slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong QQCUAN agencuan QQCUAN agencuan togel macau DEMO SLOT PG slot777 slot88 SLOT GACOR agencuan
https://ademsari.co.id/ https://bitcoinnews.co.id/ https://dermaluz.co.id/ https://jiexpo.co.id/ https://donghan.co.id/ https://icconsultant.co.id/ https://metroindo.co.id/ https://bentogroup.co.id/ https://gatranews.co.id/ https://kacapatri.co.id/ https://gemilangsukses.co.id/ https://siomom.id/ https://situskita.id/ https://masyumi.id/ https://dapurdia.id/ https://baginasipagi.id/ https://bacaajadulu.id/ https://sukagaming.id/ https://sobatsandi.id/ https://ragaminspirasi.id/ https://salamdokter.id/ mobil keluarga samsudin yogyakarta bongkar trik agencuan saat maen mahjong ways 2 mahjong ways 3 paling ramai di batam versi teguh dan agencuan gimana surya dari papua bisa tembus fitur emas di agencuan mahjong ways 2 agencuan kisah alysa tak sadar jackpot mahjong ways 2 mojokerto pola tabrak rijal saat main mahjong ways 2 di agencuan banjarmasin kisah akbar panennya di mahjong ways 2 bareng agencuan bali trik fauzi tembus jackpot mahjong wins 3 di agencuan medan mahjong wins 3 versi cahyadi main di agencuan depok pakai modal tipis slot gacor mahjong ways pilihan agus dari jakarta di agencuan agencuan surabaya cara wawan baca pola mahjong wins biar cuan besar anak smk terpintar gunakan beasiswa dan malah dapat puluhan juta dari mahjong ways festival lentera mahjong scatter hitam dibukit tinggi medan hebohkan warga fenomena scatter hitam di mahjong ways 2 bikin geger dari perkotaan sampai desa kemajuan teknologi 2025 auto spin 10x di mahjong ways bisa hasilkan puluhan juta mahjong ways 2 kembali curi perhatian hadirkan kejutan puluhan juta hingga ratusan juta pak slamet petani di pedalaman mendadak dapat cuan berkat bisikan roh gaib di mahjong ways 2 pelanggan warnet banjarnegara hebohkan warga usai menang besar lewat mahjong ways 2 penjual ikan di gorontalo mendadak jadi sultan usai main mahjong ways 2 pemkot malang gandeng pgsoft dan scatter hitam mahjong ways untuk tekan angka kemiskinan pemain game online makin membludak gara gara scatter hitam mahjong ways 2 di 169cuan banyuwangi jadi saksi komitmen mahjong ways 2 berkualitas chika spg mobil honda asal surabaya kejutkan pameran mobil dengan kemenangan di mahjong ways gizella memilih mahjong ways 2 sebagai favorit yang mengubah hidupnya dalam sekejap guru sd kaget hadiahdari mahjong ways 2 cair ke rekening kisah inspiratif mbak infira karyawan toko bawa pulang rezeki dari mahjong ways 2 mahasiswa yogyakarta hebohkan kampus fikri raup ratusan juta dari mahjong ways saat jam istirahat pemuda desa banyuwangi gegerkan komunitas online usai dapat scatter hitam beruntun pak tono petani cabe temanggung raup ratusan juta dari pola scatter hitam mahjong ways tukang cukur pinggir jalan dapat cuan dari mahjong ways saat menunggu pelanggan tukang roti keliling surabaya dapat cuan saat menunggu pembeli pemuda surabaya bagikan rahasia mahjong ways cair 75 juta pak apen tambal ban di kedung halang raup 201 juta dari mahjong ways pemuda pasekan main mahjong ways 2 jam 03 28 dan menang besar warga serang banten heboh main mahjong ways 2 pak harianto dapat 358 juta pria semarang ceroboh tekan spin mahjong ways cair 75 juta dalam 5 menit sweet bonanza dianggap biasa ternyata jadi jutawan di baginda799 gates of olympus viral karena pola unik di room baginda799 di baginda799 tersimpan kisah penuh cuan dari mahong ways rtp live baginda799 bikin heboh komunitas dengan formula gacor strategi mahjong ways 2 pengakuan member baginda799 di singkawang cuan dalam semalam dengan mahjong dan kombinasi baru di baginda799 mahjong wins 3 baginda799 ungkap teknik pemula paling gacor forum komunitas gempar karena pola astec meledak di baginda799 baginda799 membuka misteri mengejutkan di dalam room mahjong terungkap perjalanan scatter hitam di baginda799 tembus rp314jt pak wandi dari gorontalo beli tanah warisan setelah main mahjong ways 2 di baginda799 pensiunan polisi asal mataram pamer hasil menang slot mahjong wins 3 di baginda799 mbah minto warga tuban bikin heboh tahlilan setelah menang slot mahjong ways 2 baginda799 cewek thailand ngaku belajar trik gacor mahjong wins 3 dari komunitas baginda799 indonesia farida ibu muda padang dapat transferan misterius usai menang mahjong ways 2 baginda799 rani kasir supermarket di palopo curi perhatian setelah menang mahjong ways 2 di baginda799 tukang fotocopy bekasi bikin heboh group wa setelah tunjukin saldo mahjong wins 3 baginda799 remaja salatiga belajar trik pola hoki mahjong ways 2 lewat tutorial baginda799 faisal dari rumbai mengaku diselamatkan mahjong wins 3 baginda799 dari depresi Scatter Hitam Mahjong Ways Kompetisi Menegangkan Antara Budi dan Fikri Saat Tanding Mahjong RTP LIVE Modal 10K Bermain Mahjong Hidup Membosankan Raffi Menantang Mahjong Demi Sukses Mahjong Ways Tiru Adegan Anime dari Naruto Satpam BCA Cari Penghasilan Tambahan dari Mahjong Ways Fitur Nan Manja 169CUAN Gandeng Masyrakat Mahjong Mahjong Wins 3 Bersama Pemkab Surabaya kibarkan bendera one piece menarik perhatian perlawanan atau kekecewaaan masyarakat ramai supir truk pasang bendera one piece menjelang hut ri ternyata ini alasan bendera one piece bikin ham bergetar tak terbendung enam solusi terbaik 169CUAN untuk bali penyair kampung tepi danau toba dapat inspirasi dari mahjong ways trik rahasia cara menang mahjong ways raup cuan besar di mahjong ways mahjong ways peluang kemenangan sangat besar fakta mahjong permainan klasik youtuber bagi hasil kemenangan mahjong ways bocoran untuk menang mahjong ways.html punya ruko berkat jackpot beruntun mahjong ways maxwin 2x berturut dari mahjong ways rahasia pola mahjong ways mudah menang menangkan 10 juta jam istirahat bermain mahjong ways 169CUAN jackpot rtp live bet mini putaran ganjil metode rtp pgsoft formasi spin 169CUAN pelajaran spin genap bet hemat 169CUAN analisis bu azizah pgsoft putaran keempat 169CUAN rizal montir mobil gunakan akurasi freespin pgsoft dan pola unik di malam hari teknik ancaman bu tuti ojek online bikin RTP 169CUAN ketar ketir riski buka pikiran pemain mahjong mulai dari kisah bermain lewat 169CUAN potret prabowo cium bendera merah putih hut 80 ri 169CUAN akurasi kemenangan mahjong ways 2 rtp live 169CUAN pesta kemenangan mahjong ways 2 tutup sudirman - thamrin demo mahjong ways 2 surabaya serentak tari pacu jalur istana indonesia prabowo 169CUAN mahfud md respons mahjong ways 2 uang cerdas promo scatter merah hitam mahjong ways 169cuan slot777 slot88 slot dana situs slot gacor
https://berita-sumatra.id/ https://seongiclik.id/ https://mangu.id/ https://daily-news.id/ https://trendsmagazine.org/ slot online slot dana game online 2026 ini dinilai lebih masuk akal oleh pemain harian tren game kasino discovery 2026 mulai bergeser pemain lebih suka game ini tren mahjong ways 2026 mulai bergeser pemain lebih suka game ini pemain mengaku lebih nyaman main game online ini sepanjang 2026 bukan janji manis mahjong ways ini dipuji karena polanya lebih jelas pola destinasi 2026 dengan nuansa baru ini ramai dibahas komunitas kenapa banyak pemain berhenti pindah-pindah setelah main game satu ini mahjong ways 2 yang disebut lebih bersahabat untuk main santai pola mapping visual ini jadi pilihan utama pemain di pertengahan 2026 mahjong baru 2026 yang dianggap lebih konsisten dari versi lama mahjong ways 2 tahun 2026 yang dinilai lebih adil oleh komunitas dari tampilan hingga pola, game online ini disebut lebih matang kenapa mahjong ways ini jadi rekomendasi banyak pemain di 2026 mahjong rilis 2026 ini bikin pemain lebih percaya diri saat main pengalaman main game online ini di 2026 disebut lebih terkontrol mahjong ways 2 yang cocok untuk pemain yang tak suka risiko berlebihan pengalaman main kasino ini di 2026 disebut lebih terkontrol banyak yang awalnya ragu, game online ini justru jadi andalan mahjong wins ini dinilai lebih relevan dengan gaya main 2026 banyak yang bertahan game online satu ini hingga berbulan-bulan grafik kasino digital 2026 menunjukkan perubahan pola main pemain data grafik kasino digital: mahjong ways masih relevan di 2026 analisis grafik kasino digital 2026 dan pergeseran preferensi pemain grafik permainan digital yang membuat mahjong ways tetap diminati tren grafik kasino digital 2026 pemain kini lebih fokus stabilitas jam pola rtp menang yang paling sering dibahas pemain mahjong ways studi jam bermain mahjong ways berdasarkan pola rtp 2026 jam rtp tinggi mahjong ways antara data dan pengalaman pemain pola jam rtp mahjong ways yang dinilai lebih masuk akal tahun ini cara pemain menyesuaikan jam main berdasarkan pola rtp

