error code: 500
Raksasa China Jual 3,71 Miliar Saham BUMI dengan Harga Tersebut


error code: 500

Emiten alat berat PT United Tractors (UNTR) baru-baru ini melakukan langkah strategis dengan menyuntikkan dana segar sebesar Rp500 miliar ke anak usaha mereka, Karya Supra Perkasa (KSP). Kegiatan ini melibatkan pembelian 500 ribu saham baru dari KSP, yang menunjukkan komitmen perusahaan dalam memperkuat posisinya di sektor alat berat.
Menurut keterangan resmi yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), investasi ini terjadi pada 8 Januari 2026. Setelah langkah ini, United Tractors kini memegang total 4.325.900 lembar saham KSP, yang meningkatkan kendali mereka dalam perusahaan tersebut.
Dengan pengendalian yang mencapai 99,97 persen saham, United Tractors menegaskan posisinya dalam KSP, sementara 0,03 persen saham lainnya dimiliki oleh perusahaan lain yang berada di bawah pengawasan United Tractors. Aksi korporasi ini bertujuan utama untuk mendukung kebutuhan pendanaan yang dihadapi oleh KSP.
Pemberian dana segar ini sangat vital dalam mendukung pertumbuhan KSP di tengah persaingan yang semakin ketat. KSP sendiri beroperasi dalam industri alat berat yang sedang berkembang, dan investasi dari induknya akan memperkuat kapabilitas operasional.
Dengan tambahan modal, KSP diharapkan dapat meningkatkan layanan dan produk yang ditawarkan kepada pelanggan. Hal ini juga bisa membantu mereka dalam memperluas pangsa pasar dan mencapai target-target strategis yang telah ditetapkan.
Strategi investasi ini menunjukkan kepercayaan United Tractors terhadap potensi KSP, menandakan adanya harapan untuk pertumbuhan jangka panjang. Pendanaan ini bukan hanya sekadar suntikan dana, tetapi juga refleksi dari visi perusahaan yang lebih besar.
Melalui suntikan modal ini, kepemilikan saham United Tractors di KSP meningkat secara signifikan. Hal ini memperkuat posisi pengendalian yang lebih solid terhadap anak usaha mereka.
Peningkatan kepemilikan ini juga memberikan kesempatan bagi United Tractors untuk lebih terlibat dalam pengambilan keputusan strategis di KSP. Dengan memiliki sebagian besar saham, mereka dapat memastikan arah perusahaan sesuai dengan visi dan misinya.
Selain itu, langkah ini tidak termasuk dalam kategori transaksi yang mengalami benturan kepentingan, sehingga tidak memerlukan persetujuan dari pemegang saham independen. Ini menunjukkan transparansi dan kepatuhan United Tractors terhadap regulasi yang berlaku.
Dari perspektif jangka panjang, suntikan modal ini dapat membawa dampak positif bagi kedua entitas. Bagi United Tractors, penguasaan yang lebih besar atas KSP berarti kontrol yang lebih baik terhadap inovasi dan pengembangan produk.
Di sisi lain, KSP akan mendapatkan keuntungan dari strategi pendanaan yang memungkinkan mereka untuk lebih fokus pada pengembangan kompetensi inti. Investasi ini adalah taruhan keamanan yang diyakini mampu menghasilkan hasil yang menguntungkan di masa depan.
KSP bisa mempercepat pengembangan infrastruktur dan teknologi yang diperlukan untuk bersaing di tingkat global. Dengan dukungan penuh dari United Tractors, harapan untuk pertumbuhan yang berkelanjutan menjadi lebih realistis.

PT Darma Henwa (DEWA), yang merupakan bagian dari Grup Bakrie, baru-baru ini mengumumkan pelaksanaan buyback saham yang cukup signifikan dengan total anggaran mencapai Rp429,99 miliar. Keputusan ini diambil dalam konteks menghadapi fluktuasi pasar yang sudah berlangsung dalam periode waktu tertentu.
Dari total anggaran tersebut, perusahaan berhasil membeli kembali sebanyak 790,69 juta lembar saham. Melihat harga pelaksanaan, transaksi ini berlangsung dalam rentang yang cukup beragam antara Rp430 hingga Rp645 per lembar saham.
Dalam rincian lebih lanjut, pada tanggal 10 Desember 2025, DEWA melakukan buyback sebanyak 372,09 juta lembar saham dengan harga Rp430 per saham, yang setara dengan Rp159,99 miliar. Selanjutnya, pada tanggal 6 Januari 2026, perusahaan kembali melakukan buyback terhadap 418,6 juta lembar saham dengan harga Rp645, menghabiskan anggaran sekitar Rp269,99 miliar.
Dengan melaksanakan buyback, DEWA telah mengakumulasi sekitar 45,2 persen dari total saham yang ada. Hal ini menunjukkan upaya perusahaan untuk mengontrol jumlah saham yang beredar di pasar serta meningkatkan nilai saham bagi para pemegang saham yang tersisa.
