slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong QQCUAN agencuan slot88 agencuan https://bola169new.com/ phishing phishing
qqcuan AGENCUAN https://ademsari.co.id/ https://bitcoinnews.co.id/ https://dermaluz.co.id/ https://jiexpo.co.id/ https://donghan.co.id/ https://icconsultant.co.id/ https://metroindo.co.id/ https://bentogroup.co.id/ https://gatranews.co.id/ https://kacapatri.co.id/ https://gemilangsukses.co.id/ https://siomom.id/ https://situskita.id/ https://masyumi.id/ https://dapurdia.id/ https://baginasipagi.id/ https://bacaajadulu.id/ https://sukagaming.id/ https://sobatsandi.id/ https://ragaminspirasi.id/ https://salamdokter.id/
https://berita-sumatra.id/ https://seongiclik.id/ https://mangu.id/ https://daily-news.id/

Orang Terkaya RI Jajan Es Pinggir Jalan dan Menjadi Sopir Truk

Orang Terkaya RI Jajan Es Pinggir Jalan dan Menjadi Sopir Truk

Sri Sultan Hamengkubuwana IX, penguasa Yogyakarta yang berkuasa sejak 1940, terkenal karena sikap sederhana dan pengabdiannya kepada rakyat kecil. Dalam berbagai kesempatan, ia menunjukkan bahwa kekayaan yang dimiliki tidak mengubah pandangannya terhadap hidup dan masyarakat sekitar.

Meskipun tidak ada catatan pasti mengenai seberapa banyak harta yang dimilikinya, sejarah mencatat bahwa ia dikenal sebagai sosok dermawan yang kerap membagikan hartanya. Tidak heran jika banyak yang mengagumi kepemimpinannya yang berorientasi pada kepentingan rakyat.

Di awal kemerdekaan, Sri Sultan memberikan dukungan finansial yang besar kepada pemerintah dan masyarakat. Ia menyumbang uang sebesar 6,5 juta gulden kepada pemerintah serta 5 juta gulden untuk rakyat yang sedang menderita, jumlah yang setara dengan puluhan miliar rupiah di masa kini.

Sikap Humble di Tengah Kekayaan Melimpah

Dari sekian banyak cerita tentang Sri Sultan, salah satu yang paling mencolok adalah kebiasaannya untuk tidak memamerkan harta. Sebaliknya, dia justru lebih memilih untuk menjalani kehidupan yang dekat dengan masyarakat.

Salah satu kisah yang terkenal adalah ketika ia membeli es dari gerobakan di pinggir jalan pada tahun 1946. Di tengah cuaca panas, alih-alih pergi ke restoran mewah, beliau memilih untuk menikmati minuman segar yang dijual di tepi jalan.

Contoh lainnya yang menunjukkan sikap rendah hati adalah ketika ia bertindak sebagai supir truk pengangkut beras. Dalam kisah ini, beliau mengangkat karung beras yang diangkutnya tanpa merasa malu, memperlihatkan betapa sederhana dan dekatnya ia dengan rakyat.

Interaksi Tak Terduga dengan Rakyat

Kisah menarik lainnya terjadi saat beliau membantu seorang penjual beras. Dalam perjalanan ke pasar, seorang ibu penjual beras meminta untuk diangkut, dan tanpa ragu Sri Sultan membantu mengangkat barang dagangannya.

Selama perjalanan, mereka terlibat dalam obrolan santai tanpa saling tahu identitas masing-masing. Ini mencerminkan betapa manusiawinya Sri Sultan, bahkan dalam situasi yang dapat dianggap sepele sekalipun.

Setiba di pasar, ketika si ibu berusaha memberikan uang sebagai upah, Sri Sultan justru menolak dengan sopan. Penjual beras tersebut salah paham dan merasa tersinggung, yang menunjukkan bagaimana sikap dermawan dan rendah hati bisa disalahartikan oleh masyarakat.

Reaksi Rakyat terhadap Tindakan Dermawan

Mengetahui bahwa supir truk tersebut adalah Sultan, penjual beras itu kaget dan mengalami pingsan. Kejadian ini menunjukkan bagaimana ketidakpahaman terhadap seseorang yang berkompetensi berbeda bisa menjadi momen berharga bagi kedua belah pihak.

Setelah mendengar berita tentang penjual beras yang pingsan, Sri Sultan segera mengunjungi rumah sakit untuk menjenguknya. Ini adalah bukti nyata bahwa perhatiannya tidak hanya terarah pada tindakan dermawan, tetapi juga pada konsekuensi dari interaksi sosial tersebut.

Cerita ini seharusnya menjadi pelajaran bagi kita semua untuk menghargai setiap individu, terlepas dari latar belakang sosial atau kekayaannya. Interaksi manusia yang sederhana pun dapat menyimpan makna yang dalam dan membawa dampak positif bagi kedua belah pihak.