slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong QQCUAN agencuan slot88 agencuan https://bola169new.com/ phishing phishing
qqcuan AGENCUAN https://ademsari.co.id/ https://bitcoinnews.co.id/ https://dermaluz.co.id/ https://jiexpo.co.id/ https://donghan.co.id/ https://icconsultant.co.id/ https://metroindo.co.id/ https://bentogroup.co.id/ https://gatranews.co.id/ https://kacapatri.co.id/ https://gemilangsukses.co.id/ https://siomom.id/ https://situskita.id/ https://masyumi.id/ https://dapurdia.id/ https://baginasipagi.id/ https://bacaajadulu.id/ https://sukagaming.id/ https://sobatsandi.id/ https://ragaminspirasi.id/ https://salamdokter.id/
https://berita-sumatra.id/ https://seongiclik.id/ https://mangu.id/ https://daily-news.id/

Laba BTN Tembus Rp2,91 Triliun di November 2025 Naik 21,10%

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menghadapi tahun 2025 dengan optimisme tinggi, didorong oleh kinerja keuangan yang solid. Hingga akhir November, bank ini berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,91 triliun, menunjukkan peningkatan yang signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Perolehan laba ini bukan tanpa alasan, karena ditopang oleh pertumbuhan yang positif dalam penyaluran kredit dan strategi pendanaan yang lebih efisien. Selain itu, pemanfaatan sumber-sumber pendanaan yang lebih beragam juga mendukung peningkatan laba bersih yang telah dicapai.

Dalam laporan keuangan yang dirilis, laba bersih BTN diketahui tumbuh 21,10% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan tren yang menguntungkan dan membuktikan bahwa strategi bisnis bank ini mulai membuahkan hasil yang jelas.

Pertumbuhan Kredit dan Pendanaan yang Efisien dalam Menunjang Kinerja Keuangan

Pertumbuhan kredit dan pembiayaan yang signifikan merupakan salah satu faktor kunci dalam pencapaian laba bersih BTN. Hingga 30 November, total kredit yang disalurkan mencapai Rp386,47 triliun, meningkat 8,74% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Agar dapat mempertahankan momentum ini, bank melakukan penyaluran kredit secara terarah, terutama pada sektor perumahan. Sektor KPR subsidi dan non-subsidi menjadi perhatian khusus, mengingat tingginya kebutuhan hunian yang ada di masyarakat.

Dari segi pendanaan, BTN juga mencatatkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang signifikan. Hingga akhir November 2025, DPK BTN meningkat sebesar 15,77% menjadi Rp423,96 triliun, yang memperkuat kapasitas bank dalam melakukan penyaluran kredit.

Strategi BTN dalam Meningkatkan Sumber Pendanaan dan Menurunkan Biaya Dana

Dalam rangka meningkatkan pendanaan yang lebih murah, BTN fokus pada pengembangan produk dan layanan yang menarik bagi nasabah ritel dan institusi. Program superapp Bale by BTN terus memperlihatkan perkembangan yang positif, baik dalam jumlah pengguna maupun transaksi.

Strategi ini dimaksudkan untuk mempercepat penurunan biaya dana, yang tentu akan berdampak positif pada profitabilitas bank. Diharapkan, dengan dukungan teknologi, BTN mampu memperluas kesadaran nasabah tentang produk yang ditawarkan.

Kemajuan dalam pengembangan digital juga sangat penting bagi BTN di tengah persaingan yang ketat. Dengan memanfaatkan teknologi, BTN berusaha untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang terus berkembang, serta meningkatkan efisiensi operasional.

Rencana dan Target BTN Menuju Akhir Tahun 2025

Memasuki akhir tahun, BTN berkomitmen untuk terus mengoptimalkan upaya dalam memenuhi target finansial yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan dengan hati-hati dan perencanaan yang cermat, agar pertumbuhan yang dicapai dapat berlanjut.

Selain fokus pada penyaluran kredit untuk sektor perumahan, BTN juga berencana untuk memperluas portofolio kreditnya ke sektor-sektor lain seperti real estate, energi, dan perdagangan besar. Langkah ini diambil guna mendiversifikasi sumber pendapatan bank.

Di sisi DPK, BTN akan terus menjajaki berbagai peluang untuk menggalang dana murah dari nasabah ritel dan korporasi, terutama dengan memperkenalkan produk-produk inovatif yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

PTPP Rampungkan Proyek BTN Ecopark Gandul Tahap Pertama dengan Sukses

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) telah menyelesaikan pembangunan BTN Ecopark Gandul Tahap 1, sebuah proyek yang dirancang untuk mendorong pengembangan sumber daya manusia di sektor perbankan. Kawasan ini menjadi representasi modernisasi dan keberlanjutan yang ditujukan untuk memenuhi standar lingkungan yang tinggi, sehingga memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan.

Proyek ini terletak di atas lahan seluas 5 hektare dengan nilai kontrak mencapai Rp322,9 miliar. Peresmian kawasan tersebut dilakukan pada 5 Desember 2025, menandai keberadaan fasilitas yang berfokus pada pengembangan SDM perbankan yang berkelanjutan dan nyaman.

BTN Ecopark Gandul dirancang sebagai pusat terpadu dengan berbagai fasilitas pendidikan dan pelatihan. Dalam kawasan ini, terdapat gedung pendidikan, asrama untuk peserta pelatihan, serta fasilitas olahraga dan rekreasi yang mendukung kesejahteraan peserta.

Inovasi dalam Konstruksi Green Building untuk Meningkatkan Efisiensi

Dalam pembangunan BTN Ecopark Gandul, PTPP menghadirkan sejumlah inovasi yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas konstruksi. Salah satu inovasi yang diterapkan adalah penggunaan manlift movable, yang memungkinkan pengerjaan di ketinggian dilakukan secara aman dan efisien.

