slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong QQCUAN agencuan slot88 agencuan https://bola169new.com/ phishing phishing
qqcuan AGENCUAN https://ademsari.co.id/ https://bitcoinnews.co.id/ https://dermaluz.co.id/ https://jiexpo.co.id/ https://donghan.co.id/ https://icconsultant.co.id/ https://metroindo.co.id/ https://bentogroup.co.id/ https://gatranews.co.id/ https://kacapatri.co.id/ https://gemilangsukses.co.id/ https://siomom.id/ https://situskita.id/ https://masyumi.id/ https://dapurdia.id/ https://baginasipagi.id/ https://bacaajadulu.id/ https://sukagaming.id/ https://sobatsandi.id/ https://ragaminspirasi.id/ https://salamdokter.id/
https://berita-sumatra.id/ https://seongiclik.id/ https://mangu.id/ https://daily-news.id/

Bos Danantara Ungkap Jadwal Pelita Air Bergabung dengan Garuda Indonesia

Ketika berbicara tentang perkembangan industri penerbangan di Indonesia, satu hal yang selalu menarik perhatian adalah bagaimana perusahaan-perusahaan besar beradaptasi dan bertransformasi. Belum lama ini, sebuah pengumuman penting datang dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara yang mengindikasikan bahwa penggabungan dua maskapai terkemuka akan terjadi pada kuartal pertama tahun 2026.

Penggabungan ini mencakup PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., yang akan berfungsi sebagai induk bagi anak-anak usahanya, yaitu Citilink dan Pelita Air. Ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi dan memperkuat posisi Garuda di pasar yang semakin kompetitif.

Dalam acara yang diselenggarakan untuk membahas proyeksi ekonomi, Dony Oskaria sebagai Chief Operating Officer BPI Danantara, menjelaskan tentang rencana ini. Penekanan pada penggabungan ini menunjukkan komitmen terhadap penyatuan visi dan misi di dalam industri penerbangan nasional.

Dony menjelaskan bahwa proses penggabungan akan dilakukan dengan sangat hati-hati. Ia menekankan pentingnya memisahkan masalah yang ada dari konsep yang ingin dicapai agar penggabungan ini dapat memberikan hasil yang optimal.

Hal ini berarti bahwa setiap langkah akan direncanakan secara strategis untuk menyatukan kedua maskapai dalam satu ekosistem yang lebih baik. Dony berharap bahwa transformasi ini akan membawa Garuda Indonesia ke arah yang lebih positif untuk masa depan.

Transformasi Besar di Dunia Penerbangan Indonesia

Transformasi di industri penerbangan Indonesia menjadi fokus utama saat ini. Dengan penggabungan ini, Garuda Indonesia berusaha untuk mengoptimalkan sumber daya dan meningkatkan layanan kepada pelanggannya. Langkah ini diharapkan tidak hanya akan meningkatkan operasional tetapi juga memberikan dampak positif bagi pelanggan.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah bagaimana kedua maskapai ini akan bekerja sama dalam hal pengelolaan armada, teknologi, dan layanan pelanggan. Keselarasan dalam operasional bisa memberikan keuntungan kompetitif di industri yang sangat dinamis ini.

Proses penggabungan juga merupakan kesempatan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kekuatan dan kelemahan masing-masing maskapai. Dengan memahami karakter unik dari Citilink dan Pelita Air, diharapkan manajemen dapat merumuskan strategi yang lebih efektif dalam menarik pelanggan.

Penting bagi masyarakat untuk menyadari bahwa proses ini bukan hanya sebuah langkah korporasi semata, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan penerbangan di Indonesia. Dengan adanya gabungan ini, Garuda Indonesia bisa menawarkan lebih banyak pilihan kepada konsumen.

Sebagai bagian dari transformasi ini, komunikasi yang efektif dengan publik juga harus dilakukan. Dony menekankan bahwa transparansi dan penjelasan yang baik tentang penggabungan ini akan membantu membangun kepercayaan dari pihak terkait, termasuk masyarakat dan pelanggan.

Pengaruh Penggabungan Terhadap Perekonomian Nasional

Penggabungan ini dianggap memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian nasional. Soft launching yang direncanakan diharapkan akan mendorong lebih banyak investasi di sektor penerbangan. Dengan adanya penggabungan, Garuda Indonesia berpotensi menarik perhatian investor yang melihat peluang dalam peningkatan efisiensi dan sinergi operasional.

Selain itu, penggabungan ini juga diharapkan akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja dalam jangka panjang. Ketika maskapai beroperasi lebih efisien, peluang untuk ekspansi dan peningkatan kapasitas akan meningkat.

Tentunya, dampak sosial dari penggabungan ini tidak kalah penting. Dengan layanan yang lebih baik, masyarakat dapat merasakan peningkatan aksesibilitas dan konektivitas antarwilayah di seluruh Indonesia. Ini adalah langkah positif menuju integrasi nasional dan pertumbuhan ekonomi.

Dony juga mencatat bahwa penggabungan maskapai ini sejalan dengan visi pemerintah untuk memperkuat industri penerbangan di tanah air. Sektor ini diharapkan dapat berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

Melalui sinergi yang terbentuk antara Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelita Air, diharapkan akan tercipta layanan yang lebih baik dan inovatif. Dengan demikian, industri penerbangan Indonesia dapat lebih bersaing di pasar global.

Strategi ke Depan untuk Garuda Indonesia Pasca Penggabungan

Menghadapi masa depan, Garuda Indonesia perlu memiliki strategi yang solid untuk memastikan kesuksesan setelah penggabungan. Ini mencakup perencanaan dalam hal penempatan sumber daya dan kapabilitas. Setiap langkah harus direncanakan secara matang untuk menjaga momentum dan efisiensi operasional.

