slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong QQCUAN agencuan slot88 agencuan https://bola169new.com/ phishing phishing
qqcuan AGENCUAN https://ademsari.co.id/ https://bitcoinnews.co.id/ https://dermaluz.co.id/ https://jiexpo.co.id/ https://donghan.co.id/ https://icconsultant.co.id/ https://metroindo.co.id/ https://bentogroup.co.id/ https://gatranews.co.id/ https://kacapatri.co.id/ https://gemilangsukses.co.id/ https://siomom.id/ https://situskita.id/ https://masyumi.id/ https://dapurdia.id/ https://baginasipagi.id/ https://bacaajadulu.id/ https://sukagaming.id/ https://sobatsandi.id/ https://ragaminspirasi.id/ https://salamdokter.id/
https://berita-sumatra.id/ https://seongiclik.id/ https://mangu.id/ https://daily-news.id/

IPO Sepi Peminat Banyak yang Memilih Jalur Backdoor Listing

Belakangan ini, fenomena backdoor listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) semakin mencuat. Banyak emiten yang berusaha menjadi perusahaan publik dengan cara akuisisi, menyusul penurunan jumlah yang melakukan penawaran umum perdana (IPO) jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menjelaskan bahwa backdoor listing adalah cara bagi perusahaan swasta untuk menjadikan diri mereka publik. Proses ini dilakukan dengan mengakuisisi perusahaan yang sudah terdaftar di bursa.

Meskipun di BEI tidak ada istilah resmi backdoor listing, proses akuisisi lewat tindakan korporasi seperti rights issue tetap memungkinkan. Nyoman menekankan pentingnya kehadiran pihak yang ingin membangun perusahaan dengan aset yang mampu meningkatkan pertumbuhan.

Tren Backdoor Listing Meningkat di Kalangan Emiten

Dalam beberapa bulan terakhir, tren backdoor listing oleh emiten di Bursa Efek Indonesia mengalami peningkatan signifikan. Banyak perusahaan swasta memilih strategi ini untuk menjadi publik meskipun pilihan lain seperti IPO juga masih tersedia.

Nyoman menyoroti bahwa meskipun terdapat banyak aksi backdoor listing, BEI tetap membuka kesempatan bagi investor yang ingin melaksanakan IPO. Ia optimis bahwa fund raising melalui IPO masih akan diminati meskipun ada kebangkitan backdoor listing.

Data menunjukkan bahwa BEI sudah mencatat 25 perusahaan melalui skema direct listing. Ini menandakan langkah positif meskipun jumlah emiten baru tidak sebanyak tahun sebelumnya, peningkatan proceed yang hampir 200% patut dicatat.

Kenaikan Aktivitas Akuisisi oleh Perusahaan Asing di Pasar Modal

Sepanjang tahun 2025, aktivitas akuisisi di pasar modal Indonesia berada pada tren kenaikan. Perusahaan asing berinvestasi dalam berbagai sektor seperti energi, teknologi, dan kesehatan, menggugah perhatian investor domestik dan asing.

Beberapa emiten yang melakukan backdoor listing dalam waktu dekat antara lain PT Platinum Wahab Nusantara Tbk dan PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk. Langkah ini menarik minat banyak pihak untuk memahami lebih dalam tentang dampaknya bagi pasar modal.

Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa sepanjang September 2025, jumlah dana yang terkumpul mencapai Rp186,52 triliun. Dari total tersebut, Rp13,15 triliun berasal dari 17 emiten baru, menunjukkan kebangkitan di pasar modal Indonesia.

Dampak dan Tantangan di Pasar Modal Indonesia

Meskipun ada peningkatan dalam aktivitas akuisisi, jumlah perusahaan yang baru melantai di bursa cenderung semakin berkurang dari tahun ke tahun. Ini menjadi tantangan bagi otoritas untuk mendorong perkembangan dan minat investor terhadap IPO.

Pada tahun 2024, BEI mencatat adanya 41 perusahaan yang berhasil melakukan pencatatan saham perdana. Meskipun tahun ini hanya sedikit perusahaan yang IPO, besaran dana yang terhimpun menunjukkan potensi yang masih dapat dikembangkan.

