Pasar saham di Indonesia menunjukkan tren positif pada perdagangan terbaru. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami peningkatan signifikan, dipicu oleh pergerakan saham-saham besar yang mendominasi pasar saat itu.
Kenaikan IHSG sebesar 0,94% dengan angka penutupan di level 9.032,58 ini membuktikan kekuatan pasar. Saham-saham berkapitalisasi besar seperti BREN dan DSSA menjadi penggerak utama, meskipun ada juga beberapa saham yang mengalami penurunan.
Kondisi pasar tidak hanya dipengaruhi oleh pergerakan saham, tetapi juga oleh aliran dana yang masuk dari investor asing. Mereka mencatatkan beli bersih yang signifikan, menunjukkan minat yang tinggi terhadap pasar saham Indonesia.
Pergerakan IHSG dan Pemicu Kenaikannya yang Signifikan
Kenaikan IHSG disebabkan oleh kontribusi besar dari saham-saham yang berpengaruh. Misalnya, BREN naik 4,89% dan DSSA menguat 2,83%, yang memberikan dampak positif bagi indeks secara keseluruhan. Selain itu, saham BRMS juga berkontribusi dengan peningkatan 4,60%.
Walaupun terdapat saham-saham yang mengalami penurunan seperti DCII dan ASII, secara keseluruhan, tekanan di pasar masih dapat diatasi. Penurunan beberapa saham ini tidak cukup signifikan untuk mengganggu momentum yang sudah dibangun oleh saham-saham positif lainnya.
Secara sektoral, hadir laporan bahwa seluruh 11 sektor di pasar mengakhiri hari dengan performa positif. Sektor konsumen memperoleh penguatan tertinggi dengan kenaikan sebesar 3,21%, menandakan pertumbuhan yang stabil di sektor ini.
Pengembangan Energi Terbarukan oleh Emiten Besar
Di tengah tren positif pasar, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) tengah bersiap untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Lumut Balai. Dengan kapasitas 55 MW yang direncanakan, proyek ini diharapkan dapat mulai beroperasi penuh pada tahun 2030.
Proyek ini sejalan dengan rencana pemerintah yang tertera dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Dengan langkah ini, PGEO berkontribusi pada penambahan kapasitas geothermal yang menjadi fokus utama pemerintah.
Pembangunan Unit 3 ini juga mendukung target nasional untuk meningkatkan kapasitas geothermal mandiri. Peningkatan kapasitas ditargetkan mencapai 1 GW dalam dua hingga tiga tahun ke depan, sehingga ini menjadi langkah strategis bagi industri energi Indonesia.
Inovasi Modal Melalui Rights Issue oleh Emiten
Selanjutnya, PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) berencana untuk melakukan rights issue dengan menerbitkan 12,39 miliar saham baru. Dengan harga yang ditetapkan sebesar Rp300 per saham, penerbitan ini bertujuan untuk memperkuat modal perusahaan.
Dari rencana ini, IRSX berpotensi mengumpulkan dana maksimal hingga Rp3,72 triliun. Sebagian besar dana akan digunakan untuk investasi anak usaha yang berfokus pada inkubasi dan akuisisi hak komersial artis.
Dengan komitmen pemegang saham pengendali, mereka berencana untuk mengeksekusi seluruh haknya dalam rights issue ini. Ini menunjukkan kepercayaan dalam masa depan perusahaan dan potensi pertumbuhan yang dapat diraih.
Secara keseluruhan, perkembangan di pasar saham, ditambah dengan strategi inovatif dari emiten, menunjukkan adanya optimisme. Investor perlu cermat memantau informasi terbaru agar dapat mengambil keputusan yang tepat dalam menghadapi dinamika pasar yang terus berubah.
