharto lahir di Tegal pada 26 April 1965, menjadikannya individu yang telah menjalani beragam pengalaman di bidang kepemimpinan. Selama bertugas di TNI, ia telah mengemban berbagai posisi penting, mulai dari Danrem hingga Pangdam Jaya, memberikan landasan yang kuat bagi karirnya di dunia bisnis.

Seiring perjalanan karirnya, Untung telah berhasil menerima banyak penghargaan dan tanda jasa, termasuk Satya Lencana Seroja Ult dan Satya Lencana Kesetiaan XXIV Tahun. Hal ini mencerminkan komitmennya terhadap dinas dan prestasi yang dapat membangun reputasi perusahaan.

Di luar aktivitasnya di Antam, Untung juga menjabat sebagai Komisaris Utama di PT Transportasi Jakarta, menunjukkan kemampuannya dalam menjalankan fungsi-fungsi manajerial yang beragam. Ini juga mengindikasikan bahwa ia telah memiliki wawasan yang luas terkait pengelolaan perusahaan.

Dampak Pergantian Direksi terhadap Kinerja Perusahaan di Masa Depan

Diharapkan bahwa dengan pengalihan kepemimpinan ini, Antam akan mampu beradaptasi dengan lebih baik terhadap perubahan pasar yang cepat. Fokus Untung pada efisiensi dan keberlanjutan akan menjadi poin utama dalam strategi perusahaan. Sepertinya, menanggapi tantangan industri harus menjadi prioritas bagi pemimpin baru.

Investasi di teknologi modern dan ramah lingkungan adalah langkah-langkah yang diharapkan dapat diambil oleh Untung agar Antam tetap relevan dan kompetitif. Dengan semakin ketatnya regulasi lingkungan, inovasi teknologi akan memainkan peran penting dalam mencapai keberlanjutan di industri pertambangan.

Hubungan yang harmonis dengan pemangku kepentingan juga menjadi hal yang harus diperhatikan. Keberhasilan Untung dalam mereformasi perusahaan akan sangat tergantung pada kemampuan untuk membangun jaringan yang kuat dan kerja sama yang baik dengan mitra bisnis.

Pada akhirnya, pergantian pucuk pimpinan di Antam menunjukkan adanya dinamika yang positif yang mampu membawa perusahaan ini menuju masa depan yang lebih cerah. Adanya harapan untuk menciptakan struktur yang lebih baik dan kesinambungan bisnis yang dapat disinergikan menjadi tujuan yang harus diupayakan.

Irwandy Arif Menjadi Komisaris Utama Antam, Simak Profilnya

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa yang baru saja dilaksanakan oleh Aneka Tambang (ANTM) di Jakarta menandai perubahan penting dalam kepengurusan perusahaan. Keputusan signifikan ini menyetujui penunjukan Irwandy Arif sebagai Komisaris Utama, menggantikan Rauf Purnama dalam posisinya. Langkah ini mencerminkan pergeseran strategi dan harapan baru untuk pertumbuhan perusahaan ke depannya.

Keputusan ini diambil pada tanggal 15 Desember 2025, di mana para pemegang saham memberikan suara bulat atas pengangkatan tersebut. Irwandy Arif, yang memiliki latar belakang akademis yang kuat sebagai akademisi tambang dan energi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), sebelumnya menjabat sebagai Komisaris ANTM.

Dalam pernyataannya, Direktur Antam I Dewa Wirantaya menegaskan pentingnya memiliki manajemen yang profesional dan kompeten. Dia juga menekankan pada harapan bahwa tim baru ini dapat memperkuat solidaritas dalam manajemen dan mendukung visi perusahaan untuk menjadi pemain global di industri pertambangan.

Profil Lengkap Irwandy Arif di Dunia Pertambangan

Irwandy Arif lahir di Ujung Pandang pada 28 Desember 1951, dan menempuh pendidikan di bidang Teknik Pertambangan serta Teknik Industri di ITB. Selain itu, ia meraih gelar doktor di Ecole des Mines de Nancy, Perancis, yang semakin memperkaya pengetahuannya dalam bidang ini. Perjalanan pendidikannya menunjukkan komitmennya terhadap peningkatan kemampuan di dunia pertambangan.

Selain mengisi jabatan sebagai Komisaris Utama ANTM, Arif juga memiliki sejumlah pengalaman di posisi penting lainnya. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PTBA dan Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral pada masa jabatan Menteri Arifin Tasrif.

Arif juga pernah aktif dalam pendidikan sebagai Ketua Jurusan Teknik Pertambangan di ITB dan Dekan Fakultas Ilmu Kebumian dan Teknologi Mineral. Gelar Guru Besar yang diraihnya pada tahun 2003 menjadi bukti kemampuannya dalam bidang tersebut.

Pengalaman Arif dalam Industri Pertambangan di Indonesia

Keberadaan Irwandy dalam industri pertambangan di Indonesia bukanlah hal yang baru. Ia memiliki pengalaman lebih dari puluhan tahun di beberapa perusahaan terkemuka. Dalam kapasitasnya sebagai komisaris independen, ia berhasil berkontribusi pada perusahaan-perusahaan nasional dan multinasional, meningkatkan standar operasional mereka.

