slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong QQCUAN agencuan slot88 agencuan https://bola169new.com/ phishing phishing
qqcuan AGENCUAN https://ademsari.co.id/ https://bitcoinnews.co.id/ https://dermaluz.co.id/ https://jiexpo.co.id/ https://donghan.co.id/ https://icconsultant.co.id/ https://metroindo.co.id/ https://bentogroup.co.id/ https://gatranews.co.id/ https://kacapatri.co.id/ https://gemilangsukses.co.id/ https://siomom.id/ https://situskita.id/ https://masyumi.id/ https://dapurdia.id/ https://baginasipagi.id/ https://bacaajadulu.id/ https://sukagaming.id/ https://sobatsandi.id/ https://ragaminspirasi.id/ https://salamdokter.id/
https://berita-sumatra.id/ https://seongiclik.id/ https://mangu.id/ https://daily-news.id/

Revisi UU P2SK Berpotensi Menyebabkan Capital Outflow dan PHK Massal di Sektor Kripto

Pertumbuhan industri kripto di Indonesia telah menjadi isu hangat yang menarik perhatian banyak pihak. Seiring dengan munculnya berbagai inovasi dan regulasi, pelaku pasar merespons secara beragam terhadap perubahan yang terjadi dalam tatanan hukum dan ekonomi ini.

Terkait dengan perkembangan terbaru, adanya Rancangan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku usaha. Mereka menilai ada risiko signifikan yang dapat menyebabkan arus modal keluar dari Indonesia, yang berdampak pada pertumbuhan industri kripto.

Pentingnya Mengatur Industri Kripto di Indonesia

Industri kripto di Indonesia telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Dengan transaksi yang meningkat, pembuatan regulasi yang jelas menjadi sangat penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban pasar.

Namun, jika regulasi justru menghambat inovasi dan berujung pada pengurangan daya tarik investasi, hal ini akan menjadi masalah besar bagi ekosistem kripto. Oleh karena itu, perlu adanya sinergi antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan pasar untuk menciptakan iklim investasi yang sehat.

Beberapa pelaku usaha berpendapat bahwa regulasi yang ketat dapat berpotensi menghambat pertumbuhan industri ini. Jika investor merasa tertekan oleh berbagai peraturan, mereka mungkin memilih untuk berinvestasi di luar negeri yang menawarkan iklim yang lebih bersahabat.

Pasal-Pasal Kontroversial dalam RUU P2SK

Salah satu pasal yang menjadi sorotan adalah pasal 21A ayat 4, yang mewajibkan seluruh transaksi kripto dilakukan melalui bursa yang terdaftar. Hal ini mengarah pada penghususan di mana seluruh aset harus berada di bawah pengawasan SRO.

Pengusulan ini telah menuai kritik sebab dapat memicu risiko terpusat. Jika bursa mengalami masalah, misalnya serangan hacker, seluruh aset yang disimpan berpotensi berisiko hilang, sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku industri.

Lebih lanjut, pasal 215C poin 9 menyebutkan bahwa bursa harus memiliki kontrol atas sistem penyelenggaraan perdagangan. Ini dianggap mendegradasi fungsi pedagang aset kripto dan akan membawa dampak luas, termasuk potensi PHK massal.

Risiko Capital Outflow Akibat Regulasi yang Ketat

Menurut pelaku industri, kebijakan yang lebih ketat dapat mengarah pada capital outflow. Hal ini sulit dihindari karena transaksi kripto adalah sesuatu yang lintas batas, yang memungkinkan pengguna untuk berinvestasi di luar negeri dengan mudah.

Jika Indonesia tidak mampu menjaga daya saingnya, berpotensi besar bahwa para pelaku pasar akan mencari platform di luar negeri. Hal ini telah terjadi sebelumnya, di mana dua pertiga transaksi kripto Indonesia beralih ke platform asing setelah diberlakukannya dua pajak pada tahun 2022.

Kekhawatiran ini tidak hanya mengacu pada kehilangan modal tetapi, juga pada hilangnya peluang pengembangan industri yang lebih luas di Indonesia. Dengan demikian, penting untuk memperhatikan imbas dari setiap pasal dalam RUU yang diajukan.

Alternatif untuk Mendorong Pertumbuhan Industri Aset Kripto

Sebagai solusi, para pelaku usaha mengusulkan revisi pasal-pasal yang dianggap merugikan. Mereka menginginkan agar RUU P2SK tidak hanya berfungsi sebagai pengontrol, tetapi juga mendukung pertumbuhan industri secara berkelanjutan.

