slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong QQCUAN agencuan slot88 agencuan https://bola169new.com/ phishing phishing
qqcuan AGENCUAN https://ademsari.co.id/ https://bitcoinnews.co.id/ https://dermaluz.co.id/ https://jiexpo.co.id/ https://donghan.co.id/ https://icconsultant.co.id/ https://metroindo.co.id/ https://bentogroup.co.id/ https://gatranews.co.id/ https://kacapatri.co.id/ https://gemilangsukses.co.id/ https://siomom.id/ https://situskita.id/ https://masyumi.id/ https://dapurdia.id/ https://baginasipagi.id/ https://bacaajadulu.id/ https://sukagaming.id/ https://sobatsandi.id/ https://ragaminspirasi.id/ https://salamdokter.id/
https://berita-sumatra.id/ https://seongiclik.id/ https://mangu.id/ https://daily-news.id/

Kerja Sampingan Melatih AI Hasilkan Rp3,34 Juta per Jam

Kerja Sampingan Melatih AI Hasilkan Rp3,34 Juta per Jam

Di tengah lonjakan penggunaan kecerdasan buatan (AI), seorang pria bernama Utkarsh Amitabh menemukan cara unik untuk menghasilkan uang dari keahliannya. Dengan penghasilan per jam mencapai US$ 200, setara Rp 3,33 juta, ia memanfaatkan waktu luangnya untuk melatih mesin AI, sementara tetap menjalani beberapa peran profesional lainnya yang menuntut perhatian, termasuk menjadi penulis dan dosen di Universitas Oxford.

Amitabh, yang berusia 34 tahun, juga baru saja menyambut kelahiran anak pertamanya. Selama waktu malam ketika putrinya tidur, ia bekerja secara fleksibel, mencari tantangan baru sambil mendapatkan penghasilan tambahan dari proyek tersebut.

Pekerjaan sampingan yang dijalani Amitabh sebagai pelatih AI didapat setelah tawaran dari perusahaan pelabelan data yang dinamakan micro1. Kesediaannya untuk menerima peran ini dipicu oleh rasa ingin tahunya yang mendalam mengenai teknologi dan bisnis, yang diselaraskan dengan latar belakang akademis dan pengalamannya.

Pendidikan dan Latar Belakang Profesional Utkarsh Amitabh

Amitabh memiliki latar belakang akademis yang kaya, termasuk gelar sarjana di bidang teknik mesin dan gelar master dalam filsafat moral. Dengan lebih dari enam tahun pengalaman di bidang pengembangan bisnis di Microsoft, ia mengembangkan wawasan yang kuat dalam teknologi dan komputasi awan.

Buku yang ditulisnya mengenai “revolusi pekerjaan sampingan” serta tesisnya yang mengkaji dampak AI terhadap pencapaian manusia menunjukkan kedalaman pemikiran dan komitmennya terhadap inovasi. Dengan kombinasi pengalaman tersebut, Amitabh merasa bahwa peran di micro1 adalah langkah yang tepat untuk mengeksplorasi lebih lanjut minatnya.

Micro1, didirikan pada tahun 2022, memiliki misi menciptakan jaringan ahli yang berkontribusi pada pelatihan model AI berkualitas tinggi. Jaringan ini terdiri dari lebih dari 2 juta pakar yang berkecimpung dalam berbagai bidang, dari pengacara hingga insinyur, sehingga memperkaya kualitas data yang dihasilkan.

Proses Pelatihan Model AI yang Dilakukan Amitabh

Pekerjaan Amitabh melibatkan pelatihan model AI melalui penyediaan informasi dan skenario yang relevan. Dengan metode analisis mendalam, ia membantu mengembangkan kumpulan data yang berfungsi dalam menjawab pertanyaan kompleks yang berkaitan dengan masalah bisnis.

Latihan ini terlibat dalam banyak proyek yang bersifat rahasia, di mana Amitabh diharuskan membagi masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan menyusunnya dalam format yang mudah dipahami oleh mesin. Pekerjaannya tergolong menuntut, memerlukan ketelitian dan kemampuan untuk memecahkan masalah secara sistematis.

Setiap kali model AI menghasilkan kesalahan, Amitabh berfokus pada identifikasi kesalahan tersebut, menganalisis di mana terjadi titik lemah, dan kemudian melakukan penyesuaian yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja. Proses ini menuntut keahlian dan pengabdian, dengan Amitabh bekerja keras untuk memberikan masukan yang berguna bagi pengembangan model AI yang lebih baik.

Tantangan dan Peluang dalam Dunia Kecerdasan Buatan

Dengan semakin meluasnya penggunaan AI di berbagai industri, banyak pekerja mulai merasa cemas tentang masa depan mereka. Perubahan yang dibawa oleh teknologi ini berpotensi memengaruhi konflik antara optimisme dan pesimisme tentang dampaknya terhadap pekerjaan manusia.

Amitabh, dalam pandangannya, mengakui adanya kesulitan yang muncul dalam proses adaptasi ketika semakin banyak perusahaan beralih ke alat AI. Namun, ia juga percaya bahwa AI dapat menciptakan lebih banyak lapangan kerja baru di masa depan, sebagai respons terhadap kebutuhan yang berkembang.

Prediksi dari sumber terkemuka menunjukkan bahwa meskipun AI akan mengganggu banyak industri, pada akhirnya teknologi ini diharapkan dapat menciptakan puluhan juta pekerjaan baru pada tahun 2030. Dengan demikian, ketidakpastian yang ada juga bisa menjadi kesempatan bagi para profesional untuk meningkatkan keterampilan mereka.

Amitabh menekankan pentingnya kolaborasi antara manusia dan mesin, di mana kemampuan mempertahankan hubungan simbiotis tetap vital untuk kemajuan di masa depan. Meskipun tantangan dihadapi, ia percaya bahwa pengetahuan adalah sumber daya yang tidak terbatas, dan keberadaan AI seharusnya tidak dianggap sebagai ancaman, melainkan sebagai alat untuk pertumbuhan dan inovasi yang lebih besar.