slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong QQCUAN agencuan slot88 agencuan https://bola169new.com/ phishing phishing
qqcuan AGENCUAN https://ademsari.co.id/ https://bitcoinnews.co.id/ https://dermaluz.co.id/ https://jiexpo.co.id/ https://donghan.co.id/ https://icconsultant.co.id/ https://metroindo.co.id/ https://bentogroup.co.id/ https://gatranews.co.id/ https://kacapatri.co.id/ https://gemilangsukses.co.id/ https://siomom.id/ https://situskita.id/ https://masyumi.id/ https://dapurdia.id/ https://baginasipagi.id/ https://bacaajadulu.id/ https://sukagaming.id/ https://sobatsandi.id/ https://ragaminspirasi.id/ https://salamdokter.id/
https://berita-sumatra.id/ https://seongiclik.id/ https://mangu.id/ https://daily-news.id/

Rupiah Menghadapi Tantangan di 2026, Dolar Mungkin Melewati Rp16.800

Rupiah Menghadapi Tantangan di 2026, Dolar Mungkin Melewati Rp16.800

Jakarta menjadi sorotan utama para ekonom yang meramalkan bahwa tekanan terhadap mata uang rupiah akan tetap berlangsung hingga tahun 2026. Sejumlah faktor yang mempengaruhi kondisi ini menciptakan proyeksi optimis sekaligus pesimis mengenai perjalanan nilai tukar rupiah yang berpotensi melemah dan menggoyahkan perekonomian Indonesia.

Dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2025 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, pemerintah mengasumsikan nilai tukar rupiah akan mencapai Rp 16.500 per USD. Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan dibanding proyeksi sebelumnya, yang hanya berada di level Rp 16.000 per USD.

Rahasia di balik proyeksi ini terletak pada pandangan sejumlah ekonom yang memprediksi bahwa nilai tukar akan mengalami fluktuasi yang besar. Dalam rencana Anggaran Tahunan Bank Indonesia (ATBI) untuk tahun 2026, juga diperkirakan nilai tukar akan berada pada kisaran Rp 16.430 per USD, jauh di atas asumsi yang dikeluarkan pemerintah dan Bank Indonesia.

Penyebab Utama Tekanan terhadap Nilai Tukar Rupiah

Salah satu faktor krusial yang memengaruhi nilai tukar rupiah adalah defisit fiskal yang berpotensi melebar. Victor George Petrus Matindas, yang menjabat sebagai Head of Banking Research and Analytics Economy, menekankan bahwa pelebaran defisit dapat membawa dampak serius pada stabilitas mata uang. Hal ini mendorong kekhawatiran di kalangan investor akan kinerja ekonomi Indonesia ke depan.

Secara spesifik, realisasi defisit APBN tahun 2025 mencapai Rp 695,1 triliun, yang setara 2,92% dari produk domestik bruto (PDB). Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan target defisit dalam UU APBN 2025 yang hanya Rp 616,2 triliun atau 2,53% PDB.

Ketika defisit fiskal meningkat, biaya penerbitan obligasi pemerintah menjadi lebih tinggi. Ini berpotensi membuat investasi asing berkurang, yang pada gilirannya akan mempengaruhi pasokan dolar di dalam negeri.

Pengaruh Inflasi terhadap Nilai Tukar Rupiah

Faktor inflasi juga layak dicermati sebagai penyebab lain yang menekan nilai tukar rupiah. Investor global setidaknya khawatir bahwa inflasi bisa meningkat lebih dari 3% dalam waktu dekat. Ini sebagian besar terdorong oleh naiknya harga komoditas dan efek dari insentif diskon listrik yang berlaku pada kuartal pertama 2025.

Ketika inflasi meningkat, daya tarik untuk berinvestasi di pasar keuangan Indonesia dapat berkurang. “Mereka bertanya tentang proyeksi inflasi,” ungkap Victor yang menunjukkan kekhawatiran para investor mengenai prospek perekonomian Indonesia ke depan.

TLebih lanjut, gejala inflasi ini berpotensi menekan daya beli masyarakat, yang makin mengkhawatirkan di tengah turunnya aktivitas ekonomi akibat kebijakan pengendalian yang ketat. Salah satu hal yang perlu diwaspadai adalah lonjakan harga kebutuhan pokok yang dapat membebani setiap lapisan masyarakat.

Kondisi Neraca Perdagangan dan Dampaknya

Neraca perdagangan yang berdasarkan pada surplus juga menjadi perhatian utama. Kemungkinan terjadinya pengecilan surplus neraca perdagangan berpotensi menambah tekanan pada nilai tukar rupiah. Hal ini disebabkan oleh oversupply dari barang-barang yang masuk, terutama dari negara seperti China.

Di tingkat global, normalisasi permintaan dari mitra dagang juga menjadi tantangan tersendiri. Penurunan permintaan bisa sangat mempengaruhi kinerja ekspor Indonesia yang selama ini bergantung pada pasar luar negeri.

“Kita sudah memperkirakan trade surplus akan mengecil,” jelas Victor, menyoroti dampak negatif dari hal ini terhadap aliran modal masuk yang sangat dibutuhkan Indonesia.

Tim ekonom BCA memperkirakan bahwa skenario terbaik untuk kurs rupiah sepanjang tahun ini adalah berada di kisaran Rp 16.565 per USD. Namun, skenario dalam kondisi tengah tidak menentu akan membuat nilai tukar melejit hingga Rp 17.334 per USD, yang menunjukkan potensi kerugian signifikan bagi ekonomi nasional jika terjadi konversi menarik modal.

Sementara itu, pandangan ekonom lainnya, seperti Surya Wijaksana dari UOB Kay Hian, menginginkan untuk lebih pesimis mengenai keadaan ini. “Nilai tukar rupiah di akhir tahun mungkin akan berada di level Rp 17.234 per USD,” tuturnya.

Dia menambahkan bahwa kebijakan moneter yang diterapkan Bank Indonesia yang cenderung longgar berkontribusi terhadap melemahnya mata uang ini. Dalam pandangannya, prospek pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3% yoy pada tahun 2026 masih sangat dipengaruhi oleh tantangan eksternal.

Sejumlah tantangan yang dihadapi mencakup meningkatnya proteksionisme global dan lemahnya daya beli, faktor-faktor yang berpotensi menggerogoti nilai tukar rupiah. Meskipun ada peluang, ruang penguatan rupiah nampaknya tetap sangat terbatas.

Di sisi lain, Josua Pardede, Kepala Ekonom Permata Bank, membagikan pandangannya yang agak optimis. Ia meyakini bahwa nilai tukar rupiah bisa menguat pada tahun 2026 dengan proyeksi dalam kisaran Rp 16.500 hingga Rp 16.700 per USD di akhir tahun. Upaya ini tentunya membutuhkan dukungan aliran modal yang lebih baik.

Namun, terdapat sejumlah penahan yang tetap harus dihadapi, seperti normalisasi harga komoditas dan defisit yang semakin melebar. Oleh karena itu, meskipun optimis, harus ada pemahaman bahwa tantangan masih akan mengintai keadaan yang ada.

Dalam konteks kurang baiknya pergerakan kurs, banyak yang berharap apa yang terjadi pada tahun lalu tidak terulang kembali. Minister Keuangan juga sudah memberi sinyal bahwa proyeksi yang dikeluarkan harus lebih realistis dalam menghadapi fluktuasi nilai tukar yang berpotensi tidak terduga.