slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong QQCUAN agencuan slot88 agencuan https://bola169new.com/ phishing phishing
qqcuan AGENCUAN https://ademsari.co.id/ https://bitcoinnews.co.id/ https://dermaluz.co.id/ https://jiexpo.co.id/ https://donghan.co.id/ https://icconsultant.co.id/ https://metroindo.co.id/ https://bentogroup.co.id/ https://gatranews.co.id/ https://kacapatri.co.id/ https://gemilangsukses.co.id/ https://siomom.id/ https://situskita.id/ https://masyumi.id/ https://dapurdia.id/ https://baginasipagi.id/ https://bacaajadulu.id/ https://sukagaming.id/ https://sobatsandi.id/ https://ragaminspirasi.id/ https://salamdokter.id/
https://berita-sumatra.id/ https://seongiclik.id/ https://mangu.id/ https://daily-news.id/

Laba Bank Mega Diperkirakan Rp3,36 T di 2025, Meningkat 28%

PT Bank Mega Tbk. berhasil mencatatkan laba setelah pajak yang mengesankan pada tahun 2025. Dengan total laba mencapai Rp3,36 triliun, Bank Mega mencatatkan pertumbuhan sebesar 28% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp2,63 triliun.

Sementara itu, laba sebelum pajak mencapai Rp4,16 triliun, naik dari Rp3,26 triliun tahun lalu. Pertumbuhan ini mencerminkan langkah strategi yang diambil oleh manajemen dalam meningkatkan kinerja bank secara keseluruhan.

Bank Mega mencatatkan peningkatan signifikan dalam pendapatan berbasis fee, yaitu sebesar 54%, yang berkontribusi Rp2,79 triliun dibandingkan Rp1,82 triliun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan terus mengoptimalkan layanan dan produk yang ditawarkan kepada nasabah.

Analisis Pertumbuhan Aset dan Kredit Bank Mega

Total aset Bank Mega juga mengalami peningkatan yang stabil, mencapai Rp140,83 triliun, atau tumbuh sebesar 4% dari Rp134,92 triliun di tahun sebelumnya. Ini menunjukkan soliditas bank dalam menghadapi tantangan ekonomi.

Dari sisi intermediasi, total kredit yang disalurkan mencapai Rp67,23 triliun, tumbuh 4% dari Rp64,65 triliun. Dengan demikian, komposisi kredit korporasi menjadi dominan, mencapai Rp46,30 triliun, atau sekitar 69% dari total kredit.

Kualitas kredit juga menjadi perhatian utama, di mana non-performing loan (NPL) gross tercatat di angka 1,65%. Ini menunjukkan bahwa bank masih mampu menjaga kualitas pinjaman meski terjadi pertumbuhan dalam penyaluran kredit.

Peningkatan Dana Pihak Ketiga dan Efisiensi Biaya

Dana pihak ketiga (DPK) mengalami pertumbuhan yang signifikan, mencapai Rp104,13 triliun, atau tumbuh 14% dibandingkan tahun lalu. Angka ini meningkat dari Rp91,67 triliun, menunjukkan kepercayaan nasabah yang tinggi terhadap Bank Mega.

Komposisi DPK masih didominasi oleh deposito, tetapi saldo dana murah dalam bentuk current account saving account (CASA) juga meningkat, mencapai Rp28,14 triliun dari Rp27,57 triliun. Ini mencerminkan strategi bank dalam menarik simpanan yang lebih likuid.

Rasio loan to deposito (LDR) saat ini berada di angka 64,48%, yang menunjukkan bahwa kondisi perbankan masih cukup longgar. Ini memberi ruang bagi bank untuk terus menyalurkan kredit di masa yang akan datang.

Strategi Masa Depan dan Retensi Biaya

Manajemen Bank Mega berkomitmen untuk terus menurunkan cost of fund, yang tetap berada pada level yang kompetitif hingga akhir 2025. Kebijakan ini diambil meskipun suku bunga industri perbankan masih terbilang tinggi.

Kinerja yang terus membaik juga menunjukkan bahwa Bank Mega sedang melangkah ke arah pertumbuhan yang lebih baik. Mereka memiliki strategi bisnis yang jelas untuk menjamin profitabilitas berkelanjutan dan memberikan nilai tambah.

Dengan adanya perbaikan dalam fundamental bisnis, Bank Mega akan terus menyesuaikan diri dengan dinamika pasar. Pengelolaan yang bijak diharapkan mampu menjaga kepercayaan investor dan nasabah di masa depan.

Transformasi Bank Tradisional Menjadi Bank Modern di Usia 76 Tahun

Bank Tabungan Negara (BTN) telah berkomitmen untuk mentransformasi diri menjadi lembaga keuangan modern yang lebih relevan dan terintegrasi. Fokus BTN kini tidak hanya terbatas pada pembiayaan perumahan, melainkan juga pada pengembangan layanan yang lebih berorientasi gaya hidup untuk menjangkau generasi muda, baik milenial maupun Gen Z.

Sejak peluncuran aplikasi Bale by BTN pada 9 Februari 2025, jumlah penggunanya telah mencapai 3,7 juta akun. Ini menandakan penerimaan yang baik di kalangan masyarakat, dengan volume transaksi yang meningkat hingga 79,2% secara tahunan, menciptakan nilai transaksi yang signifikan mencapai Rp103,6 triliun.

Selain itu, pertumbuhan saldo pengguna Bale by BTN juga mencerminkan kepercayaan publik. Hingga akhir 2025, kontribusinya terhadap dana pihak ketiga BTN adalah sebesar Rp22,8 triliun, tumbuh 15,3% dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan minat yang semakin besar terhadap layanan digital.

