slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong QQCUAN agencuan slot88 agencuan https://bola169new.com/ phishing phishing
qqcuan AGENCUAN https://ademsari.co.id/ https://bitcoinnews.co.id/ https://dermaluz.co.id/ https://jiexpo.co.id/ https://donghan.co.id/ https://icconsultant.co.id/ https://metroindo.co.id/ https://bentogroup.co.id/ https://gatranews.co.id/ https://kacapatri.co.id/ https://gemilangsukses.co.id/ https://siomom.id/ https://situskita.id/ https://masyumi.id/ https://dapurdia.id/ https://baginasipagi.id/ https://bacaajadulu.id/ https://sukagaming.id/ https://sobatsandi.id/ https://ragaminspirasi.id/ https://salamdokter.id/
https://berita-sumatra.id/ https://seongiclik.id/ https://mangu.id/ https://daily-news.id/

Cara Cerdas Mengelola Keuangan di Era Digital Secara Menyeluruh

Di era digital saat ini, kehadiran platform keuangan digital telah mengubah cara masyarakat melakukan transaksi keuangan. Dari berbelanja hingga investasi, kemudahan akses yang ditawarkan menjadikan transaksi lebih cepat, efisien, dan praktis.

Namun, di balik kenyamanan tersebut, terdapat risiko yang tidak boleh diabaikan, seperti kebocoran pengeluaran yang seringkali tidak disadari. Oleh karena itu, pengelolaan keuangan yang baik menjadi sangat penting untuk melindungi diri dari potensi kerugian ini.

Mengelola keuangan pribadi di zaman serba canggih ini bukan sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan. Dengan strategi yang tepat dan disiplin yang tinggi, individu dapat menjaga kestabilan finansial serta mencapai tujuan hidup jangka panjang.

Bank Indonesia melaporkan bahwa pada tahun 2024, volume transaksi digital diperkirakan mencapai 34,5 miliar atau mengalami pertumbuhan sebesar 36,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini sangat dipengaruhi oleh penggunaan sistem pembayaran QRIS yang melonjak hingga 186% dalam satu tahun.

Di sisi lain, para pengguna platform keuangan digital tidak boleh lengah terhadap ancaman kejahatan siber yang semakin nyata. Untuk menghindari risiko ini, pelatihan dan pemahaman mengenai literasi keuangan menjadi hal yang sangat penting.

Literasi keuangan yang baik dapat membantu masyarakat dari berbagai bentuk penipuan yang marak di dunia finansial. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2025 menunjukkan peningkatan indeks literasi keuangan menjadi 66,46%, yang menunjukkan kesadaran masyarakat akan keamanan finansial yang semakin baik.

Kenaikan tersebut juga terlihat dari indeks inklusi keuangan yang mencapai 80,51%, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2024. Dengan data ini, dapat terlihat bahwa masyarakat semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang baik.

Untuk mendorong pemahaman lebih dalam mengenai manajemen keuangan dalam era digital, sebuah forum keuangan diselenggarakan dengan tema “Cerdas Finansial di Era Digital”. Forum ini menghadirkan para ahli, praktisi, dan regulator untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka di bidang keuangan.

Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan keuangan yang baik, terutama di tengah arus digitalisasi yang cepat. Para peserta diharapkan dapat mengambil manfaat dari berbagai perspektif yang ditawarkan oleh para narasumber.

Pentingnya Pengelolaan Keuangan Pribadi di Era Digital

Dengan meningkatnya kecenderungan untuk melakukan transaksi secara digital, pengelolaan keuangan pribadi menjadi lebih rumit. Gaya hidup yang cepat dan serba instan seringkali mendorong individu untuk mengabaikan anggaran dan pengeluaran mereka.

Oleh karena itu, penting untuk memiliki rencana anggaran yang jelas dan menetapkan prioritas dalam pengeluaran. Dengan cara ini, kesejahteraan finansial tetap terjaga meskipun banyak godaan untuk berbelanja secara impulsif.

Membangun kebiasaan menabung juga menjadi esensial. Meskipun terdengar sepele, menabung secara rutin dapat memberikan perlindungan finansial di masa depan sekaligus mempersiapkan dana darurat yang dapat digunakan saat situasi mendesak.

Teknologi juga menawarkan berbagai aplikasi keuangan yang dapat membantu memantau pengeluaran. Dengan pemanfaatan aplikasi ini, individu dapat menghitung anggaran bulanan, mencatat pengeluaran, dan merencanakan investasi dengan lebih baik.

Selain itu, pemahaman tentang produk keuangan yang tersedia di pasar perlu ditingkatkan. Mengetahui berbagai jenis investasi dan tabungan dapat membantu individu membuat keputusan finansial yang lebih bijak.