Revisi UU BUMN Disahkan DPR, Pesan Penting dari Presiden Prabowo

Rancangan Undang-undang Perubahan Keempat atas Undang-undang Nomor 19/2003 tentang BUMN telah resmi disetujui oleh DPR, menjadikannya sebagai sebuah Undang-Undang. Proses ini ditetapkan dalam rapat Sidang Paripurna ke-6 masa persidangan I untuk tahun sidang 2025-2026 yang berlangsung pada 2 Oktober 2025.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Rini Widyantini, menyatakan bahwa RUU BUMN ini telah melalui proses pembahasan yang mendalam. Hasil perbincangan tingkat I menghasilkan persetujuan yang membawa agenda ini ke tahap puncak, yaitu pembicaraan tingkat II untuk pengesahan.

Rini menyampaikan pendapat akhir Presiden mengenai perubahan undang-undang ini, menyampaikan pentingnya kebijakan yang berlandaskan pada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945. Dia menekankan pentingnya prinsip kesejahteraan umum dalam setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah.

Urgensi Perubahan Undang-Undang BUMN di Tengah Dinamika Ekonomi

Seiring perkembangan zaman dan kompleksitas perekonomian, terdapat kebutuhan mendesak untuk melakukan transformasi kelembagaan dalam pengelolaan BUMN. Hal ini bertujuan agar BUMN dapat berfungsi lebih efektif dan efisien dalam memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional.

Adanya perubahan ini diharapkan juga dapat menciptakan kejelasan dalam struktur kelembagaan. Penegasan fungsi regulator dan operator yang lebih tegas menjadi langkah strategis dalam pengelolaan BUMN yang lebih baik.

Satu di antara urgensi utama dari perubahan ini adalah perlunya memperkuat tata kelola Good Corporate Governance. Hal ini merupakan pernyataan bahwa BUMN perlu bersaing di tingkat regional serta global dengan pendekatan yang lebih transparan.

Dampak Perubahan pada Tata Kelola BUMN dan Pembangunan Ekonomi

Perubahan Undang-Undang BUMN diharapkan dapat memberikan kepastian hukum terkait kedudukan BUMN dalam penyelenggaraan negara. Hal ini menjadi penting untuk menciptakan hubungan yang jelas antara BUMN dengan pemerintah, lembaga pemeriksa, serta masyarakat secara luas.

Transformasi ini juga mendorong BUMN agar berfungsi sebagai katalis pembangunan. Dengan demikian, BUMN dapat berperan aktif sebagai agen transformasi ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif bagi masyarakat.

Secara keseluruhan, perubahan ini bukan sekadar suatu langkah administratif, tetapi juga merupakan strategi untuk mempertegas posisi BUMN dalam gerakan ekonomi nasional. Hal ini sejalan dengan tujuan utama yaitu peningkatan kesejahteraan rakyat.

Melihat Masa Depan BUMN Pasca Pengesahan RUU

Dengan pengesahan RUU ini, ada harapan baru bagi masyarakat terkait peran BUMN dalam perekonomian. Transformasi yang dilakukan diharapkan akan membawa perubahan positif yang nyata dalam kehidupan masyarakat.

Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau dan mengevaluasi efek dari perubahan ini terhadap ekonomi nasional. BUMN yang kuat akan memberikan kontribusi signifikan dalam menumbuhkan perekonomian secara keseluruhan.

Dalam jangka panjang, kejelasan dan kepastian hukum dalam pengelolaan BUMN dapat menciptakan iklim investasi yang lebih baik. Hal ini berpotensi menarik investor domestik maupun asing untuk berinvestasi di sektor-sektor strategis.

Rapat Paripurna DPR RI Sahkan RUU BUMN Hari Ini

Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan ke-4 atas Undang-Undang No. 19 Tahun 2003 mengenai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sedang dalam proses pembahasan terakhir di DPR RI. Pembicaraan tingkat II dalam sidang paripurna dijadwalkan berlangsung pekan ini, dengan harapan RUU ini segera disahkan menjadi undang-undang yang berlaku.

Wakil Ketua DPR RI, Sumi Dasco, mengungkapkan bahwa agenda pembahasan akan dimulai pada hari Kamis pukul 10.00 WIB. Penantian akan keputusan ini menyisakan harapan bagi banyak pihak untuk adanya perubahan yang lebih baik dalam pengelolaan BUMN di Indonesia.

Pada intinya, terdapat perubahan signifikan terhadap 84 pasal yang terdapat dalam rancangan undang-undang ini. Ini menunjukkan bahwa terdapat berbagai aspek baru yang diusulkan, termasuk penataan kelembagaan dan peningkatan fungsi pemerintah dalam mengelola BUMN.

Pokok-Pokok Pikiran dalam RUU Perubahan ke-4 BUMN

Sejumlah 11 pokok pikiran menjadi fokus utama dalam RUU ini, yang bertujuan untuk memperkuat peran BUMN dalam perekonomian nasional. Salah satu poin yang mencolok adalah pengaturan lembaga baru yang diberi nama Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN).

