slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong QQCUAN agencuan slot88 agencuan https://bola169new.com/ phishing phishing
qqcuan AGENCUAN https://ademsari.co.id/ https://bitcoinnews.co.id/ https://dermaluz.co.id/ https://jiexpo.co.id/ https://donghan.co.id/ https://icconsultant.co.id/ https://metroindo.co.id/ https://bentogroup.co.id/ https://gatranews.co.id/ https://kacapatri.co.id/ https://gemilangsukses.co.id/ https://siomom.id/ https://situskita.id/ https://masyumi.id/ https://dapurdia.id/ https://baginasipagi.id/ https://bacaajadulu.id/ https://sukagaming.id/ https://sobatsandi.id/ https://ragaminspirasi.id/ https://salamdokter.id/
https://berita-sumatra.id/ https://seongiclik.id/ https://mangu.id/ https://daily-news.id/

10 Buku Rekomendasi Warren Buffet yang Wajib Dibaca untuk Investor

Warren Buffet, sosok yang dikenal sebagai investor legendaris dan CEO Berkshire Hathaway, selalu menekankan pentingnya membaca dalam mencapai kesuksesan. Ia mengungkapkan bahwa dirinya mampu menyelesaikan antara 600 hingga 1.000 halaman setiap harinya, dan sekitar 80% dari waktu yang ia miliki dihabiskan untuk membaca. Kebiasaan ini telah menjadi pilar utama dalam membentuk pandangan dan strategi investasinya.

Buffet sering membagikan rekomendasi buku yang telah membentuk cara pandangnya terhadap investasi, bisnis, dan kehidupan secara umum. Dari surat-surat kepada pemegang saham hingga wawancara-wawancara di berbagai kesempatan, ia telah merangkum pengalaman dan pengetahuannya ke dalam buku-buku yang sangat berpengaruh. Berikut adalah sepuluh buku yang sangat dianjurkan oleh Buffet untuk dibaca oleh para investor dan pebisnis.

Satu hal yang pasti, buku-buku ini mengandung wawasan berharga yang dapat mengubah cara berpikir dan pendekatan kita terhadap dunia investasi. Dalam setiap buku, terdapat pelajaran penting yang bisa diambil, jika kita mau belajar dan menerapkannya dengan bijak.

10 Buku yang Direkomendasikan Warren Buffet untuk Investor dan Pebisnis

1. The Intelligent Investor oleh Benjamin Graham adalah salah satu buku yang paling sering disebut Buffet. Dikenal sebagai salah satu fondasi utama dalam dunia investasi, buku ini memberikan panduan yang mendalam tentang prinsip investasi nilai. Buffet mengatakan bahwa Bab 8 yang membahas fluktuasi pasar mengubah cara pandangnya dalam berinvestasi.

2. Poor Charlie’s Almanack yang disunting oleh Peter D. Kaufman berisi kumpulan pidato dan esai dari Charlie Munger, partner investasi Buffet. Dalam buku ini, Munger menjelaskan pendekatan pengambilan keputusan yang melibatkan berbagai disiplin ilmu, memberikan pemahaman yang lebih luas tentang investasi.

3. Security Analysis, karya Benjamin Graham dan David Dodd, merupakan panduan teknis yang lebih mendalam dibandingkan dengan The Intelligent Investor. Buku ini dianggap sebagai “kitab suci” bagi investor nilai, di mana Buffet sendiri belajar banyak dari kedua penulis tersebut selama masa studinya.

4. Where Are the Customers’ Yachts? oleh Fred Schwed Jr. adalah buku humor yang mengungkap berbagai konflik kepentingan di Wall Street. Buffet menyebutnya sebagai salah satu buku paling lucu tentang investasi, yang mencerminkan realitas pahit dunia keuangan.

5. Business Adventures oleh John Brooks telah menjadi referensi terkenal di kalangan investor, berkat rekomendasi dari Buffet kepada Bill Gates. Buku ini menggambarkan berbagai kisah bisnis yang mencerminkan fakta bahwa kegagalan dan keberhasilan dalam bisnis memiliki prinsip-prinsip yang tetap konstan seiring berjalannya waktu.