Risiko Kejahatan Siber dalam Transaksi Digital

Seiring dengan kemudahan transaksi digital, risiko kejahatan siber pun semakin meningkat. Penipuan online menjadi salah satu ancaman yang harus diperhatikan oleh semua pengguna layanan finansial.

Keamanan data pribadi menjadi hal yang sangat krusial. Pengguna perlu memahami pentingnya menjaga informasi pribadi dan menghindari berbagi data sensitif dengan pihak yang tidak terpercaya.

Di samping itu, setiap individu harus meningkatkan kewaspadaan terhadap tawaran investasi yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Pengetahuan tentang investasi yang legal dan terpercaya sangat dibutuhkan untuk menghindari kerugian finansial.

Sebagai langkah preventif, selalu pastikan untuk menggunakan aplikasi dan situs web yang sudah terjamin keamanannya. Memperbarui perangkat lunak dan menggunakan metode pengamanan tambahan dapat membantu melindungi diri dari potensi ancaman tersebut.

Kesadaran akan risiko ini penting untuk membangun kepercayaan diri pengguna terhadap keamanan transaksi digital. Masyarakat yang melek informasi akan dapat berinisiasi untuk melindungi diri mereka sambil tetap memanfaatkan kemudahan yang ada.

Mendorong Literasi Keuangan untuk Sistem Keuangan yang Kuat

Literasi keuangan yang tinggi di masyarakat akan membawa dampak positif tidak hanya bagi individu, tetapi juga bagi ekonomi secara keseluruhan. Dengan pemahaman yang baik tentang keuangan, masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam perekonomian.

Investasi dalam Edukasi Keuangan menjadi hal yang mutlak diperlukan. Program-program literasi keuangan di sekolah dan komunitas dapat membantu anak-anak dan remaja untuk memahami dasar-dasar pengelolaan uang dan investasi sejak dini.

Dukungan dari pemerintah dan lembaga keuangan juga sangat penting dalam upaya ini. Dengan menyediakan akses informasi yang luas dan pelatihan praktik keuangan yang baik, masyarakat diharapkan mampu membuat keputusan finansial yang lebih bijaksana.

Seiring berkembangnya platform digital, risiko juga meningkat. Pelatihan bagi masyarakat mengenai keuangan personal serta cara mengenali potensi penipuan sangatlah krusial. Investasi dalam literasi keuangan akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat secara keseluruhan.

Akhirnya, semua pihak harus berkolaborasi untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengelolaan keuangan yang baik. Komitmen dari individu, lembaga, dan pemerintah diperlukan untuk membangun sistem keuangan yang kuat di era digital ini.

Inovasi Digital Bank Woori Saudara dan Dampaknya

Perkembangan teknologi dalam sektor perbankan semakin pesat, dan satu lembaga yang tidak ketinggalan adalah PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906, Tbk (BWS). Dengan fokus pada inovasi digital, bank ini berupaya meningkatkan layanan kepada nasabah untuk memudahkan berbagai transaksi keuangan.

Inovasi terkini yang diperkenalkan oleh bank ini adalah layanan cross border cardless withdrawal, yang memungkinkan nasabah untuk menarik uang di ATM tanpa harus menggunakan kartu. Kerja sama dengan Artajasa Pembayaran Elektronik menjadi langkah strategis yang mendukung sistem pembayaran nasional dan memberikan dampak positif pada bisnis.

Sistem ini memungkinkan nasabah untuk melakukan penarikan tunai lintas negara hanya dengan menggunakan kode OTP yang dihasilkan dari aplikasi mobile banking. Dengan kemudahan ini, BWS berharap dapat meningkatkan keterhubungan layanan perbankan yang lebih efisien dan efektif bagi nasabah.

Menciptakan Inovasi Melalui Kemitraan Strategis dalam Perbankan

Bank Woori Saudara memanfaatkan kemitraan dengan Artajasa untuk meraih kesepakatan yang saling menguntungkan dalam menyediakan layanan perbankan yang lebih baik. Kerja sama ini juga mencakup jalinan dengan KFTC, operator switching terkemuka di Korea Selatan, yang tentunya akan memperluas jaringan layanan.

Posisi BWS sebagai anak perusahaan Woori Bank Korea memberikan keuntungan kompetitif dalam menghadapi dinamika pasar. Apalagi, hubungan antara Indonesia dan Korea Selatan yang semakin erat, juga menjadi momentum yang menjanjikan untuk pengembangan teknologi perbankan.

Industri perbankan saat ini membutuhkan inovasi berkelanjutan agar tetap relevan dan kompetitif. Bank yang beradaptasi dengan perubahan teknologi adalah bank yang dapat bertahan dan berkembang dalam iklim ekonomi yang fluktuatif.

