slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong QQCUAN agencuan slot88 agencuan https://bola169new.com/ phishing phishing
qqcuan AGENCUAN https://ademsari.co.id/ https://bitcoinnews.co.id/ https://dermaluz.co.id/ https://jiexpo.co.id/ https://donghan.co.id/ https://icconsultant.co.id/ https://metroindo.co.id/ https://bentogroup.co.id/ https://gatranews.co.id/ https://kacapatri.co.id/ https://gemilangsukses.co.id/ https://siomom.id/ https://situskita.id/ https://masyumi.id/ https://dapurdia.id/ https://baginasipagi.id/ https://bacaajadulu.id/ https://sukagaming.id/ https://sobatsandi.id/ https://ragaminspirasi.id/ https://salamdokter.id/
https://berita-sumatra.id/ https://seongiclik.id/ https://mangu.id/ https://daily-news.id/

Pria Ini Pasrah Setelah Dapat Tagihan Pajak 135 Triliun Rupiah

Pria Ini Pasrah Setelah Dapat Tagihan Pajak 135 Triliun Rupiah

Rencana penerapan pajak kekayaan miliarder di California, Amerika Serikat, telah menjadi sorotan dan memunculkan berbagai reaksi di kalangan para konglomerat dunia. Beberapa di antara mereka berencana untuk meninggalkan negara bagian tersebut guna menghindari pembayaran pajak yang lebih tinggi.

Salah satu tokoh yang menarik perhatian adalah Jensen Huang, pendiri sekaligus CEO Nvidia. Meskipun banyak miliarder lainnya berusaha mencari jalan keluar, Huang menunjukkan sikap yang berbeda dengan tidak mempermasalahkan potensi pajak yang akan dikenakan padanya.

Dengan kekayaan yang diperkirakan mencapai sekitar US$161 miliar, Huang berpotensi dikenakan pajak kekayaan satu kali sebesar 5%. Angka tersebut dapat mencapai sekitar US$8 miliar, yang setara dengan Rp 135 triliun, jika kebijakan tersebut resmi diberlakukan.

Respons Menghadapi Pajak Kekayaan yang Diusulkan di California

Dalam wawancara yang dilakukannya, Huang mengungkapkan bahwa ia tidak pernah mempertimbangkan besar pajak yang harus dibayarkan. Ia menegaskan akan mematuhi setiap aturan yang ditentukan oleh pemerintah California.

Kepada media, Huang menyatakan, “Kami memilih untuk tinggal di Silicon Valley, dan berapa pun pajak yang ingin diterapkan tidak menjadi masalah bagi saya.” Sikap ini mencerminkan ketidakpeduliannya terhadap besaran pajak yang akan dihadapi.

Pajak yang diusulkan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk menanggulangi defisit anggaran kesehatan di California. Dana dari pajak ini diharapkan dapat mendukung pendidikan publik dan program-program bantuan sosial yang sangat dibutuhkan saat ini.

Usulan Pajak dan Dukungan dari Legislator Progresif

Usulan pajak ini muncul dari serikat pekerja sektor kesehatan dan mendapat dukungan dari berbagai legislator progresif di AS. Para pendukung mengharapkan penyampaian inisiatif ini dapat membangun kekuatan finansial untuk mendanai sektor-sektor penting di negara bagian tersebut.

Dari data yang ada, sekitar 200 orang terkaya di California akan menjadi sasaran utama pajak ini, dengan potensi penerimaan diperkirakan mencapai US$100 miliar. Hal ini tentunya menjadi kabar gembira bagi pemerintah untuk menutup kekurangan anggaran yang ada.

Inisiatif ini harus mengumpulkan lebih dari 870.000 tanda tangan untuk dapat diusulkan kepada pemilih dalam pemungutan suara pada November 2026. Jika disetujui, pajak akan dikenakan pada semua aset bernilai yang dimiliki miliarder, tanpa memandang lokasi mereka kelak di 2026.

Implikasi dan Dampak dari Kebijakan Pajak Kekayaan yang Diusulkan

Dalam usulan ini, terdapat kejelasan bahwa pajak akan ditarik atas seluruh aset berharga yang dimiliki, meskipun para miliarder memilih untuk pindah ke luar California. Namun, aset properti akan dikecualikan, karena sudah dikenakan pajak properti sebelumnya.

Huang, dengan sikap positifnya, kontras dengan banyak miliarder lain yang merasa tertekan. Banyak dari mereka percaya pajak ini dapat memaksa mereka untuk melakukan penjualan saham yang signifikan hanya untuk memenuhi kewajiban pajak yang muncul.

Palmer Luckey, pendiri Anduril, bahkan menyuarakan keberatannya dengan mengatakan bahwa pajak ini bisa mengharuskan pengusaha untuk mencari likuiditas dalam jumlah besar. Ia menyatakan bahwa ini akan menjadi tantangan besar bagi banyak pengusaha yang ingin tetap di California.

Sejumlah miliarder seperti Vinod Khosla juga mengungkapkan pandangan yang sama mengenai dampak negatif pajak kekayaan. Ia menyatakan keyakinan bahwa pajak ini akan membuat miliarder lebih memilih meninggalkan California untuk mencari zona bebas pajak yang lebih menguntungkan bagi bisnis mereka.

Namun, di sisi lain, pendukung inisiatif ini merujuk pada data yang menyanggah anggapan tersebut. Mereka menunjukkan bukti bahwa pajak lebih tinggi tidak selalu memicu migrasi miliarder dan perusahaan-perusahaan besar dari California.

Meskipun terdapat ketidakpastian, situasi ini menunjukkan bagaimana pajak kekayaan dapat menciptakan perdebatan yang memanas di kalangan orang-orang terkaya di negara bagian tersebut. Dengan berpotensi mengumpulkan dana untuk sektor-sektor penting, pajak ini bisa menjadi solusi untuk masalah keuangan yang ada.