slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong QQCUAN agencuan slot88 agencuan https://bola169new.com/ phishing phishing
qqcuan AGENCUAN https://ademsari.co.id/ https://bitcoinnews.co.id/ https://dermaluz.co.id/ https://jiexpo.co.id/ https://donghan.co.id/ https://icconsultant.co.id/ https://metroindo.co.id/ https://bentogroup.co.id/ https://gatranews.co.id/ https://kacapatri.co.id/ https://gemilangsukses.co.id/ https://siomom.id/ https://situskita.id/ https://masyumi.id/ https://dapurdia.id/ https://baginasipagi.id/ https://bacaajadulu.id/ https://sukagaming.id/ https://sobatsandi.id/ https://ragaminspirasi.id/ https://salamdokter.id/
https://berita-sumatra.id/ https://seongiclik.id/ https://mangu.id/ https://daily-news.id/

Konglomerat RI Pilih Jadi Mualaf Meski Tak Tenang Punya Uang Banyak

Masagung, atau Tjio Wie Tay, merupakan salah satu figur penting dalam dunia bisnis di Indonesia. Ia dikenal sebagai pendiri Toko Buku Gunung Agung, yang berhasil menjadi raksasa di industri penerbitan dan penjualan buku di tanah air.

Kepiawaian Masagung dalam berbisnis tidak hanya membuatnya sukses secara finansial, tetapi juga membawanya pada berbagai bidang lainnya, termasuk pariwisata dan perhotelan. Meskipun demikian, dalam perjalanan hidupnya yang gemerlap tersebut, terdapat momen-momen refleksi yang mengubah arah kehidupannya secara drastis.

Perubahan itu mulai terasa sekitar tahun 1970-an, saat Masagung berusia sekitar 50 tahun. Pada masa itu, Gunung Agung meraih puncak kejayaannya, menjadi pusat perdagangan buku terbesar di Indonesia.

Perjalanan Awal dan Kesuksesan Bisnis yang Menjulang

Toko Buku Gunung Agung tidak sekadar menjadi tempat menjual buku, tetapi juga bertransformasi menjadi jaringan bisnis yang luas, mencakup sektor-sektor lain. Dengan berbagai anak perusahaan, Masagung menciptakan ekosistem bisnis yang saling mendukung, meningkatkan daya saing di pasar.

Kekayaan yang diperolehnya berhasil mengantarkan Masagung ke dalam jajaran miliarder di Indonesia. Meski demikian, keengganan Masagung untuk mengungkapkan besarnya total kekayaan menjadi ciri khasnya, menunjukkan sikap rendah hati dan fokus pada purpose lebih dari sekadar materi.

Buku yang mengulas perjalanan kehidupan Masagung mengungkap fakta yang menarik, seperti kewajiban pajak yang mencapai ratusan juta rupiah sebagai bukti besar skala bisnisnya. Namun, di balik tumpukan harta, ia menyimpan kekhawatiran yang mendalam, merasa terjebak oleh kesuksesan yang diraih.

Kegelisahan Spiritual dan Pertemuan yang Mengubah Arah Hidup

Kegelisahan Masagung mulai muncul saat ia merasakan bahwa kekayaan yang dimiliki bisa menjerumuskannya ke dalam kehidupan yang tidak sejalan dengan nilai-nilai moral. Ia mulai merenungkan arti kesuksesan sejati dalam hidupnya.

Di tengah pencarian makna tersebut, ia bertemu dengan Tien Fuad Muntaco, seorang figur spiritual yang mempengaruhi pandangan hidupnya. Pertemuan tersebut menjadi titik balik dalam perjalanan spiritual Masagung, yang mengantarkannya pada pemelukan agama Islam.

Transformasi ini bukan hanya sekadar perpindahan agama, tetapi juga diikuti perubahan dalam cara hidup dan sikapnya terhadap kehidupan. Masagung menjadi lebih religius, aktif dalam berbagai aktivitas keagamaan, dan berupaya menebarkan ajaran Islam kepada masyarakat.

Kontribusi Melalui Yayasan dan Kegiatan Sosial

Setelah memeluk Islam, Masagung mendirikan Yayasan Jalan Terang yang bertujuan untuk membiayai pembangunan masjid, rumah sakit, dan kegiatan sosial lainnya. Langkah ini menunjukkan komitmennya untuk memberikan dampak positif pada komunitas, melebihi sekadar bisnis.

Tidak hanya berkutat pada dunia bisnis, Masagung memasukkan nilai-nilai keislaman ke dalam kegiatan operasional perusahaannya. Ia mulai menerbitkan buku-buku bertema Islam, membantu menyebarluaskan pengetahuan kepada masyarakat.

Berdiri di tengah masyarakat, Masagung juga aktif dalam kegiatan dakwah, merangkul anggota komunitas untuk berpartisipasi dalam aktivitas keagamaan. Hal ini menunjukkan dedikasinya untuk berkontribusi terhadap pengembangan spiritual masyarakat sekitar.

Peninggalan dan Warisan Spiritual yang Tercipta

Perjalanan hidup Masagung berujung pada pelajaran penting tentang arti kekayaan dan spiritualitas. Ia tidak hanya meninggalkan jejak sebagai seorang pengusaha, tetapi juga sebagai sosok yang mengalami perjalanan spiritual mendalam.

Pada tanggal 24 September 1990, Masagung wafat, namun warisannya terus hidup melalui Yayasan Jalan Terang dan semua kontribusinya dalam dunia pendidikan dan keagamaan. Banyak yang mengenangnya tidak hanya sebagai konglomerat buku, tetapi juga sebagai tokoh yang membawa perubahan positif bagi masyarakat.

Kisah hidup Masagung mengingatkan kita akan pentingnya mencari makna yang lebih dalam dalam setiap pencapaian. Dalam dunia yang semakin materialistis, perjalanan hidupnya menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk tetap setia pada nilai-nilai moral dan spiritual.