slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong QQCUAN agencuan slot88 agencuan https://bola169new.com/ phishing phishing
qqcuan AGENCUAN https://ademsari.co.id/ https://bitcoinnews.co.id/ https://dermaluz.co.id/ https://jiexpo.co.id/ https://donghan.co.id/ https://icconsultant.co.id/ https://metroindo.co.id/ https://bentogroup.co.id/ https://gatranews.co.id/ https://kacapatri.co.id/ https://gemilangsukses.co.id/ https://siomom.id/ https://situskita.id/ https://masyumi.id/ https://dapurdia.id/ https://baginasipagi.id/ https://bacaajadulu.id/ https://sukagaming.id/ https://sobatsandi.id/ https://ragaminspirasi.id/ https://salamdokter.id/
https://berita-sumatra.id/ https://seongiclik.id/ https://mangu.id/ https://daily-news.id/

Prediksi Keruntuhan Pasar Properti China Berlanjut Hingga Tahun 2030

Krisis pasar properti di Tiongkok telah berlangsung sejak tahun 2021 dan diperkirakan akan terus berlanjut hingga tahun 2030. Pengetatan arus informasi oleh pemerintah mengisyaratkan betapa seriusnya situasi ini dan dampaknya terhadap ekonomi negara.

Pemerintah Tiongkok, untuk mengendalikan situasi, mulai membatasi informasi yang beredar di media sosial. Berbagai akun yang dianggap menyebarkan sentimen negatif terkait properti ditutup, dan agen-agen properti ditekan untuk tidak mengungkapkan data penjualan yang buruk.

Situasi ini semakin diperparah oleh ketidakpastian yang dirasakan para investor. Penjualan rumah baru di negara ini mengalami penurunan yang signifikan, dan pembangunan hunian pun terhenti, mengancam stabilitas pasar properti.

Dampak Krisis Properti Terhadap Ekonomi Tiongkok

Krisis ini bukan hanya memengaruhi pasar properti, tetapi juga sektor perbankan yang menyimpan banyak aset dalam bentuk properti. Ketika harga properti merosot, dampaknya terasa di seluruh sistem keuangan.

Ekonomi Tiongkok sudah menunjukkan tanda-tanda perlambatan seiring dengan berkurangnya investasi di sektor properti. Penurunan investasi tersebut berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi yang sudah melambat dalam beberapa tahun terakhir.

Data resmi dari pemerintah kerap kali lemah dan terbatas, menjadikan analisis situasi yang lebih mendalam menjadi sulit. Investor merasa terjebak dalam ketidakpastian mengenai pergerakan harga di masa depan.

Tantangan Pemulihan Pasar Properti di Tiongkok

Tantangan untuk memulihkan pasar properti sangat besar. Salah satunya adalah tekanan dari pemerintah daerah yang membatasi diskon untuk mencegah penurunan harga yang lebih dalam. Namun, langkah ini justru merugikan pasar, karena menghalangi penjualan properti yang masih tersedia.

Masih ada sekitar 30 juta unit rumah yang belum terjual di seluruh Tiongkok, dan penurunan harga yang tajam membuat pemilik ragu untuk menjual. Program pemerintah untuk merelokasi dan mengatur pasar tidak selalu berjalan sesuai rencana.

Dengan ketersediaan data yang minim, analisis mengenai masa depan pasar ini menjadi sulit. Investor sering kali bergantung pada perkiraan dari konsultan untuk menentukan arah yang harus diambil.

Menghadapi Ketidakpastian: Strategi Para Investor

Bagi para investor, strategi menghadapi krisis ini menjadi semakin penting. Banyak yang memilih untuk menahan investasi mereka sambil menunggu harga pasar stabil. Keputusan ini bukan tanpa risiko, mengingat potensi kerugian yang semakin besar.

Investor juga harus mempertimbangkan kondisi pasar lokal yang bervariasi. Di beberapa kota, penurunan harga lebih dalam dibandingkan kota lain, sehingga analisis lokal menjadi semakin diperlukan.

Melihat ke depan, penting bagi investor untuk mengawasi kebijakan pemerintah dan setiap perubahan yang mungkin terjadi di sektor properti. Kebijakan pengenaan pajak properti menjadi pertanyaan penting untuk memicu pergerakan di pasar.

