slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong QQCUAN agencuan slot88 agencuan https://bola169new.com/ phishing phishing
qqcuan AGENCUAN https://ademsari.co.id/ https://bitcoinnews.co.id/ https://dermaluz.co.id/ https://jiexpo.co.id/ https://donghan.co.id/ https://icconsultant.co.id/ https://metroindo.co.id/ https://bentogroup.co.id/ https://gatranews.co.id/ https://kacapatri.co.id/ https://gemilangsukses.co.id/ https://siomom.id/ https://situskita.id/ https://masyumi.id/ https://dapurdia.id/ https://baginasipagi.id/ https://bacaajadulu.id/ https://sukagaming.id/ https://sobatsandi.id/ https://ragaminspirasi.id/ https://salamdokter.id/
https://berita-sumatra.id/ https://seongiclik.id/ https://mangu.id/ https://daily-news.id/

Pasar Modal Indonesia Dipimpin oleh Generasi Muda

Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut B. Panjaitan, mengungkapkan rencana untuk mengusulkan pemimpin muda di pasar modal Indonesia. Ini menjadi perhatian utama mengingat saat ini terdapat posisi penting di Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan yang masih kosong, yang memerlukan pengisian segera untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Usulan ini diharapkan dapat membawa perubahan signifikan dalam struktur kepemimpinan di sektor keuangan tanah air. Luhut menegaskan bahwa pendekatan ini bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih dinamis dan responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar.

Dalam sambutannya, Luhut juga menyinggung tentang pentingnya dukungan datang dari Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, hal ini adalah bagian dari langkah reformasi yang diperlukan untuk memajukan bursa saham dan meningkatkan kepercayaan investor domestik dan internasional.

Pentingnya Kepemimpinan Muda dalam Pasar Modal Indonesia

Pemilihan sosok muda sebagai pemimpin di industri keuangan diharapkan akan membawa perspektif baru. Luhut menilai bahwa generasi muda lebih cenderung adaptif dan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang teknologi terkini.

Keberadaan pemimpin muda di posisi strategis dapat membantu membentuk kebijakan yang lebih inovatif. Selain itu, sosok tersebut diharapkan dapat menjalankan mandatnya tanpa intervensi yang berlebihan dari pihak luar.

Dalam upayanya, Luhut juga menaruh harapan besar pada kredibilitas orang yang akan dipilih. Menurutnya, pendekatan ini akan berkontribusi positif dalam penilaian pasar modal Indonesia di arena global, khususnya di mata MSCI.

Reformasi Bursa untuk Meningkatkan Kepercayaan Investor

Reformasi bursa saham di Indonesia menjadi babak penting untuk memperkuat posisi bursa di dunia internasional. Luhut menyatakan bahwa usul tersebut adalah bagian dari strategi besar untuk meningkatkan daya tarik bursa lokal.

Dia percaya bahwa sosok muda yang berpengalaman akan lebih mudah mendapatkan kepercayaan dari investor. Dengan demikian, pasar saham Indonesia diharapkan bisa kembali menunjukkan kinerjanya yang positif di mata investor global.

Penguatan infrastruktur juga menjadi hal yang perlu diperhatikan dalam proses reformasi ini. Luhut menambahkan bahwa kombinasi antara kepemimpinan muda dan teknologi canggih seperti AI akan membantu bursa dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat.

Peran Teknologi dalam Memodernisasi Pasar Modal

Di era digital seperti sekarang, teknologi memainkan peranan penting dalam perdagangan saham. Luhut menekankan bahwa memanfaatkan teknologi AI adalah salah satu langkah inovatif yang sangat diperlukan pasar modal Indonesia.

Aplikasi teknologi dapat mempercepat proses analisis dan meningkatkan akurasi pengambilan keputusan. Penggunaan AI diharapkan dapat memberikan data yang lebih akurat dan relevan bagi investor untuk membuat keputusan yang bijaksana.

Inovasi teknologi dalam sistem pasar juga akan memberikan keleluasaan lebih dalam bertransaksi. Luhut percaya bahwa integrasi antara kepemimpinan yang dinamis dan teknologi modern bisa menjadi kunci sukses ke depannya.

Implementasi Rencana dan Tantangan yang Dihadapi

Walaupun terdapat rencana yang ambisius, tantangan masih menjadi bagian yang tidak bisa diabaikan. Menurut Luhut, mengimplementasikan ide-ide ini membutuhkan dukungan yang solid dari berbagai pihak termasuk pemerintah dan pelaku pasar.

Kendala internal dan eksternal harus dihadapi secara strategis agar reformasi berjalan dengan mulus. Hal ini termasuk melakukan pendekatan dengan investor dan mendapatkan kepercayaan masyarakat terhadap perubahan yang akan dilakukan.

Penting bagi semua pihak untuk memahami bahwa perubahan ini tidak hanya menguntungkan segelintir orang, tetapi juga untuk masa depan ekonomi Indonesia secara keseluruhan. Luhut melihat adanya potensi besar yang bisa dimanfaatkan jika semua elemen bersatu dalam mendukung reformasi ini.

Kapolri Awasi Pasar Modal dan Saham Gorengan

Kepolisian Republik Indonesia kini semakin waspada terhadap dinamika di pasar modal Tanah Air. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kebutuhan untuk menjaga integritas pasar dan melindungi investor dari praktik-praktik manipulatif, terutama saham gorengan yang dapat merugikan banyak pihak.

Pernyataan Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menunjukkan komitmen untuk memantau kemungkinan adanya manipulasi harga di pasar saham. Ini adalah langkah penting agar masyarakat, khususnya investor, merasa aman dan percaya terhadap sistem pasar modal yang ada.

Menurutnya, pemantauan ini tidak hanya akan mendeteksi pelanggaran tetapi juga meningkatkan transparansi dalam pergerakan saham. Masyarakat membutuhkan jaminan bahwa pasar ini dikelola dengan baik dan tidak ada permainan curang yang merugikan distribusi aset.