Memahami Pelajaran Berharga dari Setiap Buku

6. Common Stocks and Uncommon Profits oleh Philip Fisher memberikan panduan tentang cara menilai kualitas perusahaan. Buku ini sangat dihargai oleh Buffet, yang selalu membagikan wawasan Fisher dalam berbagai forum dan wawancara.

7. The Outsiders oleh William N. Thorndike membahas tentang CEO yang berhasil dalam alokasi modal. Dalam buku ini, terdapat profil delapan eksekutif tidak konvensional yang telah berhasil meningkatkan nilai perusahaan mereka secara signifikan, termasuk satu bab tentang Tom Murphy, yang menjadi manajer bisnis favorit Buffet.

8. How to Win Friends and Influence People oleh Dale Carnegie adalah satu-satunya buku dalam daftar ini yang tidak berfokus pada investasi. Buffet mengakui bahwa kursus yang diambilnya dari Carnegie mengubah hidupnya dan meningkatkan kemampuan komunikasinya, yang sangat berharga dalam membangun kariernya.

9. The Little Book of Common Sense Investing oleh John C. Bogle membahas pentingnya berinvestasi secara pasif dengan biaya rendah. Buffet secara konsisten mendukung filosofi Bogle dan menganggap buku ini sebagai panduan penting bagi setiap investor.

10. Shoe Dog oleh Phil Knight mengisahkan perjalanan pendiri Nike, dan dalam surat pemegang sahamnya, Buffet menilai buku ini sebagai salah satu yang terbaik yang ia baca. Knight menceritakan dengan jujur tantangan yang dihadapi dalam membangun merek besar, memberikan inspirasi dan pelajaran untuk setiap entrepreneur.

Strategi Membaca dan Berinvestasi dari Warren Buffet

Buffet percaya bahwa membaca adalah investasi terbaik yang bisa dilakukan seseorang. Dengan menginvestasikan waktu untuk memahami berbagai wawasan dari buku-buku ini, para pembaca dapat memperkaya perspektif mereka tentang strategi investasi yang tepat. Ini akan membantu dalam membuat keputusan yang lebih bijak dan meminimalisir risiko dalam berinvestasi.

Kebiasaan membaca yang dibangun Buffet seharusnya juga menjadi teladan bagi para investor muda. Memahami dan menerapkan prinsip-prinsip yang diajarkan dalam buku-buku ini dapat menghasilkan manfaat jangka panjang. Dengan kata lain, investasi dalam pengetahuan mutlak merupakan fondasi yang kuat untuk sukses berkelanjutan.

Sebagai catatan terakhir, Warren Buffet tidak hanya sukses karena kecerdasannya dalam berinvestasi, tetapi juga karena kemampuannya untuk terus belajar dan berkembang. Buku-buku yang direkomendasikannya mencerminkan pengalaman dan filosofi yang telah menggiringnya ke puncak dunia bisnis dan investasi. Melalui buku-buku tersebut, kita dapat menemukan kunci untuk menciptakan kesuksesan yang serupa.

Buku Broken Strings Disorot KemenPPPA, Child Grooming Ancaman Nyata

Isu child grooming telah menjadi perhatian masyarakat belakangan ini, terutama setelah rilisnya buku berjudul “Broken Strings” yang ditulis oleh Aurelie. Karya ini membawa pesan penting mengenai perlunya kesadaran kolektif dalam menangani fenomena kekerasan terhadap anak yang sering terjadi di sekeliling kita.

Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menganggap karya ini sebagai pengingat akan urgensi untuk mengedukasi masyarakat. Menyadari bahwa kekerasan anak dapat terjadi pada siapa saja, semua pihak diharapkan bersatu dalam menguatkan sistem perlindungan anak.

Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 menjadi landasan hukum yang menegaskan bahwa setiap anak berhak mendapatkan perlindungan dari segala bentuk kekerasan, termasuk eksploitasi dan diskriminasi. Dengan adanya undang-undang ini, harapan besar muncul untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak di seluruh Indonesia.