Pengembangan sistem teknologi informasi yang lebih baik juga menjadi bagian penting dari strategi ini. Dengan memanfaatkan teknologi mutakhir, Garuda Indonesia dapat meningkatkan pengalaman pelanggan dan operasional di lapangan.

Kollaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan pihak swasta, juga diperlukan untuk memastikan keberhasilan penggabungan ini. Sinergi yang baik akan membantu mengatasi tantangan yang ada dan membuka peluang baru di masa depan.

Pentingnya pelatihan untuk staf juga tak dapat diabaikan. Dengan memberikan pelatihan yang relevan, Garuda Indonesia dapat memastikan bahwa timnya siap menghadapi dinamika perubahan yang akan terjadi pasca penggabungan.

Secara keseluruhan, proses penggabungan ini merupakan langkah maju untuk Garuda Indonesia dan akan menjadi salah satu tonggak bersejarah dalam sejarah penerbangan nasional. Komitmen untuk terus berinovasi dan memberikan layanan terbaik akan menjadi kunci keberhasilan mereka di masa depan.

Prabowo Apresiasi Kinerja Danantara, Tetapkan Target Return on Asset 7%

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) atas reformasi yang telah dilaksanakan pada perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meskipun belum genap setahun beroperasi. Dalam acara Economic Outlook 2026 yang digelar di Wisma Danantara, Jakarta, Prabowo menambahkan bahwa hasil kerja Danantara menunjukkan kemajuan yang signifikan.

Prabowo menekankan pentingnya efisiensi dan reformasi yang telah dilakukan oleh Danantara, karena hasil yang telah dicapai bahkan empat kali lipat dari tahun sebelumnya. Meski baru satu tahun beroperasi, Danantara menunjukkan potensi yang layak untuk diperhatikan lebih lanjut.

Menurut Prabowo, kerja keras dan komitmen para pemimpin Danantara telah menunjukkan hasil yang memuaskan. Dia berharap agar kinerja ini dapat terus berlanjut dan ditingkatkan di masa mendatang untuk mencapai sasaran yang lebih tinggi.

Percepatan Reformasi BUMN yang Meningkatkan Kinerja Ekonomi

Badan Pengelola Investasi dan reformasi BUMN di bawah pengelolaan Danantara telah membawa perubahan yang signifikan dalam bidang ekonomi negara. Dalam waktu yang relatif singkat, Danantara telah mampu melakukan transformasi yang dinamis dan responsif terhadap tantangan yang dihadapi.

Prabowo menilai bahwa keberhasilan Danantara dalam melakukan reformasi patut dicontoh oleh lembaga lainnya. Ini menunjukkan bahwa negara memiliki potensi besar untuk meningkatkan daya saing dan kemandirian ekonomi melalui reformasi yang tepat.

Reformasi ini tidak hanya berfokus pada profit, tetapi juga pada penciptaan nilai jangka panjang bagi masyarakat. Dengan kata lain, keberadaan Danantara menjadi harapan baru dalam peningkatan investasi dan mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

Target Ambisius untuk Memperkuat Sektor Investasi

Salah satu target yang diajukan oleh Prabowo adalah pengembalian return-on-asset (RoA) yang idealnya mencapai sebesar 7%. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendorong kinerja investasi yang lebih produktif dan efisien.

Dalam konteks tersebut, Danantara telah menetapkan proyeksi untuk menghasilkan keuntungan BUMN yang mencapai Rp 360 triliun pada tahun 2025. Target ini menunjukkan optimisme dan ambisi yang tinggi dalam meningkatkan kontribusi BUMN terhadap perekonomian nasional.

Namun, Prabowo juga menyoroti perlunya kerja keras agar Danantara dapat mencapai target tersebut. Pencapaian RoA yang saat ini masih di bawah 3% menjadi tantangan tersendiri dan harus diatasi secepatnya.

Peran Strategis Danantara dalam Mendorong Kinerja Ekonomi Nasional

Dari segi strategis, Danantara diharapkan dapat berperan penting dalam mendukung perekonomian Indonesia. Badan ini dirancang untuk menjadi motor penggerak yang bisa menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja baru.

Dengan aset yang ditaksir mencapai Rp 14.000 triliun, Danantara memiliki potensi besar untuk berkontribusi secara signifikan terhadap perekonomian nasional. Hal ini bisa dicapai melalui pengelolaan yang baik dan inovatif dalam berbagai proyek yang dikelola.

Prabowo menegaskan bahwa keberhasilan investasi bukan hanya diukur dari angka semata, tetapi juga dampak sosial yang dihasilkan. Oleh karena itu, Danantara harus mampu beradaptasi dan selalu mencari inovasi untuk meningkatkan kualitas investasi yang dikelola.

Anak Buah Purbaya Resmi Bergabung di Danantara dan Jabatan yang Dipegang

Kementerian Keuangan Republik Indonesia baru-baru ini mengumumkan bahwa Masyita Crystallin, yang menjabat sebagai Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK), akan mengakhiri masa tugasnya. Masyita akan melanjutkan perannya sebagai Head of Economic & ESG Strategic Positioning di PT Danantara Investment Management (Persero) mulai 11 Februari 2026.

Deny Surjantoro, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, menyatakan bahwa penugasan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara kebijakan dan investasi guna mempercepat tujuan strategis pendalaman sektor keuangan nasional.

Dengan pengalaman yang luas di bidang makro-keuangan dan kebijakan sektor keuangan berkelanjutan, harapan besar terletak pada Masyita untuk meningkatkan integrasi antara kebijakan ekonomi dan prinsip-prinsip lingkungan, sosial, serta tata kelola (ESG) dalam strategi investasi jangka panjang.

Masyita Crystallin: Jejak Karir dan Kontribusi yang Signifikan

Selama masa jabatannya sebagai Dirjen SPSK, Masyita Crystallin terlibat dalam serangkaian reformasi penting dalam sektor keuangan. Salah satu fokus utamanya adalah penguatan kerangka stabilitas sistem keuangan yang memungkinkan ketahanan ekonomi yang lebih baik.