BP BUMN akan menjadi lembaga yang bertanggung jawab dalam mengoptimalkan kinerja BUMN, bukan hanya sebagai pengawas tetapi juga sebagai pengarah strategis. Hal ini diharapkan dapat mendukung tujuan pemerintah dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas BUMN.

Salah satu hal baru yang diusulkan adalah larangan rangkap jabatan bagi Menteri dan Wakil Menteri dalam posisi di Direksi Komisaris BUMN. Langkah ini diharapkan dapat mencegah konflik kepentingan dan memastikan pengelolaan BUMN yang lebih transparan.

Pentingnya Kesetaraan Gender dalam BUMN

Dari aspek sosial, RUU ini juga menyoroti pentingnya kesetaraan gender di dalam BUMN. Disertakannya ketentuan tentang kesetaraan gender bagi karyawan yang menduduki posisi Direksi dan Komisaris mencerminkan komitmen dalam memberikan peluang yang sama bagi semua individu.

Dengan adanya perubahan ini, diharapkan BUMN bisa lebih responsif terhadap perkembangan di masyarakat, termasuk isu-isu sosial dan kesetaraan hak. Kesetaraan gender bukan hanya merupakan sebuah nilai moral, tetapi juga menjadi strategi yang lebih efisien dalam pengelolaan sumber daya manusia.

Penerapan kebijakan kesetaraan ini akan meliputi proses rekrutmen dan promosi di BUMN. Harapannya, ini dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif dan menghasilkan hasil yang lebih baik bagi organisasi secara keseluruhan.

Aspek Pajak dan Regulasi Baru dalam RUU BUMN

Aspek perpajakan juga menjadi fokus penting dalam RUU ini. RUU ini mengatur perlakuan perpajakan atas transaksi yang melibatkan Badan Holding Operasional dan Holding Investasi untuk memperjelas regulasi yang ada. Ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kepastian hukum dalam transaksi bisnis.

Selain itu, pengaturan mengenai pengecualian BUMN sebagai alat fiskal juga patut dicermati. Hal ini menjadi penting agar BUMN bisa berfungsi dengan baik dan tidak terhambat oleh regulasi yang terlalu ketat.

Pemeriksaan keuangan BUMN oleh Badan Pemeriksa Keuangan juga diatur dalam RUU ini. Pengaturan ini penting untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan BUMN, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja perusahaan-perusahaan milik negara.

Mekanisme Peralihan dan Rencana Aksi Selanjutnya

Mekanisme peralihan dari Kementerian BUMN kepada BP BUMN adalah salah satu perubahan signifikan yang digariskan dalam RUU ini. Ini bertujuan untuk memperjelas batas tanggung jawab dan kewenangan antara kedua lembaga tersebut.

Selain itu, jangka waktu rangkap jabatan bagi Menteri dan Wakil Menteri sebagai organ BUMN juga akan diatur secara jelas. Hal ini penting untuk menegakkan prinsip good governance dalam menjalankan fungsi BUMN.

Rencana implementasi dari RUU ini diharapkan dapat segera dilaksanakan setelah disahkan. Pembicaraan yang mendalam dan menyeluruh menjadi kunci untuk memastikan bahwa setiap perubahan yang diusulkan benar-benar bisa diterapkan dalam praktik.

Rencana Holding BUMN Karya Terbaru Menurut Danantara

Pemerintah Indonesia melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) berkomitmen untuk mempercepat program konsolidasi yang dijalankan oleh PT Danantara Asset Management (DAM). Konsolidasi ini bertujuan untuk membentuk holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor karya, yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan efisiensi setiap entitas yang terlibat.

Plt Menteri BUMN yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa target penggabungan tujuh BUMN karya menjadi tiga perusahaan dapat tercapai menjelang akhir tahun ini. Ini adalah langkah strategis yang dirancang untuk memaksimalkan potensi masing-masing perusahaan agar bisa bersaing di pasar.

Dalam pernyataannya, Dony menunjukkan optimisme bahwa proses konsolidasi akan segera membuahkan hasil. Ia menambahkan bahwa dulunya ada banyak persaingan di antara BUMN yang berfokus pada proyek serupa, sehingga langkah ini dianggap perlu untuk menjamin kinerja keuangan yang lebih sehat di masa mendatang.

Tujuan Utama Pembentukan Holding BUMN Karya

Salah satu tujuan utama dari pembentukan holding BUMN Karya adalah untuk mengurangi tumpang tindih dalam proyek yang dikerjakan. Dengan adanya spesialisasi di dalam masing-masing perusahaan, diharapkan setiap BUMN dapat lebih fokus pada bidang yang mereka kuasai.

Strategi ini juga diharapkan akan memperlancar proses pembangunan infrastruktur yang sangat dibutuhkan di Indonesia. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan infrastruktur, optimasi dari masing-masing BUMN karya menjadi sangat penting untuk menyokong program pembangunan pemerintah.

Kini, banyak proyek yang sedang dikerjakan oleh BUMN, seperti pembangunan jalan tol dan jembatan yang akan meningkatkan konektivitas antarwilayah. Setiap BUMN, sesuai spesialisasinya, akan berperan aktif dalam proyek-proyek tersebut untuk memaksimalkan hasil.

Pembagian Fokus Proyek Antara BUMN Karya

Sesuai dengan rencana, Huata Karya dan Waskita Karya akan lebih fokus pada proyek jalan tol, baik yang baru maupun yang sudah ada, serta proyek bangunan institusi dan hunian komersial. Keberadaan dua entitas ini diharapkan dapat mempercepat realisasi proyek infrastruktur yang strategis.

Di sisi lain, PT Wijaya Karya dan PT PP juga akan memfokuskan diri pada proyek pelabuhan dan bandara. Keberlanjutan dalam sektor residensial juga akan tetap menjadi perhatian, khususnya untuk mengelola aset yang tersisa dari proyek sebelumnya.

Penggabungan antara PT Adhi Karya dan PT Nindya Karya akan diarahkan pada proyek pembangunan infrastruktur yang berhubungan dengan air, rel, dan sistem transportasi. Gerakan konsolidasi ini tentu memerlukan pemetaan yang jelas agar setiap perusahaan dapat berkontribusi secara maksimal.

Proses Konsolidasi Yang Sedang Berjalan

Proses konsolidasi BUMN karya saat ini sudah berjalan sesuai dengan rencana. Dony Oskaria menegaskan bahwa tim yang terlibat dalam proses ini sedang mempersiapkan proposal awal untuk penggabungan tersebut.

Kemajuan dalam proses ini menjadi perhatian, mengingat komitmen pemerintah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas di sektor publik. Setiap langkah yang diambil juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kondisi ekonomi secara keseluruhan.

Para stakeholder, termasuk pekerja dan masyarakat, perlu diberi pemahaman mengenai transformasi ini. Edukasi yang tepat persisnya dapat meminimalisasi kecemasan yang mungkin muncul akibat perubahan struktur organisasi ini.

Prospek Masa Depan BUMN Karya Setelah Konsolidasi

Setelah proses konsolidasi selesai, masa depan BUMN karya diharapkan akan lebih cerah dengan adanya spesialisasi yang jelas. Hal ini bisa berujung pada peningkatan kualitas proyek yang dihasilkan dan lebih cepat dalam penyelesaian.

Peningkatan kinerja ini berpotensi menarik lebih banyak investasi, baik dari dalam maupun luar negeri, yang diharapkan dapat mendukung pembangunan infrastruktur. Kolaborasi antara BUMN yang telah disusun dengan ketat akan memberikan solusi yang lebih inovatif untuk tantangan yang ada.