Inovasi lain yang diadopsi adalah metode curing beton dengan menggunakan antisol ramah lingkungan. Metode ini mengurangi penggunaan plastik dan sejalan dengan prinsip efisiensi lingkungan dalam praktik konstruksi hijau.

Keberhasilan proyek ini juga didukung oleh disiplin pelaksanaan yang tinggi dan penerapan manajemen proyek secara digital. Hal ini turut berkontribusi pada penerapan standar keselamatan yang ketat selama proses konstruksi.

Pencapaian yang Menggambarkan Komitmen dalam Kualitas dan Keberlanjutan

Joko Raharjo, Corporate Secretary PTPP, menekankan bahwa pencapaian penyelesaian proyek lebih cepat dari jadwal adalah bukti nyata komitmen perusahaan. Keberhasilan ini tidak terlepas dari upaya untuk menjaga kualitas, keselamatan, dan keberlanjutan dalam setiap tahap pekerjaan.

Dalam acara peresmian, manajemen BTN memberikan apresiasi kepada Tim Proyek PTPP atas ketekunan dan profesionalisme mereka. Penilaian ini didasarkan pada kemampuan tim dalam menghadirkan karya konstruksi berkualitas tinggi dari awal hingga akhir.

BTN Ecopark Gandul juga menjadi simbol transformasi BTN dalam pengelolaan SDM yang lebih berorientasi pada masa depan. Proyek ini mencerminkan implementasi aspek lingkungan, sosial, dan pemerintahan yang baik dalam sektor perbankan.

Dampak Pembangunan BTN Ecopark terhadap Pengembangan SDM Perbankan Nasional

Pembangunan BTN Ecopark Gandul sejalan dengan tujuan pemerintah untuk memperkuat sumber daya manusia Indonesia. Fasilitas ini diharapkan dapat mendukung pengembangan SDM yang unggul, modern, dan berdaya saing di tingkat global.

Kehadiran BTN Ecopark diharapkan dapat meningkatkan kompetensi talenta perbankan, mendorong inovasi, dan menciptakan ekosistem yang lebih adaptif terhadap perubahan. Hal ini akan berkontribusi pada pengembangan sektor perbankan yang lebih inklusif dan ramah lingkungan.

Dengan menyelesaikan BTN Ecopark Gandul, PTPP menegaskan posisi mereka sebagai perusahaan konstruksi nasional yang tidak hanya fokus pada kualitas, tetapi juga berkomitmen pada inovasi hijau dan teknologi konstruksi modern. PTPP terus berupaya menghadirkan proyek yang memenuhi standar keberlanjutan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Syarat Menjadi Nasabah Prioritas Bank Mandiri BRI BNI BTN Terbaru

Di tengah persaingan ketat di industri perbankan Indonesia, empat bank besar milik negara—BRI, Bank Mandiri, BNI, dan BTN—telah memperbarui ketentuan untuk layanan nasabah prioritas mereka. Layanan ini semakin diminati oleh nasabah beraset besar berkat berbagai keunggulan yang ditawarkannya, mulai dari akses yang lebih cepat hingga fasilitas premium yang dirancang untuk meningkatkan pengalaman perbankan.

Nasabah prioritas kini dapat menikmati berbagai fasilitas yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan keuangan dan gaya hidup mereka. Dengan kemampuan untuk mengakses layanan khusus, nasabah merasa lebih dihargai dan diperhatikan oleh bank. Berikut adalah rincian terbaru mengenai syarat dan fasilitas layanan dari masing-masing bank tersebut.

Akses ke layanan eksklusif ini tidak hanya menawarkan kenyamanan, tetapi juga memberikan sejumlah manfaat finansial yang signifikan. Dalam tulisan ini, kita akan membahas lebih lanjut mengenai ketentuan terbaru dari masing-masing bank untuk layanan nasabah prioritas.

Ketentuan Layanan Nasabah Prioritas di BRI dan Fasilitas yang Diberikan

Bank Rakyat Indonesia (BRI) menetapkan saldo minimum sebesar Rp 1 miliar bagi nasabah yang ingin bergabung dalam program BRI Prioritas. Dengan saldo ini, nasabah memperoleh akses ke berbagai layanan premium seperti Sentra Layanan Prioritas (SLP), yang merupakan ruang pelayanan eksklusif bagi nasabah dengan aset besar.

Layanan yang ditawarkan meliputi BRI Prioritas Debit Card, konsultasi keuangan, serta perencanaan investasi yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah. Nasabah juga mendapatkan batas transaksi yang lebih tinggi dan akses ke fasilitas perbankan lengkap yang mempermudah pengelolaan keuangan mereka.

Menurut pernyataan resmi BRI, melalui program ini, nasabah didampingi oleh advisor berpengalaman yang siap membantu dalam mengembangkan portofolio keuangan dengan pendekatan yang lebih personal.

Benefit Menarik dari Bank Mandiri bagi Nasabah Prioritas

Bank Mandiri juga mengharuskan nasabah untuk menempatkan dana minimum sebesar Rp 1 miliar untuk menjadi bagian dari Mandiri Prioritas. Dana tersebut bisa berupa tabungan, giro, deposito, atau produk investasi lainnya yang ditawarkan oleh bank.

Nasabah Mandiri Prioritas akan langsung disambut dengan welcome bonus berupa cashback senilai Rp 1,5 juta. Berbagai keuntungan lain juga ditawarkan, termasuk banyaknya poin yang dapat diperoleh dari transaksi luar negeri, akses gratis ke airport lounge, serta penawaran khusus di merchant terkemuka.

