slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong QQCUAN agencuan slot88 agencuan https://bola169new.com/ phishing phishing
qqcuan AGENCUAN https://ademsari.co.id/ https://bitcoinnews.co.id/ https://dermaluz.co.id/ https://jiexpo.co.id/ https://donghan.co.id/ https://icconsultant.co.id/ https://metroindo.co.id/ https://bentogroup.co.id/ https://gatranews.co.id/ https://kacapatri.co.id/ https://gemilangsukses.co.id/ https://siomom.id/ https://situskita.id/ https://masyumi.id/ https://dapurdia.id/ https://baginasipagi.id/ https://bacaajadulu.id/ https://sukagaming.id/ https://sobatsandi.id/ https://ragaminspirasi.id/ https://salamdokter.id/
https://berita-sumatra.id/ https://seongiclik.id/ https://mangu.id/ https://daily-news.id/

Bos BI dan OJK Ungkap Capaian Ekonomi Syariah di Indonesia

Jakarta, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menegaskan bahwa sektor ekonomi dan keuangan syariah menunjukkan ketahanan yang luar biasa di tengah ketidakpastian global. Pertumbuhan ini sejalan dengan proyeksi ekonomi nasional yang diperkirakan tumbuh 5,11% (yoy) pada tahun 2025.

Pertumbuhan ini didorong oleh sektor High Value Creation (HVC) yang mencatat angka 6,2% (yoy), didukung oleh kinerja makanan dan minuman halal, pariwisata ramah muslim, serta modest fashion. Kontribusi HVC terhadap PDB meningkat signifikan, dari 25,45% pada 2024 menjadi 27% pada 2025.

Dalam sektor keuangan, pembiayaan perbankan syariah tumbuh sebesar 9,66% (yoy) pada akhir 2025. Pencapaian ini didukung oleh Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) Syariah dengan alokasi dana sebesar Rp35 triliun.

Pertumbuhan Sektor Syariah yang Berkelanjutan dan Inovatif

Destry menekankan bahwa sektor ekonomi syariah berperan penting dalam stabilitas ekonomi nasional, terutama melalui seminar Sharia Economic and Financial Outlook (ShEFO) 2026. Kinerja positif ini juga tercermin dari kenaikan pemanfaatan instrumen lindung nilai syariah, yang tumbuh hingga 86,5% (yoy).

Di bidang keuangan sosial, penyaluran zakat, infaq, dan shadaqah (ZIS) melalui lembaga amil BAZNAS mencapai Rp52,5 triliun hingga Triwulan II-2025. Angka ini mengalami kenaikan 43% dibanding tahun lalu yang sebesar Rp36,8 triliun.

Inovasi baru seperti blended finance melalui Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan, yakni 22% (yoy), dan mencatatkan outstanding akhir 2025 sebesar Rp1,4 triliun. Ini menunjukkan respons sektor syariah terhadap kebutuhan finansial yang inklusif dan berkelanjutan.

Komitmen Untuk Mendorong Literasi Keuangan Syariah

Peningkatan literasi ekonomi dan keuangan syariah kini mencapai 50,18%, hampir dua kali lipat dibandingkan tahun 2023. Destry menyatakan bahwa ini merupakan bagian dari langkah-langkah strategis untuk mengakselerasi transformasi sektor syariah.

Implementasi Blueprint Ekonomi Syariah 2030 berfokus pada penguatan rantai nilai halal dan perluasan akses pembiayaan. Bank Indonesia, OJK, dan pemangku kepentingan lainnya berkomitmen untuk mempercepat transformasi ini sebagai pilar pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi sektor syariah dalam menghadapi tantangan global serta meningkatkan kontribusinya terhadap ekonomi nasional. Dengan demikian, sektor ini diharapkan dapat terus tumbuh dengan baik.

Kinerja Memuaskan Sektor Perbankan Syariah di Tahun 2025

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, melaporkan bahwa industri perbankan syariah mengalami kinerja yang membanggakan di sepanjang tahun 2025. Total aset mencapai angka tertinggi sepanjang masa, yaitu Rp1.067,73 triliun dengan pertumbuhan sebesar 8,92% (yoy).

Dalam sektor pembiayaan, OJK mencatat nilai pembiayaan sebesar Rp705,22 triliun, yang tumbuh 9,58% (yoy) dari tahun sebelumnya. Dana Pihak Ketiga (DPK) juga menunjukkan angka positif, mencapai Rp892,99 triliun, tumbuh sebesar 10,14% (yoy).

OJK merasa optimis bahwa tren positif ini akan berlanjut pada tahun 2026, seiring dengan prospek pertumbuhan ekonomi nasional yang tetap memperhatikan risiko geopolitik dan ketidakpastian global. Momentum ini diharapkan dapat menjadi modal penting untuk membangun industri perbankan syariah yang lebih tangguh.

