slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong QQCUAN agencuan slot88 agencuan https://bola169new.com/ phishing phishing
qqcuan AGENCUAN https://ademsari.co.id/ https://bitcoinnews.co.id/ https://dermaluz.co.id/ https://jiexpo.co.id/ https://donghan.co.id/ https://icconsultant.co.id/ https://metroindo.co.id/ https://bentogroup.co.id/ https://gatranews.co.id/ https://kacapatri.co.id/ https://gemilangsukses.co.id/ https://siomom.id/ https://situskita.id/ https://masyumi.id/ https://dapurdia.id/ https://baginasipagi.id/ https://bacaajadulu.id/ https://sukagaming.id/ https://sobatsandi.id/ https://ragaminspirasi.id/ https://salamdokter.id/
https://berita-sumatra.id/ https://seongiclik.id/ https://mangu.id/ https://daily-news.id/

Transaksi Emas Digital 2025 Mencapai 118,9 Triliun Rupiah

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Tirta Karma Senjaya, mengungkapkan bahwa sektor perdagangan berjangka komoditi di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Hal ini tidak terlepas dari dampak dinamika geopolitik global yang terus memengaruhi pasokan dan permintaan berbagai komoditas.

Perdagangan berjangka komoditi berfungsi sebagai sarana hedging, yang memungkinkan pemerintah dan pelaku pasar untuk mengelola risiko dalam situasi volatilitas harga. Dalam konteks ini, keberadaan bursa berjangka menjadi sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi dan harga komoditas.

Indonesia, sebagai negara yang kaya sumber daya alam, memiliki potensi besar dalam perdagangan komoditas seperti minyak sawit, batu bara, dan kopi. Dengan peluang ini, Indonesia berusaha untuk menjadikan diri sebagai penentu harga komoditas global, memperkuat posisinya dalam pasar internasional.

Terlebih lagi, transaksi emas baik dalam bentuk fisik maupun digital menjadi salah satu pendorong utama di bursa berjangka. Pada tahun 2025, transaksi emas digital berhasil mencapai Rp 118,93 triliun, meningkat 104,3 persen dibanding tahun sebelumnya, yang menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap komoditas ini.

Dengan semua perkembangan ini, pertanyaan yang muncul adalah bagaimana prospek serta tantangan yang dihadapi bursa berjangka di tengah gejolak pasar global. Sejumlah diskusi dan analisis mendalam diperlukan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai tantangan yang ada.

Tantangan Geopolitik dalam Perdagangan Berjangka Komoditas

Salah satu tantangan utama dalam perdagangan berjangka adalah dampak dari konflik dan ketegangan internasional. Ketika terjadi ketidakpastian geopolitik, maka harga komoditas sering kali menjadi sangat fluktuatif.

Hal ini tercermin dalam pergerakan harga minyak, yang dapat meroket akibat ketegangan di negara-negara penghasil minyak. Pengaruh ini juga terasa pada harga komoditas lain seperti logam mulia dan pertanian.

Dengan kondisi demikian, penting bagi pelaku pasar untuk selalu memantau isu-isu global yang dapat berdampak langsung pada komoditas yang mereka perdagangkan. Strategi mitigasi risiko perlu diterapkan untuk mengurangi dampak volatilitas ini.

Pentingnya Inovasi dalam Bursa Berjangka

Inovasi menjadi kunci dalam mengoptimalkan bursa berjangka komoditas. Dengan teknologi baru, transaksi dapat dilakukan dengan lebih efisien dan transparan, meningkatkan kepercayaan pasar.

Penggunaan platform digital juga memudahkan para investor untuk mengakses informasi pasar secara real-time. Adaptasi teknologi ini menjadi salah satu faktor penentu dalam menarik lebih banyak peserta ke pasar berjangka.

Sebagai contoh, pengembangan sistem trading otomatis dan analisis data besar dapat memberikan wawasan yang lebih baik bagi para pelaku pasar tentang bagaimana dan kapan melakukan transaksi. Hal ini membantu menciptakan lingkungan investasi yang lebih aman.

Regulasi yang Efektif untuk Mendorong Pertumbuhan

Regulasi yang baik dan jelas sangat penting untuk menciptakan iklim investasi yang sehat dalam bursa berjangka. Pemerintah dan lembaga terkait perlu memastikan bahwa semua praktik perdagangan berjalan sesuai dengan ketentuan yang ada.

Implementasi tata kelola yang baik tidak hanya melindungi investor tetapi juga meningkatkan integritas pasar. Hal ini memberikan jaminan bahwa semua transaksi berlangsung adil dan transparan.

Dengan adanya regulasi yang efektif, diharapkan lebih banyak pelaku pasar, baik domestik maupun internasional, berani berinvestasi dalam bursa berjangka. Hal ini tentu akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Dapen Bank Jateng Jual 42,1 Juta Saham Asuransi Digital Bersama

Jakarta, laporan terkini menunjukkan bahwa Dana Pensiun Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) telah melaksanakan penjualan saham dari emiten asuransi, yaitu PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII), dengan nilai transaksi yang mencapai sekitar Rp5,94 miliar pada 22 Januari 2026. Tindakan ini menandai langkah strategis dalam aktivitas investasi yang dilakukan oleh Dana Pensiun BPD Jateng.

Dalam transaksi tersebut, Dana Pensiun BPD Jateng melepaskan sebanyak 42,1 juta saham biasa YOII pada harga Rp141 per saham. Ini menunjukkan bahwa mereka berusaha untuk mengatur portofolio investasinya secara lebih efisien dan responsif terhadap dinamika pasar.

Menurut penjelasan yang diperoleh melalui keterbukaan informasi dari Bursa Efek Indonesia, tujuan dari penjualan saham ini adalah untuk kepentingan investasi yang lebih baik. Pihak Dana Pensiun BPD Jateng menyatakan bahwa mereka masih memiliki kepemilikan yang signifikan di perusahaan tersebut.

Sebelum dilakukan transaksi, Dana Pensiun BPD Jateng memiliki total sebanyak 290.468.700 saham YOII. Ini setara dengan 8,4784% dari total hak suara yang ada di perseroan, menunjukkan posisi yang kuat sebagai salah satu pemegang saham utama.