Selain itu, Arif menjabat sebagai Direktur Independen di Golden Energy and Resources Ltd serta komisaris di PT Vale Indonesia Tbk. Dengan latar belakang yang kaya, ia dikenal memiliki kemampuan analisis dan permodelan geoteknik yang sangat baik.

Keterlibatannya di berbagai perusahaan, seperti PT Adaro Energy Tbk dan PT Tobabara Sejahtera Tbk sebagai anggota Komite Audit, menunjukkan dedikasi dan tanggung jawab yang tinggi pada standar kepatuhan dan transparansi dalam industri.

Kontribusi Akademis dan Publikasi oleh Irwandy Arif

Arif juga tidak hanya aktif di dunia praktis, tetapi juga di dunia akademis dan publikasi. Ia dikenal sebagai penulis yang mempublikasikan berbagai buku mengenai industri pertambangan di Indonesia. Karyanya yang lain termasuk buku tentang batubara, nikel, dan emas, yang telah banyak dibaca oleh praktisi dan kalangan akademis.

Karya terbaru yang ia luncurkan, seperti Buku Batubara Indonesia dan Buku Geoteknik Tambang, menjadi referensi penting bagi mahasiswa serta para profesional di bidang pertambangan. Dengan pengetahuan mendalam dan pengalaman panjangnya, publikasinya memberikan wawasan berharga tentang industri yang terus berkembang ini.

Tokoh ini juga berkontribusi dalam berbagai seminar dan konferensi, berbagi pengetahuan dan ide-ide inovatif yang dapat memajukan industri pertambangan di Tanah Air. Dengan perannya yang multifaset, Arif berupaya untuk tidak hanya memajukan perusahaan yang ia pimpin, tetapi juga industri secara keseluruhan.

Direktur Utama BJB Yusuf Saadudin Meninggal Dunia, Ini Profilnya

Berita sedih menghampiri dunia perbankan Indonesia. Yusuf Saadudin, seorang tokoh yang dikenal dalam industri ini, telah meninggalkan kita semua pada Jumat, 14 November 2025, pukul 00.30 WIB di Rumah Sakit Mayapada Bandung.

Usianya yang baru 52 tahun menyisakan duka mendalam bagi rekan-rekan kerjanya dan masyarakat. Kepergiannya menjadi kehilangan besar, terutama bagi PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. yang dipimpin olehnya.

Yusuf baru saja menjabat sebagai Direktur Utama BJB setelah dilantik dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 16 April 2025. Sebelumnya, ia sempat menjadi pelaksana tugas direktur utama setelah menggantikan Yuddy Renaldi, yang mengundurkan diri pada Maret 2025.

Namun, karirnya di BJB dimulai jauh sebelumnya. Ia telah berkontribusi dalam berbagai posisi sejak 2019, termasuk sebagai Pemimpin Divisi KPR dan KKB. Perjalanan karirnya menunjukkan dedikasi yang tinggi terhadap pengembangan sektor perbankan di Indonesia.

Pencapaian Besar Dalam Karir Perbankan Yusuf Saadudin

Ketika menjabat, Yusuf berhasil fokus pada pengembangan kredit konsumer, yang menjadi salah satu sektor strategis bagi BJB. Kebijakan dan inovasi yang diterapkan di bawah kepemimpinannya menghasilkan banyak pencapaian positif.

Keberhasilannya dalam menerapkan strategi dan membangun kerjasama juga mengantarkan BJB menjadi salah satu bank yang dipercaya oleh banyak nasabah. Fokus utamanya adalah pada peningkatan layanan dan inovasi produk, yang merupakan faktor penentu dalam menarik pelanggan baru.

Kepemimpinan Yusuf tidak hanya dilihat dari angka-angka tetapi juga dari bagaimana ia berhasil memotivasi timnya. Ia dikenal sebagai sosok yang dekat dengan karyawan, sering kali terlibat langsung dalam pengambilan keputusan yang melibatkan semua pihak.

Mengingat pengalamannya di sektor perbankan, Yusuf memiliki visi yang jelas dalam mengembangkan BJB ke depan. Ia selalu berusaha untuk memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi layanan, suatu aspek yang menjadi urgent di era digital saat ini.

Latar Belakang Pendidikan dan Perjalanan Hidup Yusuf

Lahir di Bandung pada tahun 1973, Yusuf menempuh pendidikan yang sangat baik. Ia meraih gelar Sarjana Akuntansi dari Universitas Padjadjaran pada tahun 1999 dan kemudian melanjutkan pendidikan magisternya di bidang Hukum Ekonomi dan Bisnis.

Pendidikan yang solid ini memberikan bekal penting dalam karirnya di dunia perbankan. Kemampuannya dalam mengintegrasikan bidang akuntansi dan hukum membuatnya menjadi sosok yang unik dan berkompeten di antara para pemimpin bank lainnya.

Setelah menyelesaikan pendidikannya, Yusuf langsung terjun ke dunia profesional. Pengalamannya di BJB selama bertahun-tahun membekalinya dengan wawasan yang luas tentang dinamika sektor perbankan di Indonesia.

