slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong QQCUAN agencuan slot88 agencuan https://bola169new.com/ phishing phishing
qqcuan AGENCUAN https://ademsari.co.id/ https://bitcoinnews.co.id/ https://dermaluz.co.id/ https://jiexpo.co.id/ https://donghan.co.id/ https://icconsultant.co.id/ https://metroindo.co.id/ https://bentogroup.co.id/ https://gatranews.co.id/ https://kacapatri.co.id/ https://gemilangsukses.co.id/ https://siomom.id/ https://situskita.id/ https://masyumi.id/ https://dapurdia.id/ https://baginasipagi.id/ https://bacaajadulu.id/ https://sukagaming.id/ https://sobatsandi.id/ https://ragaminspirasi.id/ https://salamdokter.id/
https://berita-sumatra.id/ https://seongiclik.id/ https://mangu.id/ https://daily-news.id/

Proyek Pipa Air Bendungan Karian-Serpong dengan Nilai US$ 56,86 Juta Digarap

PT Waskita Karya (Persero) Tbk baru saja meraih kontrak penting untuk proyek konstruksi Karian Dam-Serpong Conveyance System (KSCS) Project Package 1 dengan nilai sebesar US$ 56,86 juta. Proyek ini bertujuan untuk menyediakan sistem pengairan yang efektif bagi wilayah-wilayah yang membutuhkan pasokan air bersih.

Direktur Utama Waskita Karya, Muhammad Hanugroho, menjelaskan bahwa proyek ini berkontribusi besar terhadap pemenuhan kebutuhan air baku untuk beberapa daerah. Dengan pemanfaatan air dari Bendungan Karian, sistem ini akan dapat menjangkau berbagai kawasan di Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan beberapa wilayah lain di sekitarnya.

“Keberadaan KSCS bertujuan menyediakan air baku untuk tiga provinsi,” ungkap Hanugroho. Dengan 9,5 meter kubik per detik untuk Banten, 3,45 meter kubik per detik untuk DKI Jakarta, dan 0,95 meter kubik per detik untuk Jawa Barat, proyek ini diharapkan memberikan akses yang lebih baik bagi masyarakat terhadap air bersih.

Proyek yang Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Kehadiran proyek KSCS juga diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat. Tidak hanya air bersih yang disuplai, tetapi kesehatan dan sanitasi lingkungan sekitar juga akan terdukung dengan adanya infrastruktur yang lebih baik. Hal ini diharapkan dapat menciptakan dampak positif bagi masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan air yang layak konsumsi.

“Proyek ini akan menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan air nasional,” lanjut Hanugroho. Dengan tujuan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs, proyek ini sejalan dengan upaya menyediakan akses air bersih dan sanitasi yang lebih baik untuk masyarakat.

Waskita Karya menyadari pentingnya peran proyek ini dalam pembangunan infrastruktur air. “Kami berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini dengan standar tinggi demi kepentingan masyarakat,” pungkasnya.

Pembangunan Infrastruktur Air di Berbagai Wilayah

Selain proyek KSCS, Waskita Karya juga memegang beberapa proyek konstruksi lainnya yang berfokus pada irigasi dan penyediaan air. Salah satunya adalah pengerjaan Daerah Irigasi (DI) Komering Sub DI Lempuing Fase 3 yang berlokasi di Sumatera Selatan. Proyek ini memiliki nilai kontrak mencapai Rp318,54 miliar.

Waskita juga telah menandatangani kontrak rehabilitasi jaringan utama DI di Banten, dengan nilai mencapai Rp415,44 miliar. Proyek yang sedang dikerjakan sekarang mencakup beberapa daerah, termasuk modernisasi DI Rentang, DI Salamdarma, dan Kamojang di Jawa Barat, yang semuanya bertujuan untuk meningkatkan pasokan air bagi masyarakat.

Dengan berbagai inisiatif ini, perusahaan berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap proyek yang dijalankan memiliki dampak positif yang luas bagi masyarakat. Penyediaan air yang berkualitas menjadi prioritas utama dalam setiap tahap pekerjaan.

Peran Penting Waskita Karya dalam Pembangunan Nasional

Waskita Karya telah lama menjadi aktor kunci dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. Keberhasilan perusahaan dalam menangani proyek-proyek besar menunjukkan keahlian dan komitmen mereka terhadap kualitas. Proyek seperti KSCS bukan hanya soal konstruksi; ini mencerminkan tanggung jawab sosial perusahaan dalam menciptakan infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dengan langkah strategis ini, perusahaan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat serta mendukung program-program pemerintah dalam meningkatkan kualitas kehidupan. “Keterlibatan kami dalam proyek ini adalah investasi untuk masa depan yang lebih baik,” lanjut Hanugroho.

Setiap proyek yang dijalankan oleh Waskita Karya akan terus dievaluasi untuk memastikan bahwa hasilnya sesuai dengan harapan masyarakat. Dengan semangat inovasi dan keunggulan, Waskita berusaha untuk menjadi yang terdepan dalam penyediaan solusi infrastruktur yang berkelanjutan.

