slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong QQCUAN agencuan slot88 agencuan https://bola169new.com/ phishing phishing
qqcuan AGENCUAN https://ademsari.co.id/ https://bitcoinnews.co.id/ https://dermaluz.co.id/ https://jiexpo.co.id/ https://donghan.co.id/ https://icconsultant.co.id/ https://metroindo.co.id/ https://bentogroup.co.id/ https://gatranews.co.id/ https://kacapatri.co.id/ https://gemilangsukses.co.id/ https://siomom.id/ https://situskita.id/ https://masyumi.id/ https://dapurdia.id/ https://baginasipagi.id/ https://bacaajadulu.id/ https://sukagaming.id/ https://sobatsandi.id/ https://ragaminspirasi.id/ https://salamdokter.id/
https://berita-sumatra.id/ https://seongiclik.id/ https://mangu.id/ https://daily-news.id/

Jaga Likuiditas Bank Himpun Dana Rp500 M Lewat Sukuk

PT Bank Aladin Syariah Tbk. berencana untuk memperluas basis pendanaannya melalui penerbitan sukuk. Dengan target total dana sebesar Rp2 triliun, langkah ini diharapkan dapat memperkuat struktur finansial bank digital syariah tersebut.

Penawaran umum berkelanjutan Sukuk Wakalah Berkelanjutan I ini akan dimulai dengan tahap I, yang berfokus pada penggalangan Rp500 miliar. Pada dasarnya, sukuk ini tidak akan diterbitkan dalam bentuk warkat, melainkan dalam mekanisme yang lebih modern dan efisien.

Imbal Hasil Sukuk Wakalah sebesar 8,25% per tahun menunjukkan komitmen bank dalam memberikan imbal balik yang menarik bagi para investor. Jangka waktu yang ditetapkan selama 370 hari kalender sejak tanggal emisi juga memberikan fleksibilitas pengelolaan keuangan bagi bank.

Rincian Penawaran dan Imbal Hasil Sukuk Wakalah

Masa penawaran umum untuk sukuk ini akan berlangsung dari 31 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026. Setiap triwulan, imbal hasil akan dibayarkan, dengan pembayaran pertama dijadwalkan pada 8 April 2026.

Pembayaran terakhir sukuk ini akan dilakukan pada tanggal 18 Januari 2027, seiring dengan jatuh tempo sukuk yang telah ditentukan. Keberadaan jaminan secara Kesanggupan Penuh menunjukkan bahwa bank ingin memberikan rasa aman bagi investor.

Dengan penawaran ini, Bank Aladin berusaha memperkuat posisi finansialnya dan menarik lebih banyak pemodal yang ingin berinvestasi di pasar modal syariah. Keseluruhan strategi ini bertujuan untuk meningkatkan jam terbang dan relevansi bank dalam industri perbankan syariah.

Strategi Manajemen Terhadap Ketidakseimbangan Pendanaan

Bank Aladin menyadari bahwa pendanaan saat ini masih berasal dari deposito jangka pendek, termasuk tenor 1 bulan dan 3 bulan. Pengelolaan dana yang tidak seimbang ini dapat berdampak negatif terhadap likuiditas jika tidak dikelola dengan baik.

Dalam hal ini, manajemen bank menyatakan bahwa penerbitan sukuk ini akan membantu mengurangi ketergantungan pada jenis pendanaan yang mahal. Meningkatkan stabilitas sumber dana adalah prioritas yang harus dipenuhi untuk memastikan keberlangsungan operasi bank.

Proyeksi komposisi pendanaan menunjukkan penurunan pada pendanaan tenor 1 bulan dari 34,9% menjadi 29,6%. Sementara itu, pendanaan jangka panjang diharapkan meningkat, menciptakan profil jatuh tempo liabilitas yang lebih seimbang.

Pentingnya Diversifikasi Pendanaan bagi Bank Aladin

Langkah diversifikasi pendanaan ini sangat penting untuk mengurangi risiko likuiditas dan memastikan keberlanjutan bisnis bank. Dengan mengurangi ketergantungan pada deposito, Bank Aladin berusaha menciptakan portofolio pendanaan yang lebih terdiversifikasi.