Pemangku kebijakan diharapkan dapat merumuskan regulasi yang lebih seimbang. Dengan demikian, industri kripto dapat tumbuh tanpa merasa tertekan oleh ketentuan yang tidak menguntungkan.

Penjagaan terhadap ekosistem kripto harus mengedepankan komunikasi antara berbagai pihak, seperti pelaku industri, regulator, dan masyarakat luas. Pendekatan kolaboratif ini dapat menghasilkan kebijakan yang lebih inklusif dan bermanfaat.

PHK Massal 270 Karyawan di Blibli, Ini Kondisi Keuangan Terkininya

Jakarta, perkembangan terkini menunjukkan bahwa PT Global Digital Niaga Tbk (BELI), yang dikenal sebagai Blibli, telah melakukan penyesuaian struktural yang signifikan dalam organisasi mereka. Langkah ini mengakibatkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 270 karyawan, yang merupakan bagian dari strategi efisiensi untuk memperkuat bisnis serta mengejar peluang pertumbuhan yang berkelanjutan.

Dalam laporan resmi yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), BELI mengungkapkan bahwa proses penyesuaian organisasi telah berlangsung dan rampung pada bulan Oktober 2025. Manajemen BELI berkomitmen terhadap langkah ini agar perusahaan dapat beroperasi lebih efektif dan efisien.

Pengumuman ini menegaskan bahwa semua hak karyawan yang terdampak akan dipenuhi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa transisi ini tidak hanya menguntungkan perusahaan, tetapi juga menghormati karyawan yang terdampak.

Strategi Efisiensi untuk Pertumbuhan Berkelanjutan di Perusahaan

Kebijakan efisiensi yang diambil oleh BELI adalah langkah strategis untuk menghadapi tantangan di pasar e-commerce yang semakin kompetitif. Dengan menyesuaikan struktur organisasi, BELI berharap dapat menciptakan basis operasional yang lebih efisien, yang pada gilirannya akan mendukung perbaikan kinerja secara keseluruhan. Hal ini penting untuk membangun daya saing di industri yang terus berkembang.

Lebih lanjut, manajemen BELI menggarisbawahi bahwa meskipun ada pemutusan hubungan kerja ini, langkah efisiensi tidak akan berdampak signifikan terhadap operasional perusahaan. Dalam laporan yang terkait, mereka menyebutkan optimisme tentang masa depan perusahaan pasca restrukturisasi.

Penerapan strategi efisiensi ini juga merupakan bentuk tanggung jawab manajerial terhadap pemegang saham. Penyesuaian ini bertujuan untuk memberikan nilai jangka panjang serta meningkatkan kinerja keuangan perusahaan ke depannya.

Pembenahan Keuangan Perusahaan Melalui Restrukturisasi

Dalam laporan keuangan terbaru, BELI mencatatkan kerugian sebesar Rp1,85 triliun untuk tahun berjalan per September 2025. Angka ini sedikit lebih baik dibandingkan dengan kerugian yang tercatat pada tahun sebelumnya, yaitu Rp1,86 triliun. Peningkatan pendapatan perusahaan menjadi Rp15,24 triliun dari sebelumnya Rp12,13 triliun, memberikan harapan untuk pemulihan finansial ke depan.

Pendapatan yang diperoleh perusahaan bersumber dari berbagai lini, termasuk penjualan kepada pihak ketiga yang menyumbang Rp15,11 triliun. Meskipun mengalami kenaikan, beban pokok pendapatan juga meningkat menjadi Rp12,56 triliun, yang membatasi laba perusahaan.

Perusahaan memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap peningkatan kinerja di masa mendatang. Beban pokok yang meningkat ini, jika dikelola dengan baik, diharapkan tidak akan menghalangi pertumbuhan perusahaan secara keseluruhan.

Aspek Permodalan dan Liabilitas Perusahaan yang Perlu Diketahui

Per Juni 2025, BELI mencatatkan aset sebesar Rp17,53 triliun, yang menunjukkan pertumbuhan dari periode sebelumnya. Pada 31 Desember 2024, aset perusahaan tercatat sebesar Rp16,16 triliun, menandakan adanya peningkatan yang cukup signifikan.

Liabilitas perusahaan juga harus menjadi sorotan, di mana tercatat sebesar Rp8,4 triliun. Sementara itu, ekuitas perusahaan mencapai Rp9,12 triliun, yang memberikan indikasi soliditas keuangan bagi para investor.

Keberhasilan dalam mengelola liabilitas dan aset ini merupakan kunci untuk memastikan kelangsungan usaha perusahaan di tengah persaingan yang ketat dalam industri e-commerce. Lingkungan bisnis yang dinamis menuntut adaptasi dan respon cepat dari setiap perusahaan yang ingin bertahan dan berkembang.