PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) tengah menarik perhatian publik terkait pengungkapan pemilik manfaat akhir atau yang dikenal dengan istilah beneficial owners. Menanggapi permintaan penjelasan yang dikirim oleh Bursa pada tanggal 4 Februari 2026, bank digital ini menunjukkan komitmennya terhadap transparansi dalam pelaporan informasi penting kepada publik.
Sekretaris Perusahaan AMAR, Elsa Enda Dwita Purba, menjelaskan bahwa pengungkapan mengenai Ultimate Beneficial Owners (UBO) Perseroan telah dilakukan secara mendetail sejak pelaksanaan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) dan tetap tidak ada perubahan hingga kini. Hal ini menunjukkan dedikasi AMAR untuk mematuhi regulasi yang berlaku dalam menjalankan usaha.
Pengungkapan yang mencakup informasi terkait pemilik manfaat bertujuan untuk menjaga kepercayaan investor serta mematuhi ketentuan yang ditetapkan oleh otoritas pasar modal. Dalam hal ini, informasi yang diperlukan telah tersedia dalam Prospektus yang dikeluarkan pada saat proses IPO dan dapat diakses publik.
Pengungkapan Pemilik Manfaat dalam Laporan Formulir E009
Dalam Prospektus yang telah disetujui, AMAR mengungkapkan bahwa UBO mereka adalah Tolaram Family Trust, yang merupakan lembaga trust yang dibentuk sesuai dengan hukum Jersey. Lembaga ini mengontrol 100% kepemilikan saham pada Tolaram, sehingga menunjukkan hubungan yang erat antara AMAR dan Tolaram Group.
Selain itu, pemilik manfaat lebih dari 5% dari Tolaram Family Trust terdiri dari beberapa individu penting, antara lain Mohan K Vaswani, Vishamkar Tikamdas Adnani, dan beberapa anggota keluarga lainnya. Informasi ini penting untuk menunjukkan siapa saja yang berperan dalam keputusan strategis di dalam bank.
Informasi ini telah disampaikan secara sistematis dalam dokumen resmi dan dapat ditemukan dalam bagian XVII mengenai Pendapat dari segi Hukum di Prospektus. Ilustrasi struktur kepemilikan saham juga disajikan secara jelas untuk memudahkan pemahaman publik terkait dengan kepemilikan yang ada.
Komitmen Terhadap Kepatuhan Hukum dan Transparansi
Elsa menegaskan bahwa struktur kepemilikan manfaat ini didukung dengan berbagai dokumen resmi yang disampaikan kepada otoritas terkait. Di antara dokumen tersebut terdapat Trustee Declaration dan Surat Pernyataan Perseroan, masing-masing yang mengidentifikasi para pemilik manfaat dengan jelas.
Perseroan juga menyatakan komitmennya untuk mematuhi semua ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. AMAR berencana untuk selalu siap menjalankan penyesuaian yang diperlukan atas penyampaian Formulir E009 sesuai arahan dari Bursa yang berlaku.
Pembaruan informasi dan kelengkapan dokumen tersebut diharapkan dapat lebih meningkatkan transparansi dalam operasional bank. Hal ini tidak hanya bermanfaat untuk kepentingan hukum, tetapi juga demi membangun kepercayaan di kalangan pemangku kepentingan.
Sejarah dan Perkembangan Tolaram Group
Tolaram Group, sebagai entitas yang berperan penting dalam kepemilikan AMAR, memiliki sejarah yang panjang dan kaya. Didirikan oleh Khanchand Vaswani, Tolaram Group berawal dari bisnis ritel di Malang, Indonesia, setelah keluarga Vaswani meninggalkan Pakistan pada tahun 1948.
Setelah beberapa tahun berjuang, bisnis tersebut berhasil berkembang dan pada tahun 1975, kantor pusat dipindahkan ke Singapura. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam ekspansi usaha Tolaram-Go, yang kini telah menjangkau 18 negara di seluruh dunia.
Melalui perjalanan yang panjang, Tolaram Group juga melakukan diversifikasi bisnis ke sejumlah sektor strategis, termasuk barang konsumer, layanan teknologi finansial, serta infrastruktur. Fokus utama pada pasar Afrika menunjukkan komitmen Tolaram untuk mengejar peluang di negara-negara berkembang.
Setiap unit usaha yang ada dibangun dengan pemahaman mendalam mengenai kebutuhan pasar lokal. Inisiatif ini memungkinkan Tolaram untuk tetap kompetitif dan relevan di pasar yang terus berkembang.
Dengan aset yang terus berkembang dan komitmen pada inovasi, Tolaram Group siap untuk menyongsong masa depan yang lebih cerah dan membangun pertumbuhan yang berkelanjutan di berbagai sektor bisnis.