Dari sisi perlindungan, Bank Mandiri menyediakan asuransi perjalanan hingga Rp 5 miliar dan perlindungan barang, menjadikan layanan ini lebih komprehensif bagi nasabah yang sering bepergian atau melakukan transaksi internasional.

Fasilitas Luar Biasa untuk Nasabah Prioritas BNI

BNI Emerald menawarkan fasilitas dengan tingkat prioritas yang bervariasi, mulai dari saldo minimum Rp 1 miliar hingga Rp 15 miliar bagi nasabah ultra-premium. Dengan memilih BNI Emerald, nasabah akan memiliki akses ke Kartu BNI Emerald World Debit yang memiliki fasilitas yang sangat lengkap.

Layanan ini termasuk fasilitas hospital guarantee baik di dalam maupun luar negeri, serta bantuan pendidikan internasional bagi nasabah yang memerlukan. BNI menargetkan nasabah yang ingin mengembangkan portofolio mereka secara serius dengan pendekatan wealth management yang komprehensif.

BNI juga menawarkan produk asuransi melalui BNI Life, dan nasabah dapat menikmati perlindungan investasi serta asuransi kesehatan yang memadai untuk melindungi masa depan mereka.

BTN Menyediakan Akses Mudah untuk Nasabah dengan Saldo Kecil

Bank Tabungan Negara (BTN) dikenal sebagai bank dengan persyaratan saldo minimum paling terjangkau, yaitu Rp 500 juta. Untuk nasabah yang ingin bergabung dengan BTN Prioritas, jumlah ini termasuk kombinasi dari tabungan, deposito, produk bancassurance, dan reksa dana.

BTN Prioritas memberikan berbagai keuntungan, termasuk penawaran khusus KPR, memfasilitasi transfer tanpa biaya, serta akses ke safe deposit box yang aman. Nasabah juga dapat mengakses layanan mobile banking prioritas serta promo-promo eksklusif yang menarik.

Kelebihan dari layanan ini adalah peningkatan manfaat berdasarkan level membership, sehingga nasabah mendapatkan privilege yang sesuai dengan portofolio investasi mereka. Hal ini menjadikan BTN sebagai pilihan menarik bagi nasabah yang ingin fokus pada pembiayaan properti atau diversifikasi investasi.

Dengan berbagai inovasi dan pembaruan layanan ini, empat bank besar BUMN berusaha untuk memberikan pengalaman perbankan yang lebih baik bagi nasabah prioritasnya. Keberadaan layanan yang dirancang khusus bagi segmen ini menunjukkan perhatian bank terhadap kebutuhan nasabah yang lebih besar, dengan harapan dapat menarik lebih banyak pelanggan dalam jangka panjang.

Secara keseluruhan, perubahan ketentuan dan penawaran baru ini potensi besar untuk meningkatkan loyalitas nasabah dan menciptakan pertumbuhan positif dalam portofolio setiap bank. Layanan nasabah prioritas menjadi salah satu cara bagi bank untuk menonjol dalam pasar yang kompetitif dan memenuhi berbagai kebutuhan finansial nasabah dengan cara yang lebih efektif.

Habis Salurkan Rp25 T Duit dari Purbaya, BTN Buka Peluang Tambahan

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) baru-baru ini merilis informasi penting mengenai penyaluran dana pemerintah yang telah mencapai target 100%. Keberhasilan ini adalah hasil dari komitmen BTN dalam mendorong pertumbuhan sektor perumahan di Indonesia, dan mereka membuka kemungkinan untuk meningkatkan likuiditas melalui penempatan dana lanjutan.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, mengungkapkan bahwa total dana yang ditempatkan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebesar Rp25 triliun telah sepenuhnya disalurkan. Proses penyaluran ini berlangsung lebih cepat dibandingkan batas waktu yang ditetapkan pemerintah, yang pada awalnya adalah akhir Desember 2025.

“Semua dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) telah disalurkan pada November ini dengan jumlah sebesar Rp25 triliun. Kami berharap dapat terus menyerap dana untuk mendukung kredit,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima.

Penyaluran dana oleh Kemenkeu ini sebagian besar digunakan untuk sektor perumahan, melibatkan pengembang dan kredit pemilikan rumah (KPR). Implementasi ini sejalan dengan rencana BTN dan ketentuan yang telah ditentukan oleh Kementerian Keuangan terkait penyaluran dana.

Dengan selesainya penyaluran dana sebesar Rp25 triliun, Nixon menyatakan bahwa BTN sangat berminat untuk mengajukan permohonan tambahan penempatan dana pemerintah. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mendorong ekspansi lebih lanjut pada sektor perumahan yang masih berkembang hingga akhir tahun depan.

Peran Penting BTN dalam Pembiayaan Sektor Perumahan

BTN telah lama dikenal sebagai bank yang fokus pada sektor perumahan, dan pencapaian ini semakin menunjukkan komitmen mereka. Dukungan terhadap sektor ini sangat krusial, terutama dalam konteks program pemerintah untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap perumahan yang layak.

Selama ini, BTN menjadi mitra utama dalam berbagai proyek pembangunan perumahan. Keberhasilan penyaluran dana ini mencerminkan kemampuan BTN dalam mengelola dan menyalurkan dana dari Kemenkeu secara efektif dan efisien.

Dengan penyaluran yang tepat waktu, BTN mampu membantu pengembang perumahan untuk melanjutkan proyek-proyek mereka. Ini tidak hanya menguntungkan pengembang, tetapi juga masyarakat luas yang menginginkan hunian yang terjangkau.

