slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong QQCUAN agencuan slot88 agencuan https://bola169new.com/ phishing phishing
qqcuan AGENCUAN https://ademsari.co.id/ https://bitcoinnews.co.id/ https://dermaluz.co.id/ https://jiexpo.co.id/ https://donghan.co.id/ https://icconsultant.co.id/ https://metroindo.co.id/ https://bentogroup.co.id/ https://gatranews.co.id/ https://kacapatri.co.id/ https://gemilangsukses.co.id/ https://siomom.id/ https://situskita.id/ https://masyumi.id/ https://dapurdia.id/ https://baginasipagi.id/ https://bacaajadulu.id/ https://sukagaming.id/ https://sobatsandi.id/ https://ragaminspirasi.id/ https://salamdokter.id/
https://berita-sumatra.id/ https://seongiclik.id/ https://mangu.id/ https://daily-news.id/

Sowan ke Gubernur BI, Pulang-Pulang Mendapat Tugas Khusus

Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono, mengisyaratkan bahwa ia akan segera dilantik sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Dalam sebuah pertemuan dengan Gubernur BI, Perry Warjiyo, keduanya membahas sejumlah hal penting yang berhubungan dengan tugasnya yang akan datang.

Pertemuan tersebut diadakan baru-baru ini di kantor Kementerian Keuangan. Thomas menyatakan bahwa diskusi terbuka dengan Gubernur BI sangat penting untuk memahami berbagai aspek kebijakan dan penugasan mendatang.

Thomas Djiwandono mengungkapkan rasa pentingnya untuk bercakap-cakap dengan Perry, meskipun ia belum resmi menjabat. Ia menekankan bahwa komunikasi ini adalah bagian dari langkah persiapan dirinya untuk menjalankan tugas di Bank Indonesia.

Peran Baru Thomas Djiwandono di Bank Indonesia

Dengan bakal dilantiknya Thomas, banyak kalangan yang berharap ia dapat memberikan kontribusi signifikan. Tugas sebagai Deputi Gubernur diharapkan membuatnya berperan aktif dalam pengambilan keputusan di bidang kebijakan moneter.

Sebagai pejabat baru, Thomas harus mempelajari berbagai tantangan yang dihadapi oleh Bank Indonesia. Ini termasuk merumuskan kebijakan yang sejalan dengan tujuan stabilitas ekonomi nasional dan pengendalian inflasi.

Bersama Perry Warjiyo, Thomas diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dalam mengelola dinamika ekonomi. Implementasi kebijakan yang efektif tentu saja menjadi kunci untuk mengatasi berbagai masalah ekonomi yang kompleks.

Persiapan Pelantikan dan Penugasan Khusus

Saat ini, Thomas masih menunggu jadwal pelantikan resminya di Mahkamah Agung. Ia menyatakan bahwa hingga pelantikan, belum bisa membahas penugasan khusus yang diterimanya dari Gubernur BI.

Dalam konteks ini, penting untuk menghargai proses administrasi yang sedang berjalan. Thomas menyampaikan bahwa Keputusan Presiden akan menjadi faktor penentu untuk kelanjutan proses pelantikannya.

Berbicara mengenai penugasan khusus, Thomas menegaskan bahwa ia akan mengumumkannya setelah resmi dilantik. Ini menunjukkan komitmen penuh terhadap tanggung jawab yang akan diembannya nanti.

Standar Baru dalam Kebijakan Moneter Indonesia

Dengan pengalaman yang dimilikinya, Thomas diharapkan dapat mengimplementasikan kebijakan yang lebih responsif. Terutama di tengah tantangan ekonomi global yang sangat dinamis saat ini.

Peran Bank Indonesia tidak hanya sekadar mengatur suku bunga, tetapi juga berfungsi sebagai stabilisator ekonomi. Masyarakat menunggu langkah-langkah konkret yang akan diambil oleh Thomas dan timnya dalam menjaga daya beli dan kestabilan nilai tukar.