Transformasi Digital yang Diterapkan BTN dalam Beberapa Tahun Terakhir

BTN berkomitmen untuk mendorong transformasi digital dengan membuka BTN Digital Store di beberapa kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Semarang. Dengan total 24 store yang beroperasi, layanan ini tidak hanya modern tetapi juga efisien, membuat nasabah dapat membuka rekening dalam waktu cepat melalui pemindaian KTP yang terintegrasi dengan data kependudukan.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menekankan bahwa BTN terus beradaptasi dengan perkembangan zaman sebagai bank nasional. Sejak didirikan kembali pada 1950 sebagai bank nasional, BTN telah memainkan peran penting dalam pembiayaan perumahan di Indonesia, terutama sejak penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pertama kali pada 1976.

Dari waktu ke waktu, BTN juga mencatat pertumbuhan aset yang signifikan, yang per 2025 telah mencapai Rp527,8 triliun. Capaian ini menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat yang meningkat terhadap layanan dan transformasi yang dihadirkan BTN.

Kualitas Layanan yang Semakin Ditingkatkan Melalui Inovasi

Menyusul transformasi digital, BTN terus berupaya meningkatkan kualitas layanan. Bale by BTN dirancang untuk memberikan akses yang lebih mudah dan inklusif bagi masyarakat. Transformasi ini menjadi kunci bagi BTN untuk tetap relevan dalam memenuhi kebutuhan perbankan masyarakat modern.

Kemajuan BTN juga tercermin dari pencapaian prestasi di bidang keberlanjutan. Misalnya, BTN menjadi bank pertama di Indonesia yang memperoleh MSCI ESG Rating AA, yang menandakan komitmen terhadap praktik bisnis berkelanjutan. Selain itu, BTN juga meraih peringkat ke-6 dalam Keterbukaan Informasi Publik di antara BUMN.

Perusahaan ini juga diinformasikan sebagai tempat kerja unggulan, masuk dalam kategori Top 3 LinkedIn Top Companies. Penghargaan ini mencerminkan dedikasi BTN dalam menciptakan lingkungan kerja yang baik dan profesional bagi pegawainya.

Komitmen BTN untuk Meningkatkan Pembiayaan Perumahan Nasional

Ke depan, BTN nampak lebih berkomitmen untuk memperkuat perannya sebagai mitra utama dalam pemberdayaan finansial keluarga Indonesia. Nixon menjelaskan pentingnya menjaga integritas serta memberikan layanan yang berkualitas seiring dengan transformasi digital yang sedang berlangsung.

Bank ini tidak hanya tetap memfokuskan diri pada pembiayaan perumahan, tetapi juga mengintegrasikan layanan modern yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Ini sejalan dengan visi yang diusung untuk menjadi lembaga yang tidak hanya sekadar bank, tetapi juga dalam menjaga kontribusi sosial.

Berbicara mengenai kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, BTN mendapatkan dukungan yang baik dari sektor swasta dan pemerintah. Hal ini terlihat dalam berbagai program perumahan pemerintah di mana BTN terlibat aktif dan menjadi pilihan utama pembiayaan.

Melihat ke depan, BTN diharapkan dapat terus beradaptasi dengan perubahan dan tetap menjadi bank yang memprioritaskan inisiatif dan inovasi dalam memberikan layanan. Komitmen untuk melakukan transformasi secara berkelanjutan akan memastikan BTN tetap relevan di pasar keuangan yang semakin kompetitif.

Dengan keterlibatan aktif dalam pengembangan masyarakat, BTN juga diharapkan dapat terus menjaga kredibilitas dan reputasi yang baik di mata publik. Melalui peningkatan digitalisasi dan keterlibatan dalam program sosial, BTN berharap dapat menjadi pilar yang kuat dalam mendukung pembangunan perumahan nasional.

Bank Cirebon Tutup, LPS Siap Bayar Simpanan Nasabah Sesuai Ketentuan

Pembayaran klaim penjaminan simpanan bagi nasabah Perusahaan Umum Daerah Bank Perekonomian Rakyat Bank Cirebon telah disiapkan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Proses ini dilakukan menyusul pencabutan izin operasional bank tersebut oleh Otoritas Jasa Keuangan pada 9 Februari 2026.

LPS berkomitmen untuk memastikan bahwa seluruh simpanan nasabah dibayarkan sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam upaya ini, LPS akan melakukan verifikasi dan rekonsiliasi data simpanan untuk menentukan jumlah yang akan dibayarkan kepada nasabah.

Proses verifikasi tersebut direncanakan akan selesai dalam waktu 90 hari kerja. Pembayaran ini akan menggunakan dana yang disediakan oleh LPS untuk mendukung klaim penjaminan simpanan nasabah.

Pentingnya Klaim Penjaminan Simpanan Nasabah BPR

Klaim penjaminan simpanan menjadi perhatian penting bagi nasabah yang terpengaruh oleh pencabutan izin ini. Mereka dapat mengakses informasi mengenai status simpanan di kantor BPR atau situs web resmi LPS setelah pengumuman resmi dikeluarkan.

Bagi debitur bank, proses pembayaran cicilan atau pelunasan pinjaman masih bisa dilakukan di kantor BPR dengan bantuan Tim Likuidasi LPS. Hal ini bertujuan untuk memberikan kepastian bagi nasabah yang memiliki pinjaman di bank tersebut.

Sekretaris LPS, Jimmy Ardianto, mengimbau nasabah untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh rumor yang dapat merugikan mereka. Nasabah sebaiknya tidak mempercayai pihak-pihak yang menawarkan bantuan dengan imbalan tertentu terkait pembayaran klaim.

Proses Likuidasi Perumda BPR Bank Cirebon

Proses likuidasi Perumda BPR Bank Cirebon dilakukan oleh LPS untuk menjaga kepentingan nasabah. Dalam tahap ini, LPS akan bekerja sama dengan pihak terkait untuk memastikan bahwa hak-hak nasabah dilindungi semaksimal mungkin.