Jenderal Sigit menekankan bahwa praktek-praktek semacam saham gorengan dapat merusak ekosistem pasar modaltanah air. Oleh karena itu, Polri bergerak proaktif untuk memastikan bahwa tidak ada gangguan yang bisa menurunkan kepercayaan investor dalam berinvestasi.

Pentingnya pengawasan ini diharapkan dapat menghadirkan lingkungan yang aman bagi investor yang hendak berinvestasi pada saham-saham berkualitas. Dengan demikian, diharapkan lebih banyak orang yang mau berinvestasi dengan mempertimbangkan kinerja fundamental perusahaan.

Investasi yang sehat akan memberikan efek berkelanjutan terhadap perekonomian negara, sehingga pengawasan yang ketat menjadi suatu keharusan. Mendorong investor untuk berinvestasi pada saham yang baik adalah bagian dari tanggung jawab sosial yang harus dijalankan.

Strategi Polri dalam Memantau Pasar Modal Indonesia

Dalam upayanya untuk memantau potensi manipulasi pasar, Polri telah merumuskan beberapa strategi terintegrasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Ini mencakup kolaborasi dengan lembaga-lembaga keuangan dan pasar modal untuk menciptakan lingkungan yang lebih transparan.

Pengawasan tersebut akan diarahkan pada pengidentifikasian praktik-praktik yang mencurigakan seperti perdagangan berfrekuensi tinggi yang dapat memanipulasi harga saham. Jenderal Sigit juga menekankan pentingnya untuk memanfaatkan teknologi dalam melaksanakan pemantauan ini.

Selain itu, edukasi bagi masyarakat tentang bagaimana cara berinvestasi yang baik dan benar juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari strategi ini. Mengedukasi investor tentang risiko-risiko yang ada di pasar saham akan membantu mereka membuat keputusan yang lebih baik.

Dengan adanya transparansi dan edukasi, diharapkan masyarakat akan lebih paham dan dapat membedakan antara investasi yang sehat dengan permainan yang merugikan. Ini adalah langkah proaktif untuk menjaga sistem pasar modal tetap berintegritas.

Melalui langkah-langkah ini, Polri berkomitmen untuk memberikan keamanan kepada investor, sehingga mereka dapat berinvestasi dengan tenang dan fokus pada pertumbuhan aset yang berkelanjutan. Memberikan perlindungan hukum kepada para investor adalah salah satu prioritas Polri.

Peran Investor Dalam Ekosistem Pasar Modal

Investor memiliki peran yang krusial dalam menjaga dinamika pasar modal karena merekalah yang memberikan likuiditas. Sebagai bagian dari ekosistem ini, mereka harus berperan aktif dalam memahami kondisi pasar dan produk investasi yang ditawarkan.

Berinvestasi bukan hanya sekedar membeli saham, tetapi juga memahami fundamental perusahaan serta kondisi pasar secara keseluruhan. Hal ini membantu investor dapat mengambil keputusan yang lebih cerdas dan mengurangi risiko kerugian.

Selain itu, investor juga diharapkan agar dapat bersikap kritis terhadap isu-isu yang terjadi di pasar. Aktualisasi diri dalam mengikuti berita serta analisis pasar menjadi penting agar mereka selalu up to date mengenai keadaan pasar.

Dengan kejelasan informasi dan pemahaman yang baik mengenai dinamika pasar, investor dapat mengambil langkah-langkah strategis untuk memaksimalkan hasil dari investasi mereka. Keterlibatan aktif dalam komunitas juga dapat memberikan perspektif baru bagi investor.

Hal ini menekankan pentingnya kolaborasi antara investor dan lembaga regulasi dalam menjamin bahwa pasar modal berfungsi sesuai dengan prinsip-prinsip yang baik. Dukungan dalam bentuk edukasi akan sangat berguna bagi semua pihak yang terlibat.

Menghadapi Tantangan Keamanan Pasar Modal di Masa Depan

Keamanan pasar modal akan terus menghadapi berbagai tantangan di masa depan, terutama dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Regulasi yang adaptif dan responsif menjadi sangat penting untuk menghadapi perubahan ini.

Jenderal Sigit mengungkapkan bahwa kolaborasi lintas sektor perlu menjadi prioritas untuk menghadapi tantangan-tantangan baru ini. Keterlibatan berbagai pihak, termasuk komunitas dan individu, pada akhirnya akan memperkuat ekosistem yang ada.

Peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Polri juga menjadi kunci dalam pengawasan pasar modal. Edukasi dan pelatihan perlu dilakukan agar setiap anggota memiliki kemampuan untuk menganalisis dan memahami potensi isu yang muncul.

Dengan menghadapi tantangan ini secara kolektif, diharapkan pasar modal Indonesia semakin tumbuh sehat dan berkelanjutan. Keterlibatan semua pihak adalah kunci untuk memastikan bahwa praktik baik dapat berlangsung dalam jangka panjang.

Akhirnya, tujuan utama Polri dalam mengawasi pasar modal adalah untuk menciptakan kepercayaan dan keamanan bagi investor, sembari mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah tantangan yang ada. Sinergi antara berbagai elemen masyarakat akan sangat membantu dalam menciptakan lingkungan investasi yang lebih baik.

Perkuat Ketahanan Pasar Modal di Tengah Tantangan Siber

Jakarta mengalami perkembangan pesat dalam ekosistem pasar modal, yang ditandai dengan adanya berbagai inisiatif dari institusi keuangan. Salah satu upaya terbaru yang dilakukan adalah melalui penyelenggaraan acara BNI Market Outlook 2026, yang bertujuan meningkatkan ketahanan dan keamanan dalam industri ini.

Dalam forum ini, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk berperan aktif dalam mendorong diskusi mengenai prospek keuangan dan transformasi digital. Dengan tema “Wonderful Breakthrough & Cybersecurity,” acara ini mengundang banyak pemangku kepentingan untuk berbagi pandangan dan berbincang tentang tantangan yang ada.