Saat ini, keseluruhan dana yang terhimpun dari IPO pada tahun lalu mencapai Rp14,35 triliun. Dari jumlah tersebut, terkumpul sekitar Rp4,32 triliun di periode yang sama, menandakan bahwa kegiatan IPO tetap diminati meskipun dalam konteks yang lebih kompetitif.

Luhut Sebutkan Peminat Family Office Indonesia dari China dan Singapura

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan bahwa minat untuk membangun family office di Indonesia semakin meningkat. Banyak pemilik family office dari Singapura dan Tiongkok yang ingin berinvestasi dan mencari peluang di Indonesia.

“Mereka mulai bosan dengan Singapura dan mempertanyakan mengapa tidak beralih ke Indonesia,” ungkap Luhut saat konferensi pers di JW Luwansa, pada 16 Oktober 2025.

Namun, ia juga mengakui bahwa rencana untuk membangun family office hub atau wealth management center di Indonesia masih dalam tahap pertimbangan. Saat ini, proposal tersebut sedang dikaji oleh Presiden Prabowo Subianto.

Lokasi Bali masih menjadi favorit untuk pengembangan family office hub. Menurut Luhut, tidak perlu ada terlalu banyak lokasi, dan Ibu Kota Negara (IKN) bisa menjadi pilihan di masa mendatang.

“Kita harus berhati-hati dan fokus pada satu lokasi terlebih dahulu agar semuanya tidak terbengkalai,” jelasnya.

Lebih lanjut, Luhut menjelaskan bahwa pembangunan family office hub harus memiliki regulasi yang jelas, mirip dengan yang diterapkan di negara-negara seperti Singapura, Hong Kong, dan Inggris.

Mengapa Family Office Menjadi Penting di Indonesia?

Family office merupakan lembaga yang menyediakan layanan manajemen kekayaan untuk individu atau keluarga kaya. Lembaga ini menawarkan beragam layanan mulai dari perencanaan pajak, investasi, hingga manajemen aset.

Saat ini, keberadaan family office di Indonesia dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian. Mereka tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga memberikan peluang investasi yang lebih luas.

Keberadaan family office hub akan menarik lebih banyak investor asing ke Indonesia. Hal ini juga dapat membantu dalam meningkatkan citra Indonesia sebagai destinasi investasi global.

Tantangan dalam Membangun Family Office di Indonesia

Meskipun ada banyak peluang, terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi dalam pembangunan family office di Indonesia. Salah satunya adalah kebutuhan akan regulasi yang jelas dan stabil.

Banyak investor asing ragu untuk berinvestasi tanpa adanya kepastian hukum yang memadai. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk memberikan jaminan perlindungan bagi investasi mereka.

Kepercayaan dari para pemilik family office sangat krusial. Mereka perlu yakin bahwa investasi mereka tidak akan hilang atau terancam oleh perubahan kebijakan.

Pentingnya Kepastian Hukum untuk Investor Asing

Luhut menekankan bahwa kepercayaan dan keyakinan terhadap pemerintah sangat penting bagi keberhasilan family office di Indonesia. Pemerintah harus memberikan aturan yang transparan dan mendukung.

Salah satu cara untuk mencapai hal ini adalah dengan membuat peraturan yang mengadopsi praktik terbaik dari negara-negara lain yang sudah sukses dengan model ini.

Hal ini mencakup perlindungan terhadap informasi dan keamanan aset yang dikelola oleh family office. Investor ingin merasa aman dan nyaman saat berinvestasi di Indonesia.

Peran Family Office dalam Perekonomian Nasional

Family office dapat berfungsi sebagai motor penggerak ekonomi yang berkelanjutan. Dengan meningkatnya jumlah keluarga kaya di Asia, potensi ini semakin besar.

Melalui investasi strategis, mereka dapat membantu dalam pengembangan infrastruktur dan sektor-sektor penting lainnya di Indonesia.

Pemerintah diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi keluarga kaya untuk berinvestasi di negara ini, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi secara lebih luas.