Dampak Positif Inovasi Digital terhadap Layanan Nasabah

Inovasi digital yang diterapkan oleh BWS diharapkan mampu meningkatkan pengalaman nasabah secara menyeluruh. Melalui teknologi, bank dapat menciptakan layanan yang lebih responsif dan sesuai dengan kebutuhan mereka, sehingga memperkuat loyalitas nasabah.

Edo Ardiansyah, analis dari Phillip Sekuritas Indonesia, menyatakan bahwa kemampuan BWS untuk mengembangkan teknologi inovatif akan mendongkrak kualitas transaction banking mereka. Dengan kata lain, kemampuan untuk menciptakan layanan yang lebih baik akan secara langsung berpengaruh terhadap pendapatan bank.

Peningkatan layanan transaction banking menjadi salah satu fokus utama dalam bertahan di tengah persaingan yang ketat. Dengan diversifikasi sumber pendapatan, bank tidak hanya bergantung pada pendapatan bunga, tetapi juga pada inovasi pelayanan digital.

Tren Pertumbuhan Layanan Transaksi di Tengah Tantangan Ekonomi

Sepanjang sembilan bulan tahun 2025, Bank Woori Saudara mencatatkan pertumbuhan yang signifikan dalam bisnis transaction banking. Pendapatan dari transaksi valuta asing mengalami lonjakan, yang mencerminkan keberhasilan strategi terbaru yang diterapkan bank.

Pendapatan dari layanan transfer juga menunjukkan peningkatan yang mencolok. Data per September 2025 menunjukkan bahwa pendapatan dari transaksi valuta asing mencapai Rp47,6 miliar, naik 60,8% secara year on year, dan layanan transfer meningkat 90,8% menjadi Rp29,1 miliar.

Angka-angka ini menunjukkan bahwa BWS berhasil memenuhi harapan nasabah terhadap layanan perbankan yang lebih modern dan efisien. Dengan pertumbuhan yang stabil ini, BWS siap menghadapi tantangan yang ada di depan.

Kredit Digital Meningkat, Laba Bank Raya Tumbuh 23,9 Persen di Kuartal III Tahun 2025

PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) menunjukkan performa yang sangat positif pada kuartal III-2025, didorong oleh pertumbuhan bisnis yang kuat dalam penyaluran kredit digital dan inovasi strategis. Pencapaian ini tidak hanya mencerminkan kekuatan operasional, tetapi juga menunjukkan komitmen bank dalam meningkatkan layanan kepada nasabah.

Sepanjang periode tersebut, Bank Raya mencatat pertumbuhan total kredit mencapai Rp7,27 triliun, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 7,1%. Keberhasilan ini juga berdampak pada total aset yang tumbuh menjadi Rp13,59 triliun, mencerminkan pertumbuhan yang solid sebesar 6,0% dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari segi penyaluran kredit digital, Bank Raya berhasil menyalurkan sebesar Rp20,61 triliun, meningkat 50,1% secara tahunan. Hal ini meningkatkan outstanding kredit digital menjadi Rp2,73 triliun, yang tumbuh 52,1% dari tahun lalu, memperkuat posisi Bank Raya di pasar digital.

Pencapaian Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga dan Simpanan

Dalam hal simpanan, total Dana Pihak Ketiga mencapai Rp9,15 triliun dengan pertumbuhan 16,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini diiringi dengan peningkatan yang signifikan pada CASA yang tercatat sebesar Rp2,72 triliun, yang tumbuh 38,8% tahun ke tahun.

Sementara itu, kinerja keuangan Bank Raya terlihat positif dengan laba bersih yang mencapai Rp41,97 miliar, meningkat 23,9% secara tahunan. Peningkatan ini juga berkontribusi pada perbaikan rasio profitabilitas, yang menunjukkan bahwa bank mampu mengelola biaya dengan efisien sambil meningkatkan pendapatan.

Rasio NIM juga mengalami peningkatan pada kuartal ini, menjadi 5,00% dari sebelumnya 4,35%. Sementara itu, imbal hasil aset (ROA) tercatat 0,42%, dan imbal hasil ekuitas (ROE) meningkat menjadi 1,72% dari sebelumnya 1,41%, menunjukkan peningkatan kinerja yang konsisten.

Inovasi Digital untuk Meningkatkan Layanan Pelanggan

Bank Raya meluncurkan berbagai inovasi baru untuk mendukung pertumbuhan bisnis digital. Salah satu inovasi terbaru adalah fitur Visa Virtual Card yang memungkinkan nasabah untuk bertransaksi secara online dengan lebih mudah dan aman. Fitur ini terintegrasi dengan Aplikasi Raya, memberikan keleluasaan kepada pengguna dalam melakukan transaksi di merchant lokal maupun internasional.

Fitur Uang Saku yang diperkenalkan juga merupakan langkah inovatif dalam layanan digital. Melalui fitur ini, anak-anak bisa belajar menabung dan mengelola keuangan, sementara orang tua dapat memantau transaksi dan mengontrol pengeluaran mereka. Ini menciptakan kesadaran finansial di kalangan anak muda yang sangat berharga.