Dari kesempatan ini, diharapkan setiap peserta dapat memperkaya wawasan mereka tentang keamanan siber yang semakin penting. Terlebih lagi, dalam era digital yang terus berkembang, kolaborasi antara berbagai pihak menjadi suatu keharusan.

Direktur Treasury & International Banking BNI, Abu Santosa Sudradjat, menyatakan harapannya agar diskusi ini memperkuat koneksi antara berbagai aktor di industri. Menurutnya, sinergi ini akan membantu semua pihak dalam menavigasi dinamika pasar yang terus berubah.

Diskusi Panel tentang Keamanan dan Regulasi Siber dalam Pasar Modal

Salah satu fitur utama dari BNI Market Outlook 2026 adalah sesi panel yang membahas keamanan siber. Dalam sesi ini, berbagai tokoh kunci dihadirkan, seperti perwakilan dari Bursa Efek Indonesia dan Kustodian Sentral Efek Indonesia.

Panel diskusi ini bertujuan untuk mengedukasi peserta tentang perkembangan regulasi dan kebijakan terkait keamanan siber untuk industri pasar modal. Diskusi ini menjadi sangat relevan mengingat meningkatnya risiko serangan siber di berbagai sektor ekonomi.

Dalam dialog ini, BEI dan KSEI memperkenalkan kebijakan baru untuk memperkuat pengelolaan keamanan siber. Hal ini termasuk upaya yang lebih besar dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya Cyber & IT di kalangan penyelenggara teknologi pasar modal.

Bersamaan dengan itu, BNI juga mengungkapkan kesiapan infrastruktur digital mereka. Melalui BNI API Digital Services, mereka berupaya menawarkan solusi teknologi yang memadai untuk mendukung ekosistem pasar modal yang aman dan terintegrasi.

Pentingnya Edukasi dan Mitigasi Ancaman Siber

BNI tidak hanya berfokus pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga pada pendidikan tentang potensi risiko yang ada. Edukasi ini penting agar semua pihak memahami cara mengidentifikasi dan memitigasi ancaman siber yang dapat merugikan.

Edukasi yang dilakukan oleh BNI mencakup penyampaian tentang langkah-langkah yang dapat diambil untuk menjaga keamanan sistem. Dengan demikian, diharapkan pelaku industri dapat beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan yang terjadi.

Hal ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan BNI untuk menyediakan layanan perbankan digital yang resilient. Dengan pendekatan menyeluruh ini, BNI berusaha membangun kepercayaan di antara para investor dan pelaku pasar.

Di samping itu, BNI juga menunjang perannya sebagai Bank Mitra Rekening Dana Nasabah (RDN) bagi Perusahaan Efek. Sistem yang dirancang aman dan adaptif menjadi salah satu kunci utama dalam memastikan keberlanjutan layanan dalam industri ini.

Komitmen BNI dalam Memperkuat Pasar Modal di Indonesia

Berdasarkan hasil dari BNI Market Outlook 2026, jelas bahwa BNI memiliki visi untuk menjadi mitra strategis dalam pengembangan pasar modal yang aman. Melalui pendekatan kolaboratif, mereka ingin menciptakan ekosistem yang lebih baik di masa depan.

BNI berencana untuk terus menerus meningkatkan layanan perbankan digital agar sesuai dengan kebutuhan di era transformasi digital yang cepat. Hal ini menjadi sangat penting untuk menghadapi perubahan yang cepat dalam landscape industri keuangan.

Kedepannya, BNI akan mengupayakan kolaborasi lebih lanjut dengan berbagai pemangku kepentingan. Komitmen ini bertujuan untuk menciptakan sistem yang tidak hanya efisien tetapi juga aman dalam menghadapi risiko di dunia siber.

Dengan perhatian khusus pada keamanan siber, BNI berusaha untuk tidak hanya memenuhi tuntutan pasar tetapi juga melindungi kepentingan semua pihak yang terlibat. Hal ini tentu akan menciptakan kepercayaan yang lebih besar di kalangan investor.

Dirut PIPA Junaedi Diblokir dari Pasar Modal RI Selama Lima Tahun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru-baru ini melakukan langkah tegas dalam menegakkan kepatuhan di sektor pasar modal dengan memberikan sanksi berat pada salah satu direktur utama perusahaan publik. Sanksi tersebut ditujukan kepada Direktur Utama PT Multi Makmur Lemindo Tbk, Junaedi, yang selama ini terlihat aktif dan berpengaruh dalam pengambilan keputusan perusahaan.

Kasus ini pun memunculkan perdebatan yang cukup panjang di kalangan para pengamat keuangan dan investor. Keputusan OJK ini dianggap perlu agar integritas pasar modal Indonesia tetap terjaga dan kepercayaan publik tidak berkurang.

Alasan Pengenaan Sanksi Terhadap JunaediDalam Kasus Ini

Sanksi yang diberikan kepada Junaedi berupa larangan beraktivitas di pasar modal selama lima tahun. Langkah ini diambil setelah ditemukan adanya kesalahan serius dalam penyajian Laporan Keuangan Tahunan (LKT) 2023 yang disusun oleh perusahaan. Kesalahan tersebut berkaitan erat dengan pengakuan aset yang berasal dari dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO).

Penting untuk dicatat bahwa OJK menentang keras praktik-praktik yang dapat merusak pasar modal. Hal ini menunjukkan adanya harapan untuk menegakkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan perusahaan yang terdaftar di bursa. Dengan sanksi ini, OJK berupaya memberikan peringatan kepada seluruh industri agar tidak mengulangi kesalahan serupa.

Dalam komunikasi resmi OJK, mereka menyatakan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik terhadap pasar modal. Dengan adanya penegakan hukum yang tegas, diharapkan akan tercipta lingkungan yang lebih baik untuk investasi.

Denda dan Sanksi Lain yang Dikenakan pada Multi Makmur Lemindo

Tidak hanya Junaedi, tetapi juga perusahaan itu sendiri dikenai sanksi administratif berupa denda sebesar Rp 1,85 miliar. Denda ini merupakan konsekuensi dari ketidakpatuhan dalam penyajian laporan keuangan, yang seharusnya sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.