Selama menjalani karirnya, ia juga aktif dalam berbagai organisasi dan komunitas. Hal ini membantu memperluas jaringan dan pengetahuannya, yang pada akhirnya bermanfaat bagi BJB dan para nasabahnya.

Dampak Kepergian Yusuf Saadudin terhadap Industri Perbankan

Keberadaan dan kiprah Yusuf di dunia perbankan telah memberikan pengaruh signifikan untuk banyak pihak. Ia bukan hanya seorang pemimpin, tetapi juga inspirasi bagi generasi muda yang bercita-cita berkarir di sektor ini.

Kepergiannya meninggalkan bekas yang mendalam baik dalam tubuh institusi maupun dalam kota tempat dirinya tumbuh. Banyak yang merasa kehilangan sosok, yang selama ini telah berjuang untuk kemajuan industri perbankan Indonesia.

Dukungan dan pengakuan dari berbagai kalangan menunjukkan betapa besarnya kontribusi yang telah diberikan Yusuf selama hidupnya. Seluruh industri perbankan diharapkan dapat melanjutkan warisan positif yang telah ditinggalkannya.

Dalam jangka panjang, semoga visi dan misi yang diusung Yusuf akan terus menjadi panduan bagi penerusnya. Tentunya, tantangan dalam dunia perbankan akan terus ada, dan harapan kini tertumpu pada timnya untuk menjaga visi yang telah diupayakan Yusuf.

Anggito Abimanyu Menjadi Ketua LPS, Berikut Profilnya

Pada tanggal 8 Oktober 2025, Anggito Abimanyu secara resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) oleh Presiden Prabowo Subianto. Pelantikan tersebut berlangsung di Istana Negara, Jakarta, dan menandai dimulainya masa jabatannya hingga tahun 2030.

Keputusan Presiden yang mengukuhkan pelantikan ini adalah dalam rangka Keppres No. 111 P tahun 2025. Anggito berhasil melalui serangkaian seleksi kompetitif yang dimulai dari fit and proper test di Komisi XI DPR, mengalahkan beberapa kandidat kuat lainnya.

Calon lain yang bersaing dalam proses seleksi termasuk Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan dan Direktur Eksekutif LPS. Dengan latar belakang yang kuat dalam ekonomi dan kebijakan fiskal, Anggito dipercaya mampu membawa LPS menuju visi yang lebih baik.

Profil Anggito Abimanyu dan Pendidikan yang Ditempuh

Anggito Abimanyu lahir di Bogor pada 19 Februari 1963, dan menempuh pendidikan tinggi di Universitas Gadjah Mada. Ia menyelesaikan gelar Sarjana Ekonomi (SE) pada tahun 1985 sebelum meraih gelar lebih lanjut dari University of Pennsylvania, Philadelphia, USA.

Setelah menyelesaikan pendidikan masternya, Anggito terus mengembangkan ilmunya dan mencapai gelar PhD. Ia juga aktif dalam dunia akademis sebagai pengajar di Universitas Gadjah Mada dan masih terlibat dalam kegiatan pengajaran sampai saat ini.

Pengalaman Anggito dalam bidang pemerintahan dimulai ketika ia menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Keuangan. Pengalamannya tersebut membekali dia untuk menghadapi tantangan di sektor publik dengan baik.

Pengalaman Kerja yang Beragam dan Penunjukan Awal

Sebelum terpilih menjabat sebagai Ketua DK LPS, Anggito memegang berbagai posisi penting dalam pemerintahan. Di antaranya adalah sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan pada tahun 2006 hingga 2009.

Selanjutnya, antara tahun 2012 dan 2014, ia dipercaya sebagai Direktur Jenderal Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah di Kementerian Agama. Pengalaman dalam manajemen keuangan haji ini memperlihatkan integritas dan kepemimpinannya yang kuat di sektor publik.

Posisi terakhirnya sebelum menjabat sebagai Ketua DK LPS adalah sebagai Wakil Menteri Keuangan. Dalam kapasitas ini, Anggito terus berkontribusi secara signifikan terhadap kebijakan fiskal nasional.

Harapan dan Tantangan di Masa Jabatan Sebagai Ketua LPS

Dengan latar belakang yang kaya dalam kebijakan ekonomi, harapan ditujukan kepada Anggito untuk membawa perubahan positif di LPS. Mengingat tantangan di era ekonomi global saat ini, perannya sangat krusial dalam menjaga kepercayaan publik terhadap sistem perbankan.

Anggito diharapkan mampu mengimplementasikan kebijakan yang tidak hanya melindungi dana nasabah, tetapi juga berkontribusi terhadap stabilitas ekonomi makro. Komitmennya untuk menjaga integritas LPS sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Tantangan di depan tidaklah ringan, tetapi pengalaman Anggito dalam berbagai posisi strategis di pemerintahan diharapkan dapat membantunya menghadapi setiap rintangan yang ada. Implementasi kebijakan yang inovatif akan menjadi kunci keberhasilannya di lembaga ini.