Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat (Dinsos Jabar) bertindak cepat dalam memberikan bantuan kepada para korban bencana tanah longsor di daerah Pasir Kuning dan Pasir Kuda. Penanganan ini dilakukan secara langsung dengan mengirimkan pekerja sosial untuk memberikan dukungan yang dibutuhkan para penyintas.
Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian, layanan dukungan psikososial ini menjadi penopang harapan bagi mereka yang terkena dampak. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mencegah trauma yang berkepanjangan dan membantu para penyintas merasa lebih aman dan tenang.
Kepala Dinsos Jabar, Noneng Komara Nengsing, menegaskan pentingnya kehadiran pekerja sosial di lokasi bencana. Dukungan yang diberikan akan diteruskan sesuai dengan kebutuhan di lapangan untuk memastikan para penyintas mendapatkan perawatan emosional yang diperlukan.
Keberhasilan Tim Layanan Dukungan Psikososial di Lapangan
Tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) Dinsos Jabar terus mendampingi para pengungsi di berbagai lokasi aman, seperti GOR dan Aula Kantor Desa Pasirlangu. Hingga saat ini, lebih dari 394 jiwa telah menerima bantuan psikososial yang penting untuk pemulihan mental mereka.
Pendampingan dilakukan secara profesional dan berkualitas, dengan harapan para penyintas dapat kembali beradaptasi dengan lingkungan baru mereka. Selain itu, interaksi dengan ahli psikologi membantu mengurangi rasa cemas dan ketidakpastian yang mungkin masih mereka alami.
Namun, perjalanan menuju pemulihan bukanlah hal yang mudah. Bagi beberapa penyintas, masa-masa sulit ini mengakibatkan dampak psikologis yang mendalam, yang mengharuskan mereka mendapatkan perhatian ekstra dari tim yang terlatih.
Dinamisnya Situasi di Lokasi Pengungsian
Kondisi di lokasi pengungsian menunjukkan bahwa ketidakstabilan emosi sering kali mengganggu proses pemulihan. Hal ini terlihat dari banyaknya pengungsi yang masih mengalami dampak psikologis, seperti trauma dan kecemasan yang bisa berujung pada perasaan kehilangan harapan.
Salah satu tantangan yang dihadapi adalah rasa cemas yang dirasakan para penyintas terkait dengan anggota keluarga yang belum ditemukan. Situasi ini memicu kekhawatiran dan membuat mereka lebih sulit untuk berinteraksi dengan orang lain di sekitar.
Tim LDP berusaha melakukan pendekatan humanis dengan memberikan ruang bagi para penyintas untuk mengungkapkan perasaan mereka. Kurangnya komunikasi dapat meningkatkan tekanan mental, sehingga pendampingan yang intensif sangat diperlukan selama fase awal pemulihan ini.
Rencana Tindak Lanjut untuk Meningkatkan Kesejahteraan Penyintas
Dinsos Jabar merencanakan langkah-langkah lanjutan dalam memberikan dukungan jangka panjang bagi para penyintas. Fokus utama adalah memastikan bahwa dukungan psikososial ini berlanjut meskipun situasi telah kembali normal.
Pentingnya proses rehabilitasi setelah bencana tidak dapat diabaikan, sehingga kolaborasi antara berbagai instansi sangat diperlukan. Dinas Sosial dan lembaga lain diharapkan dapat bersinergi dalam mengimplementasikan program-program baru untuk membantu para penyintas.
Beberapa program yang mungkin diterapkan meliputi pelatihan keterampilan, dukungan ekonomi, dan kegiatan sosial yang memfasilitasi interaksi antar penyintas. Kegiatan ini dapat membantu mereka menemukan kembali makna hidup dan membangun kembali kepercayaan diri.


