Seiring dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat, terjadi perubahan signifikan dalam pola transaksi di kantor cabang bank. Masyarakat kini lebih memilih menggunakan perangkat digital untuk melakukan transaksi, sehingga fungsi kantor cabang perlu ditinjau ulang dan dioptimalkan.
Direktur Operasional BNI, Ronny Venir, menjelaskan bahwa peran kantor cabang tidak lagi terbatas pada aktivitas transaksi. Menurut data terkini, jumlah transaksi di teller dan customer service di kantor cabang hanya mencapai di bawah 1% dari total transaksi seluruhnya.
Ronny menegaskan bahwa kini banyak nasabah yang lebih memilih menggunakan aplikasi e-channel seperti super app BNI untuk melakukan transaksi. Alasan di balik pergeseran ini adalah kenyamanan dan kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi digital.
Pergeseran Terhadap Transaksi Digital dan Edukasi Masyarakat
Dengan menurunnya transaksi di kantor cabang, BNI mengambil langkah untuk memperluas fungsi cabang menjadi pusat edukasi. Hal ini dilakukan untuk membantu masyarakat memahami peralihan dari metode transaksi konvensional ke digital yang semakin mendominasi.
Salah satu inisiatif yang diambil adalah pendirian banking café di beberapa cabang BNI. Tujuan dari banking café ini adalah untuk mengajarkan nasabah cara melakukan transaksi menggunakan digital banking, dan bukan sekadar menjadi tempat menjual kopi.
Di banking café, nasabah dapat belajar melakukan transaksi dengan biaya yang sangat terjangkau, seperti promo Rp46. Harapannya, dengan pemahaman yang lebih baik, nasabah tidak lagi perlu datang ke cabang untuk bertransaksi.
Strategi BNI dalam Menghadapi Perubahan Teknologi Perbankan
BNI berkomitmen untuk tetap mempertahankan keberadaan kantor cabang meskipun ada perubahan drastis dalam pola transaksi. Ronny menyatakan bahwa tidak akan ada pengurangan kantor cabang atau pegawai dalam waktu dekat ini, meskipun aktivitas di cabang kemungkinan akan berkurang secara bertahap.
Ronny menggarisbawahi pentingnya menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi saat ini. Walau demikian, menghilangkan fungsi kantor cabang sama sekali bukanlah solusi, karena masih ada nasabah yang membutuhkan layanan yang ada di sana.
Dia menambahkan bahwa saat ini hampir 80% dari aktivitas transaksi yang biasa dilakukan di cabang bisa dilakukan melalui platform digital yang disediakan. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya keberadaan teknologi dalam perbankan modern.
Pentingnya Keberadaan Kantor Cabang di Masyarakat
Meskipun pergeseran ke transaksi digital semakin nyata, Ronny memprediksi keberadaan kantor cabang masih diperlukan dalam jangka waktu lima tahun ke depan. Ada segmen masyarakat yang masih kurang familiar dengan teknologi, terutama di daerah-daerah yang kurang terlayani.
BNI memahami bahwa ada tantangan tersendiri dalam menerapkan teknologi perbankan di seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, mereka berupaya untuk mendidik dan memberi akses pada nasabah yang mungkin masih kesulitan dalam beradaptasi dengan perubahan ini.
Dengan pendekatan edukatif, BNI berharap dapat memperkecil kesenjangan teknologi di kalangan nasabahnya, yang selama ini menjadi perhatian serius dalam industri perbankan.