Direksi lainnya, termasuk Junaedi, juga terkena denda secara tanggung renteng sebesar Rp 3,36 miliar. Mereka dianggap lalai dalam memastikan laporan keuangan perusahaan memiliki keandalan yang layak dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Penjatuhan denda ini menunjukkan betapa seriusnya OJK dalam menindak pelanggaran yang dapat merugikan investor dan publik secara keseluruhan. Diharapkan, tindakan ini menjadi pelajaran bagi para pengelola perusahaan untuk selalu mengutamakan integritas dalam laporan keuangan mereka.

Aksi terhadap Auditor Eksternal dan Profesionalisme dalam Akuntansi

Selain tindakan terhadap direksi, OJK juga melakukan penyelidikan terhadap auditor eksternal yang terlibat dalam audit laporan keuangan PT Multi Makmur Lemindo Tbk. Hasilnya, auditor ini juga dijatuhi sanksi berupa pembekuan Surat Tanda Terdaftar (STTD) selama dua tahun.

Auditor dianggap tidak menerapkan standar profesional yang memadai dalam proses audit. Hal ini menjadi sorotan karena kualitas audit yang baik sangat krusial dalam menjaga akuntabilitas perusahaan yang terdaftar di bursa efek.

Sanksi ini diharapkan dapat mendorong auditor untuk lebih disiplin dan profesional dalam menjalankan tugas mereka. Pasar modal yang sehat memerlukan dukungan dari semua pihak terkait, termasuk auditor yang bertugas untuk memastikan transparansi perusahaan.

Pentingnya Penegakan Hukum di Pasar Modal Indonesia

Dengan keputusan yang diambil OJK, jelas bahwa penegakan hukum di pasar modal Indonesia semakin mendapatkan perhatian khusus. OJK berkomitmen untuk menanggulangi segala bentuk pelanggaran yang dapat merugikan publik dan investor.

Keberanian OJK dalam memberikan sanksi tegas ini diharapkan bisa menjadi sinyal positif bagi investor. Mereka akan merasa lebih aman dan percaya bahwa investasi mereka dilindungi oleh regulasi yang ketat dan penegakan hukum yang berkelanjutan.

Lebih jauh, tindakan ini diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan di kalangan perusahaan-perusahaan yang terdaftar di pasar. Mengingat bahwa pasar modal merupakan salah satu indikator kesehatan ekonomi suatu negara, menjaga integritasnya adalah hal yang mutlak dilakukan demi kesejahteraan ekonomi nasional.

Reformasi Pasar Modal Ditargetkan Selesai Sebelum Maret 2026 oleh OJK

Jakarta, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan untuk menyelesaikan reformasi pasar modal dalam waktu dekat. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan karakteristik dan daya tarik pasar modal Indonesia di mata investor lokal maupun internasional.

Demi mencapai target tersebut, OJK akan melibatkan berbagai pihak, termasuk Bursa Efek Indonesia dan Kustodian Sentral Efek Indonesia. Koordinasi yang efektif diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah inovatif dalam memperkuat pasar modal di negara ini.

Dengan adanya reformasi ini, diharapkan pasar modal bisa lebih efisien dan transparan. Hal ini tentunya akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Komponen Penting dalam Reformasi Pasar Modal Indonesia

Reformasi pasar modal tidak hanya mencakup peraturan, tetapi juga berbagai aspek teknis dan operasional. OJK berupaya untuk memperbaiki infrastrukturnya agar lebih mendukung inovasi dan perkembangan di industri keuangan.

Salah satu komponen penting adalah peningkatan teknologi informasi yang digunakan dalam transaksi. Di era digital ini, adaptasi terhadap teknologi terkini menjadi sangat vital untuk menarik minat investor baru.

Selain itu, OJK juga akan mengedepankan kebijakan yang mengutamakan perlindungan kepada investor. Dengan adanya regulasi yang lebih ketat, diharapkan kepercayaan terhadap pasar modal akan meningkat.

Strategi untuk Meningkatkan Daya Tarik Pasar Modal Indonesia

Untuk meningkatkan daya tarik pasar modal, OJK telah merancang berbagai strategi inovatif. Salah satunya adalah meluncurkan skema produk investasi yang lebih variatif dan terjangkau bagi masyarakat.

OJK juga berencana untuk memperluas edukasi terkait pasar modal, agar masyarakat lebih memahami manfaat dan risikonya. Melalui edukasi yang tepat, masyarakat diharapkan mau berpartisipasi lebih aktif dalam investasi di pasar modal.

Setiap inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya untuk menjadikan pasar modal sebagai pilihan utama dalam berinvestasi. Arah perubahan ini juga sejalan dengan perkembangan global yang semakin kompetitif.

Peran Bursa Efek Indonesia dalam Reformasi Ini

Bursa Efek Indonesia memiliki peran sentral dalam pelaksanaan reformasi pasar modal. Sebagai lembaga yang mengatur perdagangan efek, bursa harus beradaptasi dengan perubahan yang diharapkan oleh OJK.

Peningkatan transparansi informasi menjadi salah satu prioritas utama. Bursa Efek Indonesia berkomitmen untuk menyediakan data yang akurat dan mudah diakses oleh semua kalangan investor.

Dengan adanya transparansi yang lebih baik, investor dapat membuat keputusan yang lebih tepat. Hal ini diharapkan akan mengurangi risiko kesalahan dalam pengambilan keputusan investasi.

Secara keseluruhan, kolaborasi antara OJK dan Bursa Efek Indonesia menjadi kunci keberhasilan reformasi ini. Sinergi yang kuat berpotensi menciptakan pasar modal yang lebih dinamis dan berkelanjutan.

Ke depannya, OJK dan Bursa Efek Indonesia berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi terhadap perkembangan yang ada. Proses reformasi ini diharapkan dapat menghasilkan sistem yang lebih efisien dan efektif dalam jangka panjang.

