Diskusi terkait peran Danantara Indonesia dalam arena pasar modal kembali memicu perhatian banyak pihak, terutama mengenai potensi konflik kepentingan. Beberapa pakar merespons situasi ini dengan menggarisbawahi bahwa, dari sisi hukum dan kelembagaan, keterlibatan Danantara Indonesia sebagai investor tidak akan mengganggu fungsi regulasi yang diemban oleh otoritas pasar modal.
Danantara Indonesia tidak memiliki kewenangan untuk mengatur atau mengawasi pasar modal secara langsung. Kewenangan tersebut sepenuhnya merupakan tanggung jawab regulator, sedangkan Danantara berfokus pada pengelolaan investasi negara dan sebagai pemegang saham dalam berbagai entitas.
Ekonom Pasar Global dari Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, mengungkapkan bahwa langkah Danantara Indonesia untuk berinvestasi di pasar saham adalah hal yang sah, sesuai dengan kerangka regulasi yang berlaku. Menurutnya, tindakan tersebut sejalan dengan peraturan yang ada dan tidak bertentangan dengan undang-undang yang mengatur BUMN.
Peran Strategis Danantara Indonesia di Pasar Modal
Menurut Myrdal, posisi Danantara Indonesia yang berfungsi sebagai induk dari BUMN lainnya memberikan mereka mandat yang kuat untuk melakukan investasi, termasuk di dalam pasar modal. Mereka tidak hanya berinvestasi dalam sektor riil, tetapi juga di dalam saham dan instrumen keuangan lainnya.
Myrdal menekankan pentingnya orientasi Danantara untuk memberikan keuntungan bagi negara dalam setiap aktivitas investasinya. Hal ini menunjukkan bahwa tanggung jawab perusahaan tidak hanya terfokus pada profit, tetapi juga pada kontribusi mereka terhadap perekonomian nasional.
Situasi di mana entitas investasi negara memegang saham di pasar modal bukanlah fenomena baru di dunia. Ini adalah praktik yang umum dan tidak serta-merta menghilangkan independensi regulator. Regulasi yang ketat tetap menjadi dasar atas pengawasan pasar oleh otoritas yang berwenang.
Kemandirian Regulator dan Stabilitas Pasar
Myrdal menjelaskan bahwa setiap BUMN kini memiliki sekuritas yang dapat digunakan untuk membawa Danantara ke dalam pasar modal. Dengan demikian, Danantara dapat berpartisipasi melalui berbagai saluran investasi, seperti manajer dana atau lembaga manajemen aset yang terafiliasi dengan mereka.
Dalam analisisnya, Myrdal menyoroti bahwa kehadiran investor institusional jangka panjang seperti Danantara Indonesia dapat berpotensi memperkuat stabilitas pasar. Dia mencatat bahwa saat investasi asing banyak keluar, Danantara bisa berfungsi sebagai penyedia likuiditas yang krusial.
Kemampuan Danantara untuk berinvestasi pada waktu yang tepat sangatlah penting dalam meraih keuntungan yang optimal. Oleh karena itu, dia menyarankan agar Danantara mencari peluang di perusahaan dengan valuasi yang kecil namun memiliki fundamental yang kuat.
Peluang Investasi di Pasar Modal saat Ini
Pasca koreksi tajam yang terjadi, saat ini terdapat banyak peluang bagi Danantara Indonesia untuk berinvestasi di saham-saham dengan kapitalisasi besar dan fundamental yang bagus namun memiliki valuasi yang menarik. Ini menjadi strategi untuk memaksimalkan potensi keuntungan dalam jangka panjang.
Dengan mandator investasi jangka panjang tersebut, Danantara Indonesia mampu memberikan kontribusi yang signifikan baik dari segi keuntungan finansial maupun dampak positif pada perekonomian nasional. Myrdal menegaskan bahwa kewenangan Danantara dalam melakukan investasi sangat luas.
Mereka berpeluang untuk masuk ke dalam pasar saham dan melakukan investasi yang bertanggung jawab dan berorientasi pada keberlanjutan. Hal ini menunjukkan bahwa Danantara dapat menjadi pemain aktif dalam pasar modal tanpa mengabaikan prinsip-prinsip yang ada.
Di sisi lain, Danantara Indonesia juga mempertegas posisinya sebagai partisipan pasar yang menjalankan disiplin investasi seperti pelaku pasar lainnya. Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, mengungkapkan bahwa dinamika pasar yang terjadi mencerminkan proses penyesuaian yang tertib dan terencana.
Pandu menyatakan bahwa mereka telah memonitor dinamika pasar secara komprehensif. Meskipun sebelumnya ada penyesuaian jangka pendek, pasar menunjukkan tanda-tanda pemulihan, terutama terhadap saham-saham dengan fundamental dan likuiditas yang baik.
Penting bagi Danantara untuk tetap mengadopsi pendekatan investasional jangka menengah hingga panjang, agar dapat mendukung penguatan struktur pasar melalui peningkatan transparansi dan tata kelola yang baik. Pendalaman teknis serta implementasi yang terukur menjadi kunci untuk mencapai reformasi pasar yang berkelanjutan.