Setelah penjualan saham tersebut, kepemilikan Dana Pensiun BPD Jateng berkurang menjadi 248.368.700 saham, yang setara dengan 7,2496% hak suara di PT Asuransi Digital Bersama Tbk. Hal ini mencerminkan penyesuaian dalam strategi investasi mereka untuk mengoptimalkan hasil investasi ke depannya.

Menariknya, setelah berita penjualan ini dimuat, saham YOII mengalami penurunan 0,86% ke level Rp115 per pukul 10.07 WIB di hari yang sama. Kapitalisasi pasar perusahaan tersebut saat ini tercatat mencapai Rp397,26 miliar, menunjukkan kondisi yang perlu dicermati lebih jauh oleh para pelaku pasar.

Analisis Terhadap Penjualan Saham oleh Dana Pensiun BPD Jateng

Transaksi seperti ini bukanlah hal yang luar biasa dalam dunia investasi, terutama bagi institusi keuangan besar. Penjualan saham dapat menjadi bagian dari strategi diversifikasi portofolio dan pengelolaan risiko yang lebih baik. Dalam hal ini, Dana Pensiun BPD Jateng sepertinya sedang melakukan langkah yang perlu dilakukan untuk menjaga kestabilan dan pertumbuhan nilai aset mereka.

Penting untuk memahami bahwa keputusan untuk menjual saham juga dapat dipengaruhi oleh kondisi pasar saat ini. Dengan pasar yang dinamis, Dana Pensiun BPD Jateng mungkin merasa bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk merealisasikan keuntungan dari investasinya di YOII.

Selain itu, penjualan ini mungkin mencerminkan evaluasi internal tentang kinerja perusahaan yang berpotensi berpengaruh terhadap investasi jangka panjang. Para analis berpendapat bahwa keputusan ini bisa jadi berkaitan dengan proyeksi pertumbuhan perusahaan di masa mendatang.

Lebih jauh, penjualan ini memberi sinyal kepada investor dan pelaku pasar bahwa terdapat penyesuaian di dalam manajemen investasi Dana Pensiun BPD Jateng. Hal ini dapat memicu respons di pasar yang lebih luas, baik positif maupun negatif.

Jika dilihat dari sudut pandang investor, berita ini bisa memicu pertanyaan mengenai prospek masa depan YOII. Investor mungkin mulai melakukan analisis lebih mendalam untuk mengamati apakah perusahaan memiliki potensi untuk pulih dan tumbuh di masa depan.

Implikasi Pasar dari Penjualan Saham

Setiap kali ada transaksi besar seperti penjualan saham ini, dapat dipastikan ada dampak langsung terhadap harga saham di pasar. Dalam kasus YOII, penurunan harga saham sebesar 0,86% menandakan respons pasar yang cukup cepat terhadap informasi tersebut.

Dampak jangka pendek dari penurunan harga ini dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk sentimen pasar dan persepsi investor terhadap kinerja perusahaan. Apabila pasar merespons negatif, hal ini bisa memicu penjualan lebih lanjut oleh para investor lain.

Namun, ini juga dapat menjadi kesempatan bagi investor yang mencari saham dengan harga yang lebih rendah. Mereka mungkin melihat penurunan ini sebagai peluang untuk masuk ke dalam posisi investasi yang lebih menguntungkan di masa depan.

Pemegang saham lainnya juga diperhatikan dalam situasi ini, mengingat keputusan Dana Pensiun BPD Jateng bisa memberikan sinyal tentang kesehatan keuangan YOII. Investor lain perlu melakukan analisis lebih lanjut mengenai fundamental perusahaan.

Ke depannya, penting bagi investor untuk tetap mengikuti berita dan perkembangan yang ada. Mengingat volatilitas yang terjadi, keputusan untuk membeli atau menjual saham harus dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan semua faktor yang ada.

Kesimpulan Mengenai Keputusan Investasi Dana Pensiun

Keputusan Dana Pensiun BPD Jateng untuk menjual saham YOII mencerminkan langkah strategis dalam upaya manajemen investasi yang lebih baik. Hal ini menunjukkan bahwa mereka berkomitmen untuk mengoptimalkan hasil dan menjaga keseimbangan portofolio mereka.

Kepemilikan yang tersisa, meskipun berkurang, masih memberikan mereka pengaruh yang signifikan dalam perusahaan. Namun, keputusan ini juga memiliki implikasi untuk pasar dan kinerja saham di masa depan.

Bagi investor, situasi ini membuka peluang dan tantangan. Penting untuk terus memantau perkembangan pasar dan menganalisis secara mendalam aspek-aspek fundamental yang memengaruhi kinerja YOII. Ini adalah praktik penting dalam mengelola investasi di pasar yang kompetitif.

Dengan adanya penyesuaian ini, arah investasi Dana Pensiun BPD Jateng tentunya layak untuk disoroti lebih lanjut. Sejauh mana dampak dari transaksi ini terhadap kinerja keuangan di masa mendatang akan sangat tergantung pada kondisi pasar dan keputusan strategis lebih lanjut yang diambil oleh manajemen perusahaan.

Terakhir, keputusan yang diambil oleh Dana Pensiun BPD Jateng mungkin menjadi pelajaran bagi investor lainnya, bagaimana melakukan manajemen risiko dan keputusan investasi yang tepat dalam menghadapi ketidakpastian pasar.

Uang Kartal Naik 12,09 Persen, Transaksi Digital Terus Meningkat

Bank Indonesia baru-baru ini mengumumkan bahwa pertumbuhan transaksi ekonomi dan keuangan digital tetap menunjukkan angka yang mengesankan pada bulan November 2025. Di tengah perkembangan tersebut, angka uang kartal yang beredar juga mengalami pertumbuhan substansial, mencerminkan dinamika ekonomi yang positif.

Dengan tumbuhnya sektor digital, lebih banyak masyarakat yang beralih ke metode transaksi yang lebih cepat dan efisien. Hal ini menunjukkan bahwa adaptasi teknologi dalam kehidupan sehari-hari sudah semakin mengakar, memudahkan akses keuangan bagi berbagai lapisan masyarakat.