Sederet Capaian dan Kontribusi untuk Negeri di 2025 yang Impresif

Berdasarkan hasil analisis, tahun 2025 menjadi tahun yang sangat penting bagi BRI, yang menghadapi berbagai tantangan transformasi. Di usia ke-130 tahun, BRI terus berkomitmen untuk berkontribusi bagi perekonomian negara dan masyarakat sekitar, menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Direktur Utama BRI menjelaskan bahwa meskipun situasi perekonomian global tidak menentu, BRI tetap optimis menyongsong tahun 2026. Kinerja keuangan yang positif menjadi indikator keberhasilan strategi transformasi BRI, yang disebut sebagai BRIVolution Reignite.

Transformasi ini bukan hanya menyentuh aspek ekonomi, melainkan juga menyasar pada program-program sosial yang memperkuat keterlibatan BRI dengan masyarakat. Keberhasilan BRI selama tahun 2025 sangat diwarnai oleh langkah-langkah strategis yang berkelanjutan.

Pengembangan Strategis dalam Kepemimpinan BRI

Tahun 2025 menjadi titik balik penting bagi kepemimpinan BRI dengan diangkatnya Hery Gunardi sebagai Direktur Utama. Pengalaman lebih dari 34 tahun di industri perbankan menjadikan Hery pilihan yang tepat untuk mendorong BRI menuju arah yang lebih baik.

Dia dikenal sebagai sosok yang terlibat dalam pengambilan keputusan strategis di berbagai institusi perbankan, termasuk dalam pendirian Bank Mandiri. Dengan latar belakang yang kuat, Hery berkomitmen untuk melanjutkan transformasi BRI dengan pendekatan yang menyeluruh.

Diharapkan, kepemimpinan baru ini akan mempercepat realisasi visi BRI dan memperkuat posisinya di pasar. Hery Gunardi menekankan pentingnya keberpihakan BRI kepada masyarakat dalam setiap langkah bisnis yang diambil.

BRIVolution Reignite: Menyongsong Transformasi Keberlanjutan

Dengan Hery Gunardi di kursi kepemimpinan, BRI meluncurkan inisiatif BRIVolution Reignite, yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing di tengah perubahan cepat dunia bisnis. Inisiatif ini berfokus pada penguatan struktur pendanaan dan digitalisasi demi efisiensi operasional yang lebih baik.

BRIVolution Reignite juga mengedepankan orientasi yang customer-centric, menjadikan kepuasan nasabah sebagai prioritas utama. Dalam upaya mencapai tujuan ini, BRI berencana untuk memperluas jangkauan bisnis serta meningkatkan produktivitas di berbagai sektor.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan BRI dapat menghadapi tantangan yang ada di masa depan sembari tetap relevan dan berkontribusi di tataran nasional. Transformasi yang dijalankan diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan perekonomian yang lebih luas.

Rebranding Perusahaan yang Mencerminkan Aspirasi Masyarakat

Pada tanggal 16 Desember 2025, BRI meluncurkan Corporate Rebranding sebagai salah satu langkah dari agenda transformasi. Tujuan dari rebranding ini adalah untuk menghadirkan identitas yang lebih modern dan relevan, sekaligus mempertahankan nilai-nilai inti perusahaan.

Identitas baru ini mencerminkan komitmen BRI terhadap pemberdayaan UMKM dan peran strategis sebagai agen pembangunan. Hery Gunardi menegaskan bahwa rebranding ini sangat penting untuk menunjukkan kepercayaan BRI kepada nasabah di seluruh Indonesia, dengan pendekatan yang progresif dan penuh rasa hormat.

Dengan rebranding ini, BRI berharap dapat menjangkau lebih banyak masyarakat serta menunjukkan keseriusannya dalam beradaptasi dengan perkembangan zaman. Fokus pada nilai-nilai keberpihakan menjadi hal yang tidak bisa ditinggalkan dalam proses ini.

Kinerja Keuangan yang Solid dan Berkelanjutan

Kinerja positif BRI hingga kuartal III 2025 sangat mengesankan, dengan laba sebesar Rp41,2 triliun. Hal ini menunjukkan keberhasilan strategi penghimpunan dana murah serta peningkatan efisiensi yang dirancang untuk memperkuat fundamental perusahaan.

Total aset BRI juga mengalami pertumbuhan signifikan mencapai Rp2.123,4 triliun dan Dana Pihak Ketiga yang meningkat hingga Rp1.474,8 triliun. Pengelolaan sumber daya yang baik membawa BRI pada rasio kecukupan modal yang sehat, menjamin posisi perusahaan di pasar.

Dengan kinerja yang stabil, BRI dapat menjaga keseimbangan antara pertumbuhan yang cepat dan kehati-hatian dalam pengelolaan risiko. Ini merupakan cerminan dari manajemen yang efektif serta komitmen untuk tumbuh secara berkelanjutan.

Mendapatkan Penghargaan di Tingkat Domestik dan Global

Tahun 2025 juga menjadi tahun yang istimewa bagi BRI, dengan diraihnya lebih dari 160 penghargaan di berbagai ajang. Salah satunya adalah predikat Bank of The Year 2025, yang menunjukkan pengakuan atas kekuatan fundamental dan komitmen sosial BRI.