Perusahaan masih tersisa dana buyback sebanyak Rp520,01 miliar, dari alokasi awal sebesar Rp950 miliar. Rencana ini adalah langkah strategis untuk menjaga kesehatan keuangan dan memperbaiki citra perusahaan di mata investor.
Sebelum pelaksanaan buyback, DEWA telah mengedepankan pentingnya kebijakan ini dalam konteks pasar yang berfluktuasi. Setiap langkah diawasi secara ketat agar keputusan yang diambil menguntungkan dalam jangka panjang.
Tindakan buyback yang dilakukan oleh DEWA berlandaskan pada Pasal 12 ayat (1) Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 13 Tahun 2023. Regulasi ini mengatur kebijakan yang bertujuan menjaga kinerja dan stabilitas pasar modal pada waktu-waktu yang penuh ketidakpastian.
Regulasi tersebut memberikan panduan penting agar perusahaan publik tidak kehilangan arah dalam proses pengelolaan sahamnya. Ini juga mencerminkan komitmen pemerintah untuk menciptakan pasar modal yang stabil dan terintegrasi.
Dalam menyikapi situasi tersebut, banyak emiten memilih untuk melakukan buyback sebagai salah satu strategi untuk melindungi nilai investasinya. Hal ini tidak hanya membantu perusahaan itu sendiri, tetapi juga memberi dampak positif bagi seluruh ekosistem pasar modal.
Melihat langkah-langkah yang diambil oleh DEWA, ada tanda-tanda optimisme untuk kinerja masa depan perusahaan. Jika kondisi pasar berangsur membaik, potensi untuk mengoptimalkan pertumbuhan akan semakin terbuka lebar.
Perusahaan berencana untuk menggunakan sisa dana buyback dengan bijak, agar dapat dimanfaatkan pada saat yang paling tepat. Hal ini menunjukkan bahwa DEWA tidak hanya berfokus pada keuntungan jangka pendek, tetapi juga mencerminkan pemikiran jangka panjang.
Dari sisi investor, langkah buyback ini juga memberi sinyal bahwa DEWA berkomitmen untuk mengelola dan memaksimalkan nilai sahamnya. Ini menciptakan kepercayaan yang lebih besar di kalangan investor yang berpeluang untuk berinvestasi lebih lanjut.

Transaksi saham yang dilakukan oleh jajaran manajemen PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk baru-baru ini menarik perhatian banyak kalangan. Pembelian saham senilai Rp1,8 miliar oleh Direktur dan Komisaris Ultrajaya pada akhir Desember 2025 menjadi sorotan utama di pasar modal.
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan, Direktur Ultrajaya, Sabana Prawira Widjaja, diketahui membeli sebanyak 700.000 lembar saham ULTJ seharga Rp1.440 per lembar. Transaksi tersebut berhasil menyita perhatian karena menunjukkan kepemilikan yang meningkat secara signifikan dalam struktur perusahaan.
Aksi tersebut menandai dorongan positif dalam kepercayaan manajemen terhadap pertumbuhan perusahaan ke depannya. Dengan meningkatnya proporsi saham yang dimiliki, hal ini dapat menjadi sinyal positif bagi investor lain untuk turut berinvestasi.
Tak hanya Sabana, Komisaris Ultrajaya, Suhendra Prawira Widjaja, juga melakukan transaksi serupa. Ia membeli sebanyak 550.400 lembar saham, menunjukkan langkah strategis dalam memperkuat posisi mereka di pasar dan menambah kepercayaan investor.
Harga saham ULTJ saat ini terpantau stagnan di posisi Rp1.435 per lembar, sementara kapitalisasi pasar perusahaan tercatat mencapai Rp16,52 triliun. Stabilitas harga saham ini bisa menjadi pertanda bahwa pasar masih mencerna informasi dan kemungkinan akan mengikuti perkembangan lebih lanjut dari perusahaan ini.
Langkah yang diambil oleh manajemen Ultrajaya ini tentu tidak bisa dipandang sebelah mata. Dengan pembelian saham, mereka menunjukkan keyakinan yang kuat terhadap masa depan perusahaan. Aksi ini biasanya diharapkan dapat mendorong investor lain untuk menaruh minat yang lebih besar terhadap saham ULTJ.
Pembelian saham manajemen sering kali dianggap sebagai indikator positif dalam dunia investasi. Hal ini menunjukkan bahwa para pemimpin percaya akan kinerja perusahaan yang lebih baik di masa yang akan datang. Adanya peningkatan porsi pemilikan ini tentunya memberikan sinyal positif kepada para pemangku kepentingan terkait.