Transaksi digital kini menjadi bagian integral dari ekonomi modern. Selain itu, pertumbuhan uang kartal yang signifikan memperlihatkan bahwa masyarakat tetap memerlukan uang fisik dalam aktivitasnya.

Perkembangan Terbaru dalam Transaksi Digital di Indonesia

Selama beberapa tahun terakhir, transaksi digital telah melonjak dengan pesat, didorong oleh inovasi teknologi dan perubahan perilaku konsumen. Keberadaan aplikasi mobile banking dan e-wallet telah membuat transaksi semakin mudah dan nyaman.

Peningkatan infrastruktur digital dan akses internet juga berperan dalam mempercepat adopsi metode pembayaran elektronik. Seiring dengan itu, berbagai promosi dari penyedia layanan semakin menarik perhatian pengguna baru untuk bergabung dalam ekosistem digital ini.

Tidak hanya di perkotaan, namun juga di daerah-daerah terpencil, transaksi digital mulai mengubah cara masyarakat berinteraksi dengan uang dan layanan keuangan. Ini memberikan harapan bagi inklusi keuangan yang lebih luas dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Dampak Pertumbuhan Uang Kartal dan Ekonomi Digital

Pertumbuhan uang kartal yang stabil mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap perekonomian. Meskipun ada pergeseran pengunaan keuangan digital, uang fisik tetap memiliki peran penting dalam memastikan transaksi berjalan dengan lancar.

Di sisi lain, pertumbuhannya yang mencapai 13,09 persen menunjukkan bahwa kebutuhan akan uang tunai belum sepenuhnya tergantikan. Banyak orang masih menggunakan uang kartal untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama di pasar tradisional.

Perpaduan antara penggunaan uang fisik dan digital memberikan fleksibilitas lebih bagi masyarakat. Akhirnya, hal ini dapat meningkatkan resiliensi ekonomi dalam menghadapi tantangan yang ada di masa depan.

Inisiatif Kebijakan Mendukung Ekonomi Digital dan Uang Kartal

Bank Indonesia berperan aktif dalam menciptakan regulasi yang mendukung perkembangan ekonomi digital. Melalui berbagai kebijakan, mereka bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi inovasi dan pertumbuhan sektor keuangan.

Inisiatif seperti peningkatan sistem pembayaran dan edukasi keuangan digital telah terbukti memberikan hasil yang signifikan. Masyarakat kini lebih fasih dalam menggunakan teknologi untuk transaksi dan memanfaatkan berbagai layanan keuangan yang ada.

Ke depannya, kolaborasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat akan menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan. Dengan dukungan yang tepat, Indonesia berpotensi menjadi salah satu pelopor dalam sektor ekonomi digital di Asia Tenggara.

Inovasi Gateway Pembayaran Tingkatkan Transaksi Digital 2026

CEO Plink, Laksono, baru-baru ini menekankan pentingnya inovasi dalam layanan payment gateway. Dalam era transformasi digital saat ini, perusahaan harus memanfaatkan teknologi dan memperkuat infrastruktur mereka untuk tetap relevan.

Peringkat persaingan bisnis di sektor ini sangat ketat dan menuntut perusahaan untuk menawarkan solusi yang lebih baik. Pelaku usaha semakin banyak, termasuk mereka yang tidak mendapatkan izin dari otoritas terkait, membuat tantangan semakin kompleks bagi pemain yang berlisensi.

Dengan adanya rasa tanggung jawab lebih, Plink berusaha menjawab tantangan ini dengan meningkatkan keamanan dan kualitas layanan. Sasarannya adalah menjangkau lebih banyak merchant, khususnya di segmen bisnis kecil, untuk menjaga keamanan transaksi dan memperluas cakupan pasar.

Strategi Plink dalam Menghadapi Persaingan Pasar Digital

Salah satu strategi utama Plink adalah investasi dalam teknologi dan infrastruktur. Perusahaan memahami bahwa untuk bersaing, mereka harus memiliki sistem yang cepat, aman, dan dapat diandalkan. Dengan berfokus pada pengembangan teknologi, Plink berusaha menciptakan pengalaman yang tak tertandingi bagi penggunanya.

Di samping itu, pembaruan terus dilakukan untuk memenuhi standar keamanan yang ditetapkan oleh lembaga terkait. Dengan memperkuat sistem keamanan, Plink berharap dapat mendukung kepercayaan konsumen terhadap transaksi digital.

Penekanan juga diberikan pada kemudahan penggunaan antarmuka sehingga merchant dapat mengakses layanan dengan mudah. Ini akan memberikan nilai tambah yang membantu merchant kecil untuk bertumbuh dan berinovasi di pasar yang semakin kompetitif.

Pentingnya Kerja Sama dengan Merchant Kecil

Plink percaya bahwa merchant kecil adalah pilar penting dalam ekosistem ekonomi digital. Dengan mendukung mereka melalui solusi pembayaran yang aman dan mudah, Plink berupaya untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan. Ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat keberadaan mereka di pasar.

Keberadaan merchant kecil yang kuat juga akan berdampak pada ekonomi lokal. Dengan memberikan akses yang lebih baik terhadap layanan pembayaran digital, Plink membantu meningkatkan daya saing mereka dalam menghadapi pelaku usaha besar.

Kerja sama dengan merchant kecil juga membuka peluang untuk inovasi produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar. Plink berkomitmen untuk mendengarkan umpan balik dari merchant agar layanan yang diberikan tetap relevan dan bermanfaat.

Inovasi Teknologi dan Mobilisasi Digital untuk Pelanggan

Dalam upaya melayani pelanggan dengan lebih baik, Plink terus berinvestasi dalam inovasi teknologi. Platform pembayaran yang ditawarkan dirancang untuk memberikan kenyamanan dalam melakukan transaksi, baik bagi merchant maupun konsumen. Ini menjadi faktor penentu untuk menarik lebih banyak pengguna.

Inti dari inovasi ini adalah cara menggandeng teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi. Dengan memanfaatkan analisis data, Plink dapat memahami perilaku pengguna dan menargetkan solusi yang lebih tepat guna.

Ke depannya, perusahaan berencana untuk memperkenalkan fitur tambahan yang akan mempercepat proses transaksi. Ini tidak hanya akan menguntungkan pengguna, tetapi juga merchant yang terbiasa dengan sistem yang lebih efisien.