Agar dapat menghadapi tantangan ini, penguatan komunikasi antara Bank Indonesia dan kementerian terkait menjadi sangat krusial. Sinergi antar lembaga ini diharapkan mampu menciptakan kebijakan yang harmonis dan berkelanjutan.

Trauma dan Kecemasan Pengungsi Longsor Cisarua Mendapat Pendampingan Psikososial

Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat (Dinsos Jabar) bertindak cepat dalam memberikan bantuan kepada para korban bencana tanah longsor di daerah Pasir Kuning dan Pasir Kuda. Penanganan ini dilakukan secara langsung dengan mengirimkan pekerja sosial untuk memberikan dukungan yang dibutuhkan para penyintas.

Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian, layanan dukungan psikososial ini menjadi penopang harapan bagi mereka yang terkena dampak. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mencegah trauma yang berkepanjangan dan membantu para penyintas merasa lebih aman dan tenang.

Kepala Dinsos Jabar, Noneng Komara Nengsing, menegaskan pentingnya kehadiran pekerja sosial di lokasi bencana. Dukungan yang diberikan akan diteruskan sesuai dengan kebutuhan di lapangan untuk memastikan para penyintas mendapatkan perawatan emosional yang diperlukan.

Keberhasilan Tim Layanan Dukungan Psikososial di Lapangan

Tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) Dinsos Jabar terus mendampingi para pengungsi di berbagai lokasi aman, seperti GOR dan Aula Kantor Desa Pasirlangu. Hingga saat ini, lebih dari 394 jiwa telah menerima bantuan psikososial yang penting untuk pemulihan mental mereka.

Pendampingan dilakukan secara profesional dan berkualitas, dengan harapan para penyintas dapat kembali beradaptasi dengan lingkungan baru mereka. Selain itu, interaksi dengan ahli psikologi membantu mengurangi rasa cemas dan ketidakpastian yang mungkin masih mereka alami.

Namun, perjalanan menuju pemulihan bukanlah hal yang mudah. Bagi beberapa penyintas, masa-masa sulit ini mengakibatkan dampak psikologis yang mendalam, yang mengharuskan mereka mendapatkan perhatian ekstra dari tim yang terlatih.

Dinamisnya Situasi di Lokasi Pengungsian

Kondisi di lokasi pengungsian menunjukkan bahwa ketidakstabilan emosi sering kali mengganggu proses pemulihan. Hal ini terlihat dari banyaknya pengungsi yang masih mengalami dampak psikologis, seperti trauma dan kecemasan yang bisa berujung pada perasaan kehilangan harapan.

Salah satu tantangan yang dihadapi adalah rasa cemas yang dirasakan para penyintas terkait dengan anggota keluarga yang belum ditemukan. Situasi ini memicu kekhawatiran dan membuat mereka lebih sulit untuk berinteraksi dengan orang lain di sekitar.

Tim LDP berusaha melakukan pendekatan humanis dengan memberikan ruang bagi para penyintas untuk mengungkapkan perasaan mereka. Kurangnya komunikasi dapat meningkatkan tekanan mental, sehingga pendampingan yang intensif sangat diperlukan selama fase awal pemulihan ini.

Rencana Tindak Lanjut untuk Meningkatkan Kesejahteraan Penyintas

Dinsos Jabar merencanakan langkah-langkah lanjutan dalam memberikan dukungan jangka panjang bagi para penyintas. Fokus utama adalah memastikan bahwa dukungan psikososial ini berlanjut meskipun situasi telah kembali normal.

Pentingnya proses rehabilitasi setelah bencana tidak dapat diabaikan, sehingga kolaborasi antara berbagai instansi sangat diperlukan. Dinas Sosial dan lembaga lain diharapkan dapat bersinergi dalam mengimplementasikan program-program baru untuk membantu para penyintas.

Beberapa program yang mungkin diterapkan meliputi pelatihan keterampilan, dukungan ekonomi, dan kegiatan sosial yang memfasilitasi interaksi antar penyintas. Kegiatan ini dapat membantu mereka menemukan kembali makna hidup dan membangun kembali kepercayaan diri.