Selain itu, Masyita juga berperan dalam proses pendalaman pasar keuangan domestik. Pendalaman ini penting untuk menarik lebih banyak investasi dan menciptakan fleksibilitas yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan global.

Harmonisasi kebijakan dalam kerangka Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) juga menjadi salah satu pencapaian signifikan selama kepemimpinannya. Langkah ini menunjukkan komitmen untuk menciptakan ekosistem keuangan yang lebih sehat dan terintegrasi.

Komitmen Pemerintah terhadap Stabilitas Keuangan

Pergeseran tugas Masyita mencerminkan upaya pemerintah untuk memastikan kesinambungan dalam kepemimpinan yang efektif. Ini menunjukkan pentingnya tata kelola yang baik dalam menjaga stabilitas sistem keuangan Indonesia.

Deni Surjantoro juga menegaskan bahwa proses transisi ini dilakukan dengan tertib, mengikuti prinsip-prinsip good governance. Hal ini penting agar tidak ada gangguan dalam agenda reformasi yang sedang berjalan.

Kementerian Keuangan bersikeras untuk memberikan apresiasi terhadap dedikasi dan kontribusi Masyita selama menjabat. Pengakuan ini menunjukkan bahwa setiap individu berperan penting dalam menciptakan fondasi yang solid bagi sektor keuangan nasional.

Menatap Masa Depan dengan Harapan

Masyita Crystallin diharapkan bisa membawa perubahan positif dalam perannya yang baru. Dengan latar belakang yang kuat dan pemahaman mendalam tentang sektor keuangan, ia diharapkan mampu mengatasi berbagai tantangan yang ada.

Dalam peran barunya, ia akan bekerja untuk mengookestrasi kebijakan dan investasi yang mendukung agenda pembangunan nasional. Ini adalah tanggung jawab yang besar, tetapi dengan pengalaman yang terbukti, harapan terhadap kinerjanya pun tinggi.

Ke depan, peran Masyita akan menjadi sangat krusial dalam posisi strategisnya, terutama dalam mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam model investasi yang lebih luas. Seiring dengan perkembangan dunia yang semakin mempertimbangkan keberlanjutan, langkah ini menjadi sangat relevan.

Peta Merger 15 Asuransi BUMN Menurut COO Danantara

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sedang mempersiapkan sebuah langkah besar dalam industri asuransi di Indonesia. Rencana ini mencakup penggabungan 15 perusahaan asuransi pelat merah menjadi tiga entitas yang lebih fokus dan efisien.

Menurut COO BPI Danantara, Dony Oskaria, jumlah anak dan cucu usaha BUMN akan dikurangi dari 1.043 menjadi sekitar 300 entitas. Proses ini tidak hanya fokus pada perusahaan asuransi, tetapi akan menyentuh setiap sektor yang terlibat dalam Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Penegasan Dony menjelaskan bahwa struktur baru yang diusulkan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan memperkuat kekuatan bersaing di pasar. Ia menegaskan bahwa perusahaan asuransi akan diorganisasi menjadi tiga jenis: asuransi jiwa, asuransi umum, dan asuransi kredit.

Langkah ini juga direspons pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang membuka ruang diskusi terkait merger dan akuisisi dalam sektor asuransi BUMN. Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian OJK, Ogi Prastomiyono, mengatakan bahwa fase perundingan masih berlangsung dengan Indonesia Financial Group (IFG), yang mengawasi banyak entitas terkait.

Pentingnya Merger dalam Meningkatkan Efisiensi Sektor Asuransi

Merger diharapkan dapat membawa peningkatan efisiensi operasional dan potentiasi keuntungan bagi perusahaan-perusahaan yang terlibat. Dengan mengonsolidasikan layanan terhadap pasar, diharapkan akan tercipta ekosistem yang lebih stabil dan tahan banting terhadap perubahan kondisi ekonomi.

Penggabungan yang efektif akan berbuah pada penghematan biaya, peningkatan layanan pelanggan, dan penguatan posisi di pasar. Pihak manajemen optimis bahwa struktur baru ini akan memberikan nilai lebih balas kepada pemegang saham dan masyarakat luas.

Tujuannya adalah untuk menciptakan tiga entitas yang memiliki spesialisasi yang jelas. Ini akan memudahkan pengelolaan sumber daya dan memfokuskan upaya untuk memenuhi kebutuhan pasar yang semakin kompleks.

Penggabungan tersebut juga menjadi langkah strategis dalam menjaga daya saing dan inovasi di industri asuransi di Indonesia. Sektor ini harus mampu beradaptasi dengan cepat terhadap dinamika pasar global yang penuh tantangan.

Dampak Merger pada Stakeholder BUMN dan Masyarakat

Merger yang dilakukan oleh BPI Danantara berdampak luas tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga seluruh stakeholder yang terlibat. Hal ini akan mempengaruhi ribuan karyawan, mitra bisnis, dan nasabah.

Dalam jangka pendek, ada kekhawatiran mengenai ketidakpastian pekerjaan bagi karyawan yang terlibat dalam proses restrukturisasi. Namun, di sisi lain, merger ini dapat menciptakan oportuniti baru dalam bentuk kesempatan kerja yang lebih baik di perusahaan yang lebih besar dan lebih efisien.

Bagi nasabah, langkah ini diharapkan akan berujung pada perbaikan layanan dan produk asuransi yang lebih bervariasi. Dengan penggabungan, nasabah akan dapat memanfaatkan produk asuransi yang lebih lengkap dan terintegrasi.

Hal ini juga menciptakan ruang untuk inovasi produk baru, termasuk digitalisasi dalam pelayanan yang dapat mempermudah akses nasabah. Transformasi ini diharapkan dapat menjaga relevansi industri asuransi di era digital.