Bank Raya terus memperluas adopsi produk digital, mengadopsi pendekatan kolaboratif dengan komunitas. Penyenggaraan acara seperti Raya Run di Surabaya menunjukkan komitmen bank untuk terlibat langsung dengan masyarakat, dan mendorong penggunaan Aplikasi Raya melalui fitur Saku Bareng yang memungkinkan tabungan kolektif.

Perluasan dan Perbaikan Kredit Digital

Peningkatan kredit digital juga menjadi fokus utama Bank Raya. Salah satu produk unggulan yang diperkenalkan adalah Pinang Dana Talangan, yang membantu agen BRILink dan Agen Gadai. Hingga kuartal III/2025, penyaluran produk ini tercatat mencapai Rp17,56 triliun, menandakan pertumbuhan yang signifikan.

Selain itu, Pinang Flexi, yang ditujukan untuk nasabah payroll BRI Group, menunjukkan peningkatan outstanding sebesar Rp1,05 triliun. Produk ini membantu mempermudah masyarakat untuk mendapatkan akses ke pembiayaan, sekaligus mendukung pertumbuhan usaha mikro dan kecil di negara ini.

Kondisi likuiditas Bank Raya tetap terjaga dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat 79,40%. Rasio-rasio kesehatan utama lainnya seperti Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) dan Liquidity Coverage Ratio (LCR) jauh di atas batas minimum, menunjukkan manajemen risiko yang baik.

Kepatuhan dan Komitmen terhadap ESG

Bank Raya memiliki komitmen yang kuat terhadap prinsip-prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Masuknya Bank Raya dalam Indeks ESG Sector Leaders menunjukkan investasi yang berkualitas bagi para pemegang saham yang mengutamakan keberlanjutan. Ini juga menjadi tanda bahwa bank berkomitmen untuk melakukan bisnis yang bertanggung jawab secara sosial.

Penyaluran kredit kepada UMKM untuk sektor kegiatan usaha berkelanjutan terus meningkat. Komponen pembiayaan untuk segmen UMKM pada September 2025 mencapai 31,2%, menunjukkan dukungan bank terhadap usaha kecil dan menengah yang berkontribusi pada perekonomian.

Melalui program CSR, Bank Raya memberikan pendampingan dan fasilitas yang relevan untuk membantu pelaku usaha. Inisiatif ini tidak hanya membantu UMKM bertahan tetapi juga berkembang, menciptakan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Ekonomi Digital Indonesia Bakal Tembus Rp 6.649 Triliun Terbesar di ASEAN

Ketika membahas tentang pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia, banyak aspek yang perlu diperhatikan. Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, nilai ekonomi digital Indonesia saat ini semakin menjanjikan dan berpotensi besar di tingkat ASEAN.

Pada 2024, nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai US$ 90 miliar atau sekitar Rp 1.496,15 triliun. Proyeksi tersebut meningkat secara signifikan, dengan harapan akan mencapai Rp 400 triliun pada tahun 2030, menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat dalam sektor ini.

Airlangga menyatakan bahwa sektor keuangan digital merupakan pendorong utama dalam transformasi ekonomi digital di Indonesia. Dengan adanya elektronifikasi sistem pembayaran, proses penyaluran bantuan sosial dari pemerintah pun menjadi lebih efisien.

Transformasi Digital di Sektor Keuangan dan Pembayaran

Menurut Airlangga, sistem pembayaran elektronik telah merambah ke semua lini, termasuk program pemerintah. Dengan adanya inklusi keuangan yang lebih tinggi, penyaluran bantuan sosial menjadi lebih tepat sasaran. Ini akan membuat masyarakat lebih merasakan manfaat dari program pemerintah melalui finansial yang lebih mudah diakses.

Dari berbagai inisiatif yang dilaksanakan, layanan QRIS menjadi salah satu pencapaian penting dalam digitalisasi. Dengan penyebarannya di UMKM, kini pelanggan dapat melakukan pembayaran dengan lebih cepat dan mudah. Fenomena ini menunjukkan sinergi antara teknologi dan masyarakat yang semakin inklusif.

Penggunaan QRIS kini sudah mencapai 56 juta pengguna, di mana 93% transaksi dihasilkan oleh UMKM. Hal ini menunjukkan bahwa digitalisasi tidak hanya tumbuh, tetapi juga berkembang secara organik di kalangan masyarakat. Oleh karena itu, inisiatif semacam ini perlu terus didorong untuk mempercepat transformasi digital di seluruh sektor.