Tiga Rencana Bank Digital Jika OJK Hapus KBMI 1

PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) tengah mempersiapkan strategi menghadapi perubahan yang mungkin dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait penghapusan kelompok bank modal inti (KBMI) 1. Dengan modal inti yang mencapai Rp 3,32 triliun pada akhir September 2025, BBSI berupaya untuk tetap beradaptasi dan mempertahankan posisinya di industri perbankan.

Pihak manajemen menegaskan bahwa kebijakan dari OJK saat ini masih dalam bentuk pedoman, tanpa adanya peraturan mengikat yang dirilis. BBSI berkomitmen untuk mendukung kebijakan tersebut, yang bertujuan untuk stabilitas sistem keuangan dan peningkatan daya saing dalam industri perbankan.

Dalam keterbukaan informasi, manajemen BBSI menyatakan keprihatinan terhadap dampak kebijakan yang berpotensi mempengaruhi struktur modal. Mereka menyadari pentingnya menyesuaikan strategi dan rencana keuangan di masa mendatang agar tetap dapat memenuhi kebutuhan pemangku kepentingan.

Rencana Strategi Perusahaan dalam Menghadapi Kebijakan Baru OJK

BBSI menyadari bahwa kebijakan penghapusan KBMI 1 bisa berdampak signifikan terhadap kebutuhan modal. Sejalan dengan itu, perusahaan sedang mempertimbangkan berbagai opsi untuk memperkuat modal, baik melalui pertumbuhan organik maupun opsi strategis lainnya.

Penyesuaian modal ini diharapkan mampu mendorong efisiensi operasional dan optimalisasi kinerja. Selain itu, perusahaan juga harus mengeksplorasi berbagai kemungkinan untuk memenuhi kebutuhan pendanaannya dalam menghadapi kebijakan yang belum sepenuhnya jelas ini.

Penting bagi BBSI untuk tetap adaptif dalam perencanaan keuangan dan bisnis. Manajemen berkomitmen untuk mengevaluasi strategi yang ada, yang mencakup penguatan modal serta optimalisasi proses operasional.

Pertimbangan terhadap Tindakan Korporasi yang Diperlukan

Dalam hal OJK secara resmi menerbitkan perubahan kategori KBMI, BBSI akan mempertimbangkan untuk menyesuaikan strateginya. Perusahaan kemungkinan akan mengadopsi tindakan korporasi yang sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku.

Hal ini menjadi penting untuk memastikan bahwa kepentingan semua pemangku kepentingan tetap terjaga sepanjang proses penyesuaian. Oleh karena itu, BBSI akan terus melacak dan memberikan informasi terbaru kepada OJK dan Bursa Efek mengenai perkembangan situasi ini.

Keputusan yang diambil oleh manajemen tidak hanya berfokus pada aspek finansial, tetapi juga pada kepuasan nasabah dan pemangku kepentingan lain. Upaya tersebut akan mencakup penguatan hubungan dengan berbagai pihak terkait.

Komunikasi yang Proaktif kepada Pemangku Kepentingan

BBSI berkomitmen untuk transparan dalam menyampaikan informasi kepada OJK dan Bursa Efek terkait pengumuman kebijakan baru. Setiap perkembangan penting, baik itu keputusan strategis atau tindakan korporasi, akan diinformasikan dengan seksama.

Manajemen memahami bahwa pemangku kepentingan memerlukan kejelasan dan kepastian untuk dapat mengambil keputusan yang tepat. Oleh karena itu, komunikasi yang efektif menjadi salah satu prioritas dalam strategi perusahaan.

Dengan menjaga keterbukaan informasi, BBSI berharap dapat membangun kepercayaan dan dukungan dari pemangku kepentingan. Ini akan membantu perusahaan dalam melewati masa transisi yang mungkin sulit ini.

China Awasi Ketat Aset Digital, Bursa Kripto Hongkong Lakukan IPO

Peluncuran saham perdana HashKey Group di Hong Kong menjadi sorotan utama dalam industri aset digital. Langkah ini menandakan ambisi Hong Kong untuk memperkuat posisinya sebagai pusat global kripto, di tengah regulasi ketat yang diterapkan oleh Beijing terhadap perdagangan dan penambangan mata uang digital.

HashKey, yang terdaftar secara resmi di bursa Hong Kong, mencatatkan sahamnya pada Rabu waktu setempat dan menutup hari dengan penurunan sebesar 2,69% ke level HK$6,50 per saham. Meskipun demikian, perusahaan ini berhasil mengumpulkan dana sekitar US$205 juta melalui penawaran umum perdana (IPO), yang tetap dianggap sebagai indikator positif untuk masa depan industri kripto di kawasan ini.

Dikenal sebagai platform bursa kripto yang didirikan pada tahun 2018, HashKey juga beroperasi dalam berbagai lini bisnis di sektor aset digital. CEO HashKey, Xiao Feng, melihat aksi korporasi ini sebagai langkah penting, meskipun menekankan bahwa meskipun mereka berasal dari daratan Tiongkok, HashKey adalah perusahaan yang berfokus di Hong Kong.

Dalam acara pencatatan saham, Feng menjelaskan pentingnya regulasi yang jelas untuk industri aset digital. Ia menjelaskan bahwa Hong Kong telah menjadi tempat eksperimen untuk penggunaan mata uang kripto sebagai alat investasi yang sah. Hal ini diperkuat oleh peluncuran sistem perizinan untuk stablecoin yang terjadi di awal tahun ini.

Sebelum penawaran umum perdana ini, banyak investor yang skeptis mengenai kondisi pasar kripto. Namun, dengan perhatian yang lebih besar terhadap regulasi dan kepatuhan, banyak yang mulai optimis. Menurut Feng, pencatatan saham di bursa Hong Kong adalah contoh bahwa kepatuhan terhadap regulasi dapat menghasilkan kesuksesan yang signifikan.

Hubungan Hong Kong dengan Perdagangan Kripto dan Blockchain

Pergeseran fokus Hong Kong terhadap kripto tampak kontras dengan sikap Beijing yang semakin ketat. Di saat Cina melarang perdagangan kripto, Hong Kong justru membangun reputasinya sebagai pusat inovasi di bidang ini. Aktivitas investasi kripto berada di pusat perhatian, dengan banyak iklan dan promosi terkait aset digital berlimpah.