Kendala dan Tantangan Dalam Proses Merger

Setiap proses merger pasti dihadapkan pada berbagai kendala dan tantangan yang perlu diantisipasi. Salah satunya adalah resistensi dari karyawan yang merasa terancam posisinya akan mengharuskan manajemen untuk melakukan komunikasi yang baik.

Komunikasi efektif selama masa transisi akan menjadi kunci dalam membantu semua pihak beradaptasi dengan perubahan yang ada. Staf harus memahami alasan dibalik merger dan manfaat yang dapat diharapkan dari perubahan ini.

Selain itu, tantangan lain yang dapat muncul adalah integrasi sistem dan proses yang berbeda dari setiap perusahaan yang digabungkan. Proses ini membutuhkan waktu dan investasi untuk memastikan sistem yang baru dapat berjalan dengan baik.

Pendekatan yang terencana dan strategis dalam pengelolaan perubahan sangat penting untuk mengatasi kendala ini. Dukungan dari pihak regulator seperti OJK juga menjadi kunci untuk menjaga kestabilan sektor asuransi selama proses merger berlangsung.

Dengan pendekatan yang tepat, berbagai tantangan ini dapat diatasi demi menciptakan entitas yang lebih kuat dan kompetitif.

Umum bagi Semua Negara tentang Danantara

Jakarta, dalam konteks pengelolaan dan penataan aset negara, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menjadi topik yang hangat diperbincangkan. Chief Operating Officer (COO) lembaga ini, Dony Oskaria, menjelaskan visi dan misi dari Danantara, serta pentingnya pemahaman masyarakat mengenai perannya dalam ekonomi nasional.

Dony menegaskan bahwa Danantara adalah lembaga investasi milik pemerintah yang mengonsolidasikan aset-aset investasi negara. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa penggunaan dana tersebut dapat memberikan manfaat maksimal bagi rakyat Indonesia.

“Danantara sebagai badan investasi milik pemerintah mengkonsolidasi seluruh aset investasi dalam satu naungan. Model ini sebenarnya umum diterapkan oleh negara-negara lain di dunia,” jelas Dony dalam acara lokakarya ekonomi terbaru.

Sebagai lembaga baru, Danantara masih menghadapi skeptisisme dari sebagian publik. Dony pun berharap agar masyarakat memahami dan mendukung fungsi lembaga ini untuk pembangunan yang lebih baik.

Peran Strategis Danantara Dalam Ekonomi Indonesia

Danantara memiliki peran yang sangat strategis dalam mengelola aset negara dan meningkatkan perekonomian. Menurut Dony, lembaga ini berfungsi untuk mengoptimalkan pengelolaan BUMN yang ada dan menjadikan mereka lebih efisien. Pengelolaan yang baik dari setiap BUMN akan berimbas positif pada kondisi perekonomian secara keseluruhan.

Danantara tidak hanya berfokus pada pengelolaan aset, tetapi juga mencapai tujuan sosial yang lebih luas. Lembaga ini bertujuan untuk menciptakan peluang kerja dan mengurangi ketergantungan pada investasi asing. Melalui strategi investasi yang bijaksana, Danantara bisa mendatangkan dividen yang dapat digunakan untuk mendanai proyek-proyek publik.

Dony menambahkan bahwa keberadaan Danantara diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi. Dengan memiliki fokus pada investasi yang berbasis pada pengelolaan BUMN, Danantara memberi harapan untuk masa depan yang lebih baik.

Saya percaya bahwa kinerja Danantara akan berbanding lurus dengan pengelolaan BUMN yang profesional dan transparan. Oleh karena itu, bukan hanya tanggung jawab Danantara, tetapi juga para pemimpin BUMN untuk menjalankan tugas mereka dengan baik.

Struktur Organisasi Danantara

Dalam struktur organisasinya, Danantara dibagi menjadi dua badan utama: Danantara Asset Management (DAM) dan Danantara Investment Management (DIM). DAM berfungsi sebagai superholding yang mengelola seluruh aset BUMN. Ini dimaksudkan untuk mencegah pencampuran risiko antara operasional BUMN dan investasi yang dilakukan.

Sementara itu, DIM memiliki tugas menginvestasikan hasil dari pengelolaan BUMN dan dividen yang dihasilkan. Konsep ini bertujuan untuk memastikan bahwa dana yang diperoleh BUMN tidak hanya diputar dalam kegiatan operasional, tetapi juga dimanfaatkan untuk investasi yang lebih produktif.

“Setiap tahun, DAM diwajibkan untuk memberikan dividen kepada DIM sebagai salah satu cara untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi,” ungkap Dony. Dengan dividen ini, DIM dapat melakukan investasi yang memberikan imbal hasil bagi negara.

Inisiatif ini menunjukkan komitmen Danantara untuk memanfaatkan sumber daya yang ada secara optimal, sehingga dapat memberikan hasil yang berkelanjutan untuk masyarakat.

Harapan Dan Tanggung Jawab Danantara Untuk Rakyat Indonesia

Melalui segala inisiatif yang telah direncanakan, Danantara diharapkan dapat menjawab tantangan ekonomi Indonesia yang semakin kompleks. Dony Oskaria menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan investasi. Dengan sistem yang transparan, masyarakat dapat lebih percaya kepada lembaga ini.

Tak hanya itu, Danantara juga diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu menggerakkan sektor-sektor lain dalam perekonomian. Melalui kerja sama dengan sektor swasta serta institusi pendidikan, Danantara bisa menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Engagement dengan masyarakat pun tidak kalah penting. Edukasi mengenai pengelolaan aset dan investasi harus ditegaskan untuk masyarakat luas. Dengan begitu, masyarakat akan lebih memahami bagaimana aset mereka dikelola dan dimanfaatkan untuk kebaikan bersama.