Diversifikasi juga menandakan kekuatan bank dalam menghadapi dinamika pasar yang berubah-ubah. Keputusan untuk menerbitkan sukuk ini adalah refleksi dari langkah strategis yang diambil manajemen untuk memperkuat neraca keuangan jangka panjang.

Lebih jauh, penerbitan sukuk akan membuka lintasan baru bagi Bank Aladin untuk mengeksplorasi pasar modal syariah. Ini sekaligus mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental dan reputasi kredit yang dimiliki bank.

Pertahankan Kepemimpinan Pasar Lewat Inovasi dan Kontribusi Nyata HMSP

Pada 30 September 2025, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) mengungkapkan kinerja keuangan terbaru di tengah berbagai tantangan yang dihadapi industri hasil tembakau nasional. Meski mengalami penurunan, Sampoerna tetap memegang posisi penting di pasar melalui strategi yang menjawab beragam kebutuhan konsumen dewasa.

Terbesar dari pangsa pasar tembakau, Sampoerna mencatatkan 30,9% dengan penjualan melebihi 59,4 miliar batang. Angka ini menunjukkan ketahanan dan daya saing perusahaan dalam menghadapi krisis yang mempengaruhi daya beli masyarakat.

Dari sisi finansial, perusahaan meraih penjualan bersih sebesar Rp83,7 triliun, meskipun angka ini turun 5,3% dari tahun lalu. Laba bersih yang tercatat juga mengalami penurunan menjadi Rp4,5 triliun, tetapi menunjukkan perbaikan dibandingkan semester pertama 2025.

Pendekatan Strategis untuk Mempertahankan Posisi Pasar di Sektor Tembakau

Di tengah perjalanan yang tak mudah, Sampoerna tetap fokus pada inovasi dan pengembangan produk. Dengan memperkenalkan portofolio yang menarik, termasuk varian produk tembakau dan non-tembakau, perusahaan berusaha memenuhi berbagai preferensi konsumen.

Inovasi ini terlihat dari produk seperti IQOS, VEEV, dan BONDS oleh IQOS, yang dirancang untuk memberikan pengalaman berbeda bagi pengguna. Keberhasilan produk dalam segmen bebas asap menunjukkan komitmen Sampoerna untuk terus beradaptasi dengan tren terkini.

Presiden Direktur Sampoerna menegaskan bahwa dukungan pemerintah sangat penting untuk menjaga keberlangsungan industri legal. Oleh karena itu, kebijakan serupa tarif cukai tahun ini dan mendatang dianggap krusial dalam mendukung keberlangsungan usahanya.

Inisiatif Pemberdayaan Ekonomi dan Dampaknya terhadap Masyarakat

Sampoerna telah berkontribusi signifikan terhadap ekonomi nasional melalui berbagai inisiatif pemberdayaan. Sejak menjadi bagian dari grup internasional pada tahun 2005, Sampoerna berupaya untuk memperkuat basis operasionalnya di seluruh Indonesia.

Perusahaan ini menggandeng lebih dari 90.000 tenaga kerja serta bermitra dengan ribuan petani tembakau, menciptakan lapangan kerja dan menyuplai kebutuhan bahan baku. Sebagai hasilnya, aktivitas ekonomi Sampoerna memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat.

Riset terkini menunjukkan bahwa setiap Rp1.000 yang dihasilkan dapat berkontribusi hingga Rp1.700 nilai ekonomi. Hal ini mencerminkan pentingnya sampoerna dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah-wilayah yang dilayaninya.

Komitmen terhadap Keberlanjutan dan Kemandirian Ekonomi Rakyat

Dengan berpegang pada prinsip keberlanjutan, Sampoerna menjalankan program-program yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat. Program Sampoerna Retail Community (SRC) telah sukses mendigitalisasi lebih dari 250.000 toko kelontong, meningkatkan daya saing para pelaku usaha lokal.

Melalui pelatihan kewirausahaan dan literasi keuangan, Sampoerna mendorong masyarakat untuk lebih mandiri. Inisiatif ini mencakup pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses bisnis berbasis digital.

Program pelatihan yang dilaksanakan Sampoerna juga berfokus pada pengembangan keterampilan vokasional, membantu lebih dari 97.000 peserta. Dengan lebih dari 1.600 UMKM yang menerima pendampingan, perusahaan berupaya membantu mereka agar mampu bersaing di pasar, termasuk ekspor.