Otoritas Hong Kong telah mengambil langkah signifikan dengan menerapkan berbagai regulasi yang mendukung industri kripto. Semua langkah ini menunjukkan bahwa Hong Kong berupaya menjadi “laboratorium kebijakan” bagi Tiongkok dalam hal pengembangan dan penerapan teknologi blockchain. Rencana yang terstruktur mungkin memberikan dampak positif bagi investor yang mencari kejelasan.

Menurut Merton Lam, pimpinan perusahaan aset digital Crypto HK, Hong Kong berfungsi sebagai ‘testing ground’ untuk teknologi yang lebih maju. Ini menunjukkan keinginan yang kuat untuk mempercepat inovasi, meskipun ada kehati-hatian dari pihak berwenang di daratan Tiongkok terhadap penggunaan kripto. Hal ini menjadi isu penting yang perlu dicermati.

Kehadiran bursa lokal seperti HashKey dinilai lebih praktis bagi masyarakat. Terdapat banyak kemudahan dalam proses konversi dana tunai ke aset kripto, sehingga lebih banyak orang dapat berpartisipasi dalam ekonomi digital. Di sisi lain, akses ke bursa internasional seperti Binance tetap terbuka, tetapi tidak semua pengguna merasa nyaman selama transaksi internasional.

Peluang dan Tantangan bagi Pasar Modal di Hong Kong

Dengan keberhasilan IPO HashKey, pasar modal Hong Kong menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Para pengacara dan ekonom setempat berpendapat bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk memasuki pasar IPO di Hong Kong. Ini menciptakan peluang besar bagi perusahaan-perusahaan baru dan inovatif yang ingin terjun ke dalam industri keuangan yang digital.

Etelka Bogardi, seorang pengacara teknologi finansial, mencatat bahwa Hong Kong telah mengalami perubahan signifikan dalam 12-18 bulan terakhir. Kebijakan yang lebih ramah terhadap kripto merupakan pendorong utama yang turut memfasilitasi pertumbuhan pasar modal. Banyak perusahaan memanfaatkan momen ini untuk melakukan ekspansi.

Menurut data terbaru, antusiasme investor terhadap penawaran baru menunjukkan kepercayaan yang terus meningkat terhadap industri kripto. Pembaharuan peraturan yang lebih jelas menjadi faktor penentu yang membuat pasar menjadi lebih stabil. Dengan struktur yang kuat, investor merasa lebih aman untuk berinvestasi dalam aset digital.

Di sisi lain, tantangan tetap ada. Meskipun banyak upaya telah dilakukan untuk mendukung industri ini, ketidakpastian global dan regulasi yang masih berkembang dapat menimbulkan risiko. Hal ini memerlukan perhatian dan strategi yang solid dari para pelaku industri untuk menjamin pertumbuhan yang berkelanjutan.

Kesimpulan: Masa Depan Industri Kripto di Hong Kong

Penawaran umum perdana HashKey dan perhatian regulasi yang lebih besar di Hong Kong menandai pergeseran penting dalam ekosistem aset digital. Keberanian untuk beradaptasi dengan lingkungan yang dinamis ini akan menjadi kunci bagi keberhasilan masa depan. Pemain industri yang mampu menavigasi tantangan dengan baik akan mendapatkan keuntungan lebih besar dalam jangka panjang.

Pengembangan infrastruktur yang mendukung teknologi blockchain dan pekerja yang terampil dalam industri ini akan semakin mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan. Hong Kong memiliki potensi besar untuk menjadi pusat inovasi di bidang aset digital, asalkan langkah-langkah strategis terus diambil oleh pemerintah dan pelaku industri.

Melihat ke depan, semuanya akan bergantung pada kemauan adaptasi dan inovasi. Di saat banyak negara masih ragu-ragu dengan regulasi, Hong Kong mulai menunjukkan jalan bagi negara lain untuk mengikuti jejaknya. Perkembangan ini patut untuk diperhatikan dengan seksama, karena masa depan industri kripto dapat berubah dengan cepat.

Pemungut Pajak Digital Luar Negeri, Bos Jalin Jelaskan Mekanismenya

Jakarta menjadi salah satu pusat kegiatan ekonomi di Indonesia, dan baru-baru ini, perhatian tertuju pada PT Jalin Pembayaran Nusantara. Perusahaan ini tengah mempersiapkan untuk menjalankan mandat yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto mengenai pemungutan pajak digital untuk transaksi luar negeri.

Proses yang dilakukan oleh Jalin ini tidaklah sembarangan, melainkan melalui berbagai tahapan yang seksama. Diharapkan, semua persiapan dapat selesai pada awal tahun depan agar sistem ini bisa diimplementasikan dengan baik.

Direktur Utama Jalin, Ario Tejo Bayu Aji, menyebutkan bahwa mereka sedang melakukan sandboxing dengan beberapa bank besar dan perusahaan fintech. Ini adalah bagian dari upaya menjamin bahwa semua aspek teknis sudah siap sebelum peluncuran resmi.

“Saat ini prosesnya memang masih berjalan, dan kami telah menyelesaikan beberapa tahapan yang diperlukan. Kami sedang berkolaborasi dengan lembaga keuangan untuk memastikan bahwa sistem ini berfungsi dengan optimal,” ungkap Ario dalam sebuah acara baru-baru ini.

Menurut Ario, sistem baru yang sedang dibangun akan mempermudah pengumpulan pajak dari para merchant. Dengan teknologi yang diadopsi, jumlah pajak dari setiap transaksi dapat segera terdeteksi secara otomatis, tanpa perlu pelaporan manual dari para pedagang.

“Dulu, merchant harus melaporkan pajaknya secara mandiri. Kini, dengan sistem yang baru, setiap transaksi akan langsung diketahui pajaknya,” tambahnya. Ini adalah langkah signifikan dalam mendigitalisasi sistem perpajakan yang ada.

Kehadiran sistem pemungutan pajak ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan negara dari sektor pajak digital. Ario meyakini bahwa, dengan cara ini, pajak yang dibayarkan akan lebih efektif dan efisien.

