Dalam dunia otomotif, perkembangan terkini menunjukkan bahwa penghentian insentif untuk motor listrik oleh pemerintah dapat berdampak signifikan terhadap sektor pembiayaan multifinance. Banyak pelaku industri kini bersiap untuk menghadapi kemungkinan dampak negatif dari keputusan tersebut, yang berpotensi menghentikan momentum pertumbuhan sektor motor listrik.
Salah satu pemangku kepentingan, yaitu Direktur Penjualan, Pelayanan & Distribusi Adira Finance, Niko Kurniawan, menjelaskan mengenai pentingnya insentif dalam mendukung daya beli masyarakat terhadap kendaraan roda dua. Dia mengungkapkan bahwa insentif yang diberikan selama ini mencakup porsi cukup besar dari total harga motor, mencapai 30%-40% untuk motor listrik.
“Insentif sebesar Rp7,5 juta untuk motor listrik berpengaruh signifikan,” ujar Niko. “Ini bisa menjadi tantangan bagi kami dan seluruh industri, namun segala keputusan tergantung pada kebijakan pemerintah,” tambahnya dengan nada pasrah.
Potensi Dampak Penghentian Insentif Motor Listrik
Penghentian insentif bisa membawa dampak langsung bagi daya beli masyarakat yang ingin beralih ke motor listrik. Tanpa adanya dukungan finansial dari pemerintah, saat ini bisa saja banyak konsumen yang menunda pembelian karena harga yang lebih tinggi.
Situasi ini tidak hanya berpengaruh pada penjualan motor listrik, tetapi juga menciptakan ketidakpastian dalam rencana investasi perusahaan pembiayaan. Banyak yang khawatir bahwa penurunan penjualan akan berimbas ke laba dan pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.
Oleh karena itu, pelaku industri mulai mencari alternatif untuk menarik minat konsumen di tengah situasi yang menantang ini. Salah satu strategi yang dipilih adalah meningkatkan promosi dan penawaran khusus dalam berbagai ajang otomotif, salah satunya dalam Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026.
Strategi Adira Finance Menghadapi Perubahan Kebijakan
Dalam menghadapi tantangan ini, Adira Finance telah merumuskan beberapa langkah strategis untuk menjaga aliran pembiayaan. Mereka menargetkan peningkatan penyaluran pembiayaan motor sebesar 15% hingga 20% dibandingkan tahun sebelumnya melalui berbagai promosi menarik.
Sebagai salah satu solusi, mereka menawarkan promo pembiayaan dengan bunga yang dimulai dari 0% per tahun untuk merek dan tipe tertentu. Dengan cara ini, diharapkan dapat merangsang minat konsumen untuk tetap memilih motor listrik meskipun insentif pemerintah tidak ada.
Selain itu, Adira Finance juga memberikan subsidi uang muka hingga Rp7,5 juta, yang diharapkan membantu mengurangi beban finansial awal bagi konsumen. Ini diharapkan dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang berminat untuk beralih ke kendaraan ramah lingkungan.
Prospek Penjualan Sepeda Motor di Tahun 2026
Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) telah memproyeksikan bahwa penjualan sepeda motor di tahun 2026 akan berada dalam kisaran antara 6,4 hingga 6,7 juta unit. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun insentif telah dihentikan, potensi pasar masih sangat besar, terutama jika pelaku industri mampu beradaptasi dengan cepat.
Pihak AISI juga memprediksi bahwa piutang pembiayaan multifinance akan mengalami kenaikan antara 6% hingga 8% year on year. Namun, ini tentu tergantung pada bagaimana respons pasar terhadap perubahan kebijakan pemerintah terkait insentif.
Artinya, meskipun terdapat tekanan dari segi kebijakan, industri otomotif masih memiliki harapan untuk tumbuh, asalkan strategi yang tepat diterapkan. Masyarakat juga diharapkan untuk semakin menyadari pentingnya berpindah ke kendaraan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Kesimpulan dan Harapan untuk Industri Otomotif
Dengan semua perkembangan ini, sangat penting bagi semua pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dalam mencari solusi terbaik bagi industri otomotif di tanah air. Keberlanjutan pembiayaan motor listrik sangat tergantung pada kemauan pemerintah untuk terus memberikan dukungan kepada sektor ini.
Pada akhirnya, keberhasilan dalam menjawab tantangan ini akan menentukan tidak hanya masa depan motor listrik, tetapi juga industri otomotif secara keseluruhan. Semua pihak diharapkan dapat terlibat dalam diskusi konstruktif untuk mengembangkan kebijakan yang mendorong pertumbuhan berkelanjutan.
Dengan sinergi antara pelaku industri, pemerintah, dan masyarakat, kita bisa berharap untuk masa depan kendaraan listrik yang lebih cerah dan berkelanjutan. Semoga seluruh usaha yang dilakukan dapat menghasilkan pencerahan dan membawa kemajuan bagi semua pihak.