Terlaksananya penyaluran ini menjadi sinyal positif bagi stakeholder yang beroperasi di industri perumahan. Selain itu, BTN juga menunjukkan adaptabilitas dan responsivitas terhadap perkembangan kebutuhan pasar yang ada.

Sekaligus, keberhasilan dalam menyalurkan dana tersebut mencerminkan strategi BTN yang proaktif dalam menjalankan fungsi intermediasi keuangan, serta menegaskan posisi mereka dalam industri perbankan Indonesia.

Strategi BTN dalam Meningkatkan Likuiditas dan Ekspansi Kredit

Setelah berhasil menyalurkan dana sebesar Rp25 triliun, BTN berminat untuk mengajukan penambahan penempatan dana. Ini menunjukkan bahwa mereka memiliki visi jangka panjang dalam mengembangkan portofolio kreditnya, terutama dalam pembiayaan perumahan.

Nixon menegaskan bahwa pihaknya selalu siap untuk memperluas cakupan layanan dan produk kredit. Keberlanjutan pertumbuhan ini penting untuk membantu masyarakat memiliki rumah yang diidamkan.

Penambahan likuiditas juga menjadi bagian penting dari strategi BTN untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan di pasar. Dengan adanya dana investasi lebih lanjut, BTN dapat memberikan dukungan yang lebih besar kepada pengembang dan konsumen.

BTN terus aktif mencari peluang untuk meningkatkan efisiensi operasional agar tetap kompetitif. Ini termasuk mempertimbangkan berbagai inovasi dalam produk dan layanan yang ditawarkan.

Secara keseluruhan, BTN menunjukkan bahwa mereka adalah bank yang responsif dan inovatif dalam menghadapi tantangan di sektor keuangan, terutama dalam pembiayaan perumahan di Indonesia.

Menanggapi Dinamika Ekonomi dan Regulasi Keuangan

Dalam konteks perekonomian yang terus bergerak, BTN juga beradaptasi dengan perubahan regulasi. Ketidakpastian ekonomi global maupun domestik menjadi tantangan tersendiri, namun BTN berusaha untuk tetap stabil dan inovatif dalam strategi bisnisnya.

Regulasi dari pemerintah sering kali berpengaruh terhadap kebijakan kantor dan cara penyaluran dana. BTN senantiasa mengevaluasi dan menyesuaikan diri dengan kebijakan terbaru yang ditetapkan oleh Kemenkeu maupun OJK.

BTN memahami bahwa perumahan adalah salah satu sektor yang paling berpengaruh terhadap perekonomian nasional. Oleh karena itu, mereka selalu berupaya untuk berkontribusi secara positif terhadap pertumbuhan sektor ini.

Lebih jauh, BTN juga berupaya meningkatkan sinergi dengan lembaga lain untuk memperkuat sektor keuangan. Dengan kolaborasi yang baik, mereka berharap dapat memberikan lebih banyak solusi keuangan bagi masyarakat.

Secara keseluruhan, BTN terus berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah dan lembaga keuangan lainnya untuk memastikan bahwa sektor perumahan di Indonesia tetap tumbuh dan berkembang.

Lepas Unit Syariah, BTN Hadapi Tantangan Besar di Depan

Bank Tabungan Negara (BTN) memiliki optimisme tinggi terhadap pertumbuhan kreditnya hingga mencapai 8% hingga 8,5% di sisa tahun ini. Meskipun telah melakukan spin-off unit usaha syariah (UUS) menjadi Bank Syariah Nasional (BSN), fokus BTN tetap terjaga, terutama pada sektor perumahan dan konstruksi.

Direktur Utama BTN menjelaskan bahwa bank negara ini tidak hanya akan fokus pada sektor perumahan, tetapi juga akan merambah ke sektor consumer banking. Hal ini sejalan dengan visi BTN yang ingin melampaui sekadar menyediakan layanan hipotek.

BTN juga meneruskan dukungannya terhadap program pemerintah untuk menyediakan 3 juta rumah. Di samping itu, bank ini memiliki tanggung jawab tambahan dalam menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP) demi memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pertumbuhan Kredit dan Tantangan di Akhir Tahun

Nixon menyatakan bahwa BTN berkomitmen untuk mencapai target penyaluran KPP, dengan harapan bisa mencapai angka yang baik hingga akhir Desember. Program ini merupakan bagian dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diluncurkan oleh pemerintah, memperlihatkan pentingnya sektor perumahan dalam pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah telah menetapkan target plafon sebesar Rp17,25 triliun untuk 27.961 debitur dalam program KPP. Meski waktu yang tersisa terbatas, BTN berusaha keras untuk memenuhi target tersebut dan meningkatkan penyaluran kreditnya.

Sebagai tambahan, Nixon menekankan bahwa pencapaian target penyaluran KPP tetap diimbangi dengan optimisme. Ia menyebutkan bahwa upaya ini dilakukan secara intensif, baik dari sisi penyediaan maupun permintaan kredit.

Strategi BTN dalam Memenuhi Target Penyaluran Kredit

BTN menargetkan penyaluran KPP sebesar Rp7,5 triliun, tetapi estimasinya hanya mampu menyalurkan Rp2 triliun. Meskipun begitu, pihak BTN optimis untuk menjangkau di atas Rp1 triliun sampai akhir tahun.

Dengan peluncuran program mendadak ini di awal Oktober, strategi yang efektif sangat dibutuhkan agar penyaluran dapat berjalan lancar. BTN tengah bekerja keras untuk memaksimalkan setiap channel dan sumber daya yang ada.

Hirwandi Gafar, Direktur Consumer Banking BTN, menekankan bahwa penyaluran KPR Syariah di BTN Syariah tumbuh pesat bahkan melebihi induknya. Ini menunjukkan adanya potensi besar yang masih bisa digali di segmen konvensional pasca-spin off.

