slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong QQCUAN agencuan slot88 agencuan https://bola169new.com/ phishing phishing
qqcuan AGENCUAN https://ademsari.co.id/ https://bitcoinnews.co.id/ https://dermaluz.co.id/ https://jiexpo.co.id/ https://donghan.co.id/ https://icconsultant.co.id/ https://metroindo.co.id/ https://bentogroup.co.id/ https://gatranews.co.id/ https://kacapatri.co.id/ https://gemilangsukses.co.id/ https://siomom.id/ https://situskita.id/ https://masyumi.id/ https://dapurdia.id/ https://baginasipagi.id/ https://bacaajadulu.id/ https://sukagaming.id/ https://sobatsandi.id/ https://ragaminspirasi.id/ https://salamdokter.id/
https://berita-sumatra.id/ https://seongiclik.id/ https://mangu.id/ https://daily-news.id/

Emiten Mothercare Rencanakan Rights Issue untuk Akuisisi Perusahaan Mainan

Jakarta menyaksikan perkembangan menarik dalam sektor ritel, di mana PT Multitrend Indo Tbk. (BABY) merencanakan praktik korporasi baru yang potensial. Perusahaan ini akan melakukan penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue untuk mengakuisisi PT Emway Globalindo (EGI), yang bergerak di bidang distribusi produk anak.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan oleh manajemen, dikabarkan bahwa total nilai transaksi untuk pengambilalihan EGI mencapai sekitar Rp269,99 miliar. Rincian dari jumlah tersebut meliputi setoran modal selain uang sebesar Rp129,99 miliar dan pembelian sisa saham senilai Rp139,99 miliar, di mana pendanaannya bersumber dari fasilitas pinjaman perbankan.

Dengan skema yang telah dirancang, Multitrend berencana mengambil alih 99,99% saham EGI sehingga EGI dapat menjadi anak usahanya. Rights issue ini akan dilaksanakan dengan harga pelaksanaan yang disepakati sebesar Rp590 per saham.

Detail Transaksi dan Kepentingan Afiliasi

Manajemen menerangkan bahwa nilai transaksi pengambilalihan ini setara dengan lebih dari 50% ekuitas perusahaan, sehingga sesuai dengan ketentuan OJK, transaksi ini dianggap material. Dalam hal ini, transaksi juga dikategorikan sebagai transaksi afiliasi, mengingat penjual saham EGI merupakan pemegang saham pengendali BABY, yakni Blooming Years Pte. Ltd.

Oleh karena itu, Multitrend diwajibkan untuk mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). RUPSLB ini direncanakan akan diadakan pada 26 Januari 2026 untuk membahas persetujuan tersebut.

Selain aspek administratif, BABY berharap keputusan akuisisi EGI akan memicu peningkatan nilai dan kinerja perusahaan. Perusahaan yakin bahwa langkah ini akan meningkatkan skala usaha serta memberikan kontribusi pendapatan yang lebih stabil ke depan.

Proyeksi Bisnis Pasca Akuisisi

Dalam pernyataannya, manajemen BABY mengungkapkan keyakinan bahwa akuisisi EGI akan membawa dampak positif bagi EBITDA yang meningkat secara bertahap. Selain itu, mereka optimis bahwa transaksi ini akan memperkuat kemampuan perusahaan dan grup usaha dalam menghasilkan arus kas yang lebih baik.

Lebih lanjut, manajemen menekankan bahwa transaksi ini juga tidak hanya soal angka finansial. Akuisisi ini diharapkan dapat memperkuat posisi strategis perusahaan melalui perluasan jaringan distribusi, peningkatan kapabilitas merchandising dan sourcing, serta menciptakan sinergi operasional dan komersial di semua entitas dalam kelompok usaha.

Dalam konteks yang lebih besar, Multitrend Indo dibentuk sebagai anak perusahaan dari Kanmo Group, yang telah merambah pasar ritel dengan sukses. Toko pertama mereka untuk brand Mothercare dibuka di Mall Taman Anggrek dan kini terus berekspansi.

Urgensi Rapat Pemegang Saham dalam Proses Akuisisi

Pentingnya RUPSLB dalam konteks ini tidak dapat diremehkan. Rapat tersebut akan menjadi panggung bagi para pemegang saham untuk mendiskusikan dan memberikan suara terhadap langkah-langkah penting yang akan diambil oleh manajemen. Keberlanjutan dan keberlangsungan bisnis sangat tergantung pada keputusan yang diambil dalam forum ini.

Persetujuan dari pemegang saham independen juga menjadi hal yang krusial. Hal ini memastikan bahwa tidak ada konflik kepentingan yang merugikan pihak lain dalam proses akuisisi. Transparansi dalam keputusan ini menjadi kunci agar semua pihak merasa diuntungkan.

Seluruh pemegang saham diharapkan menyadari bahwa keputusan mereka akan berimplikasi besar tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga pada posisi bisnis di pasar yang kompetitif. Strategi akuisisi seperti ini sering kali menjadi jembatan untuk mewujudkan visi perusahaan ke depan.