Kepemilikan substantial oleh manajemen juga dapat berfungsi sebagai perisai terhadap volatilitas pasar. Ketika para pemegang saham kunci menunjukkan keyakinan dengan melakukan pembelian, itu bisa menciptakan efek domino yang positif untuk meningkatkan sentimen positif di kalangan investor. Hal ini tentu diharapkan dapat memicu peningkatan harga saham di masa mendatang.
Pada saat yang sama, pengumuman ini juga memberikan kesempatan bagi analis pasar untuk menggali lebih dalam mengenai kinerja Ultrajaya dan prospeknya. Transparansi yang ditunjukkan oleh manajemen dalam melakukan transaksi ini diharapkan dapat meningkatkan kredibilitas mereka di mata publik.
Setelah aksi pembelian saham oleh manajemen, kinerja PT Ultrajaya Milk Industry berpotensi untuk mengalami perubahan. Stabilitas harga saham yang terus bertahan di posisi Rp1.435 menandakan adanya ketertarikan dari investor untuk menilai kinerja jangka panjang perusahaan ini. Hal ini juga memberikan sinyal bahwa ULTJ memiliki landasan yang cukup kuat.
Kinerja finansial perusahaan dalam laporan tahunan akan menyajikan gambaran yang lebih jelas mengenai pertumbuhan dan strategi perusahaan ke depan. Dengan dilakukannya investasi langsung oleh manajemen, diharapkan mereka mampu memberikan pembaruan serta arahan strategis yang lebih tepat.
Selain itu, penambahan kepemilikan saham manajerial diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam proses pengambilan keputusan. Para pemimpin yang memiliki kepentingan langsung dalam keberhasilan perusahaan tentunya akan lebih berkomitmen dalam merumuskan langkah-langkah strategis yang dapat membawa perusahaan ke tingkat berikutnya.
Dengan mempertimbangkan langkah-langkah tersebut, jelas bahwa manajemen Ultrajaya tidak hanya berfokus pada keuntungan jangka pendek. Mereka menciptakan fondasi yang solid untuk pertumbuhan dan keberlanjutan perusahaan dalam waktu yang lebih panjang.
Prospek masa depan PT Ultrajaya Milk Industry tampaknya semakin cerah setelah dilakukan pembelian saham manajemen. Langkah ini dapat memastikan bahwa perusahaan akan terus berada di jalur pertumbuhan yang positif. Hal ini diharapkan dapat menarik lebih banyak investor untuk berpartisipasi.
Peringkat dan analisis industri menunjukkan sektor makanan dan minuman, terutama susu, memiliki potensi pertumbuhan yang signifikan di tahun-tahun mendatang. Dengan adanya investasi yang kuat pada pihak manajemen, Ultrajaya akan dapat memanfaatkan semua peluang yang ada dalam pasar ini.
Penting bagi perusahaan untuk terus berinovasi dan mengikuti tren pasar yang cepat berubah. Dalam hal ini, penerapan teknologi dan metode produksi yang efisien dapat menjadi kunci penting bagi keberhasilan Ultrajaya. Peningkatan kemampuan dalam beradaptasi dengan perubahan juga akan memberi keunggulan kompetitif di industri.
Dengan faktor-faktor tersebut, Ultrajaya memiliki peluang besar untuk tidak hanya mempertahankan eksistensi, tetapi juga meningkatkan daya saing di pasar domestik dan internasional. Manajemen yang proaktif akan memainkan peran penting dalam meminimalkan risiko dan memaksimalkan kesempatan.

Setelah Indonesia meraih kemerdekaan pada tahun 1945, masyarakat di sekitar Cigombong, Jawa Barat, terlibat langsung dalam pertarungan untuk mempertahankan kebebasan dari penjajahan. Di balik konflik itu, terdapat sebuah kisah menarik tentang penemuan harta karun berharga yang mengubah pandangan sejarah daerah tersebut.
Tahun 1946 menjadi tahun krusial ketika Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan warga lokal mulai mencari senjata bekas tentara Jepang untuk melawan Belanda. Namun, di bekas markas tentara Jepang, mereka menemukan lebih dari sekadar senjata; harta karun berupa emas dan berlian dalam jumlah besar yang mampu mengguncang semangat perjuangan mereka.
Harta yang ditemukan di kawasan Cigombong ini diperkirakan bernilai setara dengan Rp 6 miliar pada waktu itu. Penemuan ini mendorong TNI dan penduduk lokal untuk menggali lebih jauh, berharap bisa menemukan lebih banyak harta yang dapat mendukung perjuangan mereka melawan kolonialisme.
Cigombong, yang dulunya merupakan markas tentara Jepang, menyimpan banyak rahasia sejarah. Setelah kekalahan Jepang, wilayah ini dipenuhi oleh kegiatan pencarian senjata yang dilakukan oleh TNI dan masyarakat setempat. Namun, penemuan harta berharga yang tak terduga menjadi titik balik dalam narasi sejarah daerah ini.