Salah satu langkah utama dalam likuidasi adalah menilai aset dan kewajiban bank, agar proses klaim dapat dijalankan secara transparan. Nasabah perlu mengikuti perkembangan informasi yang diberikan oleh LPS untuk mendapatkan pembaruan terkini.

LPS juga menekankan pentingnya komunikasi yang jelas dengan nasabah. Setiap informasi mengenai proses likuidasi dan pembayaran klaim akan diinformasikan melalui kanal resmi agar tidak terjadi miskomunikasi.

Kepercayaan Nasabah Terhadap BPR dan LPS

Di tengah situasi ini, LPS mengajak nasabah untuk tetap mempercayai sistem perbankan di Indonesia. Banyak bank umum maupun BPR lainnya masih beroperasi dengan baik, dan simpanan nasabah di bank-bank tersebut tetap dijamin hingga Rp 2 miliar per nasabah per bank.

Nasabah perlu memahami kriteria yang ditetapkan LPS agar simpanan mereka dijamin. Kriteria tersebut meliputi tercatatnya simpanan dalam pembukuan, tingkat bunga yang tidak melebihi bunga penjaminan, serta tidak terlibat dalam tindakan kriminal.

Dengan memahami syarat 3T LPS, nasabah dapat merasa lebih aman dalam menyimpan uang mereka di bank. Keberadaan LPS sebagai lembaga penjamin akan memberikan rasa aman bagi nasabah, bahkan di tengah ketidakpastian yang dialami.

Informasi Lebih Lanjut Mengenai Penjaminan Simpanan dan Likuidasi

Nasabah yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai penjaminan simpanan dan likuidasi Perumda BPR Bank Cirebon dapat menghubungi Pusat Layanan Informasi (Puslinfo) LPS. Tim layanan informasi siap memberikan bantuan melalui nomor yang tersedia.

Dukungan dari LPS diharapkan dapat membantu nasabah memahami proses yang sedang berlangsung dan mendapatkan hak-hak mereka. Dengan adanya informasi yang jelas, nasabah dapat membuat keputusan yang lebih tepat mengenai simpanan dan kewajiban mereka.

Kepastian dan transparansi adalah kunci dalam mengelola krisis seperti ini. Melalui upaya bersama antara LPS dan nasabah, diharapkan semua pihak dapat keluar dari situasi ini dengan lebih baik dan percaya diri.

Bos Bank Beri Bocoran Dividen Tahun Ini Bisa Mencapai 30 Persen dari Laba

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., yang sering disingkat BTN, baru-baru ini mengungkapkan rencana mengenai pembagian dividen untuk tahun buku 2025. Dalam paparan kinerja yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembagian dividen dan profitabilitas bank.

Nixon juga menekankan bahwa meskipun pihaknya sedang bernegosiasi tentang kebijakan pembagian dividen dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, tujuan utama BTN adalah mempertahankan level return on equity (ROE) di atas 12%, bahkan hingga 14% di akhir tahun ini. Hal ini menunjukkan komitmen kuat dari BTN untuk tetap menjadi yang terdepan di industri perbankan nasional.

Kebijakan pembagian dividen yang dipertimbangkan adalah dalam rentang 25% hingga 30%. Nixon menyatakan, untuk mencapai target ROE yang ambisius, BTN berencana melakukan disburse dividen yang lebih tinggi.

Pada tahun lalu, BTN berhasil membagikan total dividen sebesar Rp751,8 miliar, yang setara dengan Rp53,57 per saham, dengan dividen payout ratio mencapai 25%. Dengan pencapaian laba bersih konsolidasi yang meningkat, rencana pembagian dividen ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pemegang saham.

dari hasil tersebut, BTN mencatatkan laba bersih sebesar Rp3,5 triliun sepanjang tahun 2025, meningkat sebesar 16,4% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp3 triliun. Ini merupakan indikator kinerja yang baik bagi bank dan menarik perhatian investor.

Pentingnya Manajemen Dividen bagi Perusahaan Keuangan

Manajemen dividen yang baik merupakan kunci keberhasilan sebuah perusahaan keuangan. Dengan pembagian dividen yang tepat, perusahaan dapat memberikan imbal hasil kepada pemegang saham sambil tetap berinvestasi untuk pertumbuhan yang berkelanjutan.

Nixon menjelaskan bahwa kebijakan ini tidak hanya berfokus pada keuntungan jangka pendek. Alokasi dividen yang bijak dapat meningkatkan kepercayaan investor jangka panjang serta menciptakan stabilitas dalam kinerja finansial perusahaan.

Selain itu, menjaga ROE di tingkat yang tinggi sangat penting untuk memberikan sinyal positif kepada pasar. ROE yang kuat menunjukkan efisiensi penggunaan modal dan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan.

Implementasi strategi dividen yang efektif juga mencerminkan kemampuan manajemen dalam memanfaatkan sumber daya perusahaan secara optimal.

Analisis Kinerja Keuangan BTN di Tahun 2025

Analisis kinerja keuangan BTN di tahun 2025 menunjukkan bahwa bank ini telah mengambil langkah yang tepat dalam mengelola aset dan liabilitasnya. Peningkatan laba bersih sesuai dengan strategi pengelolaan risiko yang ketat.

Kenaikan laba bersih yang signifikan mencerminkan pertumbuhan pendapatan dari berbagai lini bisnis, termasuk kredit perumahan yang terus menunjukkan permintaan yang tinggi. Dengan fokus pada produk yang dibutuhkan masyarakat, BTN semakin memperkuat posisinya di pasar.

Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah persaingan yang ketat. Oleh karena itu, inovasi dan efisiensi operasional menjadi kunci bagi kelangsungan BTN di sektor perbankan.

BTN juga perlu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan layanan dan menarik lebih banyak nasabah. Dalam era digital, bank yang dapat beradaptasi dengan cepat memiliki peluang lebih besar untuk sukses.