Ciptakan Energi Bersih, Pembangunan Bendungan Jenelata Dikebut

Jakarta, sebagai pusat kegiatan ekonomi dan sosial di Indonesia, terus menghadapi tantangan terkait ketahanan air. Di tengah perubahan iklim yang semakin nyata, penting untuk memastikan akses yang permanen terhadap sumber daya ini. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencapai hal tersebut adalah pembangunan Bendungan Jenelata di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Proyek ini merupakan langkah signifikan dalam mengatasi masalah kekurangan air, terutama pada saat musim kemarau.

Pembangunan bendungan ini menunjukkan progres yang menggembirakan. Hingga akhir kuartal III-2025, kemajuan konstruksi fisiknya mencapai 22,52% pada bulan September. Ini adalah peningkatan yang lebih cepat 1,5% dibandingkan dengan rencana awal, menandakan dedikasi yang tinggi dari semua pihak yang terlibat dalam proyek ini.

Lebih jauh lagi, Bendungan Jenelata diharapkan tidak hanya menjadi sumber penyedia air baku, tetapi juga memberikan dampak positif bagi sektor pertanian. Penyediaan air yang andal akan meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Gowa dan sekitarnya, yang dikenal sebagai wilayah agraris. Dukungan maksimal dari bendungan ini akan sangat membantu transformasi dalam pengelolaan sumber daya.

Proyek Strategis untuk Ketahanan Air di Sulawesi Selatan

Bendungan Jenelata dirancang sebagai bendungan urugan batu permukaan inti kedap air dari beton yang akan memiliki kapasitas tampung total sebesar 223,6 juta meter kubik. Proyek ini mendukung tiga fungsi utama: pengendalian banjir, penyediaan air irigasi, dan pasokan air baku. Terutama, bendungan ini akan memberikan perlindungan signifikan dari banjir yang sering mengancam wilayah hilir.

Dari aspek pengendalian banjir, bendungan ini memiliki kemampuan untuk mengurangi debit air Sungai Jenelata secara drastis dari 1.800,46 meter kubik per detik menjadi 686 meter kubik per detik. Ini merupakan langkah penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi masyarakat yang tinggal di sekitar sungai.

Sementara itu, dari sektor pertanian, diperkirakan bendungan ini akan mampu mengairi lahan seluas 25.783 hektare, sehingga meningkatkan indeks pertanaman dari 276 persen menjadi 300 persen. Dengan penerapan pola tanam yang lebih efektif, diharapkan hasil pertanian dapat mengalami lonjakan signifikan.

Manfaat Ekonomi dan Sosial dari Bendungan Jenelata

Keberadaan Bendungan Jenelata diharapkan tidak hanya memiliki dampak positif dari segi lingkungan, tetapi juga signifikan dalam meningkatkan ekonomi lokal. Proyek ini ditargetkan dapat memperluas lapangan kerja di sektor perikanan, pariwisata, dan jasa, membuka peluang baru bagi masyarakat setempat. Ini selaras dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur.

Selain itu, bendungan ini juga direncanakan sebagai pembangkit listrik tenaga air dengan kapasitas 7 megawatt. Hal ini akan berkontribusi dalam penyediaan energi bersih bagi proyek-proyek di kawasan Gowa dan Makassar. Adanya pasokan energi yang terjangkau dan ramah lingkungan menjadi salah satu langkah dalam menuju keberlanjutan di Indonesia.

Seluruh hasil dari proyek ini akan berkontribusi pada peningkatan akses air bersih. Di mana akses terhadap air bersih merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Berdampak pada aspek kesehatan dan kebutuhan dasar lainnya, proyek ini memberikan harapan baru bagi masyarakat di sekitar bendungan.

Komitmen terhadap Keberlanjutan Lingkungan dan Sosial

Dalam proses pembangunan Bendungan Jenelata, WIKA menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada keuntungan finansial, tetapi juga memperhatikan dampak sosial dan lingkungan dari setiap proyek yang dijalankan. WIKA berkomitmen untuk menjadikan pembangunan ini sebagai model bagi proyek-proyek infrastruktur lainnya di Indonesia.

Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, menekankan pentingnya setiap proyek yang dijalankan harus membawa manfaat bagi masyarakat dan menunjukkan tanggung jawab perusahaan terhadap kelestarian lingkungan. Ia mengatakan bahwa proyek ini merupakan bagian dari visi pembangunan nasional yang lebih luas, yang berfokus pada infrastruktur yang tangguh dan ekonomi hijau.

Dengan kemajuan yang telah diraih dan penerapan teknologi terkini, WIKA berharap bahwa Bendungan Jenelata dapat menjadi proyek strategis nasional. Proyek ini tidak hanya akan memberikan manfaat praktis dalam penyediaan air dan energi, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya keberlanjutan di kalangan perusahaan dan masyarakat.