TNI, dengan bantuan penduduk lokal, melakukan pencarian yang penuh harapan di area tersebut. Bersama-sama, mereka menggali tanah dan akhirnya menemukan guci besar yang menyimpan harta berharga di dalamnya. Emosi campur aduk mewarnai momen itu saat mereka membuka guci dan menemukan emas serta berlian yang berkilauan.
Haji Priyatna Abdurrasyid dalam karyanya menyebutkan betapa menawannya isi dalam kaus kaki yang terdapat di dalam guci. Emas dan berlian yang ditemukan bukan hanya sekadar harta, melainkan simbol perjuangan dan harapan bagi rakyat Indonesia pada masa itu.
Bersejarah, harta karun ini terdiri dari berbagai perhiasan yang terbuat dari emas dan berlian. Saat itu, nilai totalnya hampir mencapai Rp 6 miliar. Pencarian yang dilakukan bukan hanya sekadar untuk A, tetapi menandakan semangat kolektif masyarakat yang berjuang untuk kemerdekaan.
Kemudian, harta karun tersebut dilaporkan diserahkan kepada pihak berwenang di Yogyakarta dan disimpan di Bank Negara Indonesia (BNI-46). Direktur BNI-46 saat itu adalah Raden Mas Margono Djojohadikusumo, yang memiliki hubungan keluarga dengan tokoh penting di Indonesia modern.
Ini bukanlah satu-satunya penemuan harta karun di Indonesia; di Klaten, tegasnya, bukan hanya masyarakat Cigombong yang beruntung. Pada tahun 1990, warga Desa Wonoboyo juga menemukan guci berisi perhiasan saat menggali tanah uruk. Temuan ini menambah daftar harta karun yang terungkap di tanah air.
Penemuan harta karun di Cigombong dan Wonoboyo memberikan perspektif baru tentang sejarah Indonesia. Harta tersebut tidak hanya menjadi simbol kekayaan, tetapi juga menjadi pengingat tentang perjuangan yang telah dilalui oleh masyarakat dalam menghadapi kolonialisasi. Sejarah ini mendefinisikan nilai dan kebanggaan bangsa.
Harta karun yang ditemukan mendorong masyarakat untuk lebih menghargai warisan budaya dan sejarah. Relik berharga ini mengingatkan kita bahwa tanah air ini dipenuhi dengan cerita-cerita yang menunggu untuk diungkap. Setiap guci atau benda berharga lainnya bisa dijadikan sebagai sarana untuk melihat kembali akar budaya bangsa.
Lebih dari itu, cerita-cerita ini mendemonstrasikan bagaimana sejarah dapat berbicara tentang kekuatan kolaborasi antara militer dan rakyat. Dalam konteks ini, penemuan harta karun bahkan bisa diartikan sebagai hasil dari kerja keras dan pengorbanan yang tak ternilai.

Perusahaan tambang batu bara dan nikel, PT Harum Energy Tbk. (HRUM), tengah bersiap melakukan langkah strategis untuk memperkuat posisi investor dengan rencana pembelian kembali atau buyback saham. Dengan penganggaran maksimal mencapai Rp335 miliar, langkah ini menunjukkan optimisme manajemen terhadap kinerja perusahaan di masa mendatang.
Estimasi pembelian kembali saham mencapai 328.159.941 unit, yang setara dengan 2,43% dari total modal yang ditempatkan dan disetor. Ini menjadi indikasi nyata bahwa HRUM berkomitmen untuk meningkatkan nilai sahamnya, meskipun di tengah perubahan yang terjadi dalam industri.
Pihak manajemen HRUM meyakinkan bahwa pelaksanaan buyback tidak akan mengganggu kegiatan operasional perusahaan. Dengan memiliki modal kerja yang cukup serta kas yang memadai, mereka percaya bahwa pembelian kembali saham ini akan memberi dampak positif bagi para pemegang saham.
Rencana pembelian kembali ini dilakukan tanpa melalui rapat umum pemegang saham (RUPS), sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal ini bertujuan agar proses bisa berjalan lebih cepat dan efisien, mengingat kepentingan investor yang beragam.
Masa buyback ditentukan berdasarkan ketentuan POJK 13/2023, di mana rencana pembelian saham akan berlangsung selama tiga bulan. Dalam hal ini, periode buyback akan dimulai dari 5 Januari 2026 hingga 7 Maret 2026, memberi kesempatan bagi manajemen untuk melaksanakan rencana ini secara optimal.
Dalam pengumuman resmi perusahaan, HRUM mencerminkan kepercayaan yang tinggi terhadap prospek usaha ke depannya. Dengan langkah ini, mereka berharap dapat meningkatkan kepercayaan investor yang terkadang diliputi ketidakpastian dalam pasar saham.
Pengurangan jumlah saham beredar di pasar akibat buyback diharapkan dapat mendorong harga saham HRUM menuju titik yang lebih stabil. Hal ini bertujuan untuk memberikan sinyal positif kepada investor dan meningkatkan minat pasar terhadap saham perseroan.