Dengan strategi multi-kategori dan komitmen terhadap inovasi, Sampoerna memposisikan diri bukan hanya sebagai pemimpin pasar tetapi juga sebagai mitra pembangunan ekonomi. Setiap langkah yang diambil mencerminkan dedikasi untuk berkontribusi kepada masyarakat, sambil tetap menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Keberhasilan Sampoerna dalam menavigasi berbagai tantangan membuktikan bahwa, dengan semangat dan pendekatan yang tepat, kemandirian ekonomi rakyat dapat diwujudkan bersamaan dengan kemajuan bisnis.

Pundi Craft Dukung Eksistensi Kerajinan Lokal Lewat Rumah BUMN BRI

Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi fokus utama bagi banyak lembaga dan perusahaan di Indonesia. Salah satu contoh nyata pemberdayaan ini terlihat dalam upaya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang melalui program Rumah BUMN, memberikan dukungan konkret kepada pelaku UMKM di tanah air.

Program ini tidak hanya membantu pengembangan kemampuan teknis, tapi juga meningkatkan akses pasar bagi produk-produk lokal. Dalam konteks ini, Pundi Craft, sebuah usaha kerajinan yang berbasis di Jakarta, menjadi salah satu contoh sukses dari program ini.

Di bawah kepemimpinan Dewi Wardah, Pundi Craft telah mengalami transformasi signifikan yang tidak hanya meningkatkan kualitas produk, tetapi juga identitas usaha secara keseluruhan. Keterampilan seni dan ketekunannya dalam kerajinan tangan telah membentuk dasar yang kuat bagi pertumbuhan usahanya.

Pundi Craft memulai perjalanan bisnisnya dari keterampilan dan minat yang diasah sejak sekolah. Dewi menyatakan bahwa sejak muda ia telah terlibat dalam kegiatan pembuatan kerajinan, yang kemudian berkembang menjadi basa dari usaha profesionalnya.

Sejak 1985, usaha ini telah memproduksi berbagai produk kerajinan, terutama souvenir pernikahan, yang kemudian berpuncak pada penciptaan merek Pundi Craft pada 1993. Keputusan untuk memiliki merek resmi telah membuka banyak peluang baru, termasuk kolaborasi dengan perajin lain dan akses ke berbagai kegiatan yang mendukung pertumbuhan usaha.

Dewi Wardah mengungkapkan bahwa pada tahun 2017, ia mulai aktif berpartisipasi dalam komunitas dan organisasi kerajinan, termasuk Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda). Melalui organisasi ini, ia memperoleh berbagai penghargaan yang semakin memotivasi pengembangan usahanya.

Pada tahun 2019, dengan dukungan dari Rumah BUMN BRI, Dewi mengikuti serangkaian pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan manajemen dan kualitas produknya. Pengalaman ini berbicara banyak tentang komitmen BRI dalam membina UMKM dan menjaga keberlanjutan usaha kecil di Indonesia.

Peran Rumah BUMN BRI dalam Pengembangan UMKM

Rumah BUMN merupakan inisiatif BRI untuk memberdayakan pelaku usaha kecil di seluruh Indonesia. Melalui berbagai pelatihan dan workshop, Rumah BUMN memberikan pengetahuan yang mendalam tentang cara mengelola usaha dengan lebih efektif.

Sejak bergabung, Pundi Craft telah menjadi salah satu penerima manfaat terbesar dari program ini. Pelatihan yang diikuti tidak hanya fokus pada penguatan manajemen, tetapi juga pengembangan produk untuk memenuhi tuntutan pasar yang terus berubah.

Salah satu pelatihan yang paling berdampak adalah yang berkaitan dengan pemasaran melalui platform digital. Dewi memanfaatkan pengetahuan ini untuk memasarkan produk Pundi Craft melalui e-commerce dan media sosial.

Produk-produk unggulan seperti tote bag, dekorasi rumah, dan merchandise kini dapat ditemukan di berbagai platform online, termasuk di Galeri MULA dan Galeri Dekranasda yang terletak di Museum Fatahillah, Jakarta. Hal ini menunjukkan bagaimana akses pasar bisa diperluas berkat dukungan yang baik.