Oleh karena itu, pemerintah dan manajemen BUMN harus terus memantau perkembangan setelah konsolidasi agar semua rencana dapat direalisasikan secara efektif. Dengan upaya bersama, visi untuk menciptakan Indonesia yang lebih baik dapat tercapai.

Kementerian Diubah Jadi BP BUMN, Tak Dilebur ke Danantara

Komisi VI DPR Republik Indonesia telah mencapai kesepakatan untuk mengajukan rancangan undang-undang perubahan keempat Undang-Undang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kepada rapat paripurna. Salah satu perubahan signifikan dalam revisi ini adalah pengalihan nomenklatur Kementerian BUMN menjadi Badan Pengaturan BUMN, yang diusulkan untuk lebih meningkatkan efektivitas fungsi BUMN.

Wakil Ketua Komisi VI, Andre Rosiade, mengungkapkan bahwa perubahan ini bertujuan untuk mengatur lembaga yang bertugas di bidang BUMN dengan lebih baik. Selain itu, langkah ini juga merupakan bagian dari penyesuaian terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan pengelolaan BUMN yang lebih profesional.

Informasi sebelumnya menyebutkan akan ada penggabungan Kementerian BUMN dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Hal ini mencuat setelah adanya pergeseran posisi Menteri BUMN, Erick Thohir, menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga.

Pada saat perombakan kabinet pada 17 September 2025, Presiden Prabowo Subianto belum menunjuk pengganti resmi untuk posisi tersebut. Sebagai alternatif, Dony Oskaria, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri BUMN, ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Menteri BUMN.

Revisi Undang-Undang BUMN ini dilakukan sekitar tujuh bulan setelah disahkannya perubahan ketiga pada Februari 2025. Usulan ini diinisiasi oleh Presiden Prabowo dan merupakan bagian dari strategi untuk menata kembali pengelolaan BUMN secara menyeluruh.

Pentingnya Revisi Undang-Undang BUMN di Era Modern

Dalam rapat awal mengenai revisi undang-undang ini, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, memberikan penjelasan bahwa tugas dan fungsi Kementerian BUMN semakin berkurang sejak keberadaan BPI Danantara. Kini, kementerian berperan lebih sebagai regulator, sementara operasional yang lebih besar diemban oleh BPI Danantara.

Prasetyo menjelaskan bahwa BPI Danantara dilengkapi dengan berbagai kemampuan yang mampu memperbaiki kinerja perusahaan-perusahaan pelat merah. Hal ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara kementerian dan badan pengelola untuk mencapai tujuan strategis pengembangan BUMN.

Sejak berdirinya, organisasi pemerintah yang berfungsi untuk mengelola perusahaan pelat merah ini telah mengalami berbagai perubahan. Berdasarkan catatan sejarah, organisasi ini mulai ada sejak tahun 1973 dan bukan dalam bentuk kementerian, melainkan bagian dari unit kerja di bawah Departemen Keuangan Republik Indonesia.

Pada tahun 1998, pemerintah kemudian mengubahnya menjadi kementerian yang dinamakan Kementerian Negara Pendayagunaan BUMN. Namun, lima tahun berikutnya, struktur tersebut ditarik kembali menjadi eselon I di Departemen Keuangan akibat kebijakan pemerintahan yang berubah-ubah.

Setelah beberapa pergeseran organisasi, di tahun 2001, Presiden Megawati Soekarnoputri memutuskan untuk kembali mengangkat pengelola BUMN setingkat kementerian. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memberikan perhatian serius terhadap sektor BUMN yang memiliki peran vital dalam perekonomian negara.

Perkembangan Terbaru dalam Pengelolaan BUMN

Pentingnya pengelolaan yang baik terhadap BUMN tidak bisa dipandang sebelah mata. Dengan perubahan yang terus bergulir, kebutuhan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan struktural menjadi semakin mendesak. Hal ini diperlukan agar BUMN bisa bersaing secara global dan tetap memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional.

Perubahan nomenklatur menjadi Badan Pengaturan juga menunjukkan bahwa ada upaya untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan BUMN. Pengelolaan yang lebih profesional diharapkan bisa mendatangkan kepercayaan publik dan investor terhadap BUMN di masa mendatang.

Dengan segala pembaruan ini, diharapkan BUMN dapat bertransformasi menjadi entitas yang lebih adaptif dan dinamis. Hal ini penting untuk memastikan bahwa mereka tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan pasar tetapi juga berkontribusi aktif terhadap pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Di tengah perubahan yang cepat ini, dukungan dari semua pihak, termasuk masyarakat dan pemangku kepentingan, sangat dibutuhkan untuk menyukseskan proses revitalisasi BUMN. Semua langkah strategis yang diambil harus diiringi dengan peningkatan kapasitas dan kemampuan sumbers daya manusia di dalamnya.

Tren Global dan Pengaruhnya terhadap Strategi BUMN

Dalam konteks perubahan yang terjadi, penting untuk mencermati tren global yang mempengaruhi pengelolaan BUMN. Persaingan pasar yang semakin ketat memaksa BUMN untuk berinovasi dan beradaptasi dengan cepat. Oleh karena itu, penyesuaian strategi menjadi keharusan.

Perubahan dalam kebijakan investasi internasional dan respons terhadap kebutuhan pasar yang berkembang harus menjadi bagian dari fokus strategis BUMN ke depan. Pemanfaatan teknologi dan kemajuan digital juga menjadi elemen penting yang tidak boleh diabaikan.

Memperkuat hubungan antara BUMN dan perekonomian global tidak hanya bermanfaat bagi perusahaan itu sendiri tetapi juga bagi perekonomian negara secara keseluruhan. Dengan terus beradaptasi dan berinovasi, BUMN diharapkan dapat berfungsi sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Dalam menghadapi tantangan dan peluang yang ada, kolaborasi antarlembaga dan para stakeholder juga menjadi kunci. Dengan bersinergi, setiap elemen dalam pengelolaan BUMN dapat berkontribusi secara optimal untuk mencapai tujuan bersama.

Akhirnya, semua perubahan yang ada bertujuan untuk menciptakan BUMN yang bukan hanya menguntungkan secara finansial tetapi juga bertanggung jawab sosial. Dengan demikian, keberadaan BUMN diharapkan dapat memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat luas dan perekonomian nasional.

Disahkan Paripurna DPR, Berikut 12 Poin Penting Revisi UU BUMN

Komisi VI DPR RI baru-baru ini mengambil langkah signifikan dengan menyetujui Rancangan Undang-Undang Perubahan ke-4 atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN). RUU ini akan dibawa ke dalam rapat paripurna DPR RI untuk disetujui menjadi undang-undang, menandakan langkah maju dalam pengelolaan BUMN.

Perwakilan pemerintah seperti Wakil Menteri Sekretaris Negara dan Menteri Hukum hadir dalam pertemuan tersebut, menunjukkan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Bahkan, revisi ini mulai dibahas sejak 23 September 2025, dengan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto sebagai pengusul utama.

Wakil Ketua Komisi VI sekaligus Ketua Panja Revisi UU BUMN, Andre Rosiade, menyampaikan bahwa dalam revisi ini terdapat 84 pasar yang diubah. Dari hasil diskusi, dia merangkum 12 poin penting yang menjadi perhatian utama dalam revisi UU BUMN ini.