Dampak Ekonomi Digital Terhadap Masyarakat

Pertumbuhan ekonomi digital tidak hanya memberikan manfaat untuk pelaku bisnis, tetapi juga untuk masyarakat luas. Dengan adanya akses keuangan yang lebih baik, masyarakat dapat lebih terlibat dalam kegiatan ekonomi. Ini menjadi sangat penting untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru dan meningkatkan kesejahteraan.

Keberadaan teknologi juga mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi dan layanan keuangan. Masyarakat yang sebelumnya tidak terlayani kini dapat mengakses produk finansial yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Dengan demikian, digitalisasi akan membawa dampak positif bagi perekonomian secara keseluruhan.

Airlangga menegaskan bahwa transformasi digital ini perlu didorong dengan edukasi dan pelatihan bagi masyarakat. Mengingat masih banyak orang yang belum memahami teknologi dengan baik, langkah ini penting untuk memastikan semua kalangan dapat berpartisipasi dalam ekonomi digital.

Mempercepat Inovasi dan Investasi dalam Ekonomi Digital

Inovasi dan investasi merupakan dua komponen kunci dalam pengembangan ekonomi digital. Pemerintah mendorong perusahaan lokal dan internasional untuk berinvestasi di sektor ini. Dengan begitu, diharapkan akan ada lebih banyak peluang yang tercipta, baik bagi perusahaan maupun masyarakat.

Program pemerintah yang mendukung startup dan inovasi di bidang teknologi juga sangat krusial. Dengan berbagai insentif yang diberikan, investor akan lebih tertarik untuk menanamkan modalnya di sektor digital. Ini langkah strategis untuk mempercepat pertumbuhan sektor digital nasional.

Di sisi lain, kolaborasi antara berbagai pihak juga diperlukan. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan akademisi akan menciptakan ekosistem yang lebih baik bagi pertumbuhan teknologi. Hal ini penting untuk memastikan setiap orang mendapatkan manfaat dari transformasi digital.

Peluang dan Tantangan di Tengah Perkembangan Ekonomi Digital

Saat ekonomi digital Indonesia semakin berkembang, tentu ada peluang yang datang bersama tantangan. Salah satu tantangan terbesar adalah masalah keamanan data. Dengan meningkatnya transaksi digital, perlindungan data pribadi dan keamanan siber menjadi isu yang sangat penting.

Pemerintah difokuskan pada peningkatan infrastruktur dan regulasi yang mendukung keamanan data. Hal ini bertujuan untuk membangun kepercayaan masyarakat dalam bertransaksi secara online. Jika masalah ini dapat diatasi, pertumbuhan ekonomi digital akan semakin pesat.

Selain itu, ketimpangan digital juga menjadi tantangan yang perlu dihadapi. Di beberapa daerah, akses internet dan teknologi masih terbatas. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan kualitas infrastruktur di wilayah terpencil harus menjadi prioritas agar semua orang dapat menikmati manfaat dari ekonomi digital.

Pakai 70% Capex, Bank Beberkan Arah Ekspansi Digital

Jakarta saat ini menjadi sorotan utama dalam dunia perbankan digital di Indonesia. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, sebagai salah satu bank terkemuka, telah mencapai 70% dari total alokasi belanja modal untuk pengembangan digitalisasi tahun ini.

Tahun ini, Bank Mandiri menginvestasikan Rp 3 triliun dalam upaya ini, menunjukkan komitmen yang kuat untuk meningkatkan infrastruktur IT dan memperkuat layanan nasabah. Fokus utama mereka adalah menciptakan efisiensi dalam proses bisnis serta meningkatkan pengalaman pengguna di berbagai layanan yang mereka tawarkan.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menyatakan bahwa pengembangan infrastruktur IT diarahkan untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih terintegrasi. Dengan langkah ini, diharapkan layanan baik untuk nasabah retail maupun wholesale dapat berjalan lebih lancar dan efisien.

Komitmen Bank Mandiri dalam Meningkatkan Digitalisasi

Bank Mandiri berkomitmen untuk terus memperluas integrasi digital hingga akhir tahun ini, dengan fokus pada integrasi antara layanan wholesales dan retail. Langkah ini akan memperkuat posisi mereka di pasar dan meningkatkan pendapatan dari layanan berbasis biaya.

Salah satu langkah yang dijalankan adalah dengan memperkuat platform Kopra dan Livin Merchant. Kedua platform ini dirancang untuk melayani segmen retail dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berkembang di Indonesia.

Dari data yang ada, pertumbuhan pendapatan non-bunga yang dihasilkan oleh Bank Mandiri tumbuh sangat kuat, mencapai 13,3% secara tahunan. Lonjakan ini didorong oleh meningkatnya transaksi dan semakin banyaknya pengguna aktif yang memanfaatkan layanan bank ini.