Analis Prediksi Keruntuhan Besar, Bitcoin Berpotensi Turun ke 10000 Dolar AS

Harga bitcoin dan aset kripto global saat ini mengalami penurunan setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi. Proyeksi analis menunjukkan bahwa harga bitcoin berpotensi jatuh hingga US$10.000, menandakan adanya ketidakpastian di pasar.

Menurut laporan, harga bitcoin telah mengalami penurunan signifikan dari puncaknya sekitar US$126.000 per koin. Kini, harga bitcoin terjun ke sedikit di atas US$85.000, mencerminkan penurunan lebih dari 30% dalam waktu singkat.

Tekanan harga ini dipicu oleh pernyataan Elon Musk, miliarder pemilik Tesla, yang kembali memberikan pandangan kritis tentang sistem keuangan dan masa depan aset digital. Pernyataan ini menambah ketidakpastian yang telah melanda pasar kripto dalam waktu dekat.

Analisis Lebih Dalam tentang Peluang Penurunan Harga Bitcoin

Mike McGlone, seorang Senior Commodity Strategist dari lembaga riset, memperingatkan bahwa lonjakan harga bitcoin di atas US$100.000 bisa mengarah pada siklus koreksi tajam di masa depan. Ia percaya bahwa pasar sedang menuju titik kritis yang berpotensi mengguncang seluruh ekosistem aset kripto.

Menurut McGlone, kondisi pasar saat ini mengingatkan pada fase awal krisis keuangan global, di mana investasi berisiko tinggi mendominasi. Jika bitcoin turun hingga 90% ke level US$10.000, total kapitalisasi pasar kripto bisa menyusut drastis dari US$3 triliun menjadi hanya US$300 miliar.

Ia mengamati bahwa tren penurunan harga yang terjadi sejak bulan Oktober menunjukkan indikasi lanjutan dari apa yang disebutnya sebagai “post-inflation deflation”. Penurunan ini berpadu dengan kebijakan moneter yang mungkin akan semakin ketat, memengaruhi semua sektor ekonomi, termasuk kripto.

Indikasi Penurunan Lebih Lanjut dan Dampaknya

Saat The Fed mulai memangkas suku bunga acuan, harga bitcoin merasakan dampak yang signifikan dengan penurunan hampir 25% sejak saat itu. Fenomena ini mengingatkan pada keadaan pasar saham selama krisis 2007, di mana pelaku pasar menyaksikan penurunan tajam sebelum krisis global meletus pada tahun 2008.

Melihat dari sisi struktural, analisis dari David Morrison, seorang analis pasar di Trade Nation, menunjukkan bahwa meski ada pemulihan kecil, tren umum bitcoin tampaknya semakin lemah. Pendekatan teknikal menunjukkan bahwa bitcoin mungkin akan kembali ke level terendah yang dicapai sebelumnya.

Morrison mengindikasikan bahwa jika bitcoin tidak berhasil mempertahankan momentum, ada risiko nyata untuk kembali menyentuh level terendah bulan Desember. Ini akan membuka peluang untuk koreksi lebih lanjut, dengan target harga kembali ke level sekitar US$80.000.

Pentingnya Memonitor Kondisi Pasar dan Rencana Investasi

Dalam situasi yang bergejolak ini, penting bagi investor untuk tetap mengawasi kondisi pasar secara aktif. Kecilnya pergerakan positif dalam harga tidak memastikan bahwa momentum akan berlanjut, sehingga kehati-hatian menjadi pilihan yang bijak.

Banyak analis mengingatkan bahwa pola perilaku investasi yang berlebihan bisa menjadi sinyal bahaya. Ketika semua orang berinvestasi tanpa mempertimbangkan risiko, maka pasar berpotensi mengalami kejatuhan yang lebih besar.

Dalam waktu mendatang, ekspektasi terhadap kebijakan moneter dan berita berita makroekonomi lainnya dapat memiliki dampak signifikan terhadap aset kripto. Oleh karena itu, strategi investasi yang adaptif dan berbasis data diperlukan untuk menjawab tantangan yang ada.