slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong QQCUAN agencuan slot88 agencuan https://bola169new.com/ phishing phishing
qqcuan AGENCUAN https://ademsari.co.id/ https://bitcoinnews.co.id/ https://dermaluz.co.id/ https://jiexpo.co.id/ https://donghan.co.id/ https://icconsultant.co.id/ https://metroindo.co.id/ https://bentogroup.co.id/ https://gatranews.co.id/ https://kacapatri.co.id/ https://gemilangsukses.co.id/ https://siomom.id/ https://situskita.id/ https://masyumi.id/ https://dapurdia.id/ https://baginasipagi.id/ https://bacaajadulu.id/ https://sukagaming.id/ https://sobatsandi.id/ https://ragaminspirasi.id/ https://salamdokter.id/
https://berita-sumatra.id/ https://seongiclik.id/ https://mangu.id/ https://daily-news.id/

Nilai Tukar Dolar AS ke Rupiah Meningkat Menjadi Rp 16.700

Nilai Tukar Dolar AS ke Rupiah Meningkat Menjadi Rp 16.700

Nilai tukar rupiah mengalami penutupan yang kurang baik terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan terbaru. Peristiwa ini terjadi setelah dirilisnya data pertumbuhan ekonomi untuk kuartal III-2025 yang menunjukkan perlambatan signifikan.

Menurut data yang diperoleh, rupiah terkoreksi tipis dengan penurunan sebesar 0,03% ke level Rp16.700 per dolar AS. Dalam perjalanan hari itu, rupiah sempat dibuka di posisi yang lebih rendah, yaitu Rp16.710 per dolar AS, menunjukkan tren negatif yang terus berlanjut.

Selama sesi perdagangan, tekanan terhadap mata uang nasional meningkat, dengan rupiah sempat mencapai level terendah di Rp16.740 per dolar AS sebelum perlahan pulih menjelang penutupan akhir perdagangan.

Data Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III dan Dampaknya terhadap Rupiah

Rilis data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 5,04% secara tahunan. Meskipun pertumbuhan itu terhitung baik, angka tersebut menunjukkan perlambatan dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang mencapai 5,12%.

Konsensus yang dihimpun dari sejumlah institusi riset menunjukkan estimasi pertumbuhan sekitar 5,01%. Realisasi pertumbuhan ini tentu memberikan sinyal positif bagi perekonomian domestik di tengah berbagai tekanan dari luar yang kian meningkat.

Pelemahan rupiah tidak hanya dipengaruhi oleh faktor domestik, tetapi juga tertekan oleh penguatan dolar AS. Indeks dolar AS mencatatkan adanya peningkatan yang signifikan seiring dengan ketidakpastian arah kebijakan moneter dari bank sentral AS.

Ketidakpastian Kebijakan Moneter The Fed dan Dampaknya di Pasar

Pasar saat ini mulai meragukan kemungkinan Federal Reserve untuk memangkas suku bunga lebih lanjut pada akhir tahun ini. Pada minggu lalu, suku bunga acuan memang dipangkas sebesar 25 basis poin, tetapi pernyataan dari Ketua The Fed, Jerome Powell, menimbulkan spekulasi di kalangan pelaku pasar.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemangkasan suku bunga lebih lanjut belum dapat dipastikan, yang kemudian menciptakan ketidakpastian baru di pasar. Banyak pejabat The Fed memberikan pandangan beragam mengenai kondisi ekonomi saat ini dan risiko yang mungkin terjadi di masa depan.

Bahkan, dampak dari risiko tersebut semakin diperburuk oleh situasi di mana data ekonomi penting sulit dirilis akibat adanya penutupan pemerintah di AS. Hal ini mengakibatkan kekhawatiran mengenai kekuatan perekonomian global, terutama dari sisi pertumbuhan di negara maju lainnya.

Analisis dan Persepsi Analis Terhadap Pergerakan Dolar AS

Meski ada penguatan dolar yang cukup signifikan, beberapa analis berpendapat bahwa tren tersebut bersifat sementara. Misalnya, kepala riset valas global di Deutsche Bank berpendapat bahwa perbaikan kondisi ekonomi di Eropa telah mengecilkan kesenjangan prospek antara AS dan kawasan lainnya.

Lingkungan pertumbuhan yang stabil di berbagai belahan dunia dijadikan alasan bahwa reli dolar mungkin tidak dapat bertahan lama. Analis memperkirakan adanya perlambatan dalam penguatan dolar jika kondisi ekonomi global terus menunjukkan tanda-tanda perbaikan.

Penting bagi pelaku pasar untuk tetap waspada dalam menghadapi perkembangan ini. Stabilitas ekonomi domestik dan respons dari The Fed menjadi kunci untuk melihat bagaimana arah pergerakan nilai tukar dan kebijakan moneter kedepannya.