Penting bagi orang tua, pendidik, dan masyarakat untuk lebih peka terhadap indikasi kekerasan atau grooming. Membangun komunikasi terbuka dengan anak merupakan langkah awal yang dapat diambil untuk mencegah terjadinya kekerasan.

Jika masyarakat mendapati tanda-tanda child grooming, penting untuk segera mengambil tindakan yang tepat. Melaporkan ke pihak berwenang, seperti Unit Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak, dapat menjadi langkah krusial dalam penanganan masalah ini.

Pentingnya Kesadaran dan Pendidikan tentang Child Grooming

Kesadaran masyarakat akan istilah child grooming masih sangat minim. Hal ini menjadikan anak-anak rentan terhadap tindakan predator yang berpotensi mengancam keselamatan mereka.

Pendidikan mengenai child grooming harus dimulai dari usia dini di lingkungan keluarga dan sekolah. Dengan pemahaman yang baik, anak-anak diharapkan dapat mengenali tanda-tanda bahaya dan melindungi diri mereka sendiri.

Orang tua perlu dibekali dengan pengetahuan mengenai cara terbaik untuk mendiskusikan isu-isu ini dengan anak-anak mereka. Dialog terbuka tidak hanya merekomendasikan langkah pencegahan, tetapi juga membantu anak merasakan kenyamanan untuk berbagi pengalamannya.

Pendidikan tentang child grooming juga harus melibatkan guru dan pendidik. Mereka memainkan peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman untuk anak-anak.

Keterlibatan masyarakat dalam program edukasi dan pelatihan mengenai child grooming sangat diperlukan. Semakin banyak orang yang paham, semakin besar harapan untuk melindungi anak-anak dari risiko yang ada.

Langkah-Langkah yang Dapat Diambil untuk Melindungi Anak

Agar anak-anak terlindungi dari kemungkinan terjadinya child grooming, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan. Pertama, orang tua harus mendidik anak-anak tentang pentingnya privasi dan batasan pribadi.

Kedua, penting bagi orang tua untuk mengenali teman-teman dan lingkungan sosial anak. Ini membantu mereka untuk lebih memahami siapa yang berinteraksi dengan anak-anak mereka.

Pengawasan yang efektif juga menjadi aspek krusial. Orang tua perlu membatasi akses anak terhadap media sosial dan memberikan edukasi tentang bahaya dari interaksi online yang tidak dikenal.

Selain itu, aktif berkomunikasi dengan anak dan menciptakan suasana nyaman bagi mereka untuk berbicara mengenai pengalaman atau kekhawatiran yang mereka alami sangat penting. Sehingga anak merasa aman untuk mengungkapkan perasaannya.

Jika ada indikasi bahaya atau kejadian mencurigakan, orang tua dan guru harus segera melaporkannya ke pihak berwenang. Tindakan cepat bisa menjadi penyelamat bagi anak.

Pentingnya Kerja Sama Antara Masyarakat dan Pihak Berwenang

Pencegahan tindakan grooming membutuhkan kerja sama yang kuat antara masyarakat dan pihak berwenang. Komunitas perlu bersinergi untuk menciptakan lingkungan yang aman dan responsif terhadap isu ini.

Dialog antara orang tua, guru, dan pihak berwenang mesti terjalin dengan baik. Kerja sama ini menciptakan saluran informasi yang lebih efisien dalam memberikan perlindungan bagi anak-anak.

Pihak berwenang perlu meningkatkan kesadaran melalui kampanye dan sosialisasi di berbagai platform. Masyarakat yang terinformasi baik akan lebih proaktif dalam melindungi anak-anak mereka.

Program-program yang melibatkan anak-anak dalam kegiatan positif juga dapat memperkuat jaringan perlindungan ini. Dengan lebih banyak kegiatan yang melibatkan komunitas, anak-anak dapat mengembangkan kepercayaan diri dan keterampilan sosial yang baik.

Terakhir, evaluasi dan pengawasan terhadap kebijakan perlindungan anak juga harus diperkuat untuk mencapai hasil yang optimal. Semua lapisan masyarakat harus berperan dalam melindungi generasi penerus agar tumbuh dalam lingkungan yang aman.