Nilai Saham RI Murah, Balik Modal 7-8 Tahun dari Dividen Menurut Bos Danantara

Investasi di pasar saham Indonesia menunjukkan potensi yang sangat menjanjikan. Badan Pengelola Investasi Danantara mengamati bahwa tidak hanya memberikan imbal hasil yang menarik, namun beberapa perusahaan juga menawarkan dividen yang tinggi.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menjelaskan pentingnya memilih emiten dengan fundamental yang kuat. Dalam investasinya, Pandu menegaskan bahwa emiten yang dipilih harus memiliki likuiditas yang baik, kesinambungan bisnis, dan arus kas yang sehat.

Dengan merujuk pada komposisi indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI), Pandu melihat valuasi saham-saham yang tidak termasuk dalam kategori konglomerat cukup menarik. Ia mengungkapkan bahwa valuasi tersebut diperdagangkan sekitar 11 kali price to earnings ratio (PER), yang menunjukkan adanya peluang.

Analisis Valuasi Saham: Memahami Price to Free Cash Flow

Pandu menyoroti bahwa banyak investor kurang memperhatikan valuasi saham dari sisi price to free cash flow. Ia mencatat bahwa sejumlah saham di Indonesia diperdagangkan di bawah 10 kali price to free cash flow, menawarkan imbal hasil antara 11-12%.

Hal ini memberikan kesempatan bagi investor untuk mengembalikan modal dalam waktu tujuh hingga delapan tahun hanya dari dividen atau arus kas bebas. Dengan angka-angka tersebut, Pandu optimis bahwa pasar saham Indonesia memiliki prospek yang cerah.

“Jadi walaupun tidak melihat harga saham sekalipun, tawaran di pasar ini sangat menarik,” jelas Pandu. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pemahaman mendalam mengenai valuasi dapat menguntungkan investor.

Pola Perilaku Investor Ritel di Pasar Saham

Kondisi pasar saat ini didominasi oleh investor ritel yang lebih rentan terhadap sentimen. Menurut Pandu, ini menjadi momen yang baik untuk investor berani masuk ke pasar saat banyak pihak merasa khawatir.

Pandangan tersebut diadaptasi dari wisdom klasik Warren Buffett, “Be greedy when others are fearful.” Menurutnya, saat kekhawatiran melanda pasar, justru saatnya investor untuk mengambil risiko yang diperhitungkan.

Sikap optimis ini membuat Pandu merasa bahwa pasar modal Indonesia menawarkan peluang menarik bagi investor yang bersiap untuk mengambil tindakan yang lebih berani.

Strategi Danantara untuk Memasuki Pasar Saham

Pandangan dari CIO Danantara mencerminkan strategi investasi yang bijak. Pada acara Economic Outlook 2026, Pandu menyatakan bahwa Danantara telah mulai aktif berinvestasi di pasar saham.

Menurutnya, mereka telah melakukan analisis mendalam untuk memilih saham yang akan diinvestasikan. “Kita sudah berinvestasi, tetapi secara diam-diam,” ungkap Pandu, menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan untuk tidak memengaruhi pasar.

Dia juga menerangkan kriteria yang digunakan untuk memilih saham, yang meliputi fundamental yang kuat, likuiditas yang baik, dan nilai perusahaan yang menjanjikan. Pendekatan ini menunjukkan keinginan Danantara untuk berinvestasi secara cerdas.

Pentingnya Fundamental dalam Memilih Saham untuk Investasi

Pandangan Pandu menunjukkan bahwa fundamental adalah kunci dalam pemilihan saham. Ia menegaskan bahwa saham yang dipilih harus memiliki ketiga faktor utama: fundamental, likuiditas, dan value yang baik.

Ia menambahkan, pemahaman yang baik tentang sebuah perusahaan membantu dalam menilai prospeknya di pasar. Oleh karena itu, bagi investor yang ingin mengikuti jejak Danantara, sangat penting untuk mengeksplorasi informasi terkait perusahaan sebelum mengambil keputusan.

Dalam dunia investasi yang kompetitif, memiliki pemahaman yang kuat tentang faktor-faktor penting ini dapat memberikan keunggulan yang signifikan. Pandu berharap banyak investor yang belajar untuk berinvestasi dengan bijak, mengikuti jejak praktik Danantara.

Terkait Kasus Hukum Pasar Modal, Manajemen MINA Berikan Penjelasan

PT Sanurhasta Mitra Tbk. (MINA) baru-baru ini memberikan klarifikasi mengenai kasus hukum yang melibatkan beberapa pihak, termasuk Edy Suwarno dan Eveline Listijosuputro. Dalam penjelasan tersebut, manajemen perusahaan menegaskan bahwa mereka tidak memiliki keterlibatan dalam dugaan tindak pidana pasar modal yang dikaitkan dengan pihak-pihak tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebagai upaya untuk memberikan informasi yang jelas dan akurat kepada investor dan publik. Manajemen ingin menegaskan bahwa perusahaan menghargai integritas dan transparansi dalam setiap langkah yang diambil.

Sejak Februari 2025, pengendali utama perusahaan telah beralih kepada PT Tirta Orisa Yasa. Transisi tersebut dilakukan melalui mekanisme Mandatory Tender Offer, yang disampaikan secara publik dan mendapatkan persetujuan dari regulator sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Dengan perubahan pengendali ini, MINA tidak menyebutkan adanya keterlibatan dalam proses hukum atau penyelidikan apapun terkait dugaan pelanggaran di pasar modal. Hal ini menjadi fokus manajemen untuk menegaskan bahwa perusahaan beroperasi secara independen dan mematuhi regulasi yang ada.

Pernyataan Manajemen Tentang Keterlibatan di Pasar Modal

Manajemen juga memberikan penegasan bahwa Edy Suwarno, Eveline Listijosuputro, maupun PT Minna Padi Aset Management tidak memiliki pengendalian atas perseroan. Semua keputusan bisnis yang diambil oleh manajemen dilakukan secara mandiri, sesuai dengan tata kelola perusahaan yang baik.