Poin pertama dalam revisi adalah pengaturan lembaga yang bertugas dalam pemerintahan di bidang BUMN, yang akan dinamakan Badan Pengaturan BUMN. Hal ini sebagai langkah strategis untuk memfokuskan pengelolaan BUMN ke arah yang lebih optimal.

Dengan adanya badan baru ini, diharapkan pengawasan dan pengelolaan BUMN dapat dilakukan dengan lebih efektif. Selain itu, reaksi terhadap perubahan ini harus diantisipasi oleh pihak terkait untuk menjaga stabilitas dalam sektor ini.

Poin Penting dalam Revisi UU BUMN yang Disetujui

Salah satu poin yang penting dalam revisi adalah perubahan nomenklatur dari Kementerian BUMN menjadi Badan Pengaturan BUMN. Hal ini mencerminkan kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan BUMN.

Selain itu, revisi ini juga menambah kewenangan BP BUMN, yang diharapkan bisa mengoptimalkan peran BUMN dalam mendukung perekonomian nasional. Dengan meningkatnya peran ini, diharapkan BUMN dapat lebih adaptif terhadap perubahan pasar.

Poin lain yang signifikan adalah pengaturan dividen saham seri A Dwi Warna yang kini akan dikelola langsung oleh BP BUMN. Tentu saja, langkah ini harus disetujui oleh Presiden sebagai bentuk pengawasan yang lebih ketat.

Langkah ini juga mempertegas larangan rangkap jabatan untuk menteri dan wakil menteri yang terlibat dalam direksi, komisaris, dan dewan pengawas BUMN. Ini diambil sebagai tindak lanjut dari putusan Mahkamah Konstitusi yang mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Revisi juga menghapus ketentuan yang menyatakan bahwa anggota direksi dan dewan komisaris bukanlah penyelenggara negara. Dengan kata lain, semua orang yang terlibat dalam pengelolaan BUMN harus dapat dipertanggungjawabkan vis-a-vis kepada publik.

Kepentingan Kesetaraan Gender di BUMN

Kesetaraan gender juga mendapat perhatian dalam revisi ini, dengan mengatur agar karyawan BUMN yang menduduki jabatan strategis seperti direksi dan komisaris mendapatkan perlakuan yang sama. Ini mencerminkan semangat inklusivitas di lingkungan kerja BUMN.

Selain berfokus pada aspek manajerial, revisi ini juga memberikan perhatian terhadap aspek perpajakan. Transaksi yang melibatkan Badan Holding Operasional dan pihak ketiga kini diatur lebih jelas dalam regulasi baru.

Dari segi pengawasan, pengaturan kewenangan pemeriksaan keuangan BUMN oleh Badan Pemeriksa Keuangan juga menjadi salah satu bagian penting dari revisi ini. Hal ini bertujuan untuk menjamin akuntabilitas dan transparansi di dalam pengelolaan BUMN.

Mekanisme peralihan dari Kementerian BUMN kepada BP BUMN juga menjadi poin utama dalam revisi ini. Ini penting untuk memastikan transisi yang mulus tanpa mengganggu operasional BUMN yang ada saat ini.

Pengaturan jangka waktu rangkap jabatan menteri dan wakil menteri yang diatur dengan lebih ketat sejak putusan Mahkamah Konstitusi dijatuhkan adalah usaha lain untuk mempertegas bahwa semua pengelolaan BUMN harus mengikuti standar yang jelas.

Tantangan dan Harapan bagi BUMN Selanjutnya

Setiap perubahan dalam struktur hukum selalu diiringi tantangan, terutama dalam implementasinya. Di sinilah peran aktif semua pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk memastikan revisi ini tidak hanya tertuang dalam undang-undang, tetapi juga diaplikasikan di lapangan.

Tantangan adaptasi terhadap perubahan regulasi dalam sistem yang sudah ada tentu tak bisa diabaikan. Namun, dengan perencanaan yang baik dan pengawasan yang ketat, diharapkan BUMN dapat bertransformasi ke arah yang lebih baik.

Di sisi lain, harapan besar disematkan pada BP BUMN baru ini. Dengan otoritas yang lebih luas dan pengawasan yang lebih ketat, diharapkan kinerja BUMN dapat meningkat dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian nasional.

Revisi UU BUMN juga diharapkan membawa angin segar bagi inovasi dalam pengelolaan BUMN. Dengan perubahan ini, BUMN diharapkan dapat lebih responsif terhadap tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

Menjalin kerjasama strategis dengan sektor swasta dan menghadirkan inovasi layanan kepada masyarakat adalah langkah yang penting untuk diambil oleh BUMN ke depan.

Revisi UU BUMN Larang Menteri dan Wamen Rangkap Jabatan Eselon

Menteri Hukum Supratman Andi Agtas telah mengumumkan beberapa poin penting terkait dengan rencana perubahan Undang-Undang tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Salah satu isu utama yang menjadi sorotan adalah pelarangan rangkap jabatan bagi menteri dan wakil menteri di perusahaan BUMN. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan perusahaan milik negara.

Dalam pernyataannya, Agtas menekankan bahwa keputusan ini diterapkan hanya untuk menteri dan wakil menteri. Sementara itu, untuk jabatan eselon di kementerian, akan ada regulasi lain yang akan mengatur mengenai rangkap jabatan.

Pelarangan rangkap jabatan ini merupakan hasil dari diskusi yang panjang dan melibatkan berbagai pihak. Dalam rapat dengar pendapat umum di Komisi VI DPR, berbagai pendapat disampaikan mengenai pentingnya mengatur rangkap jabatan ini secara lebih luas.

Salah satu anggota Komisi VI DPR, Rieke Diah Pitaloka, mengusulkan agar larangan rangkap jabatan juga diterapkan untuk pejabat eselon I, II, dan lainnya. Ia menyatakan bahwa semua level pejabat di kementerian seharusnya tidak merangkap jabatan di perusahaan BUMN.

Dukungan terhadap usulan ini juga datang dari Jimmy Z. Usfunan, dosen Fakultas Hukum Universitas Udayana. Ia menegaskan bahwa pentingnya kebijakan ini berada dalam konteks pengawasan yang lebih baik di lembaga pemerintah dan perusahaan BUMN.

Pentingnya Pengawasan dan Transparansi dalam BUMN

Rangkap jabatan yang kerap terjadi dalam pemerintahan dan BUMN sering kali memunculkan konflik kepentingan. Dengan adanya larangan ini, diharapkan para pejabat dapat fokus pada tugas masing-masing tanpa adanya benturan kepentingan yang dapat merugikan masyarakat. Hal ini merupakan langkah fundamental untuk membangun kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah.

Sebuah sistem yang baik harus mampu menjaga integritas dan akuntabilitas. Apabila pejabat publik memiliki banyak posisi di berbagai perusahaan, akan berpotensi menimbulkan ketidakadilan dan merugikan masyarakat. Oleh karena itu, kebijakan ini menjadi sangat relevan.

Lebih lanjut, peningkatan pengawasan juga menjadi hal yang penting untuk memastikan bahwa BUMN bisa beroperasi lebih efisien. Pengawasan yang baik akan mendorong kinerja BUMN supaya lebih optimal dalam menjalankan fungsinya sebagai perusahaan negara.

Dalam konteks ini, keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) untuk melarang rangkap jabatan menjadi tonggak penting. Bukan hanya sekedar menjaga etika pemerintahan, tetapi juga berkaitan langsung dengan efektivitas dan efisiensi pelayanan kepada masyarakat.

Rangkap jabatan, jika tidak diatur dengan baik, cenderung memberikan ruang bagi penyimpangan. Oleh karena itu, upaya untuk menghilangkan praktik ini merupakan langkah yang strategis dan dibutuhkan untuk memperbaiki citra pemerintah.