Dia menambahkan bahwa penerapan sistem ini bukanlah pajak baru bagi masyarakat, melainkan sebuah inovasi dalam cara pemungutan pajak yang lebih modern. “Ini bukan tentang menambah beban pajak baru, tetapi tentang efisiensi dalam pemungutan pajak dari para merchant yang sudah ada,” jelas Ario.

Pengaruh Pemungutan Pajak Digital Terhadap Ekonomi Indonesia

Pemungutan pajak digital dapat berpengaruh signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Dengan adanya sistem yang lebih efisien, diharapkan pendapatan negara dari pajak bisa meningkat. Hal ini tentu berperan besar dalam pembangunan infrastruktur dan layanan publik.

Selain itu, implementasi teknologi dalam proses pajak dapat memberikan transparansi dan kenyamanan bagi para pelaku usaha. Mereka tidak perlu lagi repot-repot menghitung dan melaporkan pajak setiap kali melakukan transaksi.

Langkah ini juga diharapkan dapat mendorong lebih banyak investasi dari luar negeri. Dengan kepastian dan kemudahan administrasi perpajakan, investor akan lebih tertarik untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Pemerintah juga tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk sosialisasi, karena sistem yang baru akan lebih mudah dipahami oleh semua pihak. Di sisi lain, merchant akan lebih fokus pada aktivitas bisnis mereka, tanpa terbebani oleh urusan pajak yang rumit.

Ini merupakan transformasi besar dalam dunia perpajakan di Indonesia, yang akan membawa berbagai perubahan positif bagi ekosistem usaha. Jalin, sebagai penyelaras, diharapkan mampu menjawab tantangan tersebut dengan baik dan efisien.

Kolaborasi dengan Perusahaan Keuangan Besar untuk Keberhasilan Sistem

Kerjasama Jalin dengan bank-bank besar dan perusahaan fintech merupakan langkah cerdas. Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa sistem yang dibangun akan terintegrasi dengan baik dalam ekosistem perbankan dan keuangan yang ada. Ini adalah strategi yang tidak hanya meningkatkan kemampuan Jalin, tetapi juga menambah kepercayaan masyarakat terhadap sistem yang baru.

Dengan adanya sandboxing, Jalin dapat menguji berbagai skenario dan mempersiapkan diri untuk kemungkinan permasalahan yang mungkin muncul pasca implementasi. Hal ini penting untuk menjamin tidak ada gangguan dalam proses pemungutan pajak.

Proses ini juga memberikan kesempatan bagi para bank dan fintech untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang akan datang. Sehingga, tidak hanya Jalin yang bersiap-siap, tetapi seluruh sektor keuangan nasional bisa mencapai level integrasi yang lebih baik.

Selanjutnya, Ario menjelaskan bahwa pendekatan ini akan membawa dampak positif bagi para pelaku usaha. Mereka bisa mendapatkan layanan yang lebih baik dan efisien dalam bertransaksi.

Sekaligus, hal ini memperlihatkan sinergi yang baik antara sektor publik dan privat. Kerja sama yang terjalin diharapkan dapat menjadi contoh bagi proyek-proyek berikutnya.

Pentingnya Edukasi Masyarakat Mengenai Pajak Digital

Meski sistem baru ini menjanjikan kemudahan, edukasi masyarakat tetap menjadi hal yang krusial. Tanpa pemahaman yang baik, masyarakat akan sukar beradaptasi dengan perubahan yang ada. Oleh karena itu, pelatihan dan sosialisasi harus dilakukan secara menyeluruh.

Masyarakat perlu diberi pemahaman mengenai bagaimana sistem ini berfungsi dan apa yang diharapkan dari para merchant. Semua pihak harus menyadari bahwa pijak digital tidak hanya mempermudah mereka, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan negara.

Jalin bisa memainkan peran kunci dalam sosialisasi ini dengan memanfaatkan berbagai media komunikasi. Informasi yang tepat dan menyeluruh akan mengurangi kesalahpahaman dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam sistem pajak yang baru.

Agar sistem ini terkenal dan mudah diakses, pelatihan untuk para merchant dan pelaku usaha juga menjadi langkah penting. Ini akan membantu mereka menyiapkan diri untuk beradaptasi dengan sistem pajak yang lebih modern.

Pada akhirnya, keberhasilan program pemungutan pajak digital tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat. Kesadaran akan kewajiban pajak harus ditanamkan sejak dini untuk menciptakan budaya patuh pajak yang positif.

Aturan Aset Keuangan Digital oleh OJK Terkait Perdagangan Kripto

Jakarta baru saja mengalami perkembangan signifikan dalam regulasi aset keuangan digital. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan peraturan terbaru yang mengatur perdagangan kripto dan aset digital lainnya di Indonesia.

Penerbitan regulasi ini merupakan respons terhadap pertumbuhan pesat Aset Keuangan Digital (AKD) yang mulai mendapatkan perhatian luas dari masyarakat. M. Ismail Riyadi, Kepala Departemen Literasi OJK, menjelaskan bahwa peraturan ini juga mencerminkan munculnya instrumen baru yang mirip dengan keuangan konvensional.

Dengan dikeluarkannya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 23 Tahun 2025, diharapkan akan tercipta lingkungan yang lebih aman dan teratur bagi para pelaku pasar. Ini adalah langkah progresif untuk memastikan bahwa ekosistem aset digital berfungsi secara bertanggung jawab dan transparan.

POJK ini berfokus pada penguatan peran penyelenggara perdagangan aset digital dan mengadopsi standar internasional dalam pengawasan. Peningkatan ini bertujuan untuk melindungi konsumen serta meningkatkan kepercayaan terhadap investasi di aset keuangan digital.

Pentingnya Peraturan Baru untuk Perdagangan Aset Digital di Indonesia

Pentingnya regulasi ini tidak hanya terbatas pada perlindungan konsumen, tetapi juga mencakup perluasan ruang lingkup untuk jenis aset yang dapat diperdagangkan. Dengan adanya ketentuan baru, kini termasuk juga derivatif aset keuangan digital dalam kategori yang diatur.

