PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) baru-baru ini mengeluarkan pernyataan resmi terkait tuduhan yang menghubungkan perusahaan dengan penetapan beberapa tersangka dalam dugaan tindak pidana pasar modal. Manajemen BUVA menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan menyesatkan, serta berharap agar masyarakat tidak terpengaruh oleh informasi yang salah.
Dalam klarifikasinya, manajemen menegaskan bahwa perusahaan tidak memiliki keterlibatan apapun dengan individu-individu yang terlibat, yaitu Edy Suwarno dan Eveline Listijosuputro, maupun dengan PT Minna Padi Aset Manajemen. Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk menjaga kepercayaan pemangku kepentingan.
Perusahaan menginginkan agar setiap informasi yang beredar dapat diverifikasi keakuratannya dan disampaikan secara resmi melalui saluran yang tepat. Untuk itu, manajemen berupaya agar pemegang saham dan publik mendapatkan informasi yang transparan dan dapat dipercaya.
Pernyataan Resmi Manajemen Terkait Tuduhan
Dalam pernyataan resminya, manajemen menyayangkan adanya berita yang menyangkut nama BUVA dengan penetapan tersangka terkait kasus pasar modal. Pihak manajemen ingin memastikan bahwa semua informasi yang beredar benar-benar sesuai dengan fakta.
“Kami tidak memiliki hubungan apapun dengan para tersangka di atas,” kata manajemen BUVA. Dengan demikian, perusahaan berkomitmen untuk memberikan keterbukaan tentang posisi dan kebenaran isu yang berkembang.
Pada bulan Juni 2023, PT Nusantara Utama Investama menjadi pengendali baru atas perusahaan. Pergantian ini membawa perubahan pada struktur Dewan Komisaris dan Direksi BUVA yang beradaptasi dengan berbagai ketentuan hukum yang berlaku.
Komitmen Terhadap Tata Kelola Perusahaan yang Baik
Manajemen BUVA menekankan pentingnya kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam menjalankan operasional perusahaan. Sebagai bagian dari prinsip tata kelola perusahaan yang baik, perusahaan berkomitmen untuk selalu menjaga transparansi dan integritas.
“Kami berupaya untuk selalu memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu kepada seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya. Dalam konteks ini, perusahaan akan terus berkomunikasi dengan investor dan publik secara terbuka.
Pengelolaan yang baik diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan dari pemegang saham dan masyarakat umum terhadap perusahaan. Hal ini tentunya juga berpengaruh pada kelangsungan usaha dan pertumbuhan perusahaan ke depan.
Peluang Investasi dan Pertumbuhan yang Berkelanjutan
BUVA berencana untuk terus menjajaki peluang investasi yang dapat mendukung proyek-proyek strategis di masa mendatang. Hal ini bertujuan untuk menciptakan nilai tambah dan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi para pemegang saham.
Secara konsisten, perusahaan berkomitmen untuk melaksanakan berbagai kegiatan yang dapat berkontribusi pada kemajuan dan keberhasilan di pasar. Langkah-langkah ini diharapkan dapat menguntungkan semua pihak yang terlibat.
Keterbukaan dan transparansi dalam pengambilan keputusan merupakan aspek penting dalam menjalankan usaha yang berkelanjutan. BUVA berharap dapat memanfaatkan peluang tersebut untuk mencapai tujuan jangka panjang yang positif.
Struktur Kepemilikan dan Posisi Pemegang Saham
Berdasarkan informasi terbaru, BUVA mencatatkan sekitar 24,62 miliar saham beredar. Berdirinya perusahaan sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia sejak 12 Juli 2010 menunjukkan langkah signifikan dalam memperkuat posisinya di pasar.
PT Nusantara Utama Investama tercatat sebagai pemegang saham pengendali dengan kepemilikan sebanyak 15.173.281.772 saham, yang setara dengan 61,68% dari total saham. Kepemilikan ini memberikan kekuatan bagi pengendali dalam mengambil keputusan strategis perusahaan.
Di sisi lain, pihak Hapsoro memiliki saham sebanyak 60.845.049 atau sekitar 0,25% dari total saham yang ada. Meskipun porsi ini tergolong kecil, namun tetap memainkan peran dalam struktur pemegang saham.
Dalam konteks lebih luas, masyarakat memiliki kepemilikan saham sebanyak 9.382.927.821, yang mencerminkan kebebasan investasi dari publik. Semua informasi ini diharapkan mampu memberikan gambaran yang jelas tentang posisi perusahaan di pasar saham.






