InJourney, sebagai holding BUMN yang bergerak di sektor aviasi dan pariwisata, mengambil langkah signifikan dalam memperkuat bisnisnya tahun ini. Dengan rencana untuk melakukan konsolidasi terhadap sejumlah hotel yang dimiliki, perusahaan ini berambisi mengelola 106 hotel, meningkat dari 39 hotel yang saat ini dikelola.
Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk memperkokoh posisi perusahaan dalam industri pariwisata nasional. Menurutnya, keberadaan hotel sangat penting sebagai bagian dari ekosistem pariwisata yang lebih luas.
Konsolidasi hotel merupakan strategi yang ditujukan untuk menyesuaikan bisnis dengan inti operasional yang telah ditetapkan perusahaan. “Kami ingin fokus pada model bisnis yang berkelanjutan dan sesuai dengan potensi yang kami miliki,” tambah Maya.
Di sisi lain, Maya juga mengungkapkan bahwa rencana aksi korporasi ini masih dalam tahap pembicaraan dengan pemegang saham. Oleh karena itu, calon informasi terkait detail lebih lanjutnya belum dapat diinformasikan secara terbuka pada publik.
“Kami akan mengungkapkan lebih banyak informasi dalam beberapa bulan ke depan ketika semuanya telah jelas,” jelasnya.
Pentingnya Konsolidasi Dalam Sektor Perhotelan
Konsolidasi dalam dunia perhotelan adalah langkah strategis yang membantu perusahaan menghadapi tantangan pasar. Keberadaan banyak hotel yang dikelola secara bersinergi diharapkan akan membawa sinergi positif yang berdampak pada para tamu dan pendapatan.
Maya menegaskan bahwa semua langkah ini bertujuan untuk memastikan bisnis yang efisien dan berfokus pada kepuasan pelanggan. “Jika hotel-hotel dapat dikelola dengan lebih baik, maka layanan yang kami tawarkan akan semakin maksimal,” ujarnya.
Berbagai investasi dalam pengelolaan dan revitalisasi hotel juga menjadi fokus utama. Hal ini bertujuan untuk menarik lebih banyak wisatawan sesuai dengan visi InJourney untuk meningkatkan eksistensinya di sektor pariwisata.
Revitalisasi Hotel Bersejarah di Yogyakarta
Salah satu proyek ambisius InJourney adalah revitalisasi Grand Hotel De Djokja yang berlokasi di Malioboro, Yogyakarta. Hotel yang telah berdiri sejak tahun 1911 ini menjadi simbol penting bagi sejarah perhotelan di Indonesia.
Maya menyoroti pentingnya melestarikan warisan budaya, dengan mengambil inspirasi dari hotel-hotel bersejarah di negara lain. “Kami ingin menjadikan Grand Hotel De Djokja sebagai tempat yang tidak hanya nyaman, tetapi juga kaya akan nilai-nilai budaya,” ungkapnya.
Kehadiran kembali hotel bersejarah ini diharapkan dapat memberikan pengalaman unik bagi para wisatawan. InJourney ingin agar pengunjung dapat merasakan nuansa sejarah dan tradisi Indonesia dalam setiap aspek penginapan mereka.
Peran Strategis Hotel Dalam Pariwisata Nasional
Hotel bukan hanya tempat menginap, melainkan juga bagian integral dari pengalaman wisata itu sendiri. InJourney berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap hotel yang dikelola mendukung perkembangan pariwisata secara keseluruhan.
Oleh karena itu, penuntasan protokol pelayanan dan kenyamanan menjadi hal utama yang diperhatikan. “Kami berusaha memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi setiap tamu yang datang,” lanjut Maya.
Segala langkah ini tentu tidak terlepas dari upaya untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi pariwisata unggulan di mata dunia. InJourney percaya bahwa dengan konsolidasi dan revitalisasi, mereka dapat menarik lebih banyak wisatawan dan meningkatkan daya tarik Indonesia di kancah internasional.