Perhatian terhadap Strategi Pembiayaan dan Investasi

Strategi pembiayaan menjadi salah satu fokus utama BTN dalam mencapai target pertumbuhannya. BTN berkomitmen untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap produk perbankan, terutama bagi mereka yang ingin memiliki rumah.

Investasi dalam teknologi dan infrastruktur yang lebih baik akan mendukung pengembangan layanan yang lebih efisien. Dengan layanan digital yang semakin berkembang, BTN berupaya untuk memberikan pengalaman terbaik bagi nasabahnya.

Selain itu, BTN juga perlu menjaga hubungan baik dengan pemangku kepentingan serta komunitas. Ini penting untuk membangun reputasi dan keberlanjutan perusahaan di mata masyarakat.

Melalui pendekatan yang proaktif terhadap pembiayaan, BTN diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan perumahan.

Dengan langkah-langkah strategis yang diambil, BTN yakin dapat menghadapi tantangan serta meraih kesuksesan di masa akan datang.

Kerja Sama BI dan Bank Korea Tanpa Dolar Diperpanjang Senilai Rp115 Triliun

Bank Indonesia dan Bank of Korea baru-baru ini mengumumkan perpanjangan kerja sama dalam pertukaran mata uang lokal, sebuah langkah penting di tengah dinamika ekonomi global. Kesepakatan ini ditandatangani pada 5 Februari 2026 dan menandai komitmen kedua institusi keuangan untuk memperkuat hubungan monetari mereka.

Perpanjangan kerja sama ini berfungsi untuk mengoptimalkan stabilitas ekonomi dan mendukung perdagangan bilateral antara kedua negara. Langkah ini juga mencerminkan keinginan untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS dalam transaksi internasional.

Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi global. Selain itu, kerja sama ini juga memperkuat posisi kedua negara di kancah internasional.

Pengaruh Kerja Sama Bilateral terhadap Ekonomi Regional

Kerja sama pertukaran mata uang lokal ini memiliki pengaruh besar terhadap ekonomi regional, terutama dalam meningkatkan likuiditas. Peluang baru bagi sektor bisnis untuk bertransaksi menggunakan mata uang lokal dapat memperkuat perekonomian masing-masing negara.

Dengan menghindari penggunaan dolar AS, negara-negara ini dapat lebih mandiri dalam kebijakan ekonomi mereka. Ini juga dapat mempercepat pertumbuhan investasi yang lebih berkelanjutan di Asia Timur.

Inisiatif semacam ini bukan hanya menguntungkan Indonesia dan Korea Selatan, tetapi juga negara-negara lain yang terlibat dalam perdagangan bilateral. Sebuah jaringan kerja sama seperti ini dapat meningkatkan stabilitas di kawasan Asia.

Langkah Strategis untuk Menghadapi Tantangan Global

Dalam menghadapi tantangan ekonomi global, langkah strategis seperti kerja sama ini menjadi sangat penting. Kerja sama ini dapat menjadi buffer terhadap volatilitas pasar yang sering terjadi.

Keberlanjutan kerja sama ini menunjukkan ketahanan ekonomi kedua negara dalam menghadapi krisis finansial. Ini menjadi indikasi bahwa kedua negara bersiap untuk saling mendukung serta berbagi informasi dalam pengambilan kebijakan.

Dengan terus menjalin kerja sama yang saling menguntungkan, kedua negara diharapkan dapat saling melindungi dari dampak negatif fluktuasi pasar internasional. Penandatanganan perpanjangan ini menciptakan sebuah titik balik dalam hubungan kedua negara yang telah terjalin selama ini.

Peluang Investasi dan Perdagangan di Masa Depan

Perpanjangan kerja sama ini tidak hanya berdampak pada stabilitas ekonomi, tetapi juga membuka banyak peluang investasi. Investasi dari Korea Selatan ke Indonesia diperkirakan akan meningkat, terutama di sektor yang berbasis teknologi dan infrastruktur.

Dengan sistem pertukaran mata uang ini, perusahaan-perusahaan dapat melakukan transaksi lebih efisien tanpa terhambat oleh fluktuasi nilai tukar dollar. Hal ini tentu menarik bagi investor yang mencari kepastian dalam berbisnis.

Sebuah kerja sama seperti ini juga dapat meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global. Dengan biaya transaksi yang lebih rendah, produsen lokal memiliki kesempatan lebih besar untuk bersaing di level internasional.

Fundamental Solid Tercatat, Bank Mandiri Tingkatkan Intermediasi

Perekonomian Indonesia pada tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan yang positif, didukung oleh kinerja sektor eksternal dan aktivitas domestik yang stabil. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,11% secara tahunan, yang mencerminkan daya tahan perekonomian nasional meskipun di tengah tantangan global. Kebijakan pemerintah yang akomodatif turut berperan penting dalam mempertahankan momentum ini.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk juga menunjukkan hasil yang mengesankan sepanjang tahun 2025. Fundamental keuangannya tetap solid, berkat penguatan ekosistem finansial dan akselerasi layanan digital yang menyeluruh. Total aset Bank Mandiri tercatat tumbuh 16,6% secara tahunan menjadi Rp2.829,9 triliun, sementara penyaluran kredit meningkat 13,4% menjadi Rp1.895,0 triliun.

Komitmen Bank Mandiri untuk mendukung ekonomi nasional terlihat dari pertumbuhan kredit UMKM yang mencapai 4,88%, meskipun sektor lain sedikit melambat. Pencapaian ini menunjukkan peranan Bank Mandiri yang signifikan dalam mendukung lebih dari 1,3 juta pelaku UMKM, yang menjadi tulang punggung perekonomian rakyat.