Saham Bakrie dan Prajogo Lesu, Bank Jumbo Mendapat Perhatian Besar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai puncaknya pada level 9.100 untuk pertama kalinya dalam perdagangan sesi 1 pada Kamis, 15 Januari 2026. Kenaikan ini terjadi di tengah koreksi yang telah berlangsung pada saham-saham konglomerat selama beberapa waktu terakhir yang menunjukkan fluktuasi besar.

Menariknya, saham-saham perbankan terkemuka justru mendapatkan perhatian positif dari para investor, yang mencerminkan kepercayaan pada sektor keuangan. Dalam skenario ini, saham bank terbesar mengalami lonjakan nilai, memberikan pergerakan positif bagi IHSG.

Dalam laporan terbaru, emiten dari bank-modal inti (KBMI) 4 menjadi unsur utama yang menjaga stabilitas IHSG. Secara spesifik, Bank Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia jadi pendorong utama dengan kontribusi bobot yang cukup signifikan.

Kenaikan Saham Perbankan yang Menarik Perhatian Investor

Pada akhir sesi, terlihat bahwa emiten perbankan melampaui ekspektasi dengan sejumlah posisi kinerja yang meningkat tajam. Bank Negara Indonesia (BBNI) memimpin dalam kenaikan harga saham dengan peningkatan sebesar 4,82% ke level 4.570, menunjukkan potensi pengembangan yang mengesankan.

Selain BBNI, Bank Mandiri (BMRI) juga mencatatkan kenaikan sebesar 3,82%, sementara Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mengalami peningkatan 2,42%. Kenaikan-kenaikan ini menciptakan optimisme di kalangan pelaku pasar.

Dominasi total nilai transaksi saham perbankan juga terlihat jelas, di mana BBRI mencatat Rp 2,02 triliun, diikuti oleh BMRI dengan Rp 1,54 triliun dan BBNI yang mencapai Rp 629 miliar. Hal ini menunjukkan minat yang tinggi dari investor terhadap sektor ini.

Kekhawatiran Terhadap Saham Konglomerat yang Tertekan

Sementara itu, beberapa saham konglomerat, terutama yang terkait dengan para pengusaha besar seperti Prajogo Pangestu dan Bakrie mengalami penurunan yang signifikan. Sebagai contoh, Barito Renewables Energy (BREN) mengalami koreksi sebesar 1,81%, memberikan tekanan terhadap IHSG dengan pengurangan indeks sebesar 6,48 poin.

Hasil yang kurang memuaskan juga terlihat pada Bumi Resources Minerals (BRMS) dan Bumi Resources (BUMI), yang mengalami penurunan masing-masing 3,2% dan 1,81%. Penurunan ini berdampak pada pengurangan indeks IHSG yang cukup mencolok.

Dengan situasi yang beragam ini, pelaku pasar perlu mempertimbangkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi volatilitas dan arah pasar ke depan. Keseimbangan antara sektor perbankan dan konglomerat menjadi sangat penting untuk dicermati.

Sentimen Makroekonomi yang Mempengaruhi Pasar Saham Indonesia

Pada penutupan pekan kedua Januari 2026, pasar keuangan Indonesia berpotensi menghadapi tantangan karena liburnya pasar pada hari Jumat mendatang. Menariknya, pelaku pasar perlu waspada terhadap berita dan sentimen yang berkembang baik dari domestik maupun internasional.

Dari dalam negeri, dampak terhadap nilai tukar rupiah menjadi sorotan utama, mengingat saat ini nilai tukar telah melampaui angka fluktuasi yang wajar. Pengamat mencatat bahwa kini harga jual Dolar AS di Jakarta telah menembus Rp 17.000, yang merupakan level kritis bagi perekonomian.

Di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, nilai tukar tercatat dalam rentang yang mengkhawatirkan, yakni antara Rp 16.930 hingga Rp 17.010 per Dolar AS. Lonjakan nilai ini menunjukkan adanya kebutuhan akan likuiditas valas yang mendesak, baik dari masyarakat maupun pelaku usaha.