Di tengah dinamika industri asuransi, PT Asuransi Jasa Mitra Abadi Tbk (JMAS) mengambil langkah strategis dengan mengurangi fokus pada produk asuransi kesehatan dan beralih ke produk asuransi jiwa. Keputusan ini didasarkan pada keyakinan bahwa produk asuransi jiwa menawarkan stabilitas yang lebih baik dan dapat dikelola dengan lebih efektif dalam jangka panjang.
Direktur Utama JMAS, Basuki Agus, menjelaskan bahwa pergeseran tersebut dilakukan karena fluktuasi klaim pada produk asuransi kesehatan seringkali sangat tajam. Hal ini menjadikan pengelolaan risiko menjadi lebih rumit dan membutuhkan metode yang lebih ketat dibandingkan dengan asuransi jiwa.
“Asuransi kesehatan memiliki kecenderungan naik turun yang drastis, sedangkan asuransi jiwa lebih mudah untuk dikelola dan tumbuh secara berkelanjutan,” ungkap Basuki pada Public Expose Insidentil yang berlangsung baru-baru ini.
Strategi Penyempurnaan dalam Pengelolaan Klaim Asuransi
Meskipun berkurangnya fokus pada produk kesehatan, JMAS menegaskan bahwa mereka tetap menerima dan mengelola bisnis asuransi kesehatan dengan lebih terkontrol. Proses pengendalian klaim akan dilakukan lewat sistem internal yang dirancang khusus agar hak-hak nasabah tidak terabaikan.
Penerapan pengelolaan klaim yang lebih efektif ini diharapkan akan memberikan dampak positif terhadap profil risiko perusahaan. Dengan langkah ini, JMAS bermaksud menjaga reputasi dan khalayak pemegang polis yang telah dipercayai selama ini.
Pergeseran strategi ini juga sejalan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat yang semakin mengarah kepada perlindungan jiwa jangka panjang, menciptakan peluang baru bagi JMAS untuk tumbuh dalam sektor asuransi jiwa yang lebih stabil.
Pertumbuhan Aset dan Liabilitas yang Signifikan
Berdasarkan laporan keuangan terakhir yang dirilis per 31 Desember 2025, JMAS berhasil mencatatkan aset sebesar Rp391 miliar, meningkat signifikan sebesar Rp84,83 miliar dari tahun lalu. Peningkatan aset ini menjadi indikator baik untuk kestabilan perusahaan.
Di sisi lain, liabilitas kepada pemegang polis juga menunjukkan pertumbuhan, yakni tercatat sebesar Rp135,79 miliar, meningkat Rp45,23 miliar. Hal ini mencerminkan adanya komitmen perusahaan dalam memenuhi kewajiban kepada nasabah.
Terkait dengan klaim, beban klaim yang ditanggung JMAS pada tahun 2025 mencapai Rp164,16 miliar. Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan dengan beban klaim di tahun 2024 yang mencapai Rp218 miliar, menunjukkan adanya perbaikan dalam pengelolaan risiko.
Proyeksi Pertumbuhan Pendapatan di Masa Depan
Melihat prospek ke depan, JMAS menargetkan pertumbuhan pendapatan kontribusi sekitar 20%. Dengan target tersebut, mereka berharap dapat meraih pendapatan kontribusi senilai Rp360 miliar pada tahun 2026.
Pendapatan kontribusi sepanjang tahun 2025 tercatat sebesar Rp295,71 miliar, meningkat dari penghasilan tahun sebelumnya yang hanya Rp253,7 miliar. Target ambisius ini menunjukkan optimisme dan rencana jangka panjang JMAS untuk terus berkembang di pasar asuransi jiwa.
Langkah strategis yang diambil oleh JMAS, baik dalam hal pengurangan risiko dan pengelolaan pendapatan, akan menjadi kunci bagi masa depan perusahaan. Fokus pada produk yang lebih stabil, seperti asuransi jiwa, menjadi langkah yang tepat di tengah tantangan yang ada.