Beta Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Tahun 2025

Bank Mandiri terus menjaga pertumbuhan yang konsisten dengan strategi penguatan ekosistem pembiayaan. Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menyatakan bahwa mereka fokus pada pembiayaan yang terukur di seluruh segmen. Bank Mandiri berkomitmen untuk mendukung sektor produktif yang mendorong ekonomi kerakyatan dan menciptakan lapangan kerja.

Dalam upaya menjaga kualitas aset, Bank Mandiri memastikan bahwa pertumbuhan kredit tidak mengabaikan prinsip kehati-hatian. Pendanaan yang selektif membantu menjaga momentum pertumbuhan sambil tetap bertanggung jawab terhadap kualitas portofolio yang dimiliki. Ini menjadi salah satu hal yang sangat penting di tengah perkembangan yang terjadi.

Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mencatatkan angka yang baik, mencapai Rp2.105,8 triliun dengan pertumbuhan 23,9% secara tahunan. Hal ini menunjukkan bahwa struktur pendanaan Bank Mandiri tetap kuat dan mampu mendukung ekspansi bisnis secara berkelanjutan.

Akselerasi Layanan Digital yang Memberdayakan Nasabah

Layanan digital menjadi penguat utama bagi pertumbuhan Bank Mandiri. Melalui Livin’ by Mandiri, bank ini menghadirkan aplikasi yang mengintegrasikan beragam layanan keuangan dalam satu platform. Dengan layanan seperti pembayaran, transfer, dan pengelolaan investasi, Livin’ by Mandiri memberikan pengalaman perbankan yang menyeluruh kepada nasabah.

Hingga akhir tahun 2025, Livin’ by Mandiri telah menarik 37,2 juta pengguna, meningkat 27% dari tahun sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan minat yang tinggi terhadap layanan digital, dengan jumlah transaksi harian juga menunjukkan tren positif. Hal ini menunjukkan bahwa adopsi layanan digital semakin meluas di kalangan nasabah, baik ritel maupun pelaku usaha.

Kopra by Mandiri juga berfungsi optimal sebagai platform digital untuk nasabah korporasi dan institusi. Fitur-fitur yang ditawarkan, seperti pengelolaan arus kas dan transaksi perdagangan, memberikan kemudahan bagi pengguna dalam mengakses layanan yang dibutuhkan. Ini membuktikan bahwa Bank Mandiri memahami dan memenuhi kebutuhan pelanggan di berbagai segmen.

Kualitas Aset dan Profitabilitas yang Stabil di Bank Mandiri

Kualitas aset di Bank Mandiri tetap terjaga dengan baik berkat penerapan manajemen risiko yang disiplin. Di akhir tahun 2025, rasio Non-Performing Loan (NPL) Gross tercatat sebesar 0,96%, yang lebih rendah dari rata-rata industri. Ini menunjukkan bahwa Bank Mandiri mampu mengelola risiko dan menjaga kesehatan finansialnya secara konsisten.

Dari sisi profitabilitas, Bank Mandiri merekam laba tahun berjalan sebesar Rp56,3 triliun, yang didorong oleh pendapatan bunga bersih sebesar Rp106 triliun. Pengelolaan aset yang produktif dan struktur pendanaan yang solid menjadi kunci utama dalam meraih hasil ini. Keberhasilan dalam pengelolaan risiko juga berkontribusi pada kinerja yang optimal.

Pendapatan non-bunga juga meningkat 14,5% menjadi Rp48,5 triliun di tahun 2025, menunjukkan diversifikasi yang semakin baik dalam sumber pendapatan bank. Ini membantu menjaga ketahanan fundamental Bank Mandiri dan memperkuat posisinya di pasar.

Peran Bank Mandiri dalam Mendukung Program Pemerintah

Bank Mandiri berperan sebagai mitra strategis pemerintah dengan mendukung berbagai program prioritas nasional. Fokus pada pembiayaan produktif dan dukungan terhadap sektor UMKM menjadi kunci untuk memperluas akses keuangan. Ini sejalan dengan komitmen bank untuk berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), Bank Mandiri berhasil menyalurkan Rp41 triliun kepada 360 ribu pelaku UMKM. Penyaluran ini dilakukan dengan tetap menjaga kualitas aset, yang menunjukkan keseriusan Bank Mandiri dalam menjalankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik.

Di sektor sosial, Bank Mandiri berkontribusi pada program Makan Bergizi Gratis dengan membiayai 147 mitra pelaksana. Ini merupakan bagian dari komitmen untuk mendukung ketahanan pangan dan pengembangan masyarakat di wilayah yang kurang terlayani.

Protes Keras Fans K-pop Terhadap Kredit Tambang di Hana Bank

Sejumlah penggemar K-pop di Indonesia baru-baru ini melayangkan kritik tajam kepada Hana Bank terkait dugaan pendanaan yang dianggap kontroversial. Mereka menuntut bank asal Korea Selatan tersebut untuk menghentikan dukungan finansial terhadap proyek tambang nikel yang menggunakan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batu bara.

Kritik ini melibatkan 12 basis penggemar yang telah mengirimkan surat terbuka ke kantor pusat Hana Bank di Seoul pada 2 Februari 2026. Dalam surat tersebut, mereka dengan tegas meminta bank untuk menghentikan pembiayaan terhadap tambang nikel berbasis batu bara, karena hal ini dinilai bertentangan dengan komitmen Hana Financial Group terhadap kelestarian lingkungan dan iklim.

Langkah ini diambil setelah Hana Financial Group mengumumkan Deklarasi Penghentian Pembiayaan Batu Bara pada tahun 2021. Dalam deklarasi ini, mereka berkomitmen untuk tidak mendanai proyek PLTU batu bara baik di dalam maupun luar negeri, namun para penggemar mempertanyakan konsistensi pelaksanaan komitmen tersebut.

Dalam konteks ini, Hana Bank juga mendapat sorotan karena melibatkan sejumlah bintang K-pop sebagai duta merek. Strategi marketing ini dinilai bertentangan dengan praktik pendanaan yang masih mendukung industri energi fosil, terutama di Indonesia, sehingga memunculkan keraguan dari para penggemar mengenai integritas mereka.