Banyak Kredit Mobil Macet, Multifinance Hapus Buku Rp22 Triliun

Kredit macet di sektor multifinance telah menjadi perhatian serius dalam beberapa tahun terakhir, menandakan tantangan yang mulai melanda industri ini. Dengan total mencapai Rp22 triliun yang dihapus buku, masalah ini mencerminkan kesulitan yang dihadapi oleh lembaga keuangan dalam menagih utang.

Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Suwandi, mengungkapkan bahwa rasio kredit bermasalah atau non-performing financing (NPF) multifinance berada di kisaran 2,5%. Hal ini menunjukkan adanya 2,5% kredit macet dari total pembiayaan industri yang mencapai Rp507,1 triliun per September 2025.

Nilai NPF tersebut dihitung berdasarkan keterlambatan pembayaran di atas 10 hari. Namun, tantangan semakin besar ketika kredit tersebut dibiarkan macet dalam jangka waktu yang lebih lama.

Masalah Utama Kredit Macet di Sektor Multifinance

Penting untuk memahami bahwa kredit macet yang masuk dalam kategori NPFB berat sering kali berujung pada keputusan untuk dihapus dari buku. Proses ini secara akuntansi mengeluarkan kredit dari neraca, tetapi secara hukum tetap bisa ditagih. Hal ini menjadi problematika tersendiri bagi lembaga multifinance.

Hingga Juli 2025, jumlah kredit macet yang dihapus buku sudah mencapai Rp22 triliun. Menurut Suwandi, salah satu faktor yang berkontribusi adalah banyaknya pembiayaan kendaraan yang tidak dapat ditagih, terutama ketika unit kendaraan tersebut berpindah tangan tanpa proses yang sesuai.

Penjualan kendaraan dengan modus STNK only, meski belum lunas, semakin memperparah situasi. Keberadaan praktik ini sering kali menyebabkan kebingungan dan konflik antara debt collector dan masyarakat yang membeli kendaraan tersebut.

Dampak Sosial dan Ekonomi dari Kredit Macet

Dalam proses penagihan, para petugas debt collector sering kali menghadapi tekanan dari berbagai pihak. Suwandi menyatakan bahwa LSM dan rumor di media sosial tentang praktik jual-beli kendaraan STNK only menjadi penghalang yang signifikan. Hal ini pun memberi dampak negatif terhadap upaya penagihan yang seharusnya bisa berjalan lebih lancar.

Masalah ini tidak hanya berdampak pada lembaga keuangan, tetapi juga dapat mengganggu stabilitas ekonomi secara lebih luas. Jika kredit macet terus meningkat, hal ini dapat berimbas pada pengurangan laba lembaga pembiayaan dan mempengaruhi kesehatan finansial industri secara keseluruhan.

Selain itu, gangguan dalam penagihan utang juga dapat mengarah pada masalah hukum yang lebih kompleks, di mana lembaga keuangan dituntut baik secara hukum maupun etika. Hal ini menciptakan lingkungan kerja yang kurang kondusif bagi industri multifinance.

Tren Terkini dalam Pembiayaan Multifinance di Indonesia

Dari perspektif yang lebih luas, pertumbuhan industri multifinance Indonesia menunjukkan tanda-tanda melambat dalam beberapa waktu terakhir. Data terbaru memperlihatkan total pembiayaan tumbuh hanya 1,1% secara tahunan (yoy) ke angka Rp507,1 triliun per September 2025, yang tentu saja mempengaruhi laba industri.

Dengan pertumbuhan yang stagnan, laba industri multifinance tercatat menurun hingga -4,9% dengan total mencapai Rp16,1 triliun. Hal ini tentunya menimbulkan kekhawatiran mengenai keberlangsungan lembaga-lembaga yang beroperasi di sektor ini.

Dari sisi permodalan, total aset yang dimiliki oleh 145 perusahaan multifinance di Indonesia tercatat sebesar Rp587,4 triliun. Meskipun mengalami pertumbuhan 0,74% dalam periode tahun ke tahun, kondisi ini tetap memerlukan perhatian serius dari para pemangku kepentingan.