Di masa depan, Danantara berkomitmen untuk terus memperkuat posisinya sebagai pilar utama dalam pengelolaan ekonomi negara. Dony menekankan bahwa keberhasilan lembaga ini sangat tergantung pada kolaborasi dan dukungan dari semua pihak, terutama masyarakat.

Respons Terbaru Moody’s Tentang Outlook RI, Danantara Akan Melakukan Ini

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) baru-baru ini menyikapi keputusan Moody’s Investors Service yang mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level Baa2. Namun, mereka juga menyesuaikan outlook dari stabil menjadi negatif, yang menandakan adanya tantangan yang dihadapi perekonomian nasional.

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa revisi outlook terbaru dari Moody’s ini merupakan bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap kebijakan dan penguatan kelembagaan perekonomian. Menurutnya, hal ini menjadi pengingat penting untuk meningkatkan fondasi institusi dan kebijakan ke depan.

“Kami melihat ini sebagai kesempatan untuk memperkuat langkah-langkah yang kami ambil guna mempertahankan kepercayaan di pasar,” ujar Rosan dalam pernyataannya yang diterima publik. Ini akan menjadi langkah strategis untuk menciptakan stabilitas jangka panjang bagi perekonomian Indonesia.

Peringkat investasi Indonesia tetap terjaga meskipun terdapat perubahan outlook tersebut. Hal ini mencerminkan kepercayaan terhadap ketahanan makroekonomi, disiplin fiskal, serta prospek pertumbuhan jangka panjang yang dimiliki oleh negara.

Penyesuaian outlook negatif juga menunjukkan ada urgensi dalam melakukan reformasi kelembagaan serta konsistensi kebijakan demi kelancaran agenda pembangunan nasional. Aspek ini menjadi penting dalam memastikan bahwa semua kebijakan dapat dilaksanakan dengan baik.

Pentingnya Reformasi Kelembagaan Dalam Ekonomi Nasional

Rosan menegaskan bahwa sebagai sovereign wealth fund yang baru berdiri, Danantara Indonesia sedang beradaptasi melalui fase pembangunan institusi. Dalam proses ini, mereka berfokus pada penguatan tata kelola yang lebih baik dan proses investasi yang disiplin.

Memastikan kredibilitas institusi adalah hal yang tidak bisa ditawar-tawar. Oleh karena itu, Danantara terus berupaya menjaga kepercayaan pasar melalui kinerja yang berkelanjutan dan sesuai dengan praktik internasional terbaik.

Melalui peta jalan tata kelola, Danantara Indonesia menetapkan prioritas utama yang harus diperhatikan. Ini mencakup pengambilan keputusan dan fungsi pengawasan di seluruh siklus investasi dan pengelolaan portofolio secara komprehensif.

Penerapan kerangka manajemen risiko yang terpadu juga menjadi fokus utama. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua investasi dilaksanakan dengan disiplin dan alokasi modal berbasis kelayakan komersial.

Rosan juga menekankan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan standar tata kelola di seluruh portofolio BUMN. Dengan komitmen ini, mereka berharap dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat dan investor terhadap institusi.

Strategi Ke Depan untuk Meningkatkan Kinerja

Danantara Indonesia memiliki strategi yang jelas untuk masa depan guna meningkatkan kinerja dan keberhasilan investasi. Salah satu strategi tersebut adalah memastikan bahwa semua kebijakan yang diambil selaras dengan perkembangan global yang cepat.

Peningkatan kapasitas dan sumber daya manusia juga menjadi perhatian penting. Melalui program pelatihan dan pengembangan, Danantara ingin memastikan bahwa seluruh tim mereka memiliki keterampilan yang diperlukan untuk beroperasi secara efektif.

Proses pemantauan dan evaluasi yang berkala juga akan diterapkan untuk memastikan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan tercapai. Dengan cara ini, organisasi dapat mengidentifikasi dan mengatasi potensi masalah lebih awal.

Rosan menekankan pentingnya inovasi dalam berinvestasi di bidang yang memiliki prospek baik. Dengan pendekatan yang kreatif, Danantara percaya bahwa mereka dapat menemukan peluang baru di pasar yang terus berubah.

Secara keseluruhan, fokus pada pengelolaan risiko dan inovasi investasi diharapkan akan membuahkan hasil positif untuk perkembangan ekonomi Indonesia. Keberhasilan Danantara sebagai pengelola aset negara sangat bergantung pada strategi yang diimplementasikan.

Menjaga Kepercayaan Publik dan Investor

Untuk menjaga kepercayaan publik dan investor, Danantara Indonesia berkomitmen untuk beroperasi dengan profesionalisme tinggi. Mereka memahami bahwa kepercayaan adalah kunci untuk menarik lebih banyak investasi ke dalam perekonomian nasional.

Langkah-langkah konkret akan diambil untuk meningkatkan komunikasi dengan semua pemangku kepentingan. Transparansi dalam setiap tindakan yang diambil juga menjadi bagian dari kebijakan mereka.

Diharapkan, upaya ini akan menghasilkan dukungan yang lebih besar dari masyarakat dan investor, serta menciptakan iklim investasi yang lebih baik. Dalam konteks ini, setiap langkah yang diambil Danantara akan diawasi secara ketat untuk memastikan pencapaian tujuan mereka.

Rosan menambahkan bahwa keberhasilan jangka panjang akan bergantung pada sinergi antara semua elemen di dalam lembaga, pemerintah, dan masyarakat. Kerja sama yang baik akan menciptakan dampak positif bagi pembangunan negara.

Dengan fokus yang tepat, Danantara Indonesia akan berusaha untuk menjadi salah satu institusi terdepan dalam pengelolaan aset negara demi kesejahteraan masyarakat dan stabilitas ekonomi Indonesia di masa depan.

