Memiliki riwayat kredit yang buruk sering kali menjadi hambatan bagi siapa saja yang ingin mengajukan berbagai jenis pinjaman, termasuk KPR atau kredit kendaraan. Meskipun demikian, perlu diketahui bahwa status buruk ini tidak bersifat permanen dan bisa diperbaiki jika langkah-langkah yang tepat diambil.
Ketika seseorang masuk dalam daftar hitam industri keuangan, biasanya hal ini terjadi karena skor kredit yang rendah. Akibatnya, perusahaan-perusahaan finansial berpotensi menolak aplikasi kredit baru yang diajukan oleh debitur tersebut.
Namun, berita baiknya adalah skor kredit yang buruk bisa dipulihkan seiring dengan waktu dan upaya yang tepat. Hal ini memberi kesempatan kepada debitur untuk kembali mendapatkan akses layanan kredit di masa depan.
Kepala Eksekutif Pengawas di OJK menyatakan bahwa data dalam SLIK dapat diperbarui asalkan peminjam telah memenuhi kewajiban pembayaran yang sesuai. Proses ini penting untuk mengembalikan reputasi kredit seseorang.
Yang menarik, saat ini individu pun bisa melakukan pengecekan skor kredit secara mandiri. Dengan melakukan pengecekan terlebih dahulu, seseorang bisa memahami posisinya sebelum mengajukan pinjaman dan mengambil langkah yang diperlukan.
Pentingnya Memahami Skor SLIK Dalam Pengajuan Kredit
Skor SLIK menurut OJK dibagi dalam lima kategori, yang menunjukkan seberapa baik riwayat kredit seseorang. Kategori ini memberikan gambaran jelas mengenai kelayakan peminjam untuk mendapatkan kredit baru.
Nasabah dengan skor 1 adalah yang memiliki riwayat kredit terbaik, sedangkan skor 5 menunjukkan adanya masalah serius seperti kredit macet. Hal ini juga menjadi nilai tawar yang kuat saat mengajukan permohonan kredit.
Hanya nasabah dengan skor 1 dan 2 yang biasanya mendapatkan persetujuan kredit tanpa banyak kendala. Sebaliknya, mereka yang memiliki skor 3, 4, dan 5 perlu melakukan tindakan pembersihan terlebih dahulu untuk meningkatkan catatan kredit mereka.
Untuk mengetahui skor kredit secara tepat, individu dapat memanfaatkan layanan online yang disediakan oleh OJK. Hal ini memungkinkan mereka untuk melakukan penilaian terhadap kondisi finansial mereka secara lebih akurat.
Setelah mengetahui posisi skor kredit, langkah selanjutnya adalah merencanakan tindakan yang diperlukan. Dalam hal ini, peminjam perlu cepat tanggap untuk memperbaiki catatan buruk yang ada.
Langkah-langkah Memperbaiki Riwayat Kredit yang Buruk
Jika masih ada tunggakan kredit yang belum terbayar, langkah pertama yang harus diambil adalah melunasi semua kewajiban tersebut. Melunasi utang yang ada adalah salah satu cara paling efektif untuk memperbaiki situasi kredit seseorang.
Namun, tidak jarang tunggakan muncul akibat kesalahan administrasi atau ketidaktahuan. Jika hal ini yang terjadi, peminjam disarankan untuk segera menghubungi pihak terkait dan melaporkan permasalahan yang muncul.
Setelah pelunasan dilakukan, pembaruan data SLIK akan dilakukan dalam waktu 30 hari. Dalam rentang waktu ini, peminjam perlu memastikan bahwa semua langkah yang diperlukan telah dipenuhi agar proses pembaruan berjalan lancar.
Disarankan juga untuk meminta surat keterangan lunas (SKL) sebagai bukti pelunasan utang. SKL ini dapat menjadi dokumen penting saat mengajukan pengalihan kredit baru ke lembaga keuangan.
Dari situ, debitur yang sebelumnya memiliki masalah kredit dapat memulai langkah baru dan berada di jalur yang positif dalam hal keuangan mereka.
Manfaat Memperbaiki Skor Kredit untuk Masa Depan Finansial
Memperbaiki skor kredit bukan hanya sekadar langkah untuk mengajukan kredit baru, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang bagi kondisi finansial. Dengan riwayat kredit yang baik, banyak kesempatan terbuka untuk nasabah dalam meraih impian finansial mereka.
Debitur dengan skor kredit yang baik akan lebih mudah mendapatkan persetujuan untuk berbagai jenis pinjaman di masa depan. Hal ini termasuk kesempatan untuk mendapatkan suku bunga yang lebih rendah, yang tentu saja dapat menghemat biaya pembayaran cicilan.
Di sisi lain, memiliki riwayat kredit yang baik juga meningkatkan kepercayaan dari lembaga keuangan. Bank dan institusi lainnya cenderung lebih puas dalam memberikan layanan kredit kepada nasabah dengan catatan yang bersih dan terpercaya.
Bukan hanya untuk pinjaman, skor kredit yang baik bahkan bisa membantu dalam mendapatkan asuransi dengan premi yang lebih rendah. Ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga kesehatan finansial sejak dini.
Oleh karena itu, setiap langkah yang diambil untuk memperbaiki skor kredit harus dianggap sebagai bagian dari manajemen risiko yang bijak dalam situasi keuangan pribadi. Dengan komitmen dan tindakan yang konsisten, masa depan finansial yang lebih baik dapat diraih.