Regulasi tersebut juga memastikan bahwa aset keuangan digital harus memenuhi kriteria tertentu bersifat ketat, yang mencakup penerbitan, penyimpanan, dan transfer aset menggunakan teknologi yang terdistribusi. Hal ini sangat penting untuk menjamin keabsahan dan keamanan transaksi digital.

Penyelenggara perdagangan juga dilarang menjalankan transaksi atas aset yang tidak terdaftar, untuk mengurangi risiko yang mungkin timbul dari jenis aset yang tidak jelas. Dengan demikian, keamanan pasar diharapkan akan lebih terjamin.

Pengawasan dan Persetujuan oleh OJK untuk Pedagang Digital

Dalam konteks pelaksanaan perdagangan, setiap kegiatan yang berhubungan dengan derivatif aset keuangan digital harus terlebih dahulu melibatkan persetujuan dari OJK. Pedagang diwajibkan untuk mendaftar dan mendapatkan izin sebelum melakukan transaksi dengan konsumen.

OJK berperan sebagai pengawas utama yang memberikan izin berdasarkan kriteria tertentu, sehingga konsumen terlindungi dari praktik perdagangan yang merugikan. Sementara itu, pedagang dapat menjalankan transaksi dengan aman setelah mendapatkan izin yang diperlukan.

Apabila sebuah bursa ingin melaksanakan perdagangan derivatif, mereka harus mengajukan permohonan resmi kepada OJK. Hal ini menjamin bahwa semua proses berjalan sesuai dengan regulasi yang ditetapkan.

Prinsip Kehati-hatian dalam Perdagangan Derivatif Aset Keuangan Digital

Peraturan baru juga menekankan pentingnya prinsip kehati-hatian dalam setiap langkah perdagangan. Semua pedagang dan bursa wajib memiliki mekanisme untuk menjamin keamanan investasi konsumen, termasuk penempatan margin dalam rekening yang terpisah.

Dengan begitu, risiko terkait fluktuasi harga aset kripto dapat diatasi dengan baik dan menjamin perlindungan konsumen tetap terjaga. Konsumen pun diharuskan mengikuti uji pengetahuan sebelum melakukan perdagangan untuk memastikan mereka memahami risiko yang terlibat.

Langkah ini bertujuan untuk mendidik konsumen tentang investasi berbasis kripto dan membantu mereka membuat keputusan yang lebih bijak. Edukasi ini penting agar masyarakat tidak hanya menjadi pelaku tetapi juga memahami potensi risiko dan keuntungan dari investasi ini.

Dengan adanya peraturan baru ini, diharapkan Indonesia dapat menciptakan ekosistem aset keuangan digital yang lebih sehat dan teratur. Semua pihak dapat berpartisipasi dalam pasar ini dengan rasa aman dan nyaman.

Ke depan, sosialisasi mengenai peraturan ini perlu dilakukan agar semua pelaku dapat berjalan dengan baik dan sesuai standar yang ditetapkan. Dengan demikian, industri aset digital di Indonesia dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kolaborasi Plink dan J Trust Bank untuk Perkuat Ekosistem Pembayaran Digital

Jakarta menjadi saksi dari perjalanan kemitraan yang luar biasa antara PT PrismaLink International (Plink) dan PT Bank JTrust Indonesia Tbk (J Trust Bank). Dalam satu dekade terakhir, kerja sama ini telah mengukir prestasi dalam memperkuat infrastruktur pembayaran digital di Tanah Air.

Dengan memanfaatkan teknologi terkini, kedua entitas ini menyediakan berbagai layanan transaksi yang lebih cepat dan efisien, baik untuk individu maupun pelaku usaha. Keterlibatan mereka dalam ekosistem pembayaran digital melibatkan inovasi serta kepercayaan yang terus berkembang selama 10 tahun terakhir.

Penting untuk dicatat bahwa kolaborasi ini dimulai dari kebutuhan untuk memperluas kanal pembayaran dan meningkatkan efisiensi transaksi. Dengan dukungan teknologi seperti payment gateway dan virtual account, pelayanan yang diberikan telah menjadi lebih nyaman dan transparan bagi nasabah.

Perayaan Satu Dekade Kerja Sama Strategis

Perayaan sepuluh tahun kerjasama ini bukan sekadar merayakan waktu yang telah berlalu, tetapi juga menegaskan komitmen kedua belah pihak. CEO Plink, Laksono, menyatakan bahwa perjalanan bersama J Trust Bank telah membentuk fondasi yang kuat untuk ekonomi digital di Indonesia.

Inovasi terus menjadi kunci dalam menghadirkan solusi pembayaran. Ke depan, Plink dan J Trust Bank berkomitmen untuk menciptakan layanan yang lebih inklusif dan aman bagi semua kalangan masyarakat.

Direktur Utama J Trust Bank, Ritsuo Fukadai, menekankan bahwa kemitraan ini sejalan dengan visi bank untuk memberikan pelayanan yang memuaskan kepada nasabah. Sinergi yang terjalin antara kedua perusahaan terus memperkuat layanan digital dan mengedepankan produk inovatif.

Peningkatan Layanan Melalui Teknologi

Plink telah menjalin kerja sama dengan sepuluh bank terbesar yang ada di Indonesia untuk menghadirkan sistem pembayaran yang aman dan cepat. Keberhasilan kemitraan jangka panjang ini menjadi contoh nyata dari kolaborasi yang saling menguntungkan antara fintech dan sektor perbankan.

Ketersediaan solusi pembayaran modern juga diperkuat oleh regulasi dari Bank Indonesia. Melalui pendekatan yang transparan, kedua pihak berkomitmen untuk memperluas akses keuangan digital.

Data menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam transaksi digital nasional. Melalui penggunaan teknologi yang lebih canggih, baik masyarakat maupun pelaku bisnis merasakan dampak positif dari perubahan ini.

Menumbuhkan Ekosistem Pembayaran Digital di Indonesia

Pertumbuhan transaksi mobile banking pada tahun 2025 menunjukkan angka yang mengesankan, dengan peningkatan volume yang mencapai 15,91 miliar. Angka tersebut mencerminkan adopsi layanan digital yang semakin luas di kalangan masyarakat.

Nilai transaksi yang juga mengalami kenaikan signifikan mencapai Rp 17.613 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin mempercayai sistem pembayaran yang ditawarkan oleh bank dan fintech.