Proses pembahasan RUU BUMN yang melibatkan banyak pihak

Rapat dengar pendapat umum (RDPU) yang dilakukan oleh Komisi VI DPR menunjukkan adanya keterlibatan banyak pihak. Diskusi melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk akademisi dan anggota DPR, yang saling memberikan pandangan mengenai pentingnya memisahkan jabatan publik dan posisi di BUMN.

Usulan Rieke Diah Pitaloka menjadi salah satu bentuk respons terhadap kebutuhan untuk memperbaiki transparansi dalam pengelolaan perusahaan negara. Penekanan pada larangan rangkap jabatan untuk semua level eselon menunjukkan keseriusan dalam menangani isu ini.

Dalam kesempatan yang sama, akademisi Jimmy Z. Usfunan mengingatkan perlunya satu kerangka hukum yang jelas jika ingin menjalankan kebijakan ini dengan efektif. Hal ini menunjukkan bahwa ada banyak aspek yang perlu dipertimbangkan dalam merumuskan aturan yang komprehensif.

Dengan kehadiran berbagai pihak dalam RDPU, diharapkan kolaborasi ini akan menghasilkan solusi yang tidak hanya bersifat legislatif, tetapi juga praktis dan bisa diimplementasikan dengan baik. Setiap usulan dan masukan layak untuk dipertimbangkan demi kemajuan pengelolaan BUMN.

Pentingnya peran legislatif dalam membuat keputusan yang berimplikasi untuk publik menjadi sorotan utama. Hal ini juga menunjukkan bahwa pengawasan dari banyak pihak adalah kunci untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Menuju BUMN yang lebih sehat dan transparan

Kebijakan larangan rangkap jabatan diharapkan mampu menghadirkan BUMN yang lebih sehat dari segi manajerial. Dengan pemisahan tugas yang jelas, struktur organisasi di dalam BUMN dapat dibangun dengan lebih efektif. Keberhasilan ini tidak hanya bergantung pada peraturan, tetapi juga pada implementasinya di lapangan.

Dengan adanya perubahan ini, diharapkan BUMN bisa lebih fokus pada menjalankan fungsi dan tujuan utamanya. Sebagai perusahaan yang dimiliki oleh negara, tanggung jawab untuk memberikan manfaat bagi masyarakat menjadi nilai yang tidak boleh dilupakan.

ASpek transparansi menjadi penting dalam menjalankan perusahaan negara. Jenis pelaporan yang jelas dan akuntabel akan memberikan kepercayaan lebih besar dari masyarakat terhadap pengelolaan BUMN. Masyarakat berhak mengetahui bagaimana sumber daya negara digunakan untuk kepentingan umum.

Strategi yang tepat dalam mengatur struktur organisasi dan pengawasan di BUMN juga dianggap penting. Dengan langkah-langkah yang mendasar, harapan untuk melihat perusahaan-perusahaan negara yang lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan publik dapat terwujud.

Di akhir, pelarangan rangkap jabatan menjadi langkah awal yang penting dalam perjalanan panjang menuju reformasi BUMN. Komitmen semua pihak untuk mendukung perubahan ini menjadi kunci untuk membangun perusahaan negara yang lebih baik di masa depan.

Perubahan RUU BUMN Diungkap Menteri Hukum, Berikut Tujuannya

Dalam upaya memperbaiki pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Menteri Hukum Supratman Andi Atgas menyampaikan rancangan Undang-Undang yang bertujuan untuk melakukan perubahan keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan peran dan fungsi Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sebagai jaminan dalam investasi yang lebih optimal.

Pemerintah berkomitmen untuk memodernisasi dan memperkuat struktur kelembagaan BUMN agar mampu berkontribusi lebih baik terhadap perekonomian nasional. Dalam rapat yang diadakan dengan Komisi VI DPR RI, Andi Atgas menegaskan bahwa transformasi kelembagaan ini sangat diperlukan.

Melalui perubahan ini, diharapkan ada sinergi yang lebih baik antara BUMN dan lembaga terkait dalam pengelolaannya. Selain itu, peraturan baru ini juga mengedepankan transparansi dan akuntabilitas di dalam manajemen BUMN.

Pentingnya Perubahan Kelembagaan dalam Pengelolaan BUMN

Perubahan kelembagaan adalah langkah penting dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan BUMN. Mengubah struktur yang ada menjadi Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) akan memberikan kejelasan tugas dan tanggung jawab.

Dalam hal ini, kekuasaan pengelolaan yang semula berada di tangan Presiden akan dialihkan kepada lembaga pemerintahan yang khusus mengelola BUMN. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan fokus dan efisiensi dalam pengelolaan aset negara.

Dengan reformasi ini, akan ada kepastian mengenai siapa yang memiliki wewenang dalam pengelolaan, yang pada gilirannya berdampak pada pengambilan keputusan strategis. Keputusan yang lebih terarah diharapkan dapat mendorong kinerja BUMN lebih optimal.

Kewenangan Badan Pengelola Investasi Danantara yang Diperkuat

Rancangan Undang-Undang ini juga menekankan penguatan kewenangan bagi Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Dengan adanya persetujuan dari Dewan Pengawas, BPI Danantara akan berfungsi sebagai penjamin dalam holding investasi.

Peningkatan wewenang ini dimaksudkan agar Danantara lebih efektif dalam menjalankan tugasnya serta bertanggung jawab terhadap semua aspek pengelolaan investasi. Ini juga menjadikan Danantara lebih terlibat dalam pengambilan keputusan strategis yang berdampak langsung terhadap BUMN.

Peningkatan kewenangan ini memungkinkan BPI Danantara untuk beradaptasi lebih baik dengan kondisi pasar yang dinamis, sehingga keputusan investasi dapat diambil dengan lebih cepat dan tepat. Keberadaan pengawasan yang ketat akan meminimalisir risiko dan potensi kerugian bagi negara.

Penegasan Tanggungjawab dalam Pengelolaan BUMN

Dalam penerapan rancangan undang-undang ini, penegasan tanggung jawab menjadi sangat krusial. Semua organ dan pegawai Badan Danantara akan tunduk pada regulasi yang mengatur tata kelola yang baik serta akuntabilitas dalam pemerintahan.

Pentingnya aspek ini adalah untuk memastikan bahwa setiap tindakan yang diambil sesuai dengan ketentuan dan memperhatikan etika yang berlaku. Penyelesaian konflik kepentingan harus menjadi perhatian utama agar kepercayaan publik tetap terjaga.

Dengan tegas menyatakan bahwa anggota direksi, Dewan Komisaris, dan Dewan Pengawas BUMN merupakan penyelenggara negara, akan lebih memotivasi mereka untuk menjalankan tugasnya dengan integritas tinggi. Hal ini juga akan memberikan ruang bagi Badan Pemeriksa Keuangan untuk melakukan pengawasan yang lebih efektif.

Dalam konteks ini, pengelolaan BUMN diharapkan dapat menjadi lebih transparan. Masyarakat akan bisa melihat dan menilai sejauh mana BUMN berperan dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional. Ini adalah langkah penting untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi negara.

Dengan dilakukannya sejumlah perubahan ini, diharapkan ada sinergi yang lebih baik antara berbagai elemen dalam pengelolaan BUMN. Dari pemerintah hingga masyarakat, semua pihak diharapkan dapat berkolaborasi demi mencapai tujuan pembangunan yang lebih besar.