Lebih lanjut, buyback saham diharapkan dapat memperkuat posisi perusahaan di sektor tambang yang saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan. Dalam situasi yang dinamis, langkah-langkah strategis seperti ini menjadi penting untuk menjaga keberlangsungan dan pertumbuhan perusahaan.
Keberhasilan rencana buyback ini akan sangat bergantung pada respons pasar serta kondisi ekonomi global. Jika berhasil, langkah ini bisa memberi pengaruh signifikan terhadap kinerja saham HRUM di bursa.
Sektor tambang, termasuk batu bara dan nikel, menghadapi tantangan yang cukup kompleks. Dengan perubahan regulasi dan perhatian terhadap isu lingkungan, perusahaan harus beradaptasi agar tetap kompetitif. HRUM, sebagai salah satu emiten di sektor ini, perlu memanfaatkan momentum dan peluang yang ada.
Investasi di sektor tambang masih menarik minat banyak investor, terutama di tengah permintaan global yang terus meningkat. Namun, volatilitas harga komoditas menjadi salah satu tantangan utama yang harus dihadapi oleh perusahaan-perusahaan tambang.
Adanya perkembangan teknologi dan praktik pertambangan yang lebih berkelanjutan juga menjadi sorotan. Perusahaan yang mampu berinovasi dan menyesuaikan diri dengan tuntutan pasar akan memiliki keunggulan kompetitif di masa depan.

Alexander Ramlie, sosok penting dalam dunia investasi di Indonesia, baru saja melakukan langkah signifikan dengan mengurangi kepemilikan sahamnya di PT Amman Mineral Internasional Tbk. Melalui keterbukaan informasi yang dirilis, terungkap bahwa ia telah menjual sebanyak 67.645.100 saham dari perusahaan tambang tembaga dan emas ini pada akhir tahun lalu.
Transaksi yang berlangsung pada 29 Desember lalu tersebut tercatat dengan harga Rp6.200 per saham, sehingga total dana yang berhasil diraih oleh Alexander mencapai Rp419,39 miliar. Tindakan ini tentunya menarik perhatian banyak pihak yang mengikuti perkembangan pasar modal.
Alexander menjelaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari rencana restrukturisasi kepemilikan saham, khususnya terkait dengan penetapan waris. Dalam konteks ini, ia menegaskan bahwa tidak ada perjanjian repurchase dalam transaksi yang dilakukan tersebut.
Setelah penjualan saham tersebut, kepemilikan saham langsung Alexander di AMMN kini tinggal 185.777.760 unit atau setara 0,256% hak suara. Sebelumnya, jumlah saham yang dipegangnya adalah 253.422.860 unit, di mana kepemilikan tersebut setara 0,349% hak suara.
Penting untuk dicatat bahwa status kepemilikan saham Alexander adalah langsung dan terdaftar dengan namanya sesuai dengan SID yang berlaku. Ia juga menegaskan bahwa dirinya bukan merupakan pengendali perusahaan ini, meskipun memiliki jumlah saham signifikan.
Penjualan sejumlah besar saham oleh seorang komisaris dapat menimbulkan berbagai reaksi di kalangan investor dan pelaku pasar. Beberapa pihak mungkin melihat ini sebagai sinyal negatif, sementara lainnya mungkin menilai langkah tersebut sebagai bagian dari strategi yang lebih besar. Analisis mendalam diperlukan untuk memahami dampak jangka pendek dan jangka panjangnya.
Dalam industri pertambangan terutama, stabilitas kepemilikan saham sering kali menjadi indikator kepercayaan terhadap perusahaan. Penjualan saham dalam volume besar bisa jadi menimbulkan pertanyaan mengenai prospek perusahaan ke depan, di mana hal ini sangat bergantung pada kinerja fundamental dan strategi yang dijalankan.
Di sisi lain, pengurangan kepemilikan saham oleh Alexander Ramlie juga menunjukkan adanya manuver strategis dalam pengelolaan aset. Rencana restrukturisasi kepemilikan sebagai bagian dari estate planning bisa jadi mencerminkan langkah-langkah persiapan lebih matang untuk masa depan.
Saham Amman Mineral Internasional Tbk. telah menghadapi pergerakan yang cukup fluktuatif sepanjang tahun ini. Pada perdagangan terakhir, saham perusahaan ini tercatat melemah 3,38%, membawa harga per saham menjadi Rp6.425. Penurunan ini menambah catatan negatif, di mana keseluruhan penurunan harga mencapai 24,19% atau 2.050 basis poin dalam kurun waktu satu tahun.
Kondisi ini menunjukkan tantangan yang harus dihadapi oleh perusahaan di tengah ketidakpastian ekonomi global dan dinamika pasar yang terus berubah. Investor perlu mempertimbangkan berbagai faktor yang memengaruhi harga saham, mulai dari perubahan kebijakan, kualitas manajemen, hingga situasi ekonomi yang lebih luas.