Setiap langkah yang diambil oleh perseroan senantiasa berlandaskan pada kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. Hal ini menunjukkan komitmen MINA untuk menjaga reputasi dan integritasnya dalam dunia investasi.

Perusahaan juga memastikan bahwa informasi yang diberikan kepada pemegang saham dan publik selalu tepat waktu dan transparan. Ini penting bagi perusahaan untuk melindungi kepentingan semua pemangku kepentingan yang terlibat.

Perubahan Struktur Kepemilikan Saham di MINA

Dalam laporan keterbukaan informasi terbaru, terungkap adanya perubahan signifikansi dalam struktur kepemilikan saham. PT Basis Utama Prima tetap menjadi pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 3 miliar saham, yang setara dengan 45,71% dari total saham yang tercatat.

Di sisi lain, jumlah saham yang dimiliki oleh Happy Hapsoro mengalami penurunan dari 374,97 juta saham menjadi 329,98 juta saham. Dengan demikian, porsi saham pengendali Hapsoro juga berkurang, meskipun ia masih tercatat sebagai penerima manfaat akhir dari saham tersebut.

Porsi saham publik di perusahaan mengalami peningkatan, di mana jumlah saham masyarakat non-warkat naik dari 3,19 miliar saham menjadi 3,23 miliar saham. Hal ini menunjukkan bahwa pasar publik semakin aktif dalam berinvestasi di perusahaan ini.

Tren Penurunan Jumlah Pemegang Saham

Selain perubahan yang terjadi pada kepemilikan saham, laporan juga mencatat adanya penurunan jumlah pemegang saham. Dari 6.497 pemegang saham yang tercatat sebelumnya, kini jumlahnya menjadi 6.445, menunjukkan penurunan sebanyak 52 pemegang saham.

Penurunan jumlah pemegang saham ini menjadi perhatian tersendiri bagi manajemen, karena mencerminkan dinamika investasi yang terjadi di masyarakat. Meskipun demikian, struktur kepemilikan yang ada saat ini tetap menunjukkan stabilitas bagi perusahaan.

Manajemen berjanji untuk terus memantau situasi ini dan melakukan langkah-langkah strategis yang diperlukan untuk menarik kembali minat para investor. Pada akhirnya, keberhasilan perusahaan tak lepas dari dukungan pemegang saham dan pihak-pihak yang terlibat.

Pesan Tegas Presiden Prabowo untuk Pasar Modal Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, telah menyoroti pentingnya pembenahan pasar modal di Indonesia sesuai arahan dari Presiden Prabowo Subianto. Dalam konteks dinamika ekonomi global yang terus berubah, beliau menekankan perlunya tindakan tegas terhadap setiap pelanggaran yang terjadi di pasar modal.

Airlangga menjelaskan bahwa setiap pelanggaran yang dilakukan oleh emiten, pelaku pasar, maupun investor tidak boleh dibiarkan begitu saja. Tindakan tegas ini bertujuan untuk menjaga integritas pasar modal dan kepercayaan dari investor.

“Bapak Presiden menegaskan bahwa pelanggaran yang dilakukan oleh emiten atau pihak lain yang melanggar aturan bursa harus ditindak dengan serius,” ungkap Airlangga dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan. Pentingnya penegakan hukum di pasar modal tidak bisa dianggap remeh.

Pasar modal diibaratkan sebagai jendela perekonomian Indonesia yang dilihat oleh investor global. Oleh karena itu, menjaga kredibilitas, transparansi, dan penegakan aturan menjadi sangat penting untuk tidak kehilangan kepercayaan dari pihak luar.

“Pasar modal harus tampil bersih dan transparan. Jika tidak, dampaknya akan buruk bagi perekonomian kita ke depannya,” ujar Airlangga. Keberadaan pasar yang terintegritas merupakan kunci untuk investasi yang berkelanjutan.

Dalam konteks ini, kebijakan pemerintah diharapkan bisa selaras dengan praktek baik di industri. Upaya untuk memperkuat tata kelola dan transparansi harus dilakukan tanpa keletihan, terutama dalam menegakkan hukum di pasar modal.

Meskipun perekonomian nasional menunjukkan fundamental yang baik, kurangnya integritas dalam pasar modal bisa membuatnya tampak buruk di mata investor. Hal ini berpotensi mengakibatkan dampak jangka panjang yang merugikan bagi stabilitas ekonomi.

Pentingnya Tata Kelola dan Penegakan Hukum di Pasar Modal

Tata kelola yang baik di pasar modal menjadi crucial dalam menarik investasi. Airlangga menegaskan bahwa dua faktor utama yang perlu diperhatikan adalah transparansi dan akuntabilitas yang tinggi.

“Pasar modal yang sehat adalah indikator dari ekonomi yang kuat. Itulah mengapa setiap kebijakan harus mendukung pertumbuhan berkelanjutan,” imbuh beliau. Melalui pengawasan yang ketat, diharapkan akan lahir inovasi yang juga memberikan manfaat nyata bagi perekonomian.

Penegakan hukum yang tanpa pandang bulu akan memberikan sinyal kuat kepada semua pihak. Hal ini berfungsi untuk menghindari praktik-praktik yang merugikan dalam pasar yang harus dijaga integritasnya.

Ketika investor merasa aman, mereka lebih cenderung melakukan investasi jangka panjang. Ini tentu saja akan meningkatkan aliran investasi ke Indonesia, membawa dampak positif pada ekonomi secara keseluruhan.

Langkah-langkah yang diambil pemerintah untuk memperbaiki tata kelola juga mencerminkan komitmen Indonesia dalam menciptakan pasar modal yang modern dan berdaya saing tinggi. Tiap kebijakan baru tidak hanya mempertimbangkan keuntungan jangka pendek, tetapi juga keberlanjutan sistem keuangan.

Transformasi Pasar Modal dalam Era Globalisasi

Globalisasi mendorong pasar modal untuk beradaptasi dengan cepat. Menurut Airlangga, penting bagi Indonesia untuk menjaga daya tarik di mata investor asing, terutama saat persaingan semakin ketat.