Danantara Mulai 6 Proyek Kebanggaan Prabowo dengan Investasi Rp110 Triliun

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) baru saja meresmikan proyek besar dengan total investasi mencapai Rp 110 triliun. Proyek ini mencakup enam inisiatif hilirisasi di sektor energi, pertambangan, pertanian, dan peternakan, yang diharapkan dapat menciptakan sekitar 3.000 lapangan pekerjaan.

CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa investasi ini akan memberikan dampak signifikan baik secara langsung maupun tidak langsung. Hal ini juga melibatkan banyak pihak, termasuk usaha kecil dan menengah yang beroperasi di daerah proyek tersebut.

“Dengan proyek ini, total investasi kami ditargetkan mencapai sekitar US$ 7 miliar atau Rp 110 triliun,” ungkapnya saat konferensi pers. Ia menekankan pentingnya proyek hilirisasi dalam menciptakan multiplier effect yang dapat menggerakkan perekonomian lokal dan nasional.

Dari enam proyek yang diluncurkan, masing-masing berlokasi di sepuluh daerah yang berbeda, termasuk satu proyek di enam kota untuk sektor peternakan. Rosan menambahkan bahwa transformasi ekonomi nasional sangat bergantung pada sektor mineral, energi, dan agroindustri.

Proyek ini juga mendapatkan perhatian khusus dari Presiden Prabowo Subianto, yang melihat potensi besar dalam mendongkrak ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan meningkatnya kontribusi hilirisasi, perekonomian diharapkan dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Peluang dan Manfaat Proyek Hilirisasi

Proyek hilirisasi ini menawarkan banyak manfaat yang tidak hanya terbatas pada penciptaan lapangan kerja, tetapi juga pertumbuhan ekonomi di daerah daerah terpencil. Menurut Rosan, proyek ini diharapkan bisa mencapai kontribusi 30% dari total investasi yang masuk ke Indonesia pada tahun 2025, yang diproyeksikan mencapai Rp 584,1 triliun.

Kenaikan ini merupakan sebuah capaian signifikan, mengingat pertumbuhan hilirisasi sebelumnya sangat terpusat di beberapa daerah. Diharapkan, proyek ini dapat memperluas persebaran investasi dan potensi ekonomi ke wilayah lain.

Rencana untuk meningkatkan sebaran investasi juga mencakup inisiatif yang lebih inklusif bagi masyarakat lokal. Dengan melibatkan usaha kecil menengah, proyek ini akan menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan bagi pekerja dan pemilik usaha di komunitas di mana proyek tersebut beroperasi.

Peningkatan nilai tambah dari pengolahan sumber daya alam juga menjadi fokus utama. Setiap proyek direncanakan tidak hanya untuk menjawab kebutuhan internal tetapi juga untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui pengolahan dan produksi lokal.

Rincian Proyek Hilirisasi yang Diluncurkan

Salah satu proyek utama adalah pembangunan pabrik smelter aluminium baru yang direncanakan mampu memproduksi hingga 600.000 metrik ton aluminium per tahun. Proyek ini berlokasi di Mempawah, Kalimantan Barat, dengan tujuan mendukung ketahanan mineral nasional dan memastikan pasokan bahan baku untuk industri dalam negeri.

Selain itu, ada juga pabrik bioethanol Glenmore yang terletak di Banyuwangi, Jawa Timur, yang dirancang untuk memproduksi 100 KLPD. Proyek ini akan membantu diversifikasi energi dan meningkatkan ketahanan energi nasional dengan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Proyek hilirisasi fase-1 biorefinery di Cilacap juga menjadi perhatian. Fasilitas pengolahan ini ditargetkan mampu memproduksi 6.000 barel per hari, mendukung keamanan energi, dan berkontribusi pada pelestarian lingkungan dengan pengurangan emisi CO2 yang signifikan.

Pabrik garam olahan Segoromadu juga termasuk dalam urutan proyek. Dengan memanfaatkan teknologi mutakhir, proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk garam yang dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan industri.

Strategi Keberlanjutan dan Pembangunan Ekonomi

Pembangunan proyek hilirisasi ini tidak hanya berfokus pada keuntungan ekonomi, melainkan juga memprioritaskan keberlanjutan. Rosan menegaskan bahwa semua proyek harus dapat berkontribusi pada lingkungan dan masyarakat sekitarnya secara bersamaan.

Dengan memperkenalkan teknologi terbaru dalam proses produksi, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Keterlibatan masyarakat lokal dalam proyek ini juga diperhatikan untuk menciptakan dampak sosial yang positif.

Pemerintah pusat dan daerah bersinergi dalam memastikan bahwa proyek-proyek ini tidak hanya berjalan dengan baik dari sisi ekonomi, tetapi juga berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan sosial dan pemberdayaan masyarakat setempat.

Dengan target yang tinggi dan rencana yang matang, proyek hilirisasi ini bisa menjadi model bagi inisiatif pembangunan lainnya di Indonesia, menjadi pendorong inovasi dan perbaikan kualitas hidup di seluruh negeri.

Nilai Saham RI Murah, Balik Modal 7-8 Tahun dari Dividen Menurut Bos Danantara

Investasi di pasar saham Indonesia menunjukkan potensi yang sangat menjanjikan. Badan Pengelola Investasi Danantara mengamati bahwa tidak hanya memberikan imbal hasil yang menarik, namun beberapa perusahaan juga menawarkan dividen yang tinggi.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menjelaskan pentingnya memilih emiten dengan fundamental yang kuat. Dalam investasinya, Pandu menegaskan bahwa emiten yang dipilih harus memiliki likuiditas yang baik, kesinambungan bisnis, dan arus kas yang sehat.