Kerjasama untuk Meningkatkan Permintaan di Sektor Perumahan

BTN kini tengah menjalin kerjasama dengan berbagai mitra untuk mengejar permintaan di sektor perumahan. Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan membawa manfaat lebih bagi masyarakat.

Hirwandi menambahkan bahwa strategi yang tepat untuk membiayai pengembang perumahan akan menjadi mesin utama dalam penyaluran KPR BTN. Pendekatan ini diharapkan mengoptimalkan potensi bisnis yang tersedia.

Pemanfaatan kemitraan dan strategi yang tepat diharapkan dapat mendorong pertumbuhan BTN lebih lanjut. Semua pihak di dalam bank ini berupaya untuk menciptakan sinergi dan inovasi yang berdampak positif bagi masyarakat dan pertumbuhan sektor perumahan.

Lepas Unit Syariah BTN, Bank Syariah Nasional Resmi Berdiri

PT Bank Tabungan Negara Persero Tbk, dalam langkah strategisnya, mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa untuk membahas langkah penting terkait dengan spin-off unit usaha Syariah. Aksi ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam memperkuat kinerja dan daya saing di pasar keuangan yang semakin kompetitif.

Dalam forum tersebut, manajemen bank menyampaikan rencana untuk memisahkan unit usaha Syariah agar dapat beroperasi dengan lebih efisien. Harapannya, langkah ini akan memperluas pangsa pasar dan memberikan layanan yang lebih nikmat bagi nasabah.

RUPSLB ini menunjukkan betapa pentingnya peran pemegang saham dalam pengambilan keputusan strategis. Dengan dukungan semua pihak, transformasi ini diharapkan bisa berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi seluruh pemangku kepentingan.

Tujuan dan Manfaat dari Spin-Off Unit Usaha Syariah

Spin-off unit usaha Syariah bertujuan untuk meningkatkan fokus dan efisiensi operasional. Dalam pasar keuangan yang terus berkembang, kemampuan untuk beradaptasi menjadi kunci sukses bagi bank.

Dengan memisahkan unit usaha Syariah, perusahaan dapat lebih fokus pada produk dan layanan yang sesuai dengan prinsip syariah. Ini memberi kesempatan untuk memenuhi permintaan yang meningkat dari masyarakat yang menginginkan layanan keuangan sesuai syariah.

Keputusan ini juga diharapkan dapat menarik lebih banyak nasabah dan investor yang mengutamakan prinsip-prinsip syariah. Oleh karena itu, melalui spin-off ini, bank berupaya memperkuat posisinya di segmen pasar yang penting ini.

Dampak Terhadap Kontribusi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Pemisahan unit usaha ini diyakini akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Dengan lebih fokus, diharapkan unit usaha Syariah dapat berkontribusi lebih besar terhadap inklusi keuangan.

Inklusi keuangan yang lebih baik akan membantu masyarakat mengakses layanan keuangan formal, yang pada gilirannya dapat mendukung perekonomian lokal. Bank pun berupaya untuk tidak hanya menjadi lembaga keuangan, tetapi juga pemain utama dalam pembangunan ekonomi.

Rencana ini diharapkan akan mengajak berbagai lapisan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam sistem keuangan. Dengan demikian, ekonomi bisa tumbuh lebih inklusif dan berkelanjutan di masa depan.

Kesiapan Manajemen dan Sumber Daya yang Diperlukan

Manajemen bank sedang mengupayakan semua sumber daya yang dibutuhkan untuk mendukung transisi ini. Ini termasuk pelatihan bagi karyawan, meningkatkan sistem teknologi informasi, serta memperkuat strategi pemasaran.

Kesiapan SDM menjadi faktor kunci dalam kesuksesan spin-off ini. Melalui penyiapan yang matang, karyawan diharapkan dapat memahami serta menjalankan visi dan misi unit usaha Syariah yang baru.

Dengan dukungan semua pihak, perusahaan yakin dapat menghadapi tantangan dengan lebih baik. Penguatan internal ini sangat penting untuk mencapai tujuan bersama dalam menghadapi perubahan pasar yang cepat.

Spin Off Unit Syariah BTN Akan Selenggarakan RUPSLB Bulan Depan

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) tengah bersiap untuk melangsungkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan membahas langkah penting pemisahan Unit Usaha Syariah (UUS) mereka. Rapat ini dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 18 November 2025, dan bertempat di Menara BTN, Jakarta Pusat.

Dalam agenda resmi yang telah dirilis oleh manajemen, terdapat dua poin utama yang akan dibahas. Poin pertama berkaitan dengan persetujuan pemisahan UUS BTN menjadi entitas baru yang dikenal dengan nama PT Bank Syariah Nasional.

Manajemen menjelaskan bahwa pemisahan ini sejalan dengan ketentuan dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas dan sejumlah regulasi yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), seperti yang tertuang dalam POJK No. 12 Tahun 2023 dan POJK No. 2 Tahun 2024. BTN menegaskan bahwa perseroan telah memenuhi syarat yang ditetapkan mengenai nilai aset UUS.

Proses Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa BTN

RUPSLB yang dijadwalkan memegang peranan penting dalam struktur organisasi BTN. Dengan total aset UUS yang tercatat mencapai Rp54,3 triliun, langkah pemisahan ini dianggap wajib sesuai dengan pedoman yang ada.

Menurut manajemen, perseroan selaku Bank Umum Konvensional (BUK) harus mengambil langkah untuk melakukan pemisahan ini agar dapat melanjutkan pertumbuhan yang lebih optimal. Rencana ini menjadi fondasi bagi strategi jangka panjang BTN untuk memperkuat posisi di sektor keuangan.

