PT Bank Permata Tbk. memperlihatkan optimisme yang kuat mengenai pertumbuhan kredit konsumer pada tahun ini. Dalam proyeksi mereka, kredit ini diperkirakan akan tumbuh sekitar 10% hingga tahun 2026, berkat penurunan suku bunga acuan dan daya beli masyarakat yang tetap stabil. Hal ini mencerminkan sikap percaya diri dari manajemen bank, terutama di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah.
Haryanto, Division Head Consumer Lending, menjelaskan bahwa pertumbuhan kredit ini juga didorong oleh sektor bisnis kartu kredit dan pinjaman pribadi. Selain itu, kredit pemilikan rumah (KPR) serta kredit kendaraan bermotor (KKB) diprediksi akan mengalami perkembangan yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan tren positif dalam permintaan kredit konsumer.
“Kami melihat tahun ini berpotensi lebih baik dibandingkan tahun lalu, baik dalam hal layanan maupun pertumbuhan lainnya,” ungkap Haryanto saat diwawancarai di Jakarta Selatan. Kehadiran berbagai inovasi dan strategi pemasaran terlihat akan menjadi kunci bagi peningkatan kinerja bank di sektor kredit ini.
Pentingnya Segmentasi Pasar Dalam Kredit Konsumer
Pemilihan segmen pasar yang tepat menjadi salah satu faktor kunci dalam strategi pemasaran Permata Bank. Meskipun terdapat penurunan daya beli di masyarakat secara umum, kelompok nasabah Permata Bank umumnya berasal dari kelas menengah atas yang lebih tahan terhadap gejolak ekonomi. Hal ini membuat dampak negatif terhadap bank ini menjadi minimal dibandingkan dengan bank lainnya yang memiliki segmen pasar yang lebih luas.
Dengan fokus pada segmen ini, Permata Bank bisa lebih strategis dalam menawarkan produk dan layanan. Pengembangan kartu kredit dan pinjaman yang lebih menguntungkan bagi segmen menengah atas diharapkan dapat menarik lebih banyak nasabah baru. Pihak bank juga percaya bahwa segmentasi yang tepat akan mendongkrak pertumbuhan yang berkelanjutan.
Kehadiran paket layanan yang fleksibel menjadi salah satu daya tarik bagi nasabah. Dengan penawaran ini, Permata Bank berusaha untuk memenuhi kebutuhan dan ekspektasi para nasabahnya, sehingga tetap kompetitif di pasar yang semakin ketat.
Strategi Promosi Melalui Event Khusus untuk Kredit Konsumer
Salah satu inisiatif menarik yang dilakukan Permata Bank adalah menggelar Travel Fair tahun 2026 bekerja sama dengan Japan Airlines. Event ini dirancang untuk memanfaatkan tren peningkatan wisatawan Indonesia yang pergi ke Jepang. Melalui promosi ini, bank berharap dapat meningkatkan volume transaksi kartu kredit yang lebih signifikan.
Travel Fair menghadirkan beragam penawaran menarik, seperti cashback mencapai Rp2 juta, cicilan 0% hingga 12 bulan, dan diskon untuk pembelian tiket pesawat serta paket akomodasi. Strategi ini berpotensi menarik banyak nasabah baru yang tertarik melakukan perjalanan, sekaligus mendorong penggunaan kartu kredit.
Dengan target peningkatan transaksi kartu kredit sekitar 20%, Permata Bank berharap dapat menciptakan dampak positif bagi portofolio kredit mereka. Komitmen terhadap inovasi dalam promosi seperti ini menunjukkan pemahaman mendalam bank terhadap perilaku konsumen.
Peran Sektor Usaha Kecil Menengah Dalam Peningkatan Kinerja Kredit
Selain fokus pada konsumer, Permata Bank juga menunjukkan perhatian besar terhadap segmen usaha kecil menengah (UKM). Haryanto menyatakan bahwa mereka berkomitmen untuk memberikan dukungan lebih besar terhadap para pelaku usaha ini, karena sektor UKM adalah pendorong penting bagi perekonomian. Dengan menyediakan layanan transaksi yang berbasis kebutuhan usaha, diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas bagi UKM.
Inisiatif ini penting, mengingat sektor UKM sering kali menghadapi kendala dalam mendapatkan sumber pendanaan yang sesuai. Dengan mendorong pertumbuhan di segmen ini, Permata Bank tidak hanya memperluas basis nasabah, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih luas.
Langkah ini juga mencerminkan visi jangka panjang bank untuk menjadi mitra bagi pelaku usaha. Dengan menawarkan berbagai produk dan layanan yang relevan, Permata Bank berusaha menciptakan ekosistem yang sehat bagi pertumbuhan usaha di Indonesia.
