slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong QQCUAN agencuan slot88 agencuan https://bola169new.com/ phishing phishing
qqcuan AGENCUAN https://ademsari.co.id/ https://bitcoinnews.co.id/ https://dermaluz.co.id/ https://jiexpo.co.id/ https://donghan.co.id/ https://icconsultant.co.id/ https://metroindo.co.id/ https://bentogroup.co.id/ https://gatranews.co.id/ https://kacapatri.co.id/ https://gemilangsukses.co.id/ https://siomom.id/ https://situskita.id/ https://masyumi.id/ https://dapurdia.id/ https://baginasipagi.id/ https://bacaajadulu.id/ https://sukagaming.id/ https://sobatsandi.id/ https://ragaminspirasi.id/ https://salamdokter.id/
https://berita-sumatra.id/ https://seongiclik.id/ https://mangu.id/ https://daily-news.id/

Incar Kepemilikan Saham BEI Oleh Danantara, Berapa Persen?

Incar Kepemilikan Saham BEI Oleh Danantara, Berapa Persen?

Pada awal tahun 2026, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mengungkapkan rencananya untuk menjadi pemegang saham di PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Rencana ini akan terealisasi setelah proses demutualisasi bursa yang menjadi fokus perhatian saat ini selesai dilaksanakan.

Demutualisasi adalah langkah transformasi yang mengubah status BEI dari organisasi berbasis keanggotaan menjadi entitas perusahaan publik. Proses ini memberikan kesempatan kepada investor, termasuk Danantara, untuk membeli saham, sehingga mendorong nilai transparansi dalam pasar modal Indonesia.

“Tentang demutualisasi, kami masih dalam tahap studi untuk menentukan seberapa besar keterlibatan kami,” ujar Rosan, yang mewakili Danantara, usai acara di Jakarta. Hal tersebut menunjukkan komitmen Danantara untuk berinvestasi dengan pertimbangan matang.

Pentingnya Demutualisasi Bagi Pasar Modal Indonesia

Demutualisasi bukan sekadar formalitas; transformasi ini berefek signifikan terhadap dinamika pasar modal. Dengan mengubah struktur, BEI dapat menarik investasi lebih luas dari Sovereign Wealth Fund (SWF) dan pelaku pasar lainnya.

Rosan menambahkan bahwa banyak SWF di dunia yang telah berpartisipasi di bursa negara mereka. Tren ini menunjukkan bahwa demutualisasi dapat meningkatkan reputasi dan kredibilitas BEI di mata investor global.

Dengan melihat contoh dari banyak negara, Rosan optimis bahwa Indonesia bisa mengikuti jejak positif tersebut. Hal ini sekaligus menjadi peluang untuk mewujudkan pasar modal yang lebih kompetitif dan menarik.

Strategi Danantara dalam Perolehan Saham BEI

Kepemilikan saham di BEI menjadi langkah strategis bagi Danantara untuk memperluas portofolio investasi mereka. Rosan jelas menyatakan bahwa tujuan mereka bukan hanya untuk berinvestasi, tetapi juga untuk mempengaruhi transparansi dalam pasar.

“Minat dari SWF global sangat tinggi untuk berinvestasi di BEI,” katanya. Ini menunjukkan bahwa Danantara dan pihak lainnya memiliki rencana yang matang agar dapat menjadi pemegang saham yang berkontribusi secara positif.

Selain itu, terdapat pengalaman penting dari bursa internasional yang dapat dipelajari. Hal ini membuat Danantara lebih percaya diri untuk melangkah dan memanfaatkan peluang yang ada.

Peluang dan Tantangan Demutualisasi

Proses demutualisasi menawarkan peluang besar, namun tetap ada tantangan yang perlu dihadapi. Salah satu tantangan utama adalah memastikan regulasi yang jelas dan transparan untuk mengatur kepemilikan saham dari SWF dan investor lain.

Pandu Sjahrir, CIO Danantara, menekankan pentingnya regulasi dalam memperjelas kepemilikan saham di bursa. “Kami ingin memahami lebih dalam tentang peraturan yang dibutuhkan untuk memfasilitasi investasi yang berkelanjutan,” katanya.

Agar demutualisasi berjalan sukses, diperlukan kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan. Para regulator perlu bergerak cepat dalam menyusun peraturan agar bisa mengakomodasi perkembangan ini dengan baik.

Contoh Sukses Bursa Internasional dalam Demutualisasi

Banyak bursa internasional yang sukses melakukan demutualisasi, memberikan inspirasi bagi Indonesia. Bursa yang dikenal seperti Hong Kong Stock Exchange dan Singapore Exchange telah menerapkan strategi serupa, memberi ruang bagi SWF untuk berinvestasi.

Pandu menyoroti bahwa di banyak negara, batasan kepemilikan saham untuk SWF sangat fleksibel. Dia menyebutkan bahwa proporsi umum berada di kisaran 20% hingga 25%, menjadikan ini acuan bagi kebijakan yang akan diambil di Indonesia.

Apa yang terlihat pada bursa-bursa ini membuktikan bahwa demutualisasi bukan hanya tentang perubahan struktur, melainkan juga tentang peningkatan kepercayaan investor. Hal ini menjadi motivasi bagi Danantara untuk mengukir prestasi di pasar modal domestik.