Dengan merujuk pada komposisi indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI), Pandu melihat valuasi saham-saham yang tidak termasuk dalam kategori konglomerat cukup menarik. Ia mengungkapkan bahwa valuasi tersebut diperdagangkan sekitar 11 kali price to earnings ratio (PER), yang menunjukkan adanya peluang.

Analisis Valuasi Saham: Memahami Price to Free Cash Flow

Pandu menyoroti bahwa banyak investor kurang memperhatikan valuasi saham dari sisi price to free cash flow. Ia mencatat bahwa sejumlah saham di Indonesia diperdagangkan di bawah 10 kali price to free cash flow, menawarkan imbal hasil antara 11-12%.

Hal ini memberikan kesempatan bagi investor untuk mengembalikan modal dalam waktu tujuh hingga delapan tahun hanya dari dividen atau arus kas bebas. Dengan angka-angka tersebut, Pandu optimis bahwa pasar saham Indonesia memiliki prospek yang cerah.

“Jadi walaupun tidak melihat harga saham sekalipun, tawaran di pasar ini sangat menarik,” jelas Pandu. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pemahaman mendalam mengenai valuasi dapat menguntungkan investor.

Pola Perilaku Investor Ritel di Pasar Saham

Kondisi pasar saat ini didominasi oleh investor ritel yang lebih rentan terhadap sentimen. Menurut Pandu, ini menjadi momen yang baik untuk investor berani masuk ke pasar saat banyak pihak merasa khawatir.

Pandangan tersebut diadaptasi dari wisdom klasik Warren Buffett, “Be greedy when others are fearful.” Menurutnya, saat kekhawatiran melanda pasar, justru saatnya investor untuk mengambil risiko yang diperhitungkan.

Sikap optimis ini membuat Pandu merasa bahwa pasar modal Indonesia menawarkan peluang menarik bagi investor yang bersiap untuk mengambil tindakan yang lebih berani.

Strategi Danantara untuk Memasuki Pasar Saham

Pandangan dari CIO Danantara mencerminkan strategi investasi yang bijak. Pada acara Economic Outlook 2026, Pandu menyatakan bahwa Danantara telah mulai aktif berinvestasi di pasar saham.

Menurutnya, mereka telah melakukan analisis mendalam untuk memilih saham yang akan diinvestasikan. “Kita sudah berinvestasi, tetapi secara diam-diam,” ungkap Pandu, menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan untuk tidak memengaruhi pasar.

Dia juga menerangkan kriteria yang digunakan untuk memilih saham, yang meliputi fundamental yang kuat, likuiditas yang baik, dan nilai perusahaan yang menjanjikan. Pendekatan ini menunjukkan keinginan Danantara untuk berinvestasi secara cerdas.

Pentingnya Fundamental dalam Memilih Saham untuk Investasi

Pandangan Pandu menunjukkan bahwa fundamental adalah kunci dalam pemilihan saham. Ia menegaskan bahwa saham yang dipilih harus memiliki ketiga faktor utama: fundamental, likuiditas, dan value yang baik.

Ia menambahkan, pemahaman yang baik tentang sebuah perusahaan membantu dalam menilai prospeknya di pasar. Oleh karena itu, bagi investor yang ingin mengikuti jejak Danantara, sangat penting untuk mengeksplorasi informasi terkait perusahaan sebelum mengambil keputusan.

Dalam dunia investasi yang kompetitif, memiliki pemahaman yang kuat tentang faktor-faktor penting ini dapat memberikan keunggulan yang signifikan. Pandu berharap banyak investor yang belajar untuk berinvestasi dengan bijak, mengikuti jejak praktik Danantara.

6 Proyek Seharga Rp 110 Triliun Di Danantara yang Mulai Dibangun dan Daftarnya

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) baru-baru ini mengumumkan langkah signifikan dalam sektor investasi Indonesia. Mereka melaksanakan peletakan batu pertama untuk enam proyek hilirisasi yang diperkirakan akan memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal dan nasional.

Proyek-proyek ini, yang mencakup sektor energi, pertambangan, pertanian, dan peternakan, diperkirakan bernilai sekitar Rp 110 triliun. Dengan investasi ini, diprediksi akan tercipta sekitar 3.000 lapangan pekerjaan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah sekitar proyek.

Rosan Roeslani, sebagai CEO Danantara, menyatakan bahwa proyek tersebut tidak hanya berfokus pada investasi, tetapi juga bertujuan untuk menciptakan efek berganda. Hal ini termasuk peningkatan lapangan pekerjaan, pertumbuhan daerah, serta dukungan untuk usaha kecil dan menengah.

Pentingnya Proyek Hilirisasi Bagi Perekonomian Nasional

Proyek hilirisasi menjadi salah satu fokus utama pemerintah, terutama dengan dukungan dari Presiden RI Prabowo Subianto. Kehadiran proyek-proyek ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ekonomi dan masyarakat.

Dari tahun ke tahun, kontribusi investasi hilirisasi semakin meningkat. Pada tahun 2025, proyek ini diperkirakan menyumbang sekitar 30% dari total investasi yang masuk ke wilayah Indonesia, dengan nilai mencapai Rp 584,1 triliun.

Pada tahun lalu, capaian investasi hilirisasi meningkat secara signifikan, yakni sekitar 43,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan bahwa sektor hilirisasi semakin mendapatkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak.

Lokasi Strategis Proyek Hilirisasi

Proyek hilirisasi yang dilakukan oleh BPI Danantara tersebar di 13 daerah di Indonesia. Setiap lokasi dipilih berdasarkan potensi sumber daya alam dan kebutuhan pasar lokal. Proyek peternakan ayam, misalnya, tersebar di enam kota dengan potensi pertumbuhan yang tinggi.

Sektor mineral, energi, dan agroindustri menjadi tulang punggung transformasi ekonomi nasional. Dengan demikian, keberhasilan proyek hilirisasi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan sektor-sektor lain yang saling berhubungan.

