slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong QQCUAN agencuan slot88 agencuan https://bola169new.com/ phishing phishing
qqcuan AGENCUAN https://ademsari.co.id/ https://bitcoinnews.co.id/ https://dermaluz.co.id/ https://jiexpo.co.id/ https://donghan.co.id/ https://icconsultant.co.id/ https://metroindo.co.id/ https://bentogroup.co.id/ https://gatranews.co.id/ https://kacapatri.co.id/ https://gemilangsukses.co.id/ https://siomom.id/ https://situskita.id/ https://masyumi.id/ https://dapurdia.id/ https://baginasipagi.id/ https://bacaajadulu.id/ https://sukagaming.id/ https://sobatsandi.id/ https://ragaminspirasi.id/ https://salamdokter.id/
https://berita-sumatra.id/ https://seongiclik.id/ https://mangu.id/ https://daily-news.id/

IHSG Sesi 2 Ditutup Menguat 0,53 Persen Setelah BI Pertahankan Suku Bunga

IHSG Sesi 2 Ditutup Menguat 0,53 Persen Setelah BI Pertahankan Suku Bunga

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami lonjakan yang signifikan pada perdagangan hari ini, Rabu (19/11/2025). Kenaikan mencapai 44,65 poin atau 0,53% ke level 8.406,58 dengan 335 saham yang mengalami kenaikan, 285 saham turun, dan 191 saham tidak bergerak.

Jumlah nilai transaksi hari ini mencapai angka yang cukup menggembirakan, yakni Rp 30,03 triliun. Aktivitas ini melibatkan sekitar 45,40 miliar saham yang diperdagangkan dalam 2,25 juta kali transaksi.

Peningkatan aktivitas perdagangan ini dapat diatribusikan pada transaksi besar yang terjadi pada saham Sampoerna Agro (SGRO), yang melebihi Rp 9,4 triliun dalam pasar negosiasi. Hal ini menyebabkan saham SGRO menyentuh batas auto rejection atas pada hari ini.

Sebagian besar sektor perdagangan menunjukkan kinerja positif, khususnya pada sektor kesehatan, industri, dan keuangan yang mencatatkan penguatan signifikan. Namun, hanya sektor properti dan barang baku yang tercatat mengalami penurunan.

Saham-saham di sektor perbankan serta emiten dengan kapitalisasi besar menunjukkan tren menguat seiring dengan keputusan mengenai suku bunga yang diambil dalam rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI).

Analisis Pergerakan IHSG dalam Perdagangan Terakhir

Pelaku pasar mencermati sentimen yang terbentuk di pasar, terutama terkait pengumuman mengenai BI rate. Rapat Dewan Gubernur BI pada 18-19 November 2025 memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate di level 4,75%.

Kebijakan suku bunga ini diumumkan oleh Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers yang diadakan setelah rapat. Pada rapat ini, BI juga menetapkan suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75% dan suku bunga Lending Facility di angka 5,50%.

Sepanjang tahun 2025, Bank Indonesia telah melakukan pemangkasan suku bunga sebanyak lima kali, masing-masing 25 basis poin pada bulan Januari, Mei, Juli, Agustus, dan September. Total penurunan mencapai 125 basis poin, dari 6,00% di akhir tahun 2024 menjadi 4,75% saat ini.

Keputusan ini menjadi salah satu pendorong utama dalam pergerakan IHSG, di mana investor mulai melakukan aksi beli. Saham AMMN menonjol sebagai penopang utama kinerja IHSG, bersama dengan tiga emiten perbankan besar lainnya, yakni Bank Central Asia (BBCA), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan Bank Negara Indonesia (BBNI).

Sentimen Eksternal yang Mempengaruhi IHSG

Sementara itu, pasar Asia secara umum masih berada dalam tekanan pada pagi hari ini. Indeks acuan Jepang, Nikkei 225, mengalami penurunan sebesar 0,36% saat pembukaan, sementara indeks Topix juga merosot 0,26%. Sektor teknologi menjadi penyebab utama penurunan ini.

Perusahaan-perusahaan besar dalam sektor semikonduktor seperti Advantest dan Renesas, masing-masing mengalami penurunan lebih dari 4% dan hampir 5%. Hal ini berkontribusi terhadap sentimen negatif di pasar Jepang.

Indeks Kospi di Korea Selatan turun 0,67%, diikuti indeks Kosdaq berkapitalisasi kecil yang tercatat turun 1,02%. Saham-saham unggulan seperti Samsung Electronics dan SK Hynix juga mengalami penurunan sebanyak 2,25% dan 2,46%, yang menggambarkan kondisi pasar yang kurang menguntungkan.

Namun, berbeda dengan pasar Asia, indeks ASX/S&P 200 di Australia berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 0,11%. Perbedaan ini menggambarkan adanya ketahanan pasar di kawasan lain yang mungkin dipengaruhi oleh faktor-faktor lokal yang berbeda.

Prospek Masa Depan IHSG dan Sektor-sektor Penting

Ke depan, pelaku pasar diharapkan tetap waspada terhadap perubahan yang mungkin terjadi, baik di dalam negeri maupun di pasar global. Dengan adanya keputusan suku bunga oleh BI, banyak yang percaya bahwa ini akan mempengaruhi sentimen investor secara keseluruhan.

Pentingnya pemantauan sektor-sektor tertentu seperti perbankan dan kesehatan menjadi lebih mendesak, mengingat kontribusi keduanya yang signifikan terhadap keseluruhan IHSG. Sebagian besar investor akan mengarahkan perhatian mereka kepada kinerja emiten-emiten dari sektor tersebut.

Investor yang cerdas akan memanfaatkan momen ini untuk melakukan diversifikasi portofolio mereka, terutama pada emiten yang diuntungkan oleh kondisi suku bunga yang lebih rendah. Dengan memperhatikan pergeseran yang terjadi, mereka dapat mengambil keputusan investasi yang lebih baik.

Selain itu, pergerakan harga saham di sektor-sektor lain juga patut dicermati. Terutama terkait emiten yang memiliki fundamental kuat dan kapasitas untuk bertahan di tengah fluktuasi pasar yang ada.