Prestasi tersebut menegaskan posisi BRI sebagai salah satu bank terkuat di Indonesia dan Asia Tenggara. Kinerja yang positif ini juga membawa BRI ke dalam daftar Forbes Global 2000, menunjukkan reputasi yang semakin menguat di kancah internasional.

Berdasarkan hasil ini, BRI semakin yakin untuk melanjutkan langkah-langkah strategis yang telah direncanakan. Dengan pengakuan dari berbagai lembaga, BRI mencatat kemajuan yang sangat positif dalam mencapai visi dan misinya.

Kontribusi Sosial yang Berkelanjutan bagi Masyarakat

Dalam rangka membantu perekonomian masyarakat, BRI berkomitmen untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mencapai Rp163,38 triliun hingga akhir 2025. Pembiayaan ini berdampak langsung pada pelaku usaha, sehingga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Lebih dari 1,2 juta BRILink agen juga membantu dalam meningkatkan inklusi keuangan, menjangkau banyak desa yang sebelumnya sulit mendapatkan layanan perbankan. Jaringan ini tidak hanya memberikan kemudahan transaksi, tetapi juga mendukung pengembangan ekonomi lokal.

BRI juga aktif mendukung program-program pemerintah, seperti penyediaan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat. Berbagai inisiatif seperti penyaluran KPR subsidi menegaskan peran BRI dalam menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan berdaya saing.

Capaian Pindar Dorong Inklusi Keuangan dan Pembiayaan Usaha Mikro Kecil Menengah

Layanan teknologi keuangan atau fintech semakin berperan penting dalam mendukung inklusi keuangan di Indonesia. Melalui produk-produk inovatif seperti pinjaman daring, fintech mampu menjangkau masyarakat yang sebelumnya kurang terlayani oleh layanan perbankan.

Peluang ini menjadi pengubah besar dalam cara masyarakat dalam memperoleh pinjaman. Memberikan akses ke fasilitas keuangan alternatif, mereka kini dapat memanfaatkan produk seperti Buy Now Pay Later (BNPL) dan jenis pinjaman lainnya dengan lebih mudah.

Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan bahwa tingkat inklusi keuangan Indonesia mencapai angka 80,51%. Di sisi lain, indeks literasi keuangan nasional berkelanjutan juga mengalami peningkatan, menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap keuangan semakin baik.

Peningkatan Akses Keuangan Melalui Fintech

Kehadiran layanan pinjaman daring menjadi alternatif bagi masyarakat yang tidak memiliki akses ke lembaga perbankan. Dengan cara ini, mereka bisa mendapatkan pinjaman yang dibutuhkan dengan lebih cepat dan mudah, tanpa harus bergantung pada sistem konvensional.

Keberadaan layanan ini juga memberi dukungan bagi UMKM yang sering kali kesulitan memperoleh akses pembiayaan. Dari data OJK, sebagian besar pinjaman yang diberikan melalui fintech memang ditujukan untuk sektor produktif dan UMKM.

Edukasikan dan literasi keuangan merupakan faktor penting dalam perubahan ini. Tingkat literasi yang semakin meningkat menunjukkan bahwa informasi mengenai produk keuangan kini lebih mudah diakses oleh masyarakat.

Peran Penting Fintech dalam Pembiayaan UMKM

Pembiayaan melalui layanan pinjaman daring menunjukkan pertumbuhan yang signifikan di sektor UMKM. Pada Februari 2025, data OJK mencatat angka luar biasa dari total outstanding pendanaan, di mana hampir 36,53% berasal dari sektor produktif.

Selain itu, pertumbuhan ini mencerminkan keberhasilan dari upaya edukasi yang dilakukan oleh OJK dan para pelaku di industri fintech. Keberadaan pinjaman daring memberi kesempatan bagi mereka yang sebelumnya terabaikan dalam sistem perbankan.

Faktor keterdesakan juga berperan dalam tren penggunaan pinjaman daring ini. Masyarakat yang membutuhkan akses cepat dan mudah untuk mendapatkan dana dukungan, sering kali mengandalkan layanan ini.

Strategi dan Kebijakan untuk Mendukung Inklusi

Kebijakan dari OJK merupakan hal yang sangat penting dalam mengarahkan pertumbuhan industri ini. Melalui roadmap yang jelas, penguatan lembaga keuangan dan peningkatan pendanaan pada sektor UMKM diharapkan dapat terus berlanjut.

Strategi yang tepat dalam mengembangkan layanan pinjaman daring dapat berdampak positif bagi perekonomian yang inklusif. Dengan lebih banyaknya masyarakat yang terlibat, pertumbuhan ekonomi nasional dapat dirasakan secara merata.

Tentunya, pencapaian ini tidak hanya berdampak pada peningkatan angka statistik. Lebih dari itu, kualitas hidup masyarakat juga dijanjikan dapat meningkat dengan adanya kemudahan akses terhadap layanan keuangan.