Hingga September 2025, BRI telah berhasil membina lebih dari 54 Rumah BUMN dengan melaksanakan sekitar 17.000 pelatihan bagi pelaku UMKM. Upaya ini membuktikan bahwa sinergi antara lembaga keuangan dan pelaku bisnis kecil dapat membawa dampak positif bagi perekonomian nasional.

Strategi Pemasaran dan Branding yang Efektif

Branding yang kuat menjadi salah satu kunci keberhasilan Pundi Craft. Dengan merilis merek resmi pada 1993, Dewi berhasil mengubah cara pelanggannya melihat produk kerajinan yang dihasilkan. Identitas merek ini membantu membangun hubungan yang lebih baik dengan pelanggan.

Penting bagi pelaku UMKM untuk tidak hanya fokus pada kualitas produk, tetapi juga memperhatikan aspek branding. Melalui pelatihan, Dewi belajar bagaimana menjangkau audiens yang lebih luas dengan strategi pemasaran yang tepat.

Salah satu strategi yang ia terapkan adalah memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan produknya. Dewi telah berhasil menarik perhatian pelanggan dengan memposting foto-foto produk berkualitas tinggi dan menceritakan kisah di balik setiap produk.

Dari sisi produk, Dewi memastikan semua barang yang diproduksi memenuhi standar kualitas terbaik. Ini adalah bagian dari komitmen Pundi Craft untuk tidak hanya memenuhi ekspektasi pelanggan tetapi juga melampauinya.

Dengan memperhatikan pemasaran dan branding yang baik, Pundi Craft berhasil meningkatkan jumlah penjualan dan memperluas jangkauan pasar. Dokumen yang menetapkan standar kualitas dan keunikan produk menjadi salah satu aset berharga dalam strategi bisnis mereka.

Komitmen Terhadap Pemberdayaan UMKM di Indonesia

BRI berperan penting dalam mendukung pengembangan ekosistem UMKM di Indonesia. Dengan menyediakan akses pelatihan dan pengembangan, BRI menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan pelaku usaha kecil.

Corporate Secretary BRI mengungkapkan keyakinannya bahwa UMKM memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi jika mendapatkan pembinaan yang tepat. Ini mencerminkan visi BRI dalam memperluas jangkauan pendampingan kepada pelaku usaha kreatif.

Pundi Craft tampil sebagai contoh konkret bagaimana kehadiran lembaga finansial dapat mengubah nasib pelaku UMKM. Dukungan BRI telah membuktikan bahwa kolaborasi yang baik antara sektor keuangan dan UMKM mampu menghasilkan daya saing yang lebih baik.

Secara keseluruhan, pendekatan BRI dalam memberdayakan pelaku UMKM tidak hanya memberikan keuntungan bagi individu, tetapi juga berkontribusi terhadap perekonomian nasional. Model keberhasilan yang ditunjukkan oleh Pundi Craft dapat menjadi inspirasi bagi banyak pelaku usaha lain di tanah air.

Dengan demikian, dukungan untuk UMKM bukan hanya tanggung jawab lembaga tertentu, tetapi membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak untuk menciptakan ekosistem usaha yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia.

Cekik Rakyat Lewat Pajak, Mayat Pejabat Dibiarkan di Jalan

Era kolonialisme di Indonesia menjadi babak sejarah yang penuh dengan pelajaran berharga, terutama terkait dengan penyalahgunaan kekuasaan. Salah satu contoh ekstrem dari fenomena ini adalah kehidupan seorang pejabat VOC yang dikenal dengan nama Qiu Zuguan, kepala lembaga Boedelkamer yang bertugas mengurus harta peninggalan orang-orang Tionghoa di Batavia, yang kini kita kenal sebagai Jakarta.

Kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Qiu Zuguan menunjukkan betapa berbahayanya jika kekuasaan tidak dijalankan dengan bijaksana. Di bawah kepemimpinannya, banyak kebijakan yang sebenarnya merugikan rakyat, hingga akhirnya membuatnya diacuhkan oleh masyarakat, bahkan setelah kematiannya sekalipun.

