slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong QQCUAN agencuan slot88 agencuan https://bola169new.com/ phishing phishing
qqcuan AGENCUAN https://ademsari.co.id/ https://bitcoinnews.co.id/ https://dermaluz.co.id/ https://jiexpo.co.id/ https://donghan.co.id/ https://icconsultant.co.id/ https://metroindo.co.id/ https://bentogroup.co.id/ https://gatranews.co.id/ https://kacapatri.co.id/ https://gemilangsukses.co.id/ https://siomom.id/ https://situskita.id/ https://masyumi.id/ https://dapurdia.id/ https://baginasipagi.id/ https://bacaajadulu.id/ https://sukagaming.id/ https://sobatsandi.id/ https://ragaminspirasi.id/ https://salamdokter.id/
https://berita-sumatra.id/ https://seongiclik.id/ https://mangu.id/ https://daily-news.id/

Pasangan di Jakarta Ketahuan Mencuri Uang Rp175 M untuk Hidup Mewah

Pasangan di Jakarta Ketahuan Mencuri Uang Rp175 M untuk Hidup Mewah

Kekayaan sering kali dianggap sebagai hasil kerja keras, tetapi sejarah menunjukkan bahwa ada berbagai cara untuk mencapainya. Salah satu kisah mencolok berasal dari Jakarta, ketika pasangan suami-istri asal Belanda diperiksa karena tindakan kriminal yang sangat menghebohkan.

Mereka adalah A.M Sonneveld dan istrinya, yang hidup dalam kemewahan di Batavia pada awal tahun 1910-an. Pasangan ini dikenal sering mengunjungi tempat hiburan malam dan menghabiskan uang tanpa memikirkan konsekuensinya.

Hanya sedikit yang mencurigai mereka, apalagi dengan status Sonneveld sebagai mantan perwira militer. Namun, semua itu berubah ketika media mengungkap kisah pencurian yang sangat besar dan merugikan.

Riwayat Kehidupan Sonneveld Sebelum Kehidupan Mewahnya di Jakarta

Di awal kedatangannya di Batavia, Sonneveld bertugas sebagai perwira di KNIL atau Tentara Hindia Belanda. Berkat dedikasinya, dia mendapatkan penghargaan dari Ratu Belanda, yang semakin mengukuhkan statusnya di kalangan masyarakat.

Setelah pensiun, dia pun berkarier di Nederlandsch Indie Escompto Maatschappij, bank swasta terbesar di Hindia Belanda. Di sana, dia memegang posisi penting yang melibatkan pengelolaan uang nasabah, yang tentu memberikan gaji besar.

Dengan latar belakang pekerjaan yang mengesankan, legendanya sebagai orang kaya takkan tergoyahkan. Namun, semua ini hanyalah fasad yang menutupi tindakan kriminal yang sedang berlangsung.

Skandal Pencurian Besar Terbongkar yang Mengguncang Masyarakat

Pada September 1913, media mulai memberitakan tentang tindakan melanggar hukum yang dilakukan pegawai bank. Investigasi internal Bank Escompto mengungkap bahwa Sonneveld telah mencuri uang nasabah hingga mencapai 122 ribu gulden.

Transaksi mencurigakan ini diketahui setelah pihak bank melakukan audit yang ketat. Penemuan ini bukan hanya mengejutkan, tetapi juga menandai awal dari kehancuran hidup Sonneveld dan istrinya.

Koefisien nilai uang ini pada saat itu sangat mahal, sehingga jika dikonversi ke masa kini, jumlah tersebut bernilai sekitar Rp 175 miliar. Kekayaan yang diperoleh dengan cara curang ini kemudian menjadi berita utama di banyak koran.

Kepanikan dan Pelarian Pasangan Mewah ke Luar Kota

Setelah mengetahui bahwa kecurangannya terungkap, pasangan itu segera menghilang dari Batavia. Mereka menyewa mobil dan melarikan diri ke Bandung untuk menghindari kejaran polisi.

Media berperan penting dalam menyebarkan deskripsi fisik mereka, sehingga masyarakat dapat melaporkan jika menemukan keberadaan mereka. Pelarian ini juga menambah ketegangan di kalangan aparat kepolisian yang berusaha melacak jejak mereka.

Akhirnya, jejak mereka terdeteksi, dan diketahui bahwa mereka berada di Bandung sebelum melanjutkan perjalanan ke Surabaya. Di sinilah, keduanya sangat menyadari bahwa pelarian mereka tinggal menghitung hari.