Melihat tren penurunan ini, penting bagi manajemen untuk melakukan evaluasi serta analisis mendalam terhadap faktor-faktor penyebabnya. Tindakan pengelolaan yang efisien bisa membantu mengembalikan kepercayaan investor serta meningkatkan nilai saham ke depannya.
Dalam menghadapi tantangan yang ada, perusahaan perlu menyusun strategi yang matang untuk memastikan keberlanjutan operasional dan pertumbuhan. Rencana jangka pendek dan panjang yang jelas sangat penting untuk memberikan arahan terhadap langkah-langkah yang akan diambil. Penataan kembali kepemilikan saham oleh pemegang saham kunci merupakan salah satu langkah strategis yang dapat memengaruhi keputusan investasi di masa mendatang.
Selain itu, perusahaan harus terus beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di industri tambang dan mengantisipasi perkembangan teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi dalam operasi. Dengan pendekatan yang inovatif, AMMN bisa meningkatkan daya saingnya di pasar global.
Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk investor dan pemangku kepentingan, diperlukan untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan. Membangun hubungan jangka panjang dengan pemangku kepentingan akan membantu perusahaan dalam mencapai tujuan jangka panjangnya. Strategi komprehensif dan kolaborasi yang baik adalah kunci untuk meraih sukses di tengah tantangan yang ada.

PT Elang Media Visitama (EMV) baru-baru ini melakukan langkah signifikan dengan memborong saham PT Super Bank Indonesia Tbk, atau lebih dikenal sebagai Superbank. Transaksi ini mencerminkan strategi investasi yang dilakukan EMV untuk memperkuat posisinya di pasar keuangan Indonesia.
Dalam transaksi ini, EMV berhasil membeli sebanyak 150 juta lembar saham Superbank dalam dua tahap, dengan rincian harga yang bervariasi. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan media tersebut tidak hanya fokus pada sektor media, tetapi juga mempertimbangkan diversifikasi portofolio investasinya.
Langkah ini berpotensi memberikan dampak yang signifikan bagi perkembangan Superbank. Dengan investasi yang besar ini, EMV dapat membantu mendorong pertumbuhan dan kebangkitan bank tersebut dalam industri yang semakin kompetitif.
Dalam transaksi yang dilakukan pada tanggal 24 dan 29 Desember 2025, Elang Media Visitama membeli 50 juta lembar saham pada harga Rp 1.050 per lembar. Selanjutnya, mereka membeli lagi 100 juta saham dengan harga Rp 895 per lembar saat transaksi kedua.
Kebutuhan dana untuk membeli saham tersebut mencapai Rp 142 miliar, mencerminkan keseriusan EMV dalam investasi ini. Dengan pembelian ini, kepemilikan saham EMV di Superbank meningkat menjadi 27,51% dari sebelumnya 27,07%.
Kenaikan persentase saham ini menunjukkan rasa percaya diri EMV terhadap potensi Superbank ke depan. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi industri perbankan, investasi ini bisa menjadi sinyal positif bagi para pemegang saham lainnya.
Setelah transaksi pembelian ini, saham Superbank mencatatkan kenaikan nilai sebesar 1,08% di pasar saham. Pendapatan ini menjadi indikator awal bahwa langkah EMV mungkin akan memberikan perkembangan positif bagi Superbank.
Kenaikan harga saham menunjukkan reaksi pasar yang positif terhadap langkah EMV. Hal ini dapat mempengaruhi persepsi investor lainnya untuk berinvestasi dalam saham Superbank, sehingga berpotensi memperkukuh posisi pasar bank tersebut.
Penting bagi manajemen Superbank untuk memanfaatkan momentum ini dengan strategi yang tepat agar dapat menjaga kepercayaan investor dan meningkatkan daya saingnya. Pengelolaan yang baik pasca-investasi akan menjadi kunci untuk mencapai kesuksesan jangka panjang.
Melihat tren investasi, EMV menunjukkan bahwa mereka tengah menerapkan strategi diversifikasi yang cerdas. Dengan tidak hanya berfokus pada sektor media, langkah ini memberikan peluang baru di sektor keuangan.
Strategi ini dianggap sebagai langkah proaktif dalam menghadapi dinamika pasar yang berubah. Investasi di sektor perbankan dapat memberikan stabilitas finansial tambahan untuk EMV di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Penting bagi EMV untuk memantau perkembangan Superbank dan berkolaborasi dengan manajemen bank untuk mengoptimalkan potensi yang ada. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang bermanfaat untuk kedua belah pihak.

Di tengah ketidakpastian dan kekacauan yang melanda Indonesia pada masa awal kemerdekaan, satu sosok pemimpin muncul dengan sikap yang sangat berbeda. Ia adalah Sri Sultan Hamengkubuwono IX, raja Jawa yang terkenal sebagai orang terkaya di negeri ini, yang memilih mengorbankan kekayaannya demi kesejahteraan rakyatnya.