Dari berbagai catatan sejarah, tampak sekali bahwa Qiu Zuguan bukanlah sosok yang dikenang dengan baik oleh masyarakat. Selama menjabat, tingkah lakunya yang otoriter dan kebijakan pajaknya yang memberatkan menciptakan kesan buruk di kalangan rakyat, terutama warga Tionghoa.

Masa Jabatan Qiu Zuguan dan Kebijakan Pajaknya yang Kontroversial

Selama masa jabatannya yang dimulai pada tahun 1715, Qiu Zuguan dikenal karena membuat berbagai kebijakan pajak yang memberatkan. Sejarawan Leonard Blusse dalam bukunya menegaskan bahwa hampir setiap aktivitas sehari-hari warga dikenakan pajak. Hal ini tidak hanya menambah beban ekonomi tetapi juga memicu rasa ketidakpuasan di kalangan masyarakat.

Salah satu contohnya adalah pajak khusus yang dikenakan kepada warga Tionghoa yang ingin melangsungkan pernikahan. Meskipun pernikahan adalah momen bahagia, masyarakat harus membayar sejumlah uang yang cukup besar, sehingga martabat mereka pun terganggu. Ini menunjukkan bagaimana kekuasaan dapat menindas rakyat di saat yang paling tidak mengenakkan.

Selain itu, saat keluarga mengalami duka karena kematian, mereka juga dipaksa membayar pajak untuk mendapatkan sertifikat kematian. Dalam situasi berduka, beban ini semakin membuat mereka merasa tertekan dan tidak dihargai sebagai manusia. Ketidakadilan semacam inilah yang menciptakan rasa benci yang mendalam terhadap Qiu.

Reaksi Masyarakat Terhadap Kebijakan Yang Menyengsarakan

Akibat kebijakan pajak yang memberatkan, warga Tionghoa merasa terjepit dalam berbagai hal. Dalam bukunya, Benny G. Setiono mendokumentasikan betapa memprihatinkannya kondisi tersebut, di mana warga Tionghoa sampai dikenakan pajak kepala dan kuku. Jika ada yang berani menolak membayar, ancaman penjara siap menanti, yang membuat mereka terpaksa patuh meski dalam keengganan.

Cita rasa keadilan tampaknya tidak berlaku bagi mereka, dan banyak yang merasa terpaksa hidup dalam ketakutan dan kepatuhan yang menyakitkan. Hal ini menggambarkan dinamika sosial yang cenderung tidak seimbang antara penguasa dan rakyat. Masyarakat pun tidak memiliki banyak pilihan selain menerima kenyataan yang pahit ini.

Namun, kondisi ini mulai berubah jelang kematian Qiu Zuguan. Ketika dia meninggal pada Juli 1721, warga merasa bahwa inilah kesempatan untuk melampiaskan rasa kesal yang terpendam. Sebuah momen yang biasanya dipenuhi penghormatan justru berubah menjadi penolakan total. Tak seorang pun mau mengurus jenazahnya, menggambarkan betapa bencinya rakyat terhadap kebijakannya yang menyengsarakan.

Akibat Kematian Qiu Zuguan: Pengabaian yang Memalukan

Setelah kematiannya, Qiu Zuguan ditinggalkan di tengah jalan tanpa ada yang mau angkat petinya. Kejadian ini tidak hanya mengejutkan namun juga menjadi simbol dari seluruh kebijakan yang merugikan rakyat. Sejumlah catatan sejarah mengungkapkan bagaimana peti mati Qiu akhirnya dibiarkan saja, menunjukkan betapa dalamnya rasa benci yang telah tertanam di hati masyarakat.

Keluarganya pun terpaksa melakukan bujukan, namun semua usaha mereka sia-sia. Tanpa dukungan dari masyarakat, mereka akhirnya menyewa warga lokal untuk mengusung jenazah Qiu ke tempat peristirahatan terakhirnya. Kejadian ini mencerminkan ironisnya keadaan seorang pejabat yang seharusnya dihormati justru berakhir dengan pengabaian yang memalukan.

Memori akan kebijakan yang menyengsarakan dan perilakunya yang arogan tetap membekas dalam benak rakyat. Masyarakat enggan mengingat Qiu dengan cara positif, justru sebaliknya, kenangan pahit itulah yang akan terus dikenang dan diceritakan sebagai pelajaran bagi generasi yang akan datang.