Dengan visi yang sama, Plink dan J Trust Bank siap untuk memperluas layanan seperti Virtual Account dan Electronic Data Capture (EDC). Inisiatif ini merupakan langkah penting untuk mendorong masyarakat dan pelaku bisnis beralih ke sistem pembayaran yang lebih modern dan efisien.

Bank Mandiri Raih Rp5,5 Triliun dari Layanan Digital

Bank Mandiri menunjukkan pencapaian yang mengesankan dalam pendapatan digital yang berasal dari layanannya. Hingga bulan September 2025, pendapatan berbasis komisi mencapai Rp 5,48 triliun, mencatatkan kenaikan sebesar 13,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini menunjukkan bahwa transformasi digital yang dilakukan oleh bank ini berjalan sesuai harapan dan memberikan dampak positif.

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran tiga aplikasi unggulan yang menjadi fokus utama Bank Mandiri. Dengan Livin’ by Mandiri, Livin’ Merchant, dan Kopra by Mandiri, bank pelat merah ini berhasil mengejar ketinggalan dalam hal digitalisasi layanan. Selain memberikan kemudahan bagi nasabah, aplikasi-aplikasi ini juga berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Corporate Secretary Bank Mandiri, M. Ashidiq Iswara, menekankan bahwa peningkatan pendapatan ini adalah hasil dari strategi yang terpadu. Sinergi antara inovasi digital dan penguatan ekosistem finansial menjadi kunci dalam meningkatkan trust masyarakat terhadap layanan yang ditawarkan. Hal ini sangat penting untuk membangun ikatan lebih kuat dengan nasabah yang semakin mengandalkan layanan digital.

Peningkatan Penggunaan Aplikasi Livin’ by Mandiri yang Signifikan

Livin’ by Mandiri menjadi salah satu aplikasi paling sukses yang telah diadopsi oleh lebih dari 34,5 juta pengguna. Angka ini meningkat sebesar 26,5% dibandingkan dengan tahun lalu, dengan frekuensi transaksi mencapai 4,54 miliar kali, meningkat 27,9%. Ini mengindikasikan bahwa masyarakat mulai beralih ke transaksi digital sebagai pilihan utama.

Dari sisi nilai transaksi, Livin’ by Mandiri mencatatkan total sebesar Rp 4.257 triliun, tumbuh 10,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Transformasi digital ini juga berimbas positif terhadap akuisisi nasabah baru, di mana 91% pembukaan rekening kini dilakukan secara digital melalui aplikasi ini, menegaskan dirinya sebagai alat yang kunci.

Dengan fitur-fitur yang terus berkembang, Livin’ dapat memenuhi beragam kebutuhan nasabah, mulai dari transaksi harian hingga layanan keuangan lainnya. Ketersediaan layanan yang mudah diakses di mana saja dan kapan saja jelas menjadi alasan utama meningkatnya jumlah pengguna aplikasi ini.

Dukungan untuk Pelaku Usaha Melalui Livin’ Merchant

Bank Mandiri tak hanya fokus pada nasabah ritel, tetapi juga memperluas dukungan untuk pelaku usaha melalui Livin’ Merchant. Saat ini, sekitar 3 juta merchant telah menggunakan platform ini dengan pertumbuhan yang mencapai 35%. Tentu ini berkontribusi dalam membangun ekosistem digital yang lebih inklusif bagi UMKM.

Livin’ Merchant memungkinkan UMKM untuk mengelola transaksi secara real-time, yang meningkatkan efisiensi operasional. Selain itu, pelaku usaha juga mendapatkan akses pasar yang lebih luas berkat sistem yang terintegrasi ini.

Dengan sistem pembayaran dan pencatatan transaksi yang terintegrasi, Livin’ Merchant hadir sebagai solusi bagi para pelaku usaha untuk bertahan dan berkembang di era digital saat ini. Hal ini menunjukkan bahwa Bank Mandiri berkomitmen untuk memberdayakan UMKM dan meningkatkan daya saing mereka di pasar.

Peran Kopra by Mandiri dalam Ekosistem Digital Bisnis Nasional

Kopra by Mandiri menjadi salah satu andalan dalam pengelolaan transaksi bagi segmen korporasi dan pebisnis. Hingga September 2025, nilai transaksi yang melalui Kopra mencapai Rp 25.980 triliun, meningkat 21,5% dibandingkan tahun lalu. Volume transaksi juga menunjukkan pertumbuhan yang baik, yakni 1,45 miliar dengan kenaikan 18,7% year on year.

Dengan dukungan ekosistem digital, Kopra mampu meningkatkan saldo giro korporasi bank only menjadi Rp 564,5 triliun. Hal ini mencerminkan kepercayaan yang tinggi dari para pelaku bisnis terhadap inovasi teknologi yang ditawarkan oleh Bank Mandiri. Sistem yang efisien dan mudah diakses menjadi salah satu daya tarik utama bagi pelaku usaha.

Transformasi digital yang dilakukan oleh Bank Mandiri melalui Kopra ini semakin memperkuat posisi mereka di pasar. Inisiatif ini sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan mendukung berbagai sektor usaha yang ada di Indonesia.

Dampak Positif Digitalisasi Terhadap Dana Pihak Ketiga (DPK)

Dengan fokus yang kuat terhadap digitalisasi, Bank Mandiri berhasil meningkatkan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp 1.487 triliun. Pertumbuhan ini tercatat naik 12,3% year on year hingga akhir kuartal ketiga 2025, mencerminkan kinerja yang sangat baik dalam efisiensi biaya dan likuiditas yang kuat.

Komposisi dana murah (CASA) mendominasi hingga 73,1%, menunjukkan bahwa strategi digitalisasi yang diterapkan telah efektif dalam menarik simpanan dari nasabah. Hal ini menandakan bahwa masyarakat semakin percaya dengan layanan digital yang ditawarkan.

Bank Mandiri berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan digital yang komprehensif. Ini bukan hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan nasabah, tetapi juga untuk memperkuat perekonomian nasional, mendukung kebijakan pemerintah dalam menciptakan ekonomi inklusif, dan berdaya saing tinggi.