Alih-alih mempertahankan kekuasaan, Sultan membuktikan bahwa cinta kepada rakyatnya lebih penting. Dengan membuka dompet pribadinya, ia menyalurkan bantuan yang sangat dibutuhkan untuk memastikan rakyat Yogyakarta tidak kembali terjerembab dalam penderitaan.
Kekayaan Sultan Hamengkubuwono IX kerap kali tidak terukur secara tepat, namun kontribusinya bagi masyarakat patut dicontoh. Dikenal sebagai dermawan, ia terus-menerus mendonasikan sebagian besar hartanya untuk kepentingan rakyat, berasal dari warisan serta sistem feodalisme kerajaan yang ada di Yogyakarta pada saat itu.
Di momen krisis, Sultan memberikan sumbangan mencapai 6,5 juta gulden kepada pemerintah Republik Indonesia dan menyalurkan 5 juta gulden untuk membantu rakyat yang kesulitan. Jika dihitung menggunakan nilai saat ini, jumlah tersebut dapat setara dengan Rp 20-30 miliar.
Sultan Hamengkubuwono IX, meskipun bergelimang kekayaan, dikenal sebagai pribadi yang sangat sederhana. Ia tidak pernah menunjukkan harta benda yang dimilikinya, bahkan memilih gaya hidup yang lebih merakyat.
Buku “Tahta untuk Rakyat” menceritakan bagaimana pada tahun 1946, Sultan membeli es dari pedagang kaki lima di depan Stasiun Klender. Dalam cuaca yang terik, ia lebih memilih untuk berbagi pengalaman dengan rakyatnya ketimbang menikmati makanan mewah di restoran.
Keberaniannya untuk tampil sebagai sosok sederhana terbukti ketika ia menjadi sopir truk beras. Dalam perjalanan dari desa ke pusat kota, terjadilah suatu kejadian unik ketika ia menolong seorang penjual beras yang meminta tumpangan.
Tanpa mengetahui identitasnya, penjual beras itu meminta bantuan untuk mengangkat dua karung besar beras ke dalam truk. Meskipun ia seorang raja, Sultan tidak segan untuk melakukannya sendiri demi membantu orang lain.
Dari perjalanan dan interaksi tersebut, timbul ikatan yang menunjukkan betapa rendah hatinya Sultan. Saat mereka berbincang akrab, penjual beras itu sama sekali tidak menyadari bahwa ia sedang berbicara dengan penguasa Yogyakarta.
Setelah menurunkan karung beras, penjual beras tersebut berusaha memberikan upah kepada sang sopir. Namun, Sultan Hamengkubuwono IX menolak tawaran uang tersebut dengan penuh sopan santun.
Keputusan Sultan untuk menolak upah justru membuat penjual beras tersebut merasa terhina. Dalam suatu momen yang mengejutkan, ia marah dan mengomel kepada Sultan, tanpa mengetahui siapa sebenarnya orang yang sedang berbicara dengannya.
Beberapa saat kemudian, informasi tentang identitas sebenarnya Sultan sampai ke telinga penjual beras itu, yang membuatnya sangat terkejut. Reaksi mendalam ini membuatnya pingsan, dan harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Mendengar kabar tersebut, Sultan tidak tinggal diam. Ia segera memacu kendaraannya menuju rumah sakit untuk menjenguk penjual beras yang malang tersebut.
Kisah ini mencerminkan ciri khas dari seorang pemimpin yang memahami tanggung jawabnya terhadap rakyat. Dengan sikap yang merendah, Sultan Hamengkubuwono IX tidak hanya dianggap sebagai raja, tetapi juga sebagai seorang manusia yang berdiri di samping rakyatnya.
Sri Sultan Hamengkubuwono IX adalah teladan bagi banyak orang. Baginya, kekuasaan bukanlah alat untuk memperkaya diri, melainkan amanah untuk melindungi dan mencintai rakyat.
Tindakan altruistis dan sikap rendah hati yang ditunjukkan Sultan hingga kini menjadi pelajaran berharga tentang kepemimpinan sejati. Ia menunjukkan bahwa seorang pemimpin harus dapat berbaur dengan rakyat dan memahami permasalahan yang mereka hadapi.
Dalam sejarah, Sultan Hamengkubuwono IX diingat sebagai figur yang tidak hanya kental dengan kekuasaan, tetapi juga memiliki empati yang tinggi. Melalui kisah hidupnya, kita bisa mengambil inspirasi tentang arti dari sejatinya berdiri di atas kepentingan publik.
Di balik perjalanan hidupnya yang penuh inspirasi, terlihat jelas bahwa keikhlasan dan pengorbanan adalah nilai yang tidak akan pernah pudar. Dengan tindakan nyata, ia selamanya dikenang sebagai sosok yang lebih dari sekedar raja.