Langkah-Langkah yang Perlu Ditempuh untuk Mengatasi Masalah Kredit Macet

Upaya mencari solusi terhadap masalah kredit macet di sektor multifinance tidak bisa dipandang sebelah mata. Salah satu langkah awal yang bisa diambil adalah melakukan edukasi kepada konsumen mengenai bahaya dan dampak dari kredit macet. Ini penting agar masyarakat lebih berhati-hati dalam bertransaksi.

Penting juga bagi lembaga pembiayaan untuk meningkatkan proses penagihan agar lebih transparan dan akuntabel. Dengan pendekatan yang profesional, diharapkan hubungan antara debt collector dan debitur dapat terjalin dengan lebih baik tanpa konflik yang merugikan kedua belah pihak.

Selanjutnya, kerja sama dengan pihak berwenang untuk menegakkan hukum terhadap praktik penjualan kendaraan STNK only juga menjadi kunci untuk mengurangi kredit macet. Dengan kerjasama yang erat antara pelaku industri dan lembaga penegak hukum, diharapkan lingkungan pembiayaan di Indonesia bisa menjadi lebih sehat.

Kata OJK tentang Usulan Penghapusan Buku dan Penghapusan Tagih Kredit Perbankan

Jakarta, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengajukan usulan untuk memperpanjang program hapus buku dan hapus tagih kredit perbankan yang dimiliki oleh bank-bank pelat merah. Usulan ini diungkapkan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, yang menyatakan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan kementerian terkait, termasuk Kementerian Koordinator Perekonomian dan Kementerian Keuangan.

Mahendra menekankan pentingnya tindak lanjut dari kementerian untuk memastikan bahwa program ini dapat diterapkan dengan efektif. Menurutnya, perpanjangan program ini diharapkan dapat mendukung langkah-langkah yang lebih efisien dalam pengelolaan kredit bermasalah oleh bank.

OJK memiliki keyakinan bahwa penyesuaian dalam kebijakan kredit dapat mendukung upaya pemulihan ekonomi, terutama untuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Harapan ini mencerminkan kesadaran akan kebutuhan untuk merampingkan proses yang ada agar lebih sesuai dengan situasi terkini di pasar.

Dari sudut pandang perbankan, langkah perpanjangan program hapus tagih diharapkan mampu menjadikan portofolio pinjaman yang tersisa menjadi lebih sehat. OJK percaya bahwa jika langkah ini dapat segera diimplementasikan, dampaknya akan sangat positif bagi ekonomi secara keseluruhan.

Lebih lanjut, Mahendra juga berkomentar tentang tingkat pertumbuhan kredit usaha mikro, kecil, dan menengah yang masih terbatas, meskipun telah terdapat alokasi dana dari pemerintah sebesar Rp 200 triliun. Ia mengakui bahwa permintaan di segmen UMKM belakangan ini cenderung stagnan, berbanding terbalik dengan sektor lainnya.

Menurut OJK, meskipun ada tantangan dalam pertumbuhan UMKM, ada tanda-tanda pemulihan di sektor riil yang menunjukkan optimisme di masa depan. Mahendra mencatat bahwa beberapa sektor mengalam perkembangan yang positif, meskipun angka ini masih jauh dari harapan yang diinginkan.

Persepsi bahwa sektor UMKM kurang berkembang di tengah alokasi besar dana mengharuskan adanya strategi baru yang lebih inovatif. Hal ini menjadi tantangan bagi OJK dan pemerintah untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan lebih lanjut.

Strategi OJK untuk Mendorong Pertumbuhan UMKM di Indonesia

OJK memahami bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, strategi untuk mendukung pertumbuhan sektor ini harus menjadi prioritas. Selain program hapus buku, OJK juga berupaya menciptakan akses yang lebih baik untuk mendapatkan fasilitas pembiayaan.

Upaya ini mencakup edukasi serta pelatihan bagi pengusaha UMKM tentang keuangan dan manajemen risiko. Pendidikan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan para pelaku UMKM dalam mengelola usaha dan menjalin hubungan dengan lembaga pembiayaan.

Peningkatan literasi keuangan di kalangan UMKM juga dianggap penting untuk menghadapi tantangan industri yang semakin kompleks. Dengan wawasan yang lebih baik tentang keuangan, para pelaku UMKM diharapkan dapat membuat keputusan yang lebih tepat dalam menjalankan usaha.

OJK juga berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menciptakan integrasi layanan pembiayaan. Hal ini penting agar UMKM mendapatkan solusi yang komprehensif sesuai dengan kebutuhan mereka. Melalui pendekatan yang lebih terkonsolidasi, OJK berharap dapat mempercepat pertumbuhan sektor yang vital ini.

Secara keseluruhan, strategi ini bertujuan untuk memastikan bahwa UMKM dapat tumbuh dan berkontribusi secara signifikan terhadap perekonomian nasional. Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan akses ke pembiayaan tetapi juga menjamin keberlanjutan bisnis mereka.

Peran Pemerintah dalam Penyediaan Dukungan untuk UMKM

Pemerintah menyadari bahwa dukungan yang solid untuk UMKM sangat penting untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Oleh karena itu, langkah-langkah yang diambil dalam menyediakan akses pembiayaan harus diperkuat dengan kebijakan yang mendukung. Dalam hal ini, koordinasi dengan OJK dan kementerian terkait menjadi kunci keberhasilan.

Melalui alokasi dana miliaran rupiah untuk pinjaman UMKM, pemerintah juga berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif. Namun tantangan dalam penyampaian dan penggunaan dana ini sering kali menghambat pertumbuhan yang diharapkan.

Sejalan dengan itu, penting untuk memantau efektivitas penggunaan dana oleh UMKM. Pemerintah perlu memastikan bahwa dana ini benar-benar digunakan untuk pengembangan usaha dan tidak hanya sekadar bantuan tanpa dampak. Dengan demikian, langkah-langkah strategis perlu diarahkan untuk mempertanggungjawabkan penggunaan dana tersebut.

Pemerintah juga dapat mendorong kemitraan antara sektor swasta dan UMKM untuk memperluas pasar dan akses terhadap sumber daya. Dengan melakukan kolaborasi, UMKM akan lebih mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Melalui sebagian besar langkah yang diambil, diharapkan UMKM bisa berkontribusi lebih banyak terhadap perekonomian nasional. Keberhasilan mereka akan menjadi indikator keberhasilan dari kebijakan yang dijalankan oleh pemerintah dan OJK.

Evaluasi dan Monitoring untuk Keberhasilan Program

Evaluasi dan monitoring merupakan aspek penting dalam memastikan keberhasilan program yang ada. OJK dan pemerintah perlu melakukan penilaian rutin terhadap dampak dari kebijakan dan program yang diimplementasikan. Melalui evaluasi ini, mereka dapat mengetahui apa yang perlu diperbaiki untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Sebagai contoh, dalam konteks program hapus buku, pemantauan berkala dapat memberikan gambaran yang jelas tentang seberapa efektif program ini dalam membantu bank dan UMKM. Informasi ini penting untuk raffinement dan adaptasi program agar dapat lebih baik dalam mencapai tujuannya.

Selain itu, partisipasi stakeholder dalam proses evaluasi juga sangat diperlukan. Dengan melibatkan berbagai pihak, OJK dapat memperoleh masukan yang berharga untuk meningkatkan kebijakan yang ada. Hal ini juga akan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas program.

OJK diharapkan dapat terus berinovasi dalam menciptakan solusi yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Ini adalah tantangan yang harus dihadapi, terutama dalam situasi gabungan krisis global dan lokal yang membebani pertumbuhan ekonomi.

Dengan upaya berkelanjutan dalam evaluasi dan monitoring, OJK serta pemerintah dapat memastikan bahwa setiap kebijakan dan program yang diimplementasikan memiliki dampak yang signifikan. Sehingga ke depannya, sektor UMKM dapat berperan dengan lebih aktif dalam pertumbuhan ekonomi nasional.