“Kita tidak bisa berpuas diri. Harus ada inovasi dan adaptasi agar pasar modal Indonesia tetap relevan,” ujarnya. Beliau juga mengingatkan pentingnya bersaing dalam hal teknologi dan informasi untuk memudahkan transaksi.

Dengan kemajuan teknologi, pengawasan pasar dapat dilakukan secara lebih efisien. Hal ini memungkinkan pemangku kepentingan untuk dengan cepat mendeteksi potensi masalah dan mengambil langkah proaktif dalam penanganannya.

Selain itu, pendidikan dan sosialisasi kepada semua pelaku pasar juga sangat penting. Semua pihak harus memahami tata kelola yang baik agar bisa berkontribusi terhadap integritas pasar modal.

Dari sudut pandang investor, pasar yang dianggap transparan dan akuntabel akan memberikan rasa aman. Kepercayaan semacam ini adalah aset berharga yang wajib dibangun dari sekarang.

Keberlanjutan dan Pertumbuhan Ekonomi yang Sehat

Pembangunan yang berkelanjutan khususnya di sektor pasar modal harus menjadi prioritas. Airlangga menekankan bahwa pertumbuhan yang tidak terencana dapat menyebabkan dampak negatif jangka panjang.

“Kita harus membangun pasar yang tidak hanya besar, tetapi juga berkualitas,” ungkapnya. Kualitas dalam pertumbuhan ini mencakup integritas serta kepatuhan terhadap regulasi yang ada.

Pemerintah berharap dengan penegakan aturan yang konsisten, pasar modal Indonesia akan mencerminkan kekuatan fundamental ekonomi nasional. Ini sekaligus menjadi penyangga bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih luas.

Pasar yang tumbuh dengan integritas akan mengundang minat lebih besar dari investor asing. Hal ini menjadi penting dalam upaya untuk mendiversifikasi sumber pendapatan nasional dan mengurangi ketergantungan pada sektor tertentu.

Akhirnya, keselarasan antara pemerintah, regulator, dan pelaku pasar merupakan kunci untuk menciptakan ekosistem yang sehat. Dengan kerja sama dan komitmen bersama, masa depan pasar modal Indonesia diharapkan semakin cemerlang.

OJK Bentuk Satgas Reformasi Pasar Modal untuk Pantau 8 Aksi Pembenahan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama dengan berbagai pemangku kepentingan berinisiatif untuk membentuk Satuan Tugas Reformasi Pasar Modal. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa pasar saham di Indonesia dapat mengalami perbaikan yang signifikan dan berkelanjutan.

Pjs Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan bahwa terdapat delapan rencana aksi reformasi yang dikelompokkan ke dalam empat klaster utama. Melalui reformasi ini, diharapkan pasar modal Indonesia dapat meningkat kredibilitas dan daya tariknya, menjadikannya lebih investasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kami memahami bahwa dinamika di pasar modal merupakan refleksi bahwa pertumbuhan yang tinggi belumlah cukup. Diperlukan langkah-langkah perbaikan agar pertumbuhan di pasar modal lebih berkualitas,” ucapnya dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan.

Empat klaster yang menjadi fokus dalam reformasi ini mencakup kebijakan free float, transparansi, tata kelola dan penegakan hukum, serta sinergitas antar otoritas dan pemangku kepentingan. Setiap klaster memiliki rencana aksi konkret yang akan diterapkan secara bertahap.

Berikut adalah delapan rencana aksi reformasi pasar modal Indonesia yang telah ditetapkan:

  1. Peningkatan batas minimum free float emiten dari 7,5% menjadi 15%, dengan penerapan yang bertahap. Untuk IPO baru, ketentuan ini akan langsung diberlakukan, sementara emiten yang sudah ada diberikan masa transisi.
  2. Penguatan peran investor institusi domestik dan perluasan basis investor, baik domestik maupun asing. Untuk itu, pemerintah akan melakukan penyesuaian limit investasi, termasuk di sektor asuransi dan dana pensiun, sesuai dengan prinsip manajemen risiko dan tata kelola yang baik.
  3. Peningkatan transparansi mengenai ultimate beneficial owner (UBO) serta keterbukaan afiliasi pemegang saham. OJK mendorong adanya pengaturan yang ketat berdasarkan praktik terbaik internasional untuk meningkatkan kredibilitas pasar.
  4. Demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) sesuai amanat undang-undang yang bertujuan untuk memperbaiki tata kelola dan mengurangi konflik kepentingan. OJK akan berdiskusi lebih lanjut tentang persiapan implementasi ini bersama pemerintah dan BEI.
  5. Penguatan penegakan peraturan serta sanksi bagi pelanggaran di pasar modal. Fokus enforcement ini mencakup manipulasi transaksi saham dan penyebaran informasi yang menyesatkan yang merugikan investor ritel.
  6. Peningkatan tata kelola emiten, termasuk menetapkan kewajiban pendidikan berkelanjutan bagi direksi, komisaris, serta komite audit. Selain itu, akan ada kewajiban sertifikasi untuk penyusun laporan keuangan emiten.
  7. Pendalaman pasar secara terintegrasi melalui kolaborasi lintas otoritas, antara OJK, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, serta pemangku kepentingan lainnya. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat pasar modal sebagai sumber pembiayaan jangka panjang.
  8. Peningkatan kolaborasi berkelanjutan dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, Self-Regulatory Organization (SRO), dan pelaku industri. Sinergi ini bertujuan untuk memastikan bahwa reformasi pasar modal dapat dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

Strategi untuk Meningkatkan Daya Tarik Investasi di Pasar Modal

Reformasi yang dilaksanakan melalui Satuan Tugas ini diharapkan mampu menghadirkan peningkatan signifikan dalam daya tarik investasi di pasar modal Indonesia. Daya tarik ini menjadi penting untuk mendorong lebih banyak investor domestik maupun asing untuk berinvestasi.

