Jakarta menunjukkan banyak dinamika dalam industri susu, terutama dengan kinerja PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) yang menarik perhatian. Meskipun mengalami penurunan penjualan, perusahaan ini berhasil mencatatkan pertumbuhan laba yang signifikan.
Laba yang diatribusikan kepada entitas induk tercatat mengalami kenaikan hingga 9,04% dalam periode tahun berjalan. Ini menunjukkan upaya perusahaan dalam meningkatkan efisiensi operasional di tengah tantangan yang ada di pasaran.
Pendapatan bersih ULTJ mengalami penurunan 5,24% secara year on year (yoy) menjadi Rp 6,23 triliun. Meskipun kondisi ini menunjukkan tantangan, laba yang meningkat menandakan pengelolaan yang baik dalam menghadapi situasi pelik ini.
Kinerja Keuangan yang Menarik dari Ultrajaya
Dalam laporan keuangan terbaru, laba tahun berjalan perusahaan tercatat sebesar Rp 960,88 miliar. Capaian ini menunjukkan pertumbuhan yang baik jika dibandingkan dengan periode sebelumnya yang hanya mencapai Rp 881,18 miliar.
Sementara itu, penjualan domestik mengalami penurunan dari Rp 7,30 triliun menjadi Rp 6,93 triliun. Penurunan ini menjadi perhatian bagi manajemen untuk segera mencari solusi bagi pertumbuhan yang lebih baik di masa mendatang.
Dalam konteks ekspor, ada peningkatan yang menggembirakan dengan penjualan yang naik dari Rp 14,78 miliar menjadi Rp 19,58 miliar. Hal ini menunjukkan potensi yang dapat digali lebih dalam oleh perusahaan untuk memperluas pasar internasional.
Pemangkasan Beban Operasional yang Efektif
Salah satu faktor utama yang mendukung pertumbuhan laba ULTJ adalah penekanan pada beban operasional. Beban penjualan tercatat turun sebesar 12,64% yoy, menciptakan ruang bagi perusahaan untuk menghasilkan laba lebih besar.
Perusahaan juga berhasil meraih laba dari selisih kurs sebesar Rp 71,42 miliar, yang sebelumnya merugi Rp 59,18 miliar. Ini menggambarkan kemampuan manajemen dalam mengelola risiko yang terkait dengan fluktuasi mata uang.
Total beban operasional ULTJ mengalami penurunan sebesar 21,52% yo-y, yang menunjukkan langkah strategis yang tepat untuk mengoptimalkan kinerja. Pengetatan ini memberikan dampak positif pada laba bersih, memberikan manfaat tambahan bagi pemangku kepentingan.
Pemantapan Posisi Aset Perusahaan di Pasar
Sampai dengan September 2025, total aset ULTJ tercatat sebesar Rp 8,57 triliun. Angka ini mencerminkan kekuatan finansial perusahaan dalam menghadapi berbagai tantangan di industri susu.
Aset lancar tercatat sebesar Rp 4,67 triliun, sementara aset tidak lancar mencapai Rp 3,91 triliun. Keseimbangan ini menunjukkan manajemen yang baik dalam mengelola sumber daya yang ada.
Liabilitas perusahaan juga terpantau sehat, dengan total liabilitas tercatat sebesar Rp 641,25 miliar. Ekuitas perusahaan sebesar Rp 7,93 triliun mencerminkan posisi yang kuat di pasar dan memberikan dasar yang stabil untuk pertumbuhan di masa depan.