Penggunaan Livin’ by Mandiri yang Meningkat Signifikan

Hingga akhir September 2025, aplikasi Livin’ by Mandiri telah digunakan oleh 35,1 juta pengguna, menandai pertumbuhan 27 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan frekuensi transaksi yang terus meningkat, nilai total transaksi mencapai Rp 3.220 triliun.

Platform ini kini menjadi andalan dalam pembukaan rekening baru, dimana lebih dari 91 persen pembukaan rekening baru dilakukan secara digital. Artinya, kehadiran Livin’ by Mandiri sangat berkontribusi pada peningkatan akses layanan perbankan.

Sementara itu, Livin’ Merchant yang ditujukan untuk pelaku usaha juga mengalami pertumbuhan signifikan, dengan sekitar 3 juta pelaku usaha terdaftar. Platform ini membantu pelaku usaha dalam melakukan transaksi secara real-time, sehingga meningkatkan efisiensi operasional mereka.

Perkembangan Kopra by Mandiri dan Dampaknya

Selain fokus pada sektor retail, Bank Mandiri juga memanfaatkan Kopra by Mandiri sebagai penggerak utama ekosistem digital dalam sektor bisnis. Nilai transaksi di platform ini mencapai Rp 19.498 triliun, naik 20 persen dibanding tahun lalu, menunjukkan betapa pentingnya peran digitalisasi dalam dunia bisnis.

Dengan lebih dari 1,1 miliar volume transaksi dalam sembilan bulan terakhir, pertumbuhan ini menunjukkan adanya permintaan yang kuat terhadap layanan perbankan digital. Inisiatif ini tidak hanya memperluas jangkauan layanan tetapi juga membantu dalam efisiensi dan sinergi dalam transaksi bisnis.

Melalui Kopra, Bank Mandiri berhasil meningkatkan total saldo giro yang mencapai Rp 564,5 triliun. Peningkatan ini mencerminkan kepercayaan nasabah dan ketertarikan mereka terhadap layanan yang ditawarkan oleh bank. Dengan begitu, Bank Mandiri semakin memperkuat posisinya dalam industri perbankan Indonesia yang kompetitif.

Maling Digital Semakin Brutal, Catut Pejabat Hingga Berupaya Menipu Pimpinan OJK

Modus penipuan di era digital kini semakin canggih dan sulit dideteksi. Salah satu bentuk penipuan yang marak adalah pemalsuan identitas melalui media sosial dan aplikasi pesan instan untuk meraup keuntungan dari korban yang tidak curiga.

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, mengungkapkan pengalamannya ketika namanya dicatut oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Modus ini semakin berkembang dengan variasi cara yang lebih rumit dibandingkan sebelumnya.

“Banyak pihak yang mengaku sebagai saya, termasuk nama Sekda dan Wakil Bupati. Salah satu penipuan yang saya temui adalah melalui WhatsApp dengan klaim butuh uang untuk menjual mobil, sehingga meminta uang DP dari korban,” jelasnya saat acara Puncak Bulan Inklusi Keuangan 2025 di Purwokerto.

Sadewo menekankan pentingnya masyarakat untuk lebih cerdas dalam melindungi diri mereka sendiri dari risiko penipuan. Dengan kemajuan teknologi, potensi penipuan ini hanya akan terus meningkat, sehingga kewaspadaan menjadi suatu keharusan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Eksekutif Pengawasan Perilaku Usaha Jasa Keuangan OJK, Friderica Widyasari Dewi, atau yang akrab disapa Kiki, juga berbagi pengalamannya mengenai penipuan berbasis kecerdasan buatan (AI). Dia mengisahkan bagaimana dia hampir tertipu dengan panggilan video dari seseorang yang mirip dengan temannya.

“Awalnya saya tidak menyadari, tetapi saat melihat gerak-geriknya yang tidak wajar, saya menyadari bahwa ini adalah penipuan. Mereka menggunakan wajah yang dikenal, tetapi tingkahnya tidak menyerupai teman saya,” ungkap Kiki.

Kiki mengungkapkan kekhawatirannya akan meningkatnya modus penipuan seiring perkembangan teknologi. Ia percaya bahwa jika masyarakat tidak berhati-hati, lebih banyak orang berisiko menjadi korban.

Dalam hal pencegahan, Kiki menjelaskan bahwa OJK sudah membentuk satuan tugas yang terdiri dari berbagai lembaga untuk menanggulangi aktivitas keuangan ilegal. Selain itu, terdapat Indonesia Anti Scam Center (IASC) yang beroperasi hampir selama setahun untuk membantu masyarakat.

“Hingga saat ini, korban yang melapor sudah mencapai hampir 300.000 dengan total kerugian mencapai Rp7 triliun. Ini menunjukkan betapa seriusnya masalah ini dan betapa pentingnya untuk segera ditangani,” tambah Kiki.