Salah satu strategi utama adalah peningkatan transparansi informasi. Dengan memberikan akses informasi yang jelas dan akurat, investor akan merasa lebih aman dan percaya diri dalam mengambil keputusan investasi.

Selain itu, penguatan tata kelola emiten juga menjadi faktor kunci. Dengan memperbaiki tata kelola yang ada, diharapkan akan muncul emiten yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga bertanggung jawab dalam pengelolaan perusahaan.

Melalui langkah-langkah ini, diharapkan pasar modal Indonesia tidak hanya terjaga stabilitasnya, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan.

Pentingnya Kolaborasi Lintas Sektor dalam Reformasi Pasar Modal

Kolaborasi antar berbagai otoritas dan pemangku kepentingan menjadi salah satu fondasi penting dalam proses reformasi pasar modal. Sinergi lintas sektor diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang sehat bagi pertumbuhan pasar modal.

OJK sebagai pengawas utama memiliki peran penting dalam mengintegrasikan berbagai kebijakan yang akan diambil dalam reformasi ini. Kerjasama dengan kementerian terkait dan instansi lainnya dianggap krusial untuk menangani isu-isu yang ada secara komprehensif.

Dengan kolaborasi yang baik, diharapkan solusi yang dihasilkan akan lebih akurat dan dapat diterima semua pihak. Ini akan menciptakan kepercayaan dan stabilitas yang lebih baik di pasar modal Indonesia.

Selain itu, melibatkan investor, emiten, dan pelaku industri dalam proses reformasi ini juga penting untuk memastikan rencana yang dibuat dapat diimplementasikan dengan efektif dan efisien.

Menghadapi Tantangan dan Peluang di Pasar Modal Indonesia

Pasar modal Indonesia tentu tidak terlepas dari berbagai tantangan yang ada, termasuk persaingan dari pasar global yang semakin ketat. Namun, dengan reformasi yang tepat, tantangan tersebut dapat dijadikan sebagai peluang untuk tumbuh lebih baik.

OJK dan pemangku kepentingan perlu terus beradaptasi dengan perubahan yang terjadi baik di dalam negeri maupun skala global. Ini untuk menjaga daya saing serta menarik minat investor yang semakin tinggi.

Teknologi informasi dan digitalisasi menjadi salah satu aspek yang tidak boleh diabaikan. Mengintegrasikan teknologi dalam proses operasional di pasar modal akan memberikan keuntungan kompetitif tersendiri.

Dengan pendekatan ini, pasar modal Indonesia diharapkan dapat tumbuh menjadi lebih inklusif dan berkelanjutan, siap bersaing dalam lingkungan yang terus berubah. Keberhasilan reformasi ini akan menciptakan ekosistem yang lebih baik bagi semua pelaku pasar.

Dunia di Ambang Perang Modal, Emas Menjadi Aset Terbaik

Investor terkemuka Ray Dalio baru-baru ini mengungkapkan pandangannya yang mencerminkan kekhawatiran mendalam tentang kondisi dunia saat ini. Dalam situasi politik dan ekonomi global yang semakin rentan, Dalio mengingatkan bahwa dunia bisa berada di ambang perang modal yang mengancam stabilitas ekonomi.

Ketegangan geopolitik yang semakin meningkat menjadi pendorong signifikan di balik pergeseran ini. Hal ini mendorong berbagai negara untuk menerapkan strategi ekonomi baru, dengan memanfaatkan embargo dan pemblokiran akses pasar sebagai senjata utama.

Peningkatan Ketegangan Geopolitik dan Dampaknya

Ketegangan geopolitik antara negara-negara besar telah meningkat secara dramatis dalam beberapa tahun terakhir. Negara-negara seperti Amerika Serikat dan China menjadi sorotan utama, berfokus pada persaingan yang bukan hanya terbatas pada militer, tetapi juga di sektor ekonomi.

Dalam konteks ini, kita menyaksikan bagaimana masing-masing negara berusaha mengamankan kepentingan ekonomi mereka melalui cara-cara yang tidak konvensional. Misalnya, embargo perdagangan kini menjadi alat yang digunakan secara luas untuk menghukum negara-negara yang tidak sejalan dengan kebijakan tertentu.

Pemblokiran akses terhadap pasar modal juga menjadi taktik utama dalam keadaan ini. Negara-negara tertentu membuat kebijakan yang membatasi kemampuan investasi dari negara pesaing, menciptakan ketidakpastian bagi banyak investor.

Pentingnya Persaingan Ekonomi dalam Konteks Global

Dalam situasi ini, persaingan ekonomi menjadi salah satu kunci utama yang menentukan posisi suatu negara. Negara-negara yang mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan ini akan memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan.

Lalu, bagaimana cara negara-negara ini mengelola aset mereka untuk tetap berada di jalur yang benar dalam menghadapi gesekan ini? Salah satu cara yang mulai diperhatikan adalah penggunaan utang sebagai alat untuk memperluas pengaruh di wilayah tertentu.

Dengan menggunakan utang, negara-negara dapat mencapai tujuan politik dan ekonominya lebih efektif. Hal ini dapat membangun ketergantungan di antara negara-negara yang lebih kecil dan rentan, yang pada gilirannya memberikan kekuatan tambahan bagi negara pemberi utang.

Investasi Emas dan Peranannya dalam Situasi Ini

Di tengah ketidakpastian yang melanda pasar modal, emas muncul sebagai aset yang semakin diminati. Banyak investor beralih ke emas sebagai bentuk perlindungan terhadap volatilitas dan risiko yang ada.

Emas tidak hanya dianggap sebagai penyimpan nilai, tetapi juga sebagai lindung nilai yang ampuh dalam situasi ketidakpastian. Ketika pasar modal bergejolak, banyak orang memilih untuk mengalihkan investasi mereka ke emas demi menjaga stabilitas keuangan.

Oleh karena itu, permintaan terhadap emas semakin meningkat, menciptakan pasar baru yang bersifat global. Dalam jangka panjang, emas mampu bertahan sebagai aset yang relatif aman daripada aset lainnya yang lebih berisiko.