Surat terbuka tersebut mencatat bahwa Hana Bank telah memberikan pembiayaan kepada perusahaan yang mengelola tambang nikel di Pulau Obi. Perusahaan ini diketahui sedang membangun dan mengoperasikan PLTU batu bara untuk mendukung aktivitas industrinya, dengan kapasitas pembangkit yang mencapai 1,6 gigawatt (GW) dan rencana untuk penambahan kapasitas yang lebih besar.

Dampak Lingkungan dan Sosial yang Mengkhawatirkan

Para penggemar K-pop juga menyoroti dampak lingkungan yang serius akibat proyek ini. Mereka mengungkapkan bahwa Pulau Obi mengalami degradasi lingkungan yang signifikan, seperti kesulitan akses air bersih bagi penduduk setempat, sementara industri terus berkembang dengan dukungan pembiayaan internasional.

Lebih lanjut, proyek tambang nikel tersebut diprediksi dapat menghasilkan emisi gas rumah kaca dalam jumlah besar. Beberapa lembaga riset energi memperingatkan bahwa jika ekspansi industri berlanjut sesuai rencana, emisi gas rumah kaca akan meningkat secara dramatis dalam beberapa tahun ke depan, yang bertentangan dengan upaya global untuk transisi energi yang lebih bersih.

Dalam surat mereka, para penggemar mencantumkan beberapa tuntutan jelas kepada Hana Bank. Mereka meminta agar bank ini menghentikan seluruh pembiayaan kepada tambang nikel yang masih mengandalkan PLTU berbahan bakar batu bara dan mengecualikan investasi pada perusahaan yang memperluas bisnis berbasis batu bara.

Selain itu, mereka juga menuntut Hana Bank untuk memperkuat kebijakan pendanaan iklimnya agar sejalan dengan komitmen keberlanjutan yang telah mereka tetapkan. Para penggemar merasa bahwa langkah-langkah ini sangat penting demi masa depan lingkungan dan keberlangsungan masyarakat di daerah terdampak.

Peran Generasi Muda dalam Aksi Lingkungan

Kritikan ini dirasakan begitu penting dengan mengingat bahwa Hana Bank memiliki basis nasabah yang mayoritas terdiri dari generasi muda di Indonesia. Melalui layanan perbankan digital dan kerjasama dengan figur publik terkenal, bank ini seharusnya mampu membangun reputasi yang lebih baik dalam hal tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Para penggemar berargumen bahwa dukungan mereka sebagai generasi muda seharusnya diimbangi dengan komitmen yang nyata dari bank terhadap keberlanjutan. Ini merupakan bagian dari harapan yang lebih besar tentang perjuangan untuk lingkungan yang lebih bersih.

Kegiatan kampanye ini dipastikan akan terus berlanjut hingga Hana Bank mengambil langkah nyata untuk menghentikan semua bentuk pendanaan yang terkait dengan tambang nikel berbasis batu bara. Dengan demikian, masyarakat bisa melihat bahwa tindakan dan kebijakan investasi yang lebih ketat dapat diwujudkan.

Berbagai aksi ini menunjukkan bahwa generasi muda semakin peduli terhadap isu lingkungan dan berani bersuara. Mereka ingin memastikan bahwa proyek keuangan yang didukung oleh lembaga besar tidak merugikan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat banyak.

Kesadaran Global dan Tanggung Jawab Perusahaan

Ini merupakan refleksi dari kesadaran global yang semakin meningkat mengenai perubahan iklim dan dampak dari praktik eksploitasi sumber daya alam. Generasi muda di Indonesia dan seluruh dunia menunjukkan ketidakpuasan mereka terhadap ketidakadilan sosial dan degradasi lingkungan yang terjadi.

Hana Bank, sebagai salah satu lembaga keuangan besar, memiliki tanggung jawab untuk bertindak lebih etis dan bertanggung jawab. Mereka tidak hanya harus mempertimbangkan keuntungan finansial, tetapi juga dampak sosial dan lingkungan dari keputusan investasi mereka.

Ketika publik mulai mempertanyakan dan menuntut perubahan, perusahaan diwajibkan untuk lebih transparan dalam kebijakan dan praktik mereka. Masyarakat berhak mengetahui bagaimana dana mereka digunakan dan ke arah mana proyek tersebut berkembang.

Ke depan, diharapkan pihak-pihak terkait dapat bekerja sama untuk menciptakan perubahan positif. Dalam hal ini, dialog antara bank, perusahaan, dan masyarakat menjadi sangat penting untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.

Melalui langkah-langkah yang lebih progresif, Hana Bank dapat memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam sektor keuangan yang peduli akan keberlanjutan dan lingkungan. Tindakan nyata dalam mendukung komitmen ini menjadi harapan bersama untuk masa depan yang lebih baik.

Syarat Terbaru Menjadi Nasabah Prioritas Bank Mandiri BRI BNI BTN

Nasabah prioritas dari empat bank besar milik negara, yaitu BRI, Bank Mandiri, BNI, dan BTN, mendapatkan layanan yang semakin diperbarui dan inovatif. Layanan ini tidak hanya menjanjikan kenyamanan, tetapi juga berbagai fasilitas eksklusif yang diperuntukkan bagi mereka yang memiliki aset besar.

Pemberian layanan yang istimewa ini menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi nasabah yang menginginkan kemudahan dan kepraktisan dalam bertransaksi. Berbagai fasilitas dari masing-masing bank dapat membantu nasabah dalam merencanakan keuangan mereka secara lebih efektif.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendetail mengenai syarat dan keuntungan dari setiap bank untuk nasabah yang berstatus prioritas.

