Pada tanggal 14 Januari 2026, dinamika pasar saham Indonesia menunjukkan aktivitas yang signifikan ketika investor asing melakukan pembelian besar-besaran dengan total mencapai Rp1,16 triliun. Pembelian ini berlangsung di seluruh pasar dengan rincian Rp1,10 triliun di pasar reguler dan Rp63,36 miliar di pasar negosiasi serta tunai.
Emiten-emiten yang bergerak di sektor komoditas, terutama emas, menjadi favorit para investor asing. Salah satu yang mencolok adalah Archi Indonesia yang mencatatkan nilai net foreign buy terbesar dengan total mencapai Rp376,4 miliar, diikuti oleh Vale Indonesia dan Antam yang juga menunjukkan performa yang mencolok.
Kenaikan harga emas yang menembus level historis baru di angka US$4.600 per troy ons berperan penting dalam menarik perhatian investor. Hal ini menggambarkan bagaimana kondisi pasar terkini menawarkan peluang menarik bagi para pelaku investasi di sektor komoditas.
Pergerakan Pasar Saham dan Minat Investor terhadap Komoditas
Dinamika investasi pada sektor komoditas, terutama nikel dan emas, bergerak dinamis seiring dengan tren pasar global. Lonjakan harga ini dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian di pasar, membuat investor melirik aset sebagai safe haven.
Perekonomian global yang berfluktuasi membawa dampak signifikan pada harga berbagai komoditas. Lonjakan ini, ditambah dengan situasi politik di AS, mengarahkan perhatian investor untuk mencari aset yang lebih aman seperti emas.
Komoditas seperti Timah dan Merdeka Battery Materials juga menjadi sorotan seiring dengan permintaan yang terus meningkat. Dengan perubahan dalam kebijakan dan regulasi, prospek jangka panjang bagi emiten ini akan terus tumbuh.
Performa Indeks Harga Saham Gabungan dan Aktivitas Transaksi
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami lonjakan yang signifikan, menembus level resistance 9.000 dengan peningkatan 0,94%. Penutupan IHSG di level 9.032,58 merupakan pencapaian tertinggi dan menandai momentum positif ke depan bagi pasar saham Indonesia.
Dengan nilai transaksi yang mencapai Rp29,30 triliun dan melibatkan lebih dari 64,37 miliar saham, aktivitas pasar terbukti sangat dinamis. Dengan begitu banyak saham yang mengalami pergerakan, pasar menunjukkan keberagaman peluang investasi bagi pelaku pasar.
Kombinasi dari 440 saham yang mengalami kenaikan, 240 yang turun, serta 128 saham stagnan menunjukkan adanya kondisi pasar yang cukup hidup. Momen ini juga memberikan sinyal positif bagi investor yang mencari stabilitas dalam portofolio mereka.
Saham-Saham yang Menjadi Sorotan dan Antusiasme Investor
Di antara variasi saham yang diperdagangkan, beberapa emiten seperti Bumi Resources, Aneka Tambang, dan GoTo Gojek Tokopedia mendapat perhatian lebih. Total transaksi di saham-saham ini mencapai Rp12 triliun, mencakup lebih dari dua pertiga dari total nilai perdagangan hari itu.
Setiap emiten menunjukkan performa yang mengesankan dan menarik minat besar dari investor. Misalnya, BUMI tercatat naik 2,96%, ANTM meningkat 5,93%, dan GOTO berhasil mencatatkan kenaikan hingga 5,97% per saham, menunjukkan sinyal positif di tengah ketidakpastian yang ada.
Semua aktivitas ini menggarisbawahi bagaimana investor memantau dan merespons pergerakan pasar dengan cepat. Ini menunjukkan bahwa tren investasi bisa sangat dinamis, dengan potensi keuntungan yang signifikan bagi para pelaku di pasar saham saat ini.