Meningkatnya Modus Penipuan Digital di Indonesia

Seiring dengan pertumbuhan teknologis, modus penipuan di ruang digital terus berkembang. Korban-korban baru sering kali datang dari individu yang kurang paham tentang bagaimana cara menjaga keamanan data dan identitas pribadi mereka.

Pihak berwenang menginformasikan bahwa jenis penipuan ini tidak hanya melibatkan permintaan uang, tetapi juga dapat berupa pengambilan data pribadi yang sensitif. Data ini kemudian disalahgunakan untuk keperluan yang tidak bertanggung jawab.

Penting untuk memahami bahwa modus penipuan ini bisa saja datang dari orang-orang terdekat. Situasi ini semakin memperumit kemampuan seseorang untuk menilai apakah suatu permintaan itu asli atau tidak.

Salah satu cara untuk melindungi diri adalah dengan selalu memverifikasi informasi yang diterima melalui langkah-langkah yang jelas. Misalnya, jika seseorang mengaku sebagai teman atau kolega, sebaiknya lakukan panggilan telepon atau pertemuan langsung untuk memastikan kebenarannya.

Mengetahui bahwa teknologi bisa disalahgunakan, masyarakat juga diharapkan lebih berhati-hati dalam membagikan informasi pribadi mereka di media sosial. Ini termasuk informasi seperti alamat, nomor telepon, dan foto yang dapat digunakan untuk penipuan.

Langkah Preventif untuk Menghindari Penipuan

Adopsi langkah-langkah pencegahan sangat penting agar masyarakat dapat melindungi diri dari ancaman penipuan. Pertama-tama, kenali sumber komunikasi yang Anda terima dan jangan langsung percaya tanpa verifikasi.

Penting juga untuk menggunakan kata sandi yang kuat dan berbeda untuk setiap akun yang Anda miliki. Langkah ini menjadi benteng pertama dalam melindungi data pribadi agar tidak mudah diakses oleh pihak yang tidak berwenang.

Kedua, dapatkan informasi terbaru mengenai modus penipuan dari berbagai sumber terpercaya. Hal ini akan memperlengkapi Anda dengan pengetahuan untuk mengenali tanda-tanda penipuan yang umum terjadi.

Pemanfaatan fitur keamanan yang ada di aplikasi media sosial seperti otentikasi dua langkah juga sangat disarankan. Ini akan menambah lapisan keamanan tambahan yang memperkecil kemungkinan akses tanpa izin ke akun Anda.

Akhirnya, jika Anda merasa ragu atau menjadi korban penipuan, segera laporkan kepada pihak berwenang. Melaporkan kasus tersebut akan membantu orang lain menghindari penipuan yang serupa di masa depan.

Pentingnya Edukasi dalam Menghadapi Era Digital

Pendidikan dan kesadaran masyarakat mengenai keamanan digital menjadi kunci untuk menghindari penipuan. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat akan lebih mampu menghadapi berbagai risiko yang ada.

Program edukasi mengenai pengelolaan risiko keuangan dan deteksi penipuan harus terus diperkenalkan di semua tingkatan masyarakat. Baik di lingkungan sekolah, komunitas, maupun melalui media sosial.

Pihak berwenang dan lembaga keuangan juga berperan aktif dalam memberikan informasi yang transparan mengenai cara melindungi diri dari penipuan. Masyarakat harus didorong untuk tidak merasa malu melapor melalui layanan yang ada.

Ketika kesadaran ini meningkat, diharapkan jumlah penipuan dapat berkurang dan orang-orang lebih tanggap terhadap tawaran yang tidak masuk akal. Pengetahuan adalah senjata terkuat untuk menjaga diri dalam dunia digital yang penuh tantangan ini.

Akhirnya, komunitas dapat berperan dalam menjaga satu sama lain dengan saling berbagi informasi dan pengalaman terkait penipuan. Membangun jaringan dukungan adalah langkah positif dalam menghadapi ancaman ini pada masa mendatang.

Adu Jurus Bank Digital Menarik Nasabah di Saat Bunga Menurun

Di tengah perubahan dinamika ekonomi, banyak institusi keuangan yang mencari cara inovatif untuk menarik perhatian nasabah. Penurunan suku bunga acuan oleh otoritas moneter menjadi sebuah peluang berharga yang bisa dimanfaatkan oleh bank-bank digital untuk memperluas jangkauan mereka di pasar.

Salah satu langkah yang diambil adalah penyesuaian suku bunga kredit, yang diharapkan dapat meningkatkan permintaan kredit di kalangan masyarakat. Langkah ini tidak hanya mendukung industri, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan daya beli masyarakat.

Dalam proses ekspansi tersebut, bank-bank digital memanfaatkan teknologi untuk menawarkan layanan yang lebih menarik. Dengan pengembangan fitur pembayaran dan transaksi yang inovatif, mereka berharap bisa menarik lebih banyak nasabah dari berbagai segmen pasar.

