Generasi Z sering kali diasosiasikan dengan sikap berani dalam mengambil risiko dan memiliki pandangan yang lebih santai terhadap kehidupan. Namun, di balik penampilan yang penuh semangat, banyak di antara mereka merasa tertekan oleh ketakutan akan kematian di usia muda, suatu perasaan yang semakin mendominasi pikiran mereka.
Hal ini mencerminkan sebuah realitas di mana, meskipun hidup di era kebebasan, banyak dari mereka yang merasa masih banyak mimpi yang belum terwujud. Ketakutan ini muncul bukan hanya dari pemikiran akan kehidupan yang minim, tetapi juga dari kesadaran akan pentingnya kesehatan dalam hidup mereka.
Salah satu contoh nyata adalah Titin Sahra Melani, yang mengungkapkan ketakutannya akan kematian lebih besar dibandingkan dengan kehilangan harta. Dia merasakan bahwa perjalanannya di dunia ini masih jauh dari tuntas, ia ingin menjelajahi banyak kemungkinan yang ada.
Refleksi Kesehatan yang Terabaikan oleh Generasi Muda
Titin mulai menyadari bahwa kebiasaan hidup yang tidak sehat dapat berkontribusi pada rasa takutnya. Dia mengaku sering kali melewatkan waktu sarapan dan tidak menjaga konsumsi makanan dan minuman yang sehat. Hidup yang kurang teratur membuatnya merasa terjebak dalam rutinitas yang tidak sehat.
Apa yang dilakukan Titin bukanlah hal yang aneh di kalangan teman-teman seusianya. Banyak yang mengalami hal serupa, seperti tidak cukup tidur dan kurang menjaga pola makan. Hal ini menjadi perhatian serius yang tak boleh diabaikan, karena dampaknya akan terasa di kemudian hari.
Walaupun perubahan belum sepenuhnya terjadi, Titin mulai lebih peduli terhadap kesehatan sejak ia bergabung dalam program magang di kanal kesehatan. Kesadaran ini menjadi dorongan untuk memperbaiki kebiasaan hidupnya agar lebih sehat dan bermanfaat bagi masa depannya.
Ketakutan Ekonomi dan Kesehatan Mental yang Menghantui
Berbeda dari Titin, Selvi Anitha Lestari lebih khawatir tentang masa depan ekonominya. Dia mengungkapkan bahwa takut akan kemiskinan menjadi rasa terbesarnya. Dalam pandangannya, melihat perjuangan keluarganya membangun ekonomi membuatnya merasa bertanggung jawab untuk tidak mengulang kesulitan yang sama.
Selvi juga mengakui bahwa kesehatan mental menjadi perhatian penting dalam hidupnya. Dia mengungkapkan ketakutan akan kematian yang disebabkan oleh kondisi mental yang tidak stabil, seperti depresi atau berlebihan dalam berpikir.
Keseharian Selvi mencerminkan usahanya untuk menjaga pola hidup sehat, dengan berusaha menghindari makanan manis dan pedas. Dia menganggap bahwa tubuhnya berhak mendapatkan nutrisi yang baik dan berusaha menurunkan risiko penyakit seperti diabetes yang semakin banyak menyerang generasi muda.
Keterhubungan antara Ekonomi dan Kesehatan
Sementara itu, Aliyyah Fayyaza Zulthany berpendapat bahwa ketakutan terhadap kemiskinan dan kondisi kesehatan saling berhubungan erat. Dia menyoroti bahwa faktor ekonomi memiliki pengaruh signifikan terhadap kemampuan seseorang untuk menjaga kesehatan. Dengan terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan, kondisi ini dapat menimbulkan perasaan tertekan yang mendalam.
Dalam pandangannya, “miskin itu rasanya seperti mati perlahan,” ungkapnya. Ketika akses terhadap kesehatan menjadi semakin terbatas, kualitas hidup mereka pun menurun. Aliyyah menginginkan agar lebih banyak perhatian diberikan terhadap isu-isu kesehatan dalam konteks ekonomi.
Dia juga menekankan betapa pentingnya mendukung program-program yang dapat membantu generasi muda mendapatkan pendidikan yang tepat tentang kesehatan dan kebiasaan hidup sehat. Dengan demikian, mereka dapat menghadapi masa depan yang lebih cerah dan tidak dikuasai oleh ketakutan yang menghantui.
Membangun Kesadaran untuk Masa Depan yang Sehat
Munculnya kesadaran akan pentingnya kesehatan di kalangan Gen Z adalah langkah positif yang perlu didorong lebih jauh. Mereka harus didukung untuk dapat menjalani gaya hidup yang lebih baik dan berpikiran positif mengenai masa depan. Dengan pendidikan yang memadai, pemahaman akan kesehatan mental dan fisik menjadi lebih terbuka.
Penting bagi mereka untuk menyadari bahwa tindakan kecil dalam kehidupan sehari-hari dapat berdampak besar di masa mendatang. Kebiasaan baik seperti sarapan teratur, cukup air, serta tidur yang cukup dapat menjadi langkah awal untuk menjaga kesehatan.
Terakhir, membangun komunitas yang saling mendukung dapat membantu anak muda merasa lebih diberdayakan. Ketika mereka saling berbagi pengalaman dan pengetahuan, ketakutan yang ada bisa menjadi lebih ringan.