Fasilitas dan Keuntungan Menjadi Nasabah Prioritas di BRI

Bank Rakyat Indonesia (BRI) menetapkan saldo minimum sebesar Rp1 miliar bagi nasabah yang ingin bergabung dengan layanan BRI Prioritas. Program ini menawarkan Sentra Layanan Prioritas (SLP), yang menyediakan ruang pelayanan eksklusif dan nyaman bagi nasabah premium.

Melalui layanan ini, nasabah juga bisa mendapatkan BRI Prioritas Debit Card yang memberikan akses ke berbagai layanan unggulan, termasuk konsultasi keuangan dan perencanaan investasi. Dengan fasilitas one stop banking, nasabah dapat melakukan transaksi dengan lebih mudah dan cepat.

Nasabah BRI Prioritas juga mendapatkan pendekatan layanan yang lebih personalized dengan bantuan advisor berpengalaman, sehingga dapat memaksimalkan pengembangan portofolio keuangan mereka.

Keuntungan Menjadi Nasabah Mandiri Prioritas

Di Bank Mandiri, untuk dapat menjadi bagian dari layanan Mandiri Prioritas, nasabah harus memiliki total penempatan dana minimal sebesar Rp1 miliar. Hal ini mencakup tabungan, giro, dan produk investasi lainnya.

Setelah bergabung, nasabah akan mendapatkan welcome bonus berupa cashback sebesar Rp1,5 juta dan berbagai keuntungan lainnya. Keuntungan lebih lanjut termasuk akses lounge bandara gratis dan perlindungan asuransi perjalanan hingga Rp5 miliar.

Bank Mandiri juga menekankan bahwa layanan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman menyeluruh bagi nasabah dalam pengelolaan aset dan mobilitas global, menjadikannya pilihan menarik bagi mereka yang sering melakukan perjalanan internasional.

Program Prioritas yang Menarik di BNI Emerald

BNI Emerald menawarkan layanan prioritas dengan paket produk yang cukup beragam. Nasabah dapat bergabung dengan saldo minimum sebesar Rp1 miliar, dengan tier lanjutan untuk nasabah ultra-premium di Rp5 miliar dan Rp15 miliar.

Setiap nasabah akan menerima Kartu BNI Emerald World Debit yang dapat digunakan pada jaringan Mastercard di seluruh dunia. Layanan yang ditawarkan sangat lengkap, mulai dari fasilitas hospital guarantee hingga bantuan pendidikan internasional.

BNI menggarisbawahi bahwa seluruh layanan Emerald dirancang untuk mendukung pengembangan aset jangka panjang, khususnya dalam wealth management yang melibatkan investasi dan proteksi serta layanan finansial personal yang komprehensif.

Keunggulan BTN untuk Nasabah Prioritas

Bank Tabungan Negara (BTN) menawarkan persyaratan yang lebih terjangkau dibandingkan dengan bank BUMN lainnya. Nasabah hanya perlu memiliki total dana kelolaan minimum Rp500 juta untuk mendapatkan status prioritas.

BTN Prioritas menyediakan berbagai manfaat, termasuk penawaran istimewa untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR), penghapusan biaya transfer, dan akses ke safe deposit box. Selain itu, nasabah juga mendapatkan akses ke layanan mobile banking prioritas yang semakin memudahkan.

Segmen ini banyak menarik nasabah yang ingin fokus pada pembiayaan properti serta diversifikasi investasi melalui instrumen non-bank seperti SBN dan reksa dana. Setiap tingkat membership memiliki keuntungan berbeda, sehingga nasabah dapat memilih sesuai kapasitas portofolio mereka.

Dengan penawaran yang menarik dan akses mudah, BTN menjadi pilihan menarik bagi nasabah yang mencari fasilitas finansial yang berkualitas dan terjangkau.

Pengawasan Diperketat OJK Memantau Bank Menggunakan AI

Jakarta sedang berada di tengah pergeseran penting dalam sektor perbankan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen untuk memperkuat pengawasan di sektor ini, seiring dengan kompleksitas yang semakin meningkat dalam aktivitas perbankan dan percepatan digitalisasi yang terjadi.

Pengawasan yang lebih ketat diharapkan dapat membuat industri perbankan semakin tangguh. Dengan demikian, sektor ini dapat berkontribusi lebih signifikan terhadap perekonomian nasional dan menghadapi beragam gejolak yang mungkin muncul.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengungkapkan komitmen ini dalam pertemuan bergengsi di Tiongkok. Di acara tersebut, berbagai isu strategis seputar sektor perbankan dibahas, mengedepankan prospek stabilitas dan tantangan yang dihadapi dalam konteks global.

Isu Strategis dalam Sektor Perbankan Asia dan Pasifik

Pada pertemuan penting tersebut, isu seperti stabilitas keuangan dan risiko yang muncul menjadi fokus utama diskusi. Selain itu, regulasi dan daya saing perbankan, serta tantangan pengawasan terhadap aset kripto juga diulas secara mendalam.

Regulasi yang semakin kompleks di sektor keuangan merupakan hal yang tak terelakkan. Oleh karena itu, OJK menekankan pentingnya efektivitas pengawasan yang berkualitas untuk menghadapi perubahan ini.

Kompleksitas dalam sektor perbankan tidak hanya muncul dari aktivitas yang beragam, tetapi juga dari perkembangan teknologi digital yang cepat. Evolusi dalam modus penipuan dan pencucian uang merupakan tantangan yang mendesak dan memerlukan perhatian khusus dari pengawas.

Peningkatan Kapabilitas Pengawasan dengan Teknologi Canggih

Dian menggarisbawahi bahwa OJK berusaha mendorong peningkatan kapabilitas pengawasan melalui teknologi canggih. Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan machine learning merupakan langkah strategis yang terus didorong untuk meningkatkan efektivitas pengawasan perbankan.