Selain itu, beberapa bank digital juga menawarkan insentif berupa pembebasan biaya untuk layanan tertentu. Mereka berkolaborasi dengan berbagai mitra bisnis, sehingga produk yang ditawarkan menjadi lebih beragam dan sesuai kebutuhan pelanggan.

Dengan segala inovasi ini, pertanyaan yang muncul adalah bagaimana strategi bank digital dalam menghadapi tantangan di era suku bunga rendah? Berikut adalah beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan dalam diskusi ini.

Pentingnya Inovasi dalam Layanan Perbankan Digital

Inovasi merupakan kunci utama bagi bank digital dalam menarik perhatian nasabah baru. Dengan memanfaatkan teknologi terkini, mereka mampu menawarkan produk yang sesuai dengan kebutuhan setiap nasabah. Hal ini juga membuka peluang bagi mereka untuk membedakan diri dari bank konvensional.

Salah satu inovasi yang cukup menarik adalah layanan perbankan berbasis aplikasi yang memberikan kemudahan akses. Nasabah kini dapat melakukan transaksi kapan saja dan di mana saja tanpa harus mengunjungi kantor cabang. Kemudahan ini sangat dihargai oleh masyarakat modern yang memiliki mobilitas tinggi.

Selain itu, fitur-fitur canggih seperti analisis keuangan pribadi juga mulai banyak diintegrasikan. Dengan bantuan teknologi, nasabah bisa mendapatkan wawasan tentang cara mengelola keuangan mereka dengan lebih baik. Hal ini tidak hanya meningkatkan tingkat kepuasan, tetapi juga loyalitas nasabah.

Bank digital juga berupaya untuk memperluas jangkauan layanan mereka ke sektor UMKM. Ini merupakan pasar yang cukup potensial di Indonesia, dan dengan bantuan teknologi, bank-bank ini dapat memberikan solusi yang lebih relevan dan dapat diakses oleh pelaku usaha kecil.

Peran Kolaborasi dalam Meningkatkan Layanan Keuangan

Kolaborasi antara bank digital dan berbagai mitra bisnis menjadi salah satu strategi yang efektif untuk meningkatkan layanan keuangan. Melalui kemitraan ini, bank dapat menawarkan produk yang lebih komprehensif dan beragam. Ini membantu menjawab kebutuhan spesifik nasabah yang tidak dapat dipenuhi oleh layanan tradisional.

Mitigasi risiko juga menjadi salah satu alasan penting untuk melakukan kolaborasi. Dengan bekerja sama, bank digital dapat berbagi data dan informasi yang membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih baik. Ini sangat penting untuk menjaga kenyamanan dan keamanan nasabah.

Kolaborasi dengan perusahaan teknologi juga memungkinkan bank untuk terus berinovasi. Bank dapat mengakses teknologi terbaru yang membantu mereka dalam memperbaiki sistem keamanan atau dalam mengembangkan fitur baru yang menarik. Semua ini bertujuan untuk memberikan pengalaman yang lebih baik kepada nasabah.

Inisiatif seperti program loyalitas dan insentif bagi nasabah baru juga bisa muncul dari kolaborasi ini. Dengan menawarkan keuntungan lebih, bank digital dapat menarik perhatian lebih banyak nasabah dan menciptakan hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan.

Menjaga Kualitas Layanan di Tengah Persaingan Ketat

Dalam era di mana banyak bank digital bermunculan, menjaga kualitas layanan menjadi tantangan besar. Persaingan yang ketat mendorong bank untuk terus memperbarui dan meningkatkan layanan yang mereka tawarkan. Ini adalah aspek yang tidak bisa diabaikan jika ingin tetap relevan di pasar.

Salah satu cara untuk menjaga kualitas adalah dengan mengimplementasikan sistem umpan balik dari nasabah. Dengan mendengarkan keluhan dan saran mereka, bank dapat melakukan perbaikan yang diperlukan untuk meningkatkan layanan. Ini menunjukkan bahwa bank peduli pada kepuasan nasabah mereka.

Pelatihan dan pengembangan karyawan juga merupakan aspek penting untuk menjaga kualitas layanan. Karyawan yang terlatih dengan baik tidak hanya dapat memberikan layanan yang lebih baik tetapi juga mampu menangani situasi sulit dengan lebih efisien. Investasi dalam sumber daya manusia selalu membuahkan hasil positif bagi perusahaan.

Inovasi dalam pelayanan harus disertai dengan peningkatan layanan pelanggan yang responsif. Dengan memiliki tim layanan pelanggan yang siap membantu kapan saja, bank digital dapat menciptakan reputasi yang solid dan meningkatkan kepercayaan nasabah. Hal ini membuat nasabah tidak ragu untuk merekomendasikan layanan kepada orang lain.