slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong QQCUAN agencuan slot88 agencuan https://bola169new.com/ phishing phishing
qqcuan AGENCUAN https://ademsari.co.id/ https://bitcoinnews.co.id/ https://dermaluz.co.id/ https://jiexpo.co.id/ https://donghan.co.id/ https://icconsultant.co.id/ https://metroindo.co.id/ https://bentogroup.co.id/ https://gatranews.co.id/ https://kacapatri.co.id/ https://gemilangsukses.co.id/ https://siomom.id/ https://situskita.id/ https://masyumi.id/ https://dapurdia.id/ https://baginasipagi.id/ https://bacaajadulu.id/ https://sukagaming.id/ https://sobatsandi.id/ https://ragaminspirasi.id/ https://salamdokter.id/
https://berita-sumatra.id/ https://seongiclik.id/ https://mangu.id/ https://daily-news.id/

Investor Tidak Perlu Khawatir Soal Free Float 15% yang Diserap

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan optimismenya terkait kenaikan batas free float yang kini meningkat dari 7,5% menjadi 15%. Langkah ini diyakini akan menarik perhatian banyak investor, terutama dari kalangan institusi, yang berkontribusi signifikan terhadap penetrasi pasar modal.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon, Inarno Djajadi, menjelaskan bahwa permintaan pasar terhadap saham beredar tetap kuat. Ia menggarisbawahi pentingnya tidak meremehkan potensi serapan dari tambahan free float ini, yang dapat membawa dampak positif bagi likuiditas pasar.

Menurut Inarno, nilai transaksi harian di bursa mengalami lonjakan yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Transaksi sempat mencapai angka Rp40 triliun hingga Rp61 triliun, menunjukkan bahwa minat dan likuiditas investor masih terjaga, membawa keuntungan bagi para pelaku pasar.

Pengenalan Free Float yang Baru dan Implikasinya untuk Pasar Modal

Inarno menunjukkan keyakinan bahwa tuntutan untuk batas baru free float sebesar 15% memiliki potensi yang cukup besar. Ia mencatat bahwa regulasi ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 118, yang memungkinkan lembaga seperti BPJS Ketenagakerjaan dan ASABRI untuk berinvestasi lebih banyak.

Peningkatan free float ini dianggap sebagai langkah strategis untuk mendalami dan mengembangkan pasar modal di Indonesia. Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menambahkan bahwa pola ini juga terlihat di pasar modal maju di berbagai negara yang didorong oleh peran investor institusi domestik.

Mahendra menjelaskan bahwa investor institusi memiliki akses yang lebih baik terhadap instrumen di pasar modal, memperhitungkan faktor-faktor seperti risiko dan pengembalian. Dengan keterlibatan aktif investor institusi, pasar modal diharapkan akan tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.

Peran Investor Institusi dalam Mendorong Pertumbuhan Pasar Modal

Mahendra menekankan pentingnya partisipasi investor institusi lokal dalam perkembangan pasar modal tanah air. Tanpa peran yang aktif dari mereka, pertumbuhan pasar dianggap tidak akan optimal, yang berpotensi merugikan perkembangan ekonomi nasional.

Pemerintah Indonesia juga tengah merencanakan peningkatan limit investasi untuk Dana Pensiun (Dapen) dan asuransi di pasar modal dari 8% menjadi 20%. Rencana ini disampaikan Menteri Koordinator Perekonomian dalam upaya reformasi kebijakan di Bursa Efek Indonesia.

Implementasi regulasi baru ini menjadi langkah penguatan bagi pasar modal Indonesia, sesuai dengan standar internasional yang berlaku di negara-negara anggota OECD. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga daya saing di kancah pasar global.

Dampak Kenaikan Investasi pada Pasar Modal dan Ekonomi Indonesia

Airlangga Hartarto berharap aturan ini akan menghasilkan pasar modal yang lebih kuat, adil, dan transparan. Salah satu implikasi besar dari kebijakan ini adalah potensi inflow dana dari institusi seperti perusahaan asuransi dan dana pensiun ke pasar saham yang akan berdampak positif terhadap likuiditas.

Dengan adanya perubahan regulasi, investor diharapkan akan lebih percaya diri dalam berinvestasi di pasar modal, sehingga menciptakan ekosistem yang lebih sehat dan berkelanjutan. Ini juga akan membuka peluang bagi lebih banyak perusahaan untuk mendapatkan dana dari pasar modal.

Seiring dengan perkembangan ini, investor diharapkan dapat menyusun strategi investasi yang lebih baik, sehingga tidak hanya berfokus pada pengembalian jangka pendek, tetapi juga mempertimbangkan faktor-faktor jangka panjang yang lebih berkelanjutan.