Di samping itu, pentingnya pengembangan kualitas sumber daya manusia di OJK menjadi prioritas agar tim pengawas dapat beradaptasi dengan tantangan baru dalam dunia perbankan. Keselarasan antara pengembangan teknologi dan peningkatan kapabilitas manusia menjadi kunci sukses pengawasan yang efektif.

OJK juga berkomitmen untuk mendukung perbankan dalam memperluas kegiatan usaha. Selama tetap menjaga stabilitas sistem keuangan, sektor perbankan diharapkan mampu meningkatkan daya saing dalam menghadapi kompetisi yang semakin ketat.

Transformasi Digital untuk Menghadapi Tantangan Baru

Saat ini, digitalisasi menjadi pendorong utama perubahan perilaku nasabah. Dalam konteks ini, OJK secara aktif mendorong transformasi digital perbankan, yang diatur dalam Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan.

Cetak Biru tersebut berfungsi sebagai landasan strategis untuk memperkuat ketahanan sektor perbankan. Selain itu, dokumen ini menekankan pentingnya daya saing yang berkelanjutan melalui inovasi digital.

Tidak hanya itu, OJK juga mengeluarkan Pedoman Resiliensi Digital untuk memperkuat ketahanan digital. Pedoman ini bertujuan untuk mitigasi risiko yang berkaitan dengan kompleksitas digital yang terus meningkat di sektor perbankan.

Perhatian Terhadap Risiko Digital Fraud dan Aset Kripto

Risiko digital fraud telah menjadi perhatian khusus bagi OJK, terutama terkait aset kripto. Meskipun ada potensi efisiensi dalam sistem keuangan, aspek penyalahgunaan seperti pengaburan dana ilegal perlu diantisipasi.

OJK menilai pentingnya penguatan pengaturan dan pengawasan di bidang ini. Selain itu, kerja sama lintas lembaga dan lintas negara menjadi sangat diperlukan untuk menangani tantangan yang bersifat global.

Dian mengingatkan bahwa kerja sama lintas jurisdiksi harus diperkuat, mengingat sifat lintas batas dari transaksi aset kripto. Hal ini penting untuk menjaga integritas sistem keuangan dan mencegah penyalahgunaan.

OJK terus berkomitmen untuk memperkuat kerja sama internasional dalam menghadapi tantangan yang muncul. Dengan aktif berpartisipasi dalam forum-forum internasional, OJK berusaha untuk meningkatkan kualitas pengawasan dan merespons risiko di sektor keuangan global.

Melalui partisipasinya dalam pertemuan seperti The EMEAP-BCBS-FSI, OJK menunjukkan keseriusannya dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. Dengan demikian, lembaga ini siap menghadapi dinamika yang terus berkembang di sektor perbankan.

Siap Memperkuat Ekosistem Keuangan Syariah Termasuk Bank Bullion

Jakarta, PT Bank Syariah Indonesia Persero Tbk atau BSI kini mengarahkan perhatian pada penguatan ekosistem keuangan syariah untuk tahun 2026. Dengan tema “Langkah Emas Untuk Generasi Emas,” BSI menunjukkan keyakinan dalam mengembangkan bisnis emas sebagai produk tambahan dalam perbankan syariah.

Keberadaan BSI sebagai institusi keuangan syariah diharapkan dapat memberikan alternatif solusi bagi masyarakat. Hal ini penting guna memenuhi kebutuhan finansial yang sejalan dengan prinsip syariah dan memberikan stabilitas ekonomi yang lebih besar.

Keputusan BSI untuk menekankan pada bisnis emas bukan tanpa alasan. Investasi terhadap emas memiliki sejarah panjang sebagai kendaraan investasi yang aman dan stabil.

Pengembangan Bisnis Emas Sebagai Strategi Utama BSI

BSI berencana untuk memperkenalkan berbagai produk baru yang berhubungan dengan emas. Pemanfaatan emas sebagai instrumen investasi akan menjadi bagian dari strategi jangka panjang. Hal ini akan melibatkan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan.

Memperkuat keamanan nasabah adalah tujuan utama dari pengembangan produk ini. Dengan demikian, nasabah merasa lebih nyaman dan terlindungi saat berinvestasi dalam produk perbankan syariah.

Inovasi juga akan menjadi fokus utama dalam pengembangan bisnis emas. BSI akan menciptakan berbagai platform digital yang memudahkan akses nasabah untuk berinvestasi dalam emas.

Keterlibatan Masyarakat dalam Ekosistem Keuangan Syariah

Partisipasi masyarakat menjadi kunci dalam memperkuat ekosistem keuangan syariah. BSI berupaya untuk meningkatkan literasi keuangan di seluruh lapisan masyarakat. Ini termasuk penyuluhan tentang keuntungan investasi bersifat syariah.

Melalui program edukasi, BSI berharap masyarakat dapat lebih memahami dan memanfaatkan produk-produk syariah. Kesadaran yang lebih tinggi ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk berinvestasi secara cerdas.

BSI juga akan menjalin kemitraan dengan komunitas lokal. Kolaborasi ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya perbankan syariah dan produk-produk yang ditawarkan.

Inovasi Teknologi dalam Layanan Perbankan Syariah

Perkembangan teknologi informasi telah mengubah wajah industri perbankan. BSI berkomitmen untuk memanfaatkan teknologi dalam meningkatkan pengalaman nasabah. Penggunaan aplikasi mobile yang user-friendly akan menjadi salah satu tonggak utama.

Adopsi teknologi blockchain juga akan dieksplorasi untuk memastikan keamanan transaksi. Kepercayaan nasabah bisa ditingkatkan lewat transparansi yang ditawarkan oleh teknologi ini.

BSI ingin memastikan bahwa layanannya mudah diakses oleh semua kalangan. Pengembangan platform digital ini tidak hanya untuk nasabah baru, tetapi juga untuk menjaga loyalitas nasabah yang sudah ada.