Dalam kepentingan bangsa, rancangan undang-undang ini diharapkan dapat membawa perubahan signifikan. Semangat kolaborasi dan komitmen untuk meningkatkan pengelolaan BUMN akan menjadi kunci di masa depan untuk perekonomian yang lebih maju dan berkelanjutan.

83 Pasal Direvisi, Perubahan UU BUMN Rampung dalam Tiga Hari

Kota Jakarta menjadi sorotan utama saat Komisi VI DPR berhasil menyelesaikan rancangan perubahan keempat Undang-Undang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam waktu singkat. Revisi ini sangat penting mengingat dampaknya yang luas terhadap pengelolaan BUMN di Indonesia, serta kontribusinya terhadap sektor ekonomi.

Proses ini dimulai pada 23 September 2025 dan selesai pada 26 September 2025 dengan harapan dapat meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas dalam pengelolaan BUMN. Pembahasan ini merupakan langkah konkret untuk memperbaiki sejumlah aspek dalam UU BUMN yang telah ada sebelumnya.

Pengesahan undang-undang terbaru ini memberikan ruang bagi Indonesia untuk merestrukturisasi cara pengelolaan perusahaan milik negara. Selain itu, revisi ini diharapkan juga dapat memberikan landasan hukum yang lebih kuat mengenai posisi dan tanggung jawab pejabat BUMN.

Suasana di Gedung DPR RI terasa dinamis saat rapat perdana mengenai revisi berlangsung. Hal ini menunjukkan bahwa DPR sangat serius dalam menyempurnakan regulasi yang ada agar sejalan dengan kebutuhan perkembangan zaman.

Kedudukan kalangan masyarakat juga tidak luput dari perhatian. Beberapa masukan dari berbagai kalangan telah diakui dan diintegrasikan dalam proses revisi ini, menunjukkan adanya partisipasi publik yang aktif.

Proses Rapat dan Pembahasan Rancangan Perubahan UU BUMN

Rapat yang melibatkan berbagai pihak dimulai dengan pembahasan mendalam mengenai setiap pasal yang diusulkan untuk diubah. Keterlibatan anggota Komisi VI DPR serta menteri terkait menjadi kunci dalam memastikan bahwa setiap aspek diperhatikan. Dengan melakukan diskusi intensif, mereka bertujuan untuk menghasilkan rekomendasi yang komprehensif dan sesuai kebutuhan.

Wakil Ketua Komisi VI sekaligus Ketua Panja Revisi UU BUMN, Andre Rosiade, menyatakan bahwa 84 pasal mengalami perubahan. Ini mencakup penyesuaian yang diperlukan berdasarkan putusan dari Mahkamah Konstitusi yang relevan dengan permasalahan saat ini.

Andre menegaskan bahwa tidak ada aspek yang terburu-buru dalam proses ini. Semua tahapan dilaksanakan dengan transparan dan melibatkan penilaian yang mendalam sebelum keputusan akhir diambil.

Berbagai argumen dan pandangan dari para anggota DPR juga disaring untuk memastikan bahwa kebaikan masyarakat menjadi fokus utama dalam penyesuaian ini. Dengan cara ini, diharapkan masyarakat dapat melihat dampak positif dari revisi yang dilakukan.

Pentingnya Revisi Undang-Undang BUMN dalam Konteks Hukum dan Kebijakan Publik

Revisi ini tidak hanya sekadar mengubah isi undang-undang, tetapi juga berfungsi sebagai instrumen dalam memastikan stabilitas dan kemajuan dalam sektor BUMN. Dalam waktu ke depan, pertanggungjawaban hukum terhadap pejabat BUMN menjadi semakin jelas. Ini merupakan langkah signifikan untuk mencegah potensi penyalahgunaan wewenang.

Selain itu, revisi ini juga memberikan kejelasan mengenai status pejabat BUMN yang saat ini berada dalam posisi ambigu. Melalui perubahan ini, setiap pejabat yang terlibat diharapkan dapat beroperasi di bawah bingkai hukum yang lebih kuat dan tegas.

Proses revisi ini merupakan respons terhadap dinamika kebutuhan pemerintahan yang terus berkembang. Menyadari pentingnya keterlibatan masyarakat dalam agenda ini, DPR telah berusaha untuk menjaring masukan yang konstruktif dari publik.

Dengan demikian, proses hukum ini tidak hanya bersifat internal, tetapi juga melibatkan interaksi aktif dengan masyarakat. Hal ini diharapkan dapat menciptakan regulasi yang lebih responsif terhadap kebutuhan publik.

Peran Masyarakat dalam Proses Revisi Undang-Undang BUMN

Publik memiliki andil yang signifikan dalam proses revisi ini. Masukan dari berbagai elemen masyarakat menghadirkan perspektif yang berbeda dan memperkaya pembahasan yang ada. Pendapat yang diungkapkan oleh pakar, akademisi, dan masyarakat umum membantu mengarahkan fokus kepada isu yang perlu mendapat perhatian lebih.

Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, menekankan bahwa banyak dari masukan yang diberikan sudah dikumpulkan selama periode panjang, mencerminkan kebutuhan untuk melakukan revisi lebih awal. Keterlibatan ini menunjukkan bahwa legislasi seharusnya mencerminkan aspirasi masyarakat yang lebih luas.

Melalui rapat dengar pendapat yang melibatkan akademisi ternama, DPR berupaya menciptakan hukum yang lebih relevan dan dapat diterima oleh masyarakat. Keterlibatan ini diharapkan tidak hanya memberi legitimasi, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintahan.

Seiring waktu, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi objek hukum, tetapi juga subjek yang aktif terlibat dalam proses pembuatan keputusan. Menciptakan jalur komunikasi yang efektif antara pemerintah dan masyarakat akan menjadi landasan bagi kesuksesan kebijakan ke depan.

Kementerian BUMN Turun Kasta dan Pembagian Tugas dengan Danantara

Pemerintah melalui Komisi VI DPR RI telah mengumumkan rencana untuk mengubah nomenklatur Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi Badan Pengaturan BUMN. Perubahan ini akan diatur dalam revisi Undang-Undang (UU) BUMN yang baru, menghasilkan transformasi yang signifikan dalam struktur tata kelola BUMN di Indonesia.

Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, menegaskan bahwa meskipun Badan Pengaturan BUMN setara dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), keduanya akan memiliki tugas dan fungsi yang berbeda. Penataan ini diharapkan dapat memperkuat pengelolaan dan regulasi di bidang BUMN, sekaligus meningkatkan efisiensi dan transparansi.

Perubahan tersebut adalah langkah jelas menuju reformasi dalam menciptakan good governance bagi badan usaha milik negara. Hal ini diharapkan akan berdampak positif pada kesejahteraan rakyat Indonesia dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Tugas dan Fungsi dari Badan Pengaturan BUMN

Menurut Supratman, Badan Pengaturan BUMN akan berfungsi sebagai regulator, sedangkan BPI Danantara berperan sebagai pelaksana. Dengan demikian, kedua lembaga ini akan saling mendukung dalam mencapai tujuan pembangunan yang lebih besar.

BP BUMN juga akan bertanggung jawab atas pengawasan dan pemantauan dalam operasional BUMN, yang diharapkan dapat mengurangi praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang. Ini adalah tonggak penting dalam upaya menciptakan tata kelola yang baik dan bertanggung jawab.