Diharapkan penyebaran investasi hilirisasi tidak hanya terpusat di satu atau dua daerah saja. Sebelumnya, wilayah Maluku dan Sulawesi menjadi pusat utama, namun kini diharapkan proyek dapat menyentuh lebih banyak daerah lainnya.

Detail Enam Proyek Hilirisasi yang Diumumkan

Berikut adalah rincian dari enam proyek hilirisasi yang mendapatkan sorotan:

  1. Fasilitas pengolahan bauksit, alumina, dan aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat.
  2. Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) 2 yang juga berlokasi di Mempawah, Kalimantan Barat.
  3. Pabrik bioethanol Glenmore fase 1 yang terletak di Banyuwangi, Jawa Timur.
  4. Pabrik biorefinery (bioavtur) di Cilacap, Jawa Tengah.
  5. Proyek peternakan unggas terintegrasi yang menyentuh beberapa daerah, seperti Malang, Gorontalo Utara, Lampung Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Barat.
  6. Pabrik garam yang berlokasi di Sampang-Madura, Manyar-Gresik, dan Segoromadu 2-Gresik.

Setiap proyek tersebut tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga untuk memberikan dampak sosial yang signifikan bagi masyarakat sekitar. Harapannya, masyarakat dapat menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan oleh proyek-proyek ini.

Kehadiran BPI Danantara sebagai pengelola investasi diharapkan dapat memfasilitasi berbagai stakeholder untuk berkolaborasi dan berkontribusi dalam setiap proyek. Sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat menjadi kunci dalam kesuksesan implementasi proyek hilirisasi ini.

Dengan langkah-langkah ini, Indonesia menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. Investasi yang signifikan di sektor yang berbeda-beda menjadi harapan baru bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih kokoh.

Proyek Hilirisasi Fase 2 Danantara Maret-April 2026 Menurut Rosan

Jakarta baru saja mengalami momen penting dengan peletakan batu pertama oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara untuk enam proyek besar yang berfokus pada sektor energi, pertambangan, pertanian, serta peternakan. Dengan total nilai investasi mencapai Rp 110 triliun, proyek ini diharapkan akan memberikan dorongan signifikan bagi perekonomian negara.

Investasi yang cukup besar ini mencerminkan komitmen dari para pemangku kebijakan dan pelaku usaha untuk mendorong hilirisasi bahan mentah. Dengan menggandeng berbagai pihak, proyek ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah serta menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih banyak.

Pada kesempatan yang sama, CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyebutkan bahwa proses berikutnya terkait proyek ini akan dilakukan antara Maret hingga April 2026. Dengan timeline yang jelas, seluruh pihak terlibat diharapkan bisa memaksimalkan sumber daya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Pentingnya Hilirisasi untuk Pembangunan Ekonomi Nasional

Hilirisasi menjadi salah satu strategi utama dalam membangun ketahanan ekonomi. Dengan mengolah bahan mentah menjadi produk yang lebih bernilai, negara bisa mengurangi ketergantungan pada impor dan meningkatkan ekspor. Strategi ini tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga membantu menciptakan industri domestik yang lebih kuat.

Proyek ini tidak hanya berfokus pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan. Dalam setiap tahap proyek, pertimbangan lingkungan hidup menjadi hal yang krusial. Dengan begitu, diharapkan dampak negatif bagi lingkungan bisa diminimalisir.

Rosan menekankan pentingnya peran teknologi dalam pelaksanaan proyek. Berdasarkan evaluasi mendalam, penggunaan teknologi terbaru menjadi salah satu kunci untuk memastikan efisiensi dan efektivitas dari setiap proyek yang dilaksanakan. Dengan teknologi canggih, proses produksi bisa berjalan lancar dan hasil yang diharapkan dapat tercapai lebih cepat.

Peran Kolaborasi dalam Proyek Strategis Nasional

Kolaborasi menjadi unsur vital dalam keberhasilan proyek besar semacam ini. Berbagai pihak, termasuk pemerintah, swasta, dan masyarakat, perlu bersinergi demi mencapai tujuan bersama. Rosan menyatakan bahwa tanpa adanya kerja sama yang baik, setiap rencana besar ini akan sulit untuk direalisasikan.

Dalam konteks ini, proyek hilirisasi menjadi contoh nyata bagaimana berbagai pelaku industri bisa bekerja sama untuk memanfaatkan sumber daya yang ada. Dengan pemetaan yang jelas mengenai peran masing-masing, setiap pihak berkontribusi sesuai kapasitas dan keahlian yang dimiliki.

Oleh karena itu, refleksi terhadap setiap langkah yang diambil menjadi sangat penting. Pihak Danantara berkomitmen untuk melakukan evaluasi rutin untuk memastikan semua proyek berjalan sesuai rencana. Keputusan yang diambil harus berdasarkan data yang ada dan tidak hanya berdasar pada asumsi belaka.

Menghadapi Tantangan di Tengah Perubahan Ekonomi Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, tantangan nyata menanti proyek-proyek ambisius ini. Proyeksi ke depan pun harus mempertimbangkan berbagai faktor eksternal, seperti fluktuasi harga komoditas dan regulasi internasional. Mengantisipasi hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi semua pihak yang terlibat.

Namun, potensi keuntungan yang bisa dihasilkan dari proyek-proyek ini juga besar. Dengan strategi yang tepat, hilirisasi di sektor-sektor krusial bisa mendatangkan keuntungan jangka panjang yang signifikan. Oleh karena itu, setiap langkah dalam proyek ini harus dipertimbangkan secara matang.

Pada eksekusi proyek, pencapaian yang dirasakan sangat tergantung pada sikap optimis dan kesiapan semua pihak untuk beradaptasi. Dengan begitu, harapan besar terhadap proyek ini dapat tercapai, dan tidak hanya menjadi wacana tanpa tindakan nyata.