Dengan semua catatan yang telah ditinggalkan, Sri Sultan Hamengkubuwono IX mengajarkan kita pentingnya humbleness dan cinta kepada sesama. Semangatnya adalah pelita yang akan terus menerangi jalan menuju kepemimpinan yang lebih baik di masa yang akan datang.

Pertanian sering kali dipandang sebelah mata, terutama oleh generasi muda yang lebih memilih karir di sektor lain. Namun, kisah Surendra Awana, seorang petani dari India, menunjukkan bahwa dengan inovasi, pertanian bisa menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan dan menarik perhatian banyak orang.
Surendra Awana mengubah bisnis pertanian keluarganya dari lahan pertanian tradisional yang terbatas menjadi model pertanian yang menguntungkan. Dalam waktu singkat, ia berhasil menghasilkan hampir Rp1 miliar dalam satu tahun melalui strategi pertanian yang modern dan terintegrasi.
Penggunaan metode tradisional yang hanya bergantung pada cuaca sering menjadi penyebab kegagalan di dunia pertanian. Awana melihat peluang tersebut dan memutuskan untuk menerapkan pendekatan yang lebih inovatif dan menguntungkan.
Dengan latar belakang keluarga petani, Awana memahami tantangan yang dihadapi oleh sektor pertanian saat ini. Ia memilih untuk tidak menyerah dan mulai mempelajari sistem pertanian modern yang dikenal sebagai Integrated Farming System (IFS).
Metode pertanian terintegrasi ini tidak hanya menekankan pada penanaman tanaman, tetapi juga memadukan pertanian dan peternakan di lahan seluas 55 akre. Hal ini memungkinkan Awana untuk mengoptimalkan hasil pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan hewan ternaknya.
Salah satu inovasi utama yang diterapkan Awana adalah membangun kandang sapi di lahan pertaniannya. Kandang sapi ini berfungsi ganda: sebagai sumber susu dan penyedia pupuk organik yang berkualitas. Dengan cara ini, ia tidak hanya meningkatkan kualitas tanah tetapi juga mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
Awana kini berhasil mengelola lebih dari 42 varietas tanaman yang memberikan hasil panen optimal. Upayanya dalam mengintegrasikan peternakan dengan pertanian terbukti sukses, bahkan menarik perhatian pemerintah setempat.
Keberhasilannya dalam sistem pertanian terintegrasi membuatnya layak mendapat berbagai macam subsidi serta penghargaan dari institusi terkait. Pendapatannya pun meningkat signifikan, dengan biaya operasional bulanan mencapai Rp 190 juta hingga 380 juta, sementara keuntungan tahunan dapat mencapai Rp 952 juta.
Menurut Awana, fokus pada keberlanjutan adalah kunci dari kesuksesannya. Ia percaya bahwa pertanian bukan hanya sekadar mencari keuntungan, tetapi juga tentang menjaga lingkungan dan keberlangsungan hidup petani.
Tidak hanya berkutat dengan kesuksesan pribadinya, Surendra Awana juga sangat aktif dalam memberikan edukasi kepada petani lain di sekitarnya. Ia sering berbagi pengetahuan dan pengalamannya dalam menerapkan sistem pertanian terintegrasi yang ramah lingkungan.
Ia telah dianggap sebagai sosok inspiratif di kalangan petani di Rajasthan. Dengan menjadikan langkah-langkah inovatif dalam berpertanian, ia menciptakan dampak positif tidak hanya bagi dirinya sendiri tetapi juga bagi komunitasnya.
Melalui pendekatan berbagi ini, Awana berharap dapat mengubah pandangan masyarakat terhadap profesi pertanian, sehingga lebih banyak generasi muda yang mau terjun ke dunia ini. Ia percaya bahwa pertanian modern bisa menjadi pilihan yang tidak hanya menguntungkan, tetapi juga menyehatkan lingkungan.
Penggunaan bahan kimia dalam kegiatan pertanian sering kali menjadi perdebatan mengenai dampaknya terhadap kesehatan dan lingkungan. Awana berhasil menciptakan sistem pertanian yang minim bahan kimia dengan memanfaatkan pupuk organik dari limbah peternakan.
Sistem yang diterapkan Awana tidak hanya efektif untuk meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga lebih ramah lingkungan. Dengan mengurangi ketergantungan pada bahan kimia, ia berkontribusi pada keseimbangan ekosistem yang ada di sekitarnya.
Inovasi dan pendekatan yang diambil Awana menunjukkan kepada kita bahwa pertanian berkelanjutan adalah pilihan yang bisa memberikan manfaat ekonomi sekaligus melindungi lingkungan. Dengan langkah sederhana dan sistematis, hasil panennya bisa melimpah sekaligus menjaga lingkungan tetap sehat.