Sementara itu, pemegang saham di BUMN akan dipisahkan berdasarkan jenis saham yang dimiliki. BP BUMN akan mewakili pemegang saham seri A Dwiwarna, sementara BPI Danantara akan menjadi pemegang saham seri B. Pembagian dividen akan diatur lebih lanjut dalam peraturan presiden yang akan datang, menandakan transparansi yang lebih besar dalam pengelolaan dana BUMN.

Proses Revisi UU BUMN dan Implikasinya

Revisi UU BUMN ini telah diselesaikan dalam waktu tiga hari oleh Komisi VI DPR. Rapat pertama yang membahas hal ini diadakan pada tanggal 23 September 2025, menandakan komitmen DPR untuk mempercepat proses legislasi demi perbaikan struktur BUMN.

Rencana revisi ini diusulkan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, yang mendorong penguatan peran BUMN dalam ekonomi nasional. Dengan langkah ini, diharapkan BUMN dapat lebih berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Setelah perdebatan dan diskusi yang intens, rancangan perubahan UU tersebut akan dibawa ke pembahasan kedua untuk disetujui dalam rapat paripurna DPR. Proses ini sangat penting untuk memastikan bahwa semua aspek yang telah dibahas dapat diimplementasikan secara efektif.

Peran dan Tanggung Jawab Kepala BP BUMN di Masa Depan

Kepala BP BUMN yang akan ditunjuk oleh Presiden RI diharapkan memiliki kompetensi dan pengalaman yang memadai dalam mengelola perusahaan milik negara. Dalam pengawasan dan regulasi, peran kepala lembaga ini akan sangat vital untuk memastikan implementasi yang tepat dari peraturan yang telah ditetapkan.

Diharapkan bahwa kepala BP BUMN akan membangun sinergi dengan berbagai pihak, termasuk dengan perusahaan dan institusi keuangan, untuk menciptakan ekosistem yang produktif. Sinergi ini penting dalam mengoptimalkan potensi BUMN di berbagai sektor ekonomi.

Pentingnya kolaborasi antara BP BUMN dan BPI Danantara menjadi sorotan. Dengan membangun kerja sama yang erat, kedua lembaga ini dapat menciptakan struktur organisasi yang efisien dalam menjalankan misinya masing-masing di bidang regulasi dan pelaksanaan.

Kontribusi Badan Usaha Milik Negara terhadap Kesejahteraan Rakyat

Dengan adanya badan yang diatur lebih baik, diperkirakan kontribusi BUMN terhadap kesejahteraan rakyat akan semakin nyata. Struktur baru ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi dalam pengelolaan dana dan hasil usaha yang dilakukan oleh BUMN.

Inisiatif tersebut diharapkan menjadi katalis bagi pelibatan masyarakat dalam proses pembangunan. Selain itu, BUMN dapat berperan sebagai motor penggerak bagi sektor swasta untuk berinvestasi di berbagai bidang, menciptakan lapangan pekerjaan lebih luas.

Pengelolaan yang lebih terstruktur dan efisien diharapkan berkontribusi dalam peningkatan daya saing ekonomi nasional. Hal ini diharapkan akan membantu mendorong perekonomian yang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

Revisi UU BUMN Siap Diparipurnakan Setelah 84 Pasal Diubah

Dalam perkembangan terkini, Komisi VI DPR telah mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) yang mengubah secara signifikan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Keputusan tersebut diambil setelah proses panjang dan pembahasan yang intensif dalam beberapa hari terakhir, dimulai sejak 23 September 2025 hingga hari ini.

Pengesahan ini menandai langkah penting bagi pemerintah dalam memperbarui struktur dan regulasi BUMN di Indonesia. RUU yang disepakati adalah hasil dari kerja keras Panitia Kerja yang berdedikasi untuk merumuskan kebijakan yang lebih efektif dan relevan dengan perkembangan zaman.

Wakil Ketua Komisi VI, Andre Rosiade, menjelaskan bahwa terdapat 84 pasal yang akan diubah, mencakup 11 pokok pikiran yang utama. Hal ini menandakan adanya perubahan besar dalam pengaturan dan fungsi BUMN di Tanah Air.

Poin-Poin Penting Dalam RUU Perubahan Keempat UU BUMN

Andre menegaskan bahwa salah satu poin utama dalam RUU tersebut adalah perubahan nomenklatur Kementerian BUMN menjadi Badan Pengaturan BUMN. Dengan perubahan ini, diharapkan pengelolaan dan pengaturan BUMN akan lebih terstruktur dan efisien.

Lebih lanjut, UU baru ini juga akan melarang Menteri dan Wakil Menteri merangkap jabatan sebagai direksi atau komisaris di BUMN. Kebijakan ini merupakan respons terhadap putusan Mahkamah Konstitusi dan berupaya menciptakan transparansi serta akuntabilitas dalam pengelolaan BUMN.

Dari sudut pandang hukum, status pejabat BUMN akan kembali dianggap sebagai penyelenggara negara. Langkah ini diharapkan dapat memudahkan aparat penegak hukum dalam mengambil tindakan jika diperlukan, tanpa adanya keraguan terkait status kepegawaian pejabat BUMN.

Detail Pokok Pikiran Dalam RUU yang Disepakati

Berikut adalah 11 poin pokok pikiran yang dihimpun dari penjelasan Andre dan disepakati dalam RUU ini: Pertama, penambahan kewenangan bagi BP BUMN untuk mengoptimalkan perannya dalam pengelolaan BUMN. Ini akan memperkuat posisi BP BUMN dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.

Kedua, pengaturan deviden saham seri A Dwi Warna yang akan dikelola langsung oleh BP BUMN dengan persetujuan dari Presiden. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan kontrol yang lebih baik atas keuangan BUMN.

Ketiga, menghapus ketentuan yang menyatakan bahwa anggota Direksi dan Dewan Komisaris bukan merupakan penyelenggara negara. Perubahan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan pemahaman mengenai posisi para pejabat di BUMN.

Perubahan yang Mendorong Kesetaraan dan Keberlanjutan

Langkah keempat adalah penegakan kesetaraan gender bagi karyawan BUMN yang menduduki jabatan Direksi, Komisaris, dan Manajer. Dengan demikian, diharapkan akan ada kesempatan yang sama bagi setiap individu, tanpa memandang jenis kelamin.

Selanjutnya, perlakuan perpajakan atas transaksi yang melibatkan Badan Holding Operasional dan Holding Investasi juga diatur secara lebih ketat dalam peraturan pemerintah. Hal ini bertujuan untuk menciptakan iklim investasi yang lebih adil dan transparan.

Poin keenam mengatur pengecualian pengurusan BUMN yang ditetapkan sebagai alat fiskal dari BP BUMN. Kebijakan ini diharapkan dapat membuat pengelolaan BUMN lebih fleksibel dan adaptif terhadap perubahan ekonomi.

Transparansi dan Pengawasan dalam RUU BUMN

Pengaturan tentang kewenangan pemeriksaan keuangan BUMN oleh Badan Pemeriksa Keuangan menjadi poin ketujuh. Hal ini menekankan pentingnya audit dan transparansi dalam pengelolaan keuangan BUMN untuk menjaga akuntabilitas.

Pengaturan mekanisme peralihan dari Kementerian BUMN kepada BP BUMN juga menjadi salah satu fokus. Proses ini diharapkan tidak akan mengganggu operasional BUMN yang ada dan dapat berlangsung secara lancar.

Terakhir, terdapat pengaturan mengenai jangka waktu rangkap jabatan Menteri atau Wakil Menteri sebagai organ BUMN dengan penegasan berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi. Ini menandai komitmen pemerintah untuk mematuhi hukum dan regulasi yang ada.