Poin kedua yang akan dibahas dalam RUPSLB adalah perubahan Anggaran Dasar perseroan. Perubahan ini akan diberlakukan secara efektif pada saat pemisahan resmi UUS BTN ke dalam PT Bank Syariah Nasional dilakukan.

Pendirian PT Bank Syariah Nasional

PT Bank Syariah Nasional (BSN) resmi diluncurkan pada 2 Oktober 2025, menjadikannya sebagai bank syariah yang lahir dari pemisahan UUS BTN sekaligus akuisisi Bank Victoria Syariah. Inisiatif ini memperkuat upaya BTN dalam meningkatkan sektor perbankan syariah di Indonesia.

Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor, menyatakan bahwa kehadiran BSN tidak hanya sekadar memenuhi regulasi, tetapi merupakan langkah strategis BTN untuk memberikan kontribusi nyata dalam perkembangan industri keuangan syariah. BSN hadir untuk melayani semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Alex menyampaikan bahwa nama yang dipilih, Bank Syariah Nasional, diharapkan dapat mencerminkan visi besar untuk menciptakan kepercayaan dan kredibilitas dalam masyarakat. Hal ini penting untuk memastikan bahwa layanan yang diberikan sejalan dengan harapan masyarakat luas.

Kepastian Prinsip Syariah dalam Operasi BSN

Identitas syariah yang diusung oleh BSN bukan hanya sekadar label, tetapi juga merupakan komitmen untuk menerapkan prinsip-prinsip syariah dengan integritas tinggi. BSN bertekad untuk beroperasi dengan cara yang profesional dan transparan.

Dalam menjalankan operasionalnya, BSN akan berupaya keras untuk mengikuti seluruh ketentuan yang berlaku dalam sektor perbankan syariah. Hal ini menjadi prioritas agar kepercayaan masyarakat terus terjaga dan semakin meningkat.

Kehadiran BSN diharapkan dapat memperkuat ekosistem keuangan syariah di Indonesia, yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami pertumbuhan signifikan. Upaya ini juga diharapkan dapat menarik lebih banyak konsumen yang tertarik pada layanan perbankan dengan prinsip syariah.

Arah Strategi dan Kebijakan Perbankan Syariah ke Depan

Dengan dilantiknya BSN sebagai entitas baru, langkah ke depan untuk pengembangan perbankan syariah di Indonesia semakin jelas. BSN diharapkan akan berperan sebagai pionir dalam inovasi produk dan layanan yang sesuai dengan prinsip syariah.

Bank Syariah Nasional akan memfokuskan diri untuk menciptakan produk yang bermanfaat bagi masyarakat sembari tetap memenuhi ketentuan regulasi. Langkah ini diapresiasi banyak pihak yang berharap akan mendorong sektor keuangan syariah lebih maju lagi.

Dalam konteks ini, penting bagi BSN untuk menjaga komunikasi yang baik dengan masyarakat dan pemangku kepentingan. Kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan serta mengakomodasi kebutuhan nasabah akan menjadi kunci keberhasilan BSN ke depannya.

Daftar Terbaru Bunga Deposito BRI Mandiri BNI BTN OCBC CIMB Niaga

Deposito merupakan pilihan investasi yang banyak dipilih oleh masyarakat Indonesia untuk menyimpan uang secara aman. Keuntungan utama dari investasi ini adalah jaminan yang ditawarkan serta imbal hasil yang stabil, menjadikannya alternatif yang menarik dibandingkan instrumen investasi yang lebih berisiko seperti saham atau kripto.

Dengan adanya Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), simpanan dalam bentuk deposito mendapatkan perlindungan tambahan, menjadikan skema ini minim risiko. Selain itu, nasabah dapat memilih jangka waktu simpan sesuai kebutuhan, mulai dari 1 bulan hingga lebih dari 12 bulan, memberikan fleksibilitas dalam manajemen keuangan.

Dinamika suku bunga deposito di Indonesia sangat dipengaruhi oleh kebijakan Bank Indonesia (BI). Hal ini membuat nasabah harus memahami perubahan suku bunga yang terjadi secara periodik demi keuntungan investasi yang optimal.

Pentingnya Memahami Kebijakan Suku Bunga Dasar Bank Indonesia

Bank Indonesia memiliki tanggung jawab penting dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional, salah satunya melalui penetapan suku bunga acuan. Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) terakhir, BI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75%, untuk menjaga inflasi agar tetap dalam kontrol.

Keputusan ini sejalan dengan tujuan untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global. Pertahankan suku bunga di level ini juga membantu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia.

Pengaruh dari kebijakan BI ini jelas terasa di tingkat suku bunga deposito berbagai bank yang ada di Indonesia. Beberapa bank besar mengalami penurunan suku bunga deposito pada bulan Oktober 2025 dibandingkan bulan sebelumnya, menunjukkan adaptasi terhadap kebijakan moneter yang ada.

Perbandingan Suku Bunga Deposito di Berbagai Bank

Bank BRI, salah satu bank besar di Indonesia, mencatatkan penurunan suku bunga deposito pada Oktober 2025. Penurunan ini mencapai kisaran 0,35% hingga 0,50% untuk semua tenor, menjadikannya salah satu bank dengan suku bunga yang lebih rendah.

BRI menawarkan berbagai pilihan tenor yang bervariasi, mulai dari 1 bulan hingga 36 bulan, sesuai kebutuhan nasabah. Keputusan untuk menempatkan dana deposito di BRI harus mempertimbangkan penurunan suku bunga tersebut.

Di sisi lain, PT Bank Mandiri juga mempertahankan suku bunga deposito pada level yang sama dengan bulan sebelumnya, yang berkisar antara 2,25% hingga 2,50%. Tambahan pilihan pembayaran bunga bulanan atau saat jatuh tempo memberikan fleksibilitas kepada nasabah dalam merencanakan arus kas mereka.

Strategi Berinvestasi Melalui Deposito di Berbagai Bank

Pemilihan bank untuk menyimpan deposito sebaiknya mempertimbangkan suku bunga yang ditawarkan. Misalnya, PT Bank Negara Indonesia (BNI) tetap menawarkan suku bunga berkisar antara 2,25% hingga 3,00%, tergantung pada tenor simpanan dipilih.

Penting bagi nasabah untuk memilih tenor yang lebih panjang, seperti 12 bulan, jika ingin mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi. Keputusan untuk berinvestasi di BNI menawarkan keuntungan bagi mereka yang menghindari risiko dalam investasi.

PT Bank Tabungan Negara (BTN) juga mempresentasikan penawaran menarik dengan suku bunga antara 2,50% hingga 3,00%. BTN menciptakan produk deposito yang diorientasikan untuk nasabah baik individu maupun korporasi, dan menawarkan pilihan tenor yang beragam.

Menghadapi Tantangan dalam Suku Bunga Deposito

Gubernur BI, Perry Warjiyo, telah mengakui lambatnya penurunan suku bunga deposito meski BI telah melakukan pemangkasan suku bunga acuan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun kebijakan moneter sudah dilaksanakan, efeknya belum sepenuhnya terasa di sektor perbankan.

Perry menyebutkan tantangan dalam menurunkan suku bunga dana pihak ketiga sekaligus suku bunga kredit menjadi perhatian utama BI. Dalam usaha mempercepat transmisi kebijakan moneter, penempatan dana pemerintah di sektor perbankan menjadi salah satu strategi yang akan terus dibangun.

Ke depan, nasabah harus lebih cermat dalam memilih bank untuk deposito, sambil terus memantau perkembangan suku bunga dari BI. Kedisiplinan dalam memonitor perkembangan suku bunga ini dapat memberikan keuntungan jangka panjang untuk kekayaan nasabah.

Laba BTN Mencapai Rp 2,3 Triliun per September 2025 dengan Kenaikan 10,6%

Jakarta, dalam perkembangan industri perbankan yang dinamis, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Hingga bulan September 2025, bank ini mencatat laba bersih sebesar Rp 2,3 triliun, meningkat 10,6% dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan kinerja yang positif di tengah tantangan ekonomi global.

Peningkatan laba bersih BTN tidak terlepas dari strategi kredit yang efisien dan pengelolaan pendapatan yang baik. Pendapatan bunga kreditnya melonjak 18,8% year-on-year (yoy) menjadi Rp 26,57 triliun, sementara beban bunga banyak dijaga agar tidak meningkat secara signifikan, yaitu hanya 2,5% yoy atau Rp 13,81 triliun.

Di sisi lain, upaya bank dalam mengembangkan sumber dana pihak ketiga (DPK) dengan biaya yang lebih rendah telah membuahkan hasil. Pendapatan bunga bersih BTN mencatat kenaikan mencolok sebesar 43,5% yoy, mencapai Rp 12,76 triliun, dan margin bunga bersih juga mengalami peningkatan signifikan.

Menggali Lebih Dalam Pertumbuhan Keuangan BTN

Salah satu faktor pendorong kinerja BTN adalah efisiensi yang diterapkan dalam operasional. Dengan menerapkan tahapan efisiensi, rasio biaya terhadap pendapatan (cost-to-income ratio/CIR) mampu turun ke level 47,8%. Penurunan ini sangat signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 59,9%.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyatakan bahwa pertumbuhan yang solid ini didasarkan pada fokus bank dalam memperkuat bisnis, terutama dalam sektor pembiayaan perumahan. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan laba, tetapi juga memberikan dampak positif bagi ekonomi secara keseluruhan.

Data terbaru menunjukkan bahwa kas bahkan mencatat pertumbuhan sektor perumahan yang cukup menggembirakan. Hingga kuartal ketiga 2025, penyaluran kredit perumahan mencapai Rp 322,53 triliun, didorong oleh peningkatan dalam permohonan kredit dari masyarakat.

Dampak Positif dari Pertumbuhan DPK dan Pembiayaan

Dalam hal dana pihak ketiga, BTN melaporkan pertumbuhan sebesar 16% yoy dengan total DPK mencapai Rp 429,92 triliun. Pertumbuhan ini sebagian besar dari deposito ritel yang dikenakan biaya lebih rendah dibandingkan deposito institusi besar, menunjukkan strategi jangka panjang yang dijalankan.

Selain itu, BTN juga berhasil memelihara proporsi dana murah, yang merupakan akumulasi dari tabungan dan giro, yang kini hampir mencapai separuh dari DPK. Hal ini turut berkontribusi pada sektor giral dalam meningkatkan efisiensi likuiditas bank.

Penyaluran kredit dan pembiayaan secara keseluruhan mengalami kenaikan 7% yoy, lebih lanjut menunjukkan komitmen BTN terhadap pengembangan infrastruktur perumahan. Ini adalah sinyal positif bagi masyarakat yang membutuhkan akses terhadap kepemilikan rumah lebih terjangkau.

Inovasi dalam Produk Pembiayaan Perumahan

Program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi, seperti KPR Sejahtera FLPP, mencapai Rp 186,58 triliun, meningkat 8% yoy. Sementara itu, KPR non-subsidi juga menunjukkan pertumbuhan dengan nilai Rp 111,33 triliun, menciptakan peluang baru bagi masyarakat untuk memiliki properti lebih mudah.

Pemerintah juga memberi dukungan dalam bentuk peningkatan kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang diharapkan meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap kredit perumahan. Ini merupakan langkah yang strategis untuk menjaga laju pertumbuhan ekonomi.

Dengan adanya berbagai insentif, BTN optimis dapat memperluas jangkauan layanan mereka. Harapan besar tertumpu pada kemampuan mereka untuk terus berinovasi dalam produk yang ditawarkan kepada nasabah.

Kinerja positif BTN tidak hanya mencerminkan kekuatan finansial, tetapi juga komitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. Dengan dukungan pemerintah, BTN diharapkan dapat terus membantu masyarakat dalam mencapai impian memiliki rumah dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang lebih luas.

Secara keseluruhan, BTN menunjukkan trend yang stabil, dengan total aset yang diproyeksikan menembus Rp 500 triliun. Ini adalah bukti nyata dari upaya yang konsisten dalam mempertahankan posisi sebagai bank yang kuat dan terpercaya dalam industri perbankan nasional.

Mengingat semua faktor di atas, BTN tampak siap menghadapi tantangan di tahun-tahun mendatang. Dengan fokus pada pertumbuhan dan efisiensi, bank ini berkomitmen untuk mendukung perekonomian, sambil tetap mengutamakan kepuasan nasabah sebagai prioritas utama.

Bos BTN Ungkap Strategi Menarik Nasabah Mapan

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. terus berupaya menarik segmen nasabah kelas menengah atas, atau yang sering disebut sebagai emerging affluent. Dengan strategi yang cermat, bank ini ingin memperkuat struktur pendanaan dengan memperkenalkan BTN Prospera, layanan khusus untuk pengelolaan dana minimal Rp100 juta hingga Rp500 juta.

Frengky Rosadrian Perangin Angin, selaku Kepala Divisi Pendanaan Ritel BTN, menekankan bahwa potensi segmen ini cukup besar, mengingat persaingannya yang relatif belum padat. Bahkan, BTN menjadi satu-satunya bank milik negara yang aktif dalam segmen ini, menunjukkan komitmen untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang lebih beragam.

Pada peluncuran BTN Prospera Save & Smash, Frengky menyatakan bahwa fokusnya adalah pada pertumbuhan tabungan dan transaksi di segmen ini. Dengan begitu, bank dapat mengalokasikan dana lebih efisien untuk pertumbuhan yang berkelanjutan.

Strategi BTN untuk Menarik Nasabah Kaya Baru dengan Inovasi

Untuk menarik nasabah kaya baru, BTN memiliki beberapa strategi yang dipersiapkan dengan matang. Salah satunya adalah akuisisi nasabah baru melalui aplikasi super Bale yang unggul dalam kemudahan akses.

BTN juga menjajaki berbagai komunitas melalui penyelenggaraan acara yang dapat meningkatkan interaksi dan keterlibatan nasabah. Inisiatif ini diharapkan dapat menciptakan hubungan yang lebih erat antara bank dan nasabah.

Selain itu, BTN menggencarkan pembangunan basis baru melalui sektor solusi bisnis, yang menawarkan layanan khusus untuk berbagai industri. Ini mencakup dua segmen utama, kelembagaan dan perorangan, yang masing-masing memiliki peluang besar dalam pertumbuhan ekonomi.

Pengaruh Trend Suku Bunga Terhadap Industri Perbankan

Pada sisi lain, Frengky mengungkapkan bahwa persaingan di industri perbankan untuk mendekati nasabah kaya sangat dipengaruhi oleh penurunan suku bunga acuan dari Bank Indonesia. Penurunan suku bunga ini berpotensi untuk memperbaiki marjin keuntungan bagi bank.

Ketika suku bunga deposito menurun, nasabah lebih cenderung melakukan transaksi lainnya dibandingkan hanya mengandalkan deposito. Ini membuka peluang baru bagi bank untuk menawarkan produk yang lebih bervariasi.

BTN menargetkan memiliki cost of fund di bawah level 4% hingga akhir tahun ini. Dengan optimisme yang tinggi, manajemen bank berharap dapat mengejar pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang melebihi 10% hingga akhir 2025.

Inovasi Program TABUNGAN BTN Prospera untuk Kesehatan dan Kesejahteraan Nasabah

BTN baru-baru ini meluncurkan program tabungan dan transaksi bertajuk BTN Prospera Save & Smash. Melalui program ini, nasabah dapat mendapatkan akses bulanan ke lapangan olahraga padel yang terdaftar sebagai mitra BTN Prospera.

Program ini bukan hanya soal finansial, tetapi juga mendukung gaya hidup sehat, menekankan pentingnya keseimbangan antara kesehatan fisik dan finansial. Dengan dukungan ini, nasabah diharapkan semakin termotivasi untuk mengelola keuangan dengan baik.

Hingga kuartal III-2025, BTN Prospera mencatat pertumbuhan DPK lebih dari Rp1,5 triliun, dengan jumlah nasabah meningkat 30% dibandingkan periode tahun lalu. Total DPK untuk Prospera mencapai Rp10 triliun, yang merupakan pencapaian signifikan dalam waktu singkat.

Direktur Jaringan & Pendanaan Ritel BTN, Rully Setiawan, menuturkan bahwa kontribusi BTN Prospera terhadap DPK cukup baik, terutama mengingat layanan tersebut baru diluncurkan pada Maret 2024. Optimisme untuk pertumbuhan lebih lanjut terlihat jelas di dalam strategi dan program bank saat ini.

Dengan kombinasi inovasi layanan, strategi akuisisi, dan fokus pada kesehatan nasabah, BTN Prospera berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan nasabahnya. Bank ini yakin bahwa langkah-langkah ini akan menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberi manfaat